Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Paritas Dan Pengetahuan Dengan Penggunaan Kontrasepsi Implant Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Aprilia Arbatika; Iwan Suryadi; Metha Fahriani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna KB telah meningkat tajam selama dua dekade terakhir, menjadi hampir 1,1 miliar pada tahun 2020. Akibatnya, jumlah wanita yang menggunakan metode kontrasepsi modern meningkat dari 663 juta menjadi 851 juta dan tingkat prevalensi kontrasepsi meningkat dari 47,7 menjadi 49,0 persen. Penelitian bertujuan mempelajari hubungan paritas dan pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi implant. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional analitik. Populasi dalam penelitian ini Akseptor KB Aktif Januari-Mei Tahun 2022 di Puskesmas Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara berjumlah 1358 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian diambil secara langsung dari responden menggunakan lembar kuesioner dan checklist. Tehnik analisa data dalam penelitian analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji analisis chi-square. Hasil penelitian terdapat 28 responden (30,1%) menggunakan alat kontrasepsi implant, 61 responden (65,6%) paritas multipara, 41 responden (44,1%) pengetahuan cukup. Hasil analisis chi-square didapat nilai paritas (0,003), pengetahuan (0,001). Kerena nilai p <0,05 maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan paritas dan pengetahuan dengan penggunaan alat kontrasepsi implant di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2022. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan dan mengembangkan informasi serta diupayakan melakukan penyuluhan secara terprogram tentang KB implant.
Hubungan Persalinan Preterm Dengan Kejadian Asfiksia di RSUD dr M Yunus Bengkulu Andika Nurul Hikmah; Yuni Ramadhaniati; Iwan Suryadi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 14 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

aa
Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) Dan Konsumsi Teh Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMA N I Merapi Barat Kabupaten Lahat Tahun 2023 Demi Tamalia; Iwan Suryadi; Puteri Andika
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v3i8.1863

Abstract

Remaja putri rentan menderita anemia hal ini dikarenakan remaja putri selalu mengalami menstruasi setiap bulanya, faktor yang dapat menyebabkan anemia pada remaja antara lain: status gizi. Masalah gizi yang sering dialami oleh remaja putri karena menjaga pola diet, kebiasaan melewatkan waktu makan demi tubuh yang ideal serta sering mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak seimbang dibandingkan dengan kebutuhannya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan IMT dan konsumsi the dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa remaja putri di SMAN 1 Merapi Barat Tahun 2023 sebanyak 272 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling penghitungan besar sampel dengan rumus Slovin berjumlah 73 responden. Hasil penelitian didapat 73 siswa remaja putri 38 responden (52,1%) yang mengalami anemia ringan, 35 responden (47,9%) mengalami anemia sedang, dan tidak ada yang mengalami anemia berat, 32 responden (43,8%) memiliki indeks masa tubuh tidak normal, 41 responden (56,2%) memiliki indeks masa tubuh normal. 52 responden (71,2%) mengkonsumsi teh, 21 responden (28,8%) tidak mengkonsumsi teh. Tidak ada hubungan IMT dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1Merapi Barat Kabupaten Lahat p value 0,530, ada hubungan antara konsumsi teh dengan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1Merapi Barat Kabupaten Lahat p value 0,031. Diharapkan dapat memperdalam mencari penyebab anemia pada remaja putri. Memberikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan remaja
Work Stress On Women Workers Who Have A Mental Workload And Services For The Weaving of The Textile Industry Darwin Safiu; Iwan Suryadi; Alfika Riyanti Prastiwi; Muh Kahfi
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indusrri tekstil memiliki berbagai macam risiko kesehatan utamanya pada pekerja, masa kerja dan beban kerja  yang bervariasi akan berpengaruh pada stress kerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kaitan antara sres kerja pada wanita yang mengalami beban kerja mental dan masa kerja pekerja pada industri tekstil. Motode: Desain observasional analitik dan rancangan cross sectional sebagai metode penilitian. Populasi sebanyak 218 responden yang kemudian diambil sampel menggunakan teknik random sampling sebanyak 80. Kuisioner NASA TLX untuk mengukur beban kerja mental, kuisioner karakteristik individu untuk masa kerja dan kuisioner safety eksekutif untuk menilai stress kerja. Hasil: asil uji bivariat menunjukkan bahwa (1) beban kerja mental memiliki korelasi dengan stres kerja yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,001; dan (2) masa kerja memiliki korelasi dengan stres kerja seperti yang ditunjukkan oleh nilai-p = 0,026. Hasil pengujian multivariat menunjukkan bahwa nilai signifikansi beban kerja mental adalah p-value = 0,000, dan r-value adalah 0,406, artinya memiliki dominasi korelasional 40,6% dengan stres kerja. Kesimpulan: Beban kerja mental dan masa kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja pekerja wanita.
Adsorbent from coffee grounds to reduce cadmium concentration in leachate water Syamsuddin Suaebu; Ashari Rasjid; Iwan Suryadi
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v13.i3.pp673-679

Abstract

Wastewater contains a variety of heavy metals, one of which is cadmium (Cd) which causes adverse effects on both the environment and health. Coffee grounds can be used to reduce Cd in wastewater so this study aims to determine the reduction of Cd levels using coffee grounds. The type of research used is an experiment to see the decrease in Cd levels using carbonized and non-carbonized coffee grounds. The samples used were taken from the leachate water source at one of the landfills in Makassar City. Sampling was done using the grab sampling technique. The results showed that the use of uncarbonized and carbonized coffee grounds was effective in reducing Cd levels in Makassar City Tamangapa Landfill leachate water with an average decrease of 0.048 and 0.023 µg/L. Uncarbonized coffee grounds have a higher ability to reduce Cd in leachate so that it can be used as an alternative in the wastewater treatment process.
Spatio-Temporal Analysis of Tuberculosis Clusters in a Region of Topographic Diversity: A Case Study from West Sulawesi Province, Indonesia Fahrul Islam; Haeranah Ahmad; Fajar Akbar; Ain Khaer; Iwan Suryadi; Muhammad Syukri; Kadar Ramadhan
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i2.6762

Abstract

Introduction: Several studies on tuberculosis (TB) using spatial and time clustering analyses have been conducted in Indonesia, however none have specifically focused on regions characterized by diverse topography. This study aimed to identify geospatial clusters of TB cases in West Sulawesi Province, Indonesia, an area known for its topographic variability. Methods: An ecological study design was employed. TB case data, including bacteriologically confirmed and clinically diagnosed cases, were obtained from the Tuberculosis Information System (Sistem Informasi Tuberkulosis, SITB) of the West Sulawesi Provincial Health Office, covering the period from January 1, 2020, to December 31, 2023. Spatial visualization was performed using QGIS version 3.40.0. Cluster detection and spatial pattern analysis were conducted using SaTScan version 10.2.5. Results: TB cases in West Sulawesi formed clusters. A total of 17 clusters were identified—4 primary (most likely) clusters and 13 secondary clusters. In 2020, the primary cluster was located in Bambang Village, Bambang Subdistrict. In 2021, the primary cluster was in Lambanan Village, Mamasa Subdistrict. In 2022, the primary cluster was in Ulumambi Barat Village, Bambang Subdistrict, and in 2023, the primary cluster was again in Lambanan Village, Mamasa Subdistrict. Conclusion: This study found that the most likely TB clusters from 2020 to 2023 were consistently located in the eastern part of West Sulawesi Province, specifically in Mamasa Regency, an area characterized by mountainous terrain. This suggests that various environmental, social, and economic factors unique to mountain communities may influence TB transmission dynamics. The findings highlight the need for geographically tailored intervention strategies, including mobile TB services, community-based education, enhanced surveillance systems, the establishment of local TB support networks, and improved healthcare infrastructure adapted to mountainous areas. Future research should consider integrating genotypic, molecular, and geospatial approaches to advance global TB control efforts.
Association between Noise Intensity, Physical Workload, and Mental Workload with Work Stress among Workers at a Concrete Manufacturing Plant: A Cross-Sectional Study Iwan Suryadi; Erwinda Alwi Rahman; Ni Luh Astri Indraswari; Antonius Budi Trianto; Nurlaila Fitriani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21 No 1 (2026): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v21i1.1835

Abstract

The concrete industry is synonymous with high-pressure work environments, primarily from physical factors. This study aims to analyze the associated with of noise intensity, physical workload, and mental workload on work stress levels at PT Bosowa Beton, a modern concrete manufacturing plant. This research employed a cross-sectional design with 49 employees as respondents. Data were collected using the HSE Indicator Tool to measure work stress (where lower scores indicate higher stress levels), alongside the NASA-TLX for mental workload and Cardiovascular Load (CVL) for physical workload. Direct noise intensity measurements were conducted using a calibrated sound level meter. Data analysis was performed using correlation tests to identify relationships and associated with between variables. The average noise level was 86.54 dB (exceeding the TLV). A total of 18.4% of employees experienced high to very high stress. Statistical tests revealed that mental workload had a significant positive associated with on stress (p-value=0.041; r=0.293). Noise showed a significant negative relationship with stress (p-value=0.001; r=-0.459), while physical workload had no significant associated with stress (p-value=0.927; r=0.013). This finding indicates that the associated of stress originates from mental aspects. This study shows that mental workload and noise intensity are significantly associated with work stress, while physical workload is not. These findings highlight the importance of managing mental workload and controlling noise in the workplace. Further research using longitudinal or multivariate approaches is needed to clarify these relationships and develop more targeted interventions.
Pengaruh Paparan Kebisingan terhadap Tingkat Stress dan Kualitas Tidur Pekerja Industri Pengolahan Hasil Bumi di Kabupaten Gowa : The Effect of Noise Exposure on Stress Level and Sleep Quality of Workers in the Earth Processing Industry in Gowa District Darwin Safiu; Iwan Suryadi; Nur Hamdani Nur; Muhammad Nurshabri Abdillah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3033

Abstract

Latar belakang: Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Semakin lama seseorang bekerja maka semakin besar kemungkinan akan mengalami stress dan penurunan kualitas tidur. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan kebisingan lingkungan dengan tingkat stress kerja dan kualitas tidur. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 50 orang yang bekerja pada penggilingan padi. Instrument penelitian yakni sound level meter untuk mengukur intensitas kebisingan, kuisioner PSQI untuk menilai kualitas tidur serta kuisioner HSE untuk menilai tingkat stress. Analisis data dengan SPSS IBM 20 yakni dengan analisis univariat dan bivariate menggunakan spearman test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan di lingkungan kerja dengan tingkat stress dan kualitas tidur, (hasil p-value = 0,021; r = 0,325 dan p-value = 0,020; r = 0,328) Kesimpulan: Kebisingan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stress dan kualitas tidur berdasarkan uji statistic yang dilakukan sehingga diperlukan pengendalian baik pada sumber bising maupun pada pekerja.
Pengaruh Karakteristik Individu dan Perilaku Merokok dengan Gejala ISPA Pengguna Terminal Malangkeri Kota Makassar: The Influence of Individual Characteristics and Smoking Behavior on ARI Symptoms of Malangkeri Terminal Users, Makassar City Fathoni Firmansyah; Iwan Suryadi; Siti Rachmawati; Nurlaila Fitriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3190

Abstract

Latar belakang: Gejala Infekeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan keluhan yang dialami seseorang pada saluran pernapasan. Penyakit saluran pernapasaan menepati urutan ketiga penyebab kematian pada pekerja yaitu sebesar 21 %. Penyebab ISPA beberapa dari factor risiko individu dan perilaku merokok. Terdapat hubungan yang signifikan yang kuat dan searah antara paparan Debu TSP dan penggunaan APD dengan Gejala ISPA sehingga diharapkan pengguna terminal taat terhadap pengggunaan masker untuk mengurasi risiko paparan debu Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh factor karakteristik individu dan perilaku merokok dengan gejala Ispa Pengguna Terminal Malangkeri Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain obervasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling sejumlah responden 86 responden. Penilaian factor risiko individu dan perilaku merokok dengan menggunakan kuisioner, penilaian gejala ISPA menggunakan kueisoner Depkes tahun 2002. Analisis data menggunakan SPSS 24.00 dengan uji somers’s d Hasil: Hasil penelitian menunjukan rata rata pengguna Terminal Malangkeri Kota Makassar mengalami gejala ISPA sedang. Hasil uji bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin dan prilaku merokok dengan gejala ispa, dengan p-value< 0,05 namun untuk kebiasaan berolahraga dan IMT tidak signifikan dengan gejala ISPA. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara karakteristik individu berupa usia dan jenis kelamin dengan gejala ispa, namun untuk IMT dan kebiasaan berolahraga tidak berhubungan, sedangkan factor lain berupa perilaku merokok berhubungan juga dengan gejala ISPA.
Ergonomic intervention among fishermen in Untia: Reducing musculoskeletal risks through education and workstation design Suryadi, Iwan; Juherah, Juherah; Khaer, Ain
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 5, Issue 2, March-August 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v5i2.71711

Abstract

Work-related musculoskeletal disorders remain common among fishing communities, yet integrated interventions combining ergonomic risk assessment, worker education, and anthropometry-based assistive equipment are still limited. This community service program aimed to assess musculoskeletal disorder risks, improve fishermen’s knowledge and skills regarding ergonomic work practices, and develop an ergonomic lifting-and-carrying aid in Untia Village, Makassar. The program involved 30 fishermen. Musculoskeletal complaints and postural risks were assessed using the Nordic Body Map and Rapid Entire Body Assessment (REBA), while ergonomics and occupational safety and health education was delivered through lectures, discussions, and question-and-answer sessions. Knowledge and skills were evaluated using pre-test and post-test assessments. An ergonomic transport trolley was developed using the Need, Idea, Decision, Action (NIDA) approach based on fishermen’s anthropometric data. The assessment identified high-risk working postures related to manual lifting, awkward trunk positions, and repetitive movements. Mean knowledge and skill scores increased from 42.1 before the intervention to 74.4 after the intervention, representing a 76.8% improvement. These findings indicate that combining ergonomic education with anthropometrically designed assistive equipment can strengthen occupational health awareness and support the reduction of manual handling risks among fishermen. Continued post-implementation monitoring is needed to evaluate sustained effects on working posture and musculoskeletal risk.
Co-Authors Abdur Rivai Aditama Putra Nugraha Ahmad, Hamsir Ain Khaer Alfika Riyanti Prastiwi Andika Nurul Hikmah Anggi Anggraini Anggreini Beta Citra Dewi Antonius Budi Trianto Aprilia Arbatika Ashari Rasjid Budirman, Budirman Darwin Safiu Demi Tamalia Erwinda Alwi Rachman Esa Luh Tiaswani Fahrul Islam Fajar Akbar Fathoni Firmansyah Fathoni Firmansyah Fathoni Firmansyah Febrianti, Eva Firmansyah, Fathoni Gesit Wijayanti Haeranah Ahmad Hashfi Hawali Abdul Matin Hidayat Hidayat Iswara Ayu Pangempyaningtyas Jilan Ashila Juherah Juherah Juherah Juherah Juherah Juherah juherah, juherah Kadar Ramadhan Kahfi, Muh Khaer, Ain Khiki Purnawati Kasim Khiki Purnawati Kasim, Khiki Purnawati Khoirun Nisya Lestari, Virny Dwiya Metha Fahriani Muh Kahfi Muhammad Nurshabri Abdillah Muhammad Syukri Mulyadi , Mulyadi Ni Luh Astri Indraswari Nugraha, Aditama Putra Nugraheni Widyastuti Nur Hamdani Nur Nur Rahmah Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani Pitanola, Rizka Diajeng Prabang Setyono Puteri Andika Ramadhan, Wafiq Aulia Ratna Fajariani Rina Zam Ratun Rivai, Abdur Rostina Rostina Rostina Rostina Safitri, Ferlin Ayu Salsabila, Usyhifa Asyrah Seviana Rinawati Seviana Rinawati Seviana Rinawati SITI RACHMAWATI Siti Rachmawati Siti Rachmawati Siti Rachmawati Sulasmi Sulasmi Syamsuddin Suaebu Tria Nopi Herdiani Tyas Lilia Wardani Vania, Tsarwa Virny Dwiya Lestari Widjanarti, Maria Paskanita Widyatuti, Nugraheni Wulandari, Febby Bintang Yessi Rohinda Yuni Ramadhaniati