Claim Missing Document
Check
Articles

Oral Manifestation of Sexual Transmitted Diseases Milinia Mongkaren; Aurelia S. R. Supit; Christy N. Mintjelungan; Janno B. B. Bernadus
e-GiGi Vol. 10 No. 2 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i2.41029

Abstract

Abstract: Sexually transmitted diseases (STDs) are transmitted through sexual contact, and can manifest in the oral cavity. This study aimed to determine the oral manifestations of STDs. This was a literature review study using two databases namely Google scholar and PubMed. The results obtained six cross-sectional studies. Oral manifestations that could occur in patients with STD were necrotizing ulcerative gingivitis, necrotizing ulcerative periodontitis, necrotizing ulcerative stoma-titis, linear gingival erythema, oral candidiasis, sarcoma Kaposi, oral hairy leukoplakia, gonococcal stomatitis, chancre, condyloma acuminata, snail track, and gumma. Oral manifestations caused by bacteria were necrotizing ulcerative gingiva, necrotizing ulcerative periodontitis, necrotizing ulcera-tive stomatitis, gonococcal stomatitis, chancre, snail track, linear gingival erythema, and gumma. Oral manifestation caused by fungi was oral candidiasis and oral manifestations caused by viruses were oral hairy leukoplakia, Kaposi sarcoma, and condyloma acuminata. In conclusion, oral mani-festations of STDs can caused by bacteria, fungi, and viruses. The most common oral manifestation of STDs is oral candidiasis.Keywords: oral manifestations; sexually transmitted diseases Abstrak: Penyakit menular seksual (PMS) merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, yang dapat bermanifestasi pada rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi oral PMS. Jenis penelitian ialah suatu literature study. Penelitian ini mempelajari tentang manifestasi oral penyakit menular seksual dengan menggunakan database Google scholar dan PubMed serta tahun publikasi pustaka Februari 2011-September 2022. Hasil penelitian mendapat-kan sebanyak enam pustaka. Manifestasi oral yang terjadi pada pasien akibat infeksi PMS ialah necrotizing ulcerative gingivitis, necrotizing ulcerative periodontitis, necrotizing ulcerative stomatitis, linear gingival erythema, oral candidiasis, sarcoma Kaposi, oral hairy leukoplakia, gonococcal stomatitis, chancre, Condyloma acuminata, snail track, dan gumma. Manifestasi oral yang disebabkan oleh bakteri ialah necrotizing ulcerative gingiva, necrotizing ulcerative periodontitis, necrotizing ulcerative stomatitis, gonococcal stomatitis, chancre, snail track, linear gingiva erythema, dan gumma. Manifestasi oral yang disebabkan oleh jamur ialah oral candidiasis dan manifestasi oral yang disebabkan oleh virus yaitu hairy leukoplakia, sarcoma Kaposi dan condyloma acuminata. Simpulan penelitian ini ialah manifestasi oral PMS dapat disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus. Manifestasi oral yang terbanyak ditemui yaitu oral candidiasis.Kata kunci: manifestasi oral; penyakit menular seksual
Hubungan Penggunaan Obat-obatan Antihipertensi dengan Terjadinya Xerostomia Keynes Y. Supit; Vonny N. S. Wowor; Christy N. Mintjelungan
e-GiGi Vol. 11 No. 1 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i1.44376

Abstract

Abstract: The use of antihypertensive drugs in addition to controlling high blood pressure, but can also cause side effects inter alia xerostomia, a sign or symptom of dry mouth felt by a person. This study aimed to determine the relationship between the use of antihypertensive drugs with the occurrence of xerostomia. This was a literature review study using databases of Google Scholar, PubMed and ScienceDirect. Literatures were selected through inclusion and exclusion criteria and a critical appraisal was carried out. The results obtained five literatures. There was an effect of using antihypertensive drugs amlodipine and captopril on the occurrence of xerostomia, however, there was no significant difference in the amount of respondents’ saliva (p>0.05). Antihypertensive drugs amlodipine (93.33%) and captopril (83.33%) both caused a decrease in salivary flow rate. A small proportion (29%) of respondents using antihypertensive drugs experienced xerostomia. There was a higher prevalence of xerostomia in respondents using antihypertensive drugs compared to those who did not use antihypertensive drugs (p<0.05). From 100% of xerostomia patients, there were 38.46% taking antihypertensive drugs. In conclusion, there is a relationship between the use of anti-hypertensive drugs and the occurrence of xerostomia. Keywords: xerostomia; hypertension; antihypertensive drugs Abstrak: Penggunaan obat antihipertensi di samping dapat mengontrol tekanan darah tinggi, namun dapat juga menimbulkan efek samping, salah satunya ialah xerostomia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan obat–obatan antihipertensi dengan terjadinya xerostomia. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database Google Scholar, PubMed dan ScienceDirect. Literatur diseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi serta dilakukan critical appraisal sehingga diperoleh lima literatur. Hasil penelitian mendapatkan adanya pengaruh penggunaan obat antihipertensi amlodipin dan katopril terhadap terjadinya xerostomia, namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara jumlah saliva pada responden yang mengonsumsi obat amlodipin dan kaptopril. Pada responden yang menggunakan obat anti hipertensi amlodipin (93,33%) dan kaptopril (83,33%) terdapat laju aliran saliva yang menurun. Sebagian kecil responden (29%) pengguna obat antihipertensi mengalami xerostomia. Prevalensi xerostomia lebih tinggi pada responden pengguna obat antihipertensi dibandingkan yang tidak menggunakan obat antihipertensi (p<0,05). Dari 100% penderita xerostomia, terdapat 38,46% yang mengonsumsi obat antihipertensi. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara penggunaan obat anti hipertensi dengan terjadinya xerostomia. Kata kunci: xerostomia; hipertensi; obat antihipertensi
Hubungan Tingkat Kebersihan Gigi Tiruan Penuh dengan Kejadian Denture Stomatitis Grant T. H. Mawei; Vonny N. S. Wowor; Christy N. Mintjelungan
e-GiGi Vol. 11 No. 1 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i1.44383

Abstract

Abstract: Dentures can cause new problems for wearers especially individuals who do not under-stand to maintain the cleanliness of the dentures. In case of full denture, mucosal surface covered by the denture can easily be accumulated by plaques inter alia due to Candida albicans which can further cause denture stomatitis. This study aimed to determine the relationship between the level of complete denture hygiene and the incidence of denture stomatitis. This was a literature review study using the Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases of related topics. The results showed that statistically there was a relationship between denture hygiene and the incidence of denture stomatitis. There was a higher incidence of denture stomatitis in denture users with poor denture hygiene conditions. Poor denture hygiene as a local factor causing denture stomatitis. Numerically, most denture users who experienced denture stomatitis had poor denture hygiene. In conclusion, statistical and numerical tests showed that there is a relationship between the level of denture hygiene and denture stomatitis in full denture users. Keywords: denture hygiene level; complete denture wearers; denture stomatitis Abstrak: Pemakaian gigi tiruan dapat menimbulkan masalah bagi penggunanya terlebih pada individu yang kurang memahami pemeliharaan kebersihan gigi tiruan. Pada penggunaan gigi tiruan penuh, pada permukaan mukosa yang tertutup gigi tiruan dapat dengan mudah terjadi akumulasi plak antara lain oleh Candida Albicans yang dapat menyebabkan terjadinya denture stomatitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebersihan gigi tiruan penuh dengan kejadian denture stomatitis. Jenis penelitian ialah suatu literature review yang menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan topik yang terkait. Hasil uji statistik pada literatur yang digunakan mendapatkan adanya hubungan/pengaruh antara kebersihan gigi tiruan dengan kejadian denture stomatitis. Kejadian denture stomatitis lebih tinggi pada pengguna gigi tiruan dengan kondisi kebersihan gigi tiruan yang buruk. Kebersihan gigi tiruan yang buruk sebagai faktor lokal penyebab denture stomatitis. Secara numerik pada pengguna gigi tiruan yang mengalami denture stomatitis, sebagian besar memiliki kebersihan gigi tiruan yang buruk. Simpulan penelitian ini ialah uji statistik dan numerik memperlihatkan adanya hubungan antara tingkat kebersihan gigi tiruan dengan denture stomatitis pada pengguna gigi tiruan penuh. Kata kunci: tingkat kebersihan gigi tiruan; pengguna gigi tiruan penuh; denture stomatitis
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kompetensi Guru Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Deisye Supit; Theodorus Pangalila; Meily Ivane Esther Neman; Jumrah Jamil; Christy N Mintjelungan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8719

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi guru di SMA Al Khairat Labha Kabupaten Halmahera Selatan, serta untuk mengetahui hubungan yang terjalin antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi guru. sifat dari Metode penelitian pada hakikatnya adalah metode ilmiah untuk memperoleh data yang mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu metode yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Metode analisis deskriptif digunakan dalam penulisan jurnal ini. Artinya, baik pembahasan maupun analisis topik yang dibahas sudah selesai. Kepemimpinan yang digunakan mempengaruhi perilaku bawahan dan penciptaan lingkungan kerja. Sikap kepala sekolah yang tidak berdaya adalah tidak tegas dan acuh terhadap bawahannya, menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak nyaman dan menghambat proses pembelajaran. Guru profesional harus memenuhi kualifikasi pendidikan minimal dan menjadi pendidik bersertifikat.
Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Pengguna Ortodontik Cekat di Madrasah Aliyah Negeri I Manado Najwa F. Modjo; Pritartha S. Anindita; Christy N. Mintjelungan
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.47932

Abstract

Abstract: All groups, including teenagers use fixed orthodontic treatment worldwide, but they often often unaware of the risks and impacts of using orthodontic appliances. Fixed orthodontic appliance components attached to the tooth surface will make the user susceptible to oral hygiene problems. This study aimed to obtain the oral hygiene behavior of students of Madrasah Aliyah Negeri 1 Manado undergoing orthodontic treatment. This was a descriptive study using a cross-sectional approach. Samples were 36 students in grades 10-12 obtained by using total sampling technique. The results showed that most students in this study brushed their teeth using conventional toothbrushes twice a day with fluoride toothpaste and habitually consumed fiber rich food. However, daily use of supports such as interdental brush, dental floss and mouthwash was still very low. Many students still used toothpicks although not every day and the habit of brushing teeth in front of the mirror was still lacking. In conclusion, dental and oral hygiene behavior of fixed orthodontic wearers at Madrasah Aliyah Manado is not optimal and still need to be improved. Keywords: orthodontic treatment; fixed orthodontic appliance; oral hygiene behavior   Abstrak: Perawatan ortodontik cekat ramai digunakan oleh segala kalangan termasuk remaja walaupun sering kali tidak menyadari risiko dan dampak dari penggunaan alat ortodontik. Komponen-komponen alat ortodontik cekat yang terpasang pada permukaan gigi akan membuat penggunanya rentan mengalami masalah kebersihan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada pengguna ortodontik cekat di Madrasah Aliyah Negeri I (MAN 1) Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa kelas 10-12 pengguna ortodontik yang diambil menggunakan total sampling. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar siswa pengguna ortodontik cekat MAN 1 Manado menyikat gigi menggunakan sikat gigi konvensional dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan berserat setiap hari, namun penggunaan sehari-hari penunjang seperti interdental brush, dental floss dan obat kumur masih sangat rendah, masih banyak yang menggunakan tusuk gigi meskipun tidak setiap hari, dan kebiasaan becermin saat menyikat gigi juga masih kurang. Simpulan penelitian ini ialah perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada pengguna ortodontik cekat di Madrasah Aliyah Negeri I Manado belum optimal dan masih perlu ditingkatkan. Kata kunci: perawatan ortodontik; ortodontik cekat; pemeliharaan kebersihan mulut
Status Karies Gigi Berdasarkan Indeks DMF-T pada Nelayan di Pesisir Pantai Kawasan Megamas Kota Manado Ni Wayan Mariati; Christy N. Mintjelungan; Nur I. Martin
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.49636

Abstract

Abstract: Most fishermen in Indonesia are under the poverty line and have a low level of education, which can affect the level of dental and oral hygiene. The most common dental and oral disease found in coastal communities is dental caries. The main indicator for assessing dental caries is the DMF-T index (Decay Missing Filling-Teeth). This study aimed to determine the status of dental caries based on the DMF-T index in fishermen in the coastal area of the Megamas region, Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were fishermen on the coastal area of the Megamas region obtained by using total sampling method according to the inclusion criteria. There were 34 fishermen in this study.  The results showed that the status of dental caries based on DMF-T was 104 (30%) Decay with an average of 3.1; Missing was 243 (70%) with an average of 7.1; and Filling was 0 (0%) or none. The total DMF-T index was 347 with an average of 10.2. In conclusion, the status of dental caries based on the DMF-T index in fishermen in the coastal area of the Megamas Region, Manado, is very high with an average value of 10.2. Keywords: dental caries status; DMF-T index; oral and dental hygiene; fishermen   Abstrak: Sebagian besar nelayan di Indonesia berada di bawah garis kemiskinan serta tingkat pendidikan rendah yang dapat memengaruhi tingkat kebersihan gigi dan mulut. Penyakit gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada masyarakat pesisir Pantai yaitu karies gigi. Indikator utama untuk menilai karies gigi yaitu indeks DMF-T (Decay Missing Filling-Teeth). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status karies gigi berdasarkan indeks DMF-T pada nelayan di pesisir pantai Kawasan Megamas Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu nelayan di pesisir pantai Kawasan Megamas Kota Manado, diperoleh dengan metode total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian mendapatkan 34 nelayan sebagai sampel penelitian. Status karies gigi berdasarkan DMF-T yaitu Decay sebanyak 104 (30%) dengan rerata 3,1, Missing sebanyak 243 (70%) dengan rerata 7,1 dan Filling sebanyak 0 (0%) atau tidak ada. Total indeks DMF-T sebesar 347 dengan rerata 10,2. Simpulan penelitian ini ialah status karies gigi berdasarkan indeks DMF-T pada nelayan di pesisir pantai Kawasan Megamas Kota Manado termasuk kriteria sangat tinggi dengan nilai rerata 10,2. Kata kunci: status karies gigi; indeks DMF-T; kebersihan gigi dan mulut; nelayan
Profil Penatalaksanaan Odontektomi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Tahun 2022 Christy N. Mintjelungan; Ni Wayan Mariati; Imelda Ch. Manurung
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.49637

Abstract

Abstract: Odontectomy is one of the managements when the teeth cannot erupt or partially erupted (impacted) by creating a mucoperiosteal flap and reducing the bone around the impacted tooth. Odontectomy can be done in general hospital, dental hospital and dental practice.  Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital is one of the general hospitals in Manado that provide odontectomy or surgical extraction. This study aimed to obtain the profile of odontectomy management at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a retrospective and descriptive study. Samples obtained by using total sampling method were medical records of all patients that underwent odontectomy at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital in 2022. Data were processed descriptively and presented in distribution tables. The results showed that female patients were more dominant than the males (55% vs 45%). The most frequent age group was 17-26 years old (40%). The most common job in this study was civil servant (16.5%). The most frequent number of extracted teeth was four teeth (46,5%) in regio 4. In conclusion, most patients that underwent odontectomy at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital were females, age range 17 to 26 years old, worked as civil servants, underwent odontectomy on four teeth at once and at the fourth region (lower right). Keywords: odontectomy; mandibular third molar impaction; referral hospital   Abstrak: Odontektomi merupakan salah satu penatalaksanaan pada keadaan gigi tidak dapat bertumbuh atau bertumbuh sebagian (impaksi) dengan pembuatan flap mukoperiosteal dan mengurangi sebagian tulang yang berada di sekeliling gigi tersebut. Tindakan odontektomi dapat dilakukan di rumah sakit umum, rumah sakit gigi dan mulut serta klinik dokter gigi. Salah satu rumah sakit yang menangani tindakan odonektomi yaitu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penatalaksanaan odontektomi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ini ialah deskriptif retrospektif. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling yaitu seluruh pasien yang menjalani tindakan odontektomi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2022. Instrumen penelitian ialah rekam medis pasien odontektomi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Data diolah secara deskriptif lalu disajikan dalam tabel distribusi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pasien perempuan lebih banyak daripada laki-laki (55% vs 45%). Kelompok usia terbanyak ialah 17-2 tahun (40%). Jenis pekerjaan yang paling sering ditemukan ialah aparatur sipil negara/ASN (16,5%). Jumlah gigi yag dilakukan odontektomi terbanyak ialah empat buah (46,5%) pada regio 4. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang terbanyak menjalani penatalaksanaan odontektomi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou ialah berjenis kelamin perempuan, usia dewasa 17–26 tahun, pekerjaan sebagai ASN, menjalani odontektomi dengan empat gigi sekaligus, dan pada regio 4 (kanan bawah). Kata kunci: odontektomi; impaksi molar tiga mandibular; rumah sakit rujukan
Tingkat Pengetahuan Tentang Barodontalgia pada Penyelam Wisatawan Domestik di Kota Manado Rizka Wahyuni; Christy N. Mintjelungan; Celin L. Sindar
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50361

Abstract

Abstract: Concerning maritime tourism, during diving, various types of pressure changes usually occur, especially atmospheric pressure which can result in barodontalgia or pain in the teeth due to changes in pressure. Lack of knowledge about barodontalgia and control of dentists can make divers prone to experience pain and discomfort in areas of teeth that have certain indications such as dental caries, damaged restorations, pulpitis, pulp necrosis, apical periodontitis, periodontal pockets, impacted teeth, root fractures, and residual cysts. This study aimed to determine the level of knowledge about barodontalgia among domestic tourist divers in Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Respondents were 40 domestic tourist divers taken by total sampling technique. The results showed that respondents with good level of knowledge about barodontalgia had a percentage of 13%; those with fair knowledge were 50%; and those who had poor knowledge were 37%. In conclusion, the majority of domestic tourist divers in Manado have fair level of knowledge about barodontalgia. Keywords: knowledge level; barodontalgia; domestic divers   Abstrak: Terkait wisata bahari, saat menyelam biasanya terjadi berbagai macam jenis perubahan tekanan terutama tekanan atmosfer yang dapat mengakibatkan barodontalgia atau nyeri pada gigi akibat perubahan tekanan tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai barodontalgia dan kontrol ke dokter gigi dapat menyebabkan penyelam rentan mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah gigi yang memiliki indikasi seperti karies gigi, restorasi yang rusak, pulpitis, nekrosis pulpa, periodontitis apikal, poket periodontal, gigi impaksi, fraktur akar, dan kista residual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang barodontalgia pada penyelam wisatawan domestik di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian berjumlah 40 penyelam wisatawan domestik yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan tentang barodontalgia baik sebesar 13%; tingkat pengetahuan cukup sebesar 50%; dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 37%. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar penyelam wisatawan domestik di Kota Manado memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang barodontalgia. Kata kunci: tingkat pengetahuan; barodontalgia; penyelam domestik
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Status Karies Gigi pada Komunitas Nelayan di Kota Manado Mintjelungan, Christy N.; Wahyuni, Rizka; Octavian, David
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51334

Abstract

Abstract: Body mass index (BMI) is a measurement to assess nutritional status. Excessive sugar consumption can result in obesity and dental caries. Fishermen have a risk of dental caries due to their habit of consuming food and drink that contain sugar (cariogenic) to stay awake at night. This study aimed to analyze the relationship between BMI and dental caries status among fisherman in Manado. This was a descriptive and analytical study with a cross-sectional design using the total sampling technique. The normality of the research data was tested using Kolmogorov-Smirnov test and the correlation between variables was analyzed using the Pearson correlation test. The result obtained 51 fishermen of Komunitas Nelayan Dego-Dego Pantai Los selected based on inclusion and exclusion. Majority of subjects had the characteristics of late adolescence with an age range of 17-25 years (33.3%), good oral hygiene index simplified (52.9%), frequency of brushing teeth twice daily (76.5%), were overweight (39.1%) and very high DMF-T index (72.5%). The correlation test obtained a p-value of 0,032 and an r-value of 0.300 which indicated a significant relationship between BMI and dental caries and a weak correlation between the two variables. In conclusion, there is a relationship between BMI and dental caries in fisherman of Komunitas Nelayan Dego-Dego Pantai Los in Manado. Keywords: body mass index; dental caries status; fishermen   Abstrak: Indeks massa tubuh (IMT) merupakan pengukuran untuk menilai status gizi seseorang. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan terjadinya obesitas dan juga karies gigi. Nelayan mempunyai risiko untuk terjadinya karies gigi karena nelayan saat bekerja mempunyai kebiasaaan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula (kariogenik). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan status karies gigi pada komunitas nelayan di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji normalitas data penelitian menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi menggunakan Pearson Correlation Test. Hasil penelitian mendapatkan 51 nelayan Komunitas Dego-Dego Pantai Los sebagai subjek penelitian. Mayoritas subjek memiliki karakteristik usia remaja akhir dengan rentang usia 17-25 tahun (33,3%), oral hygiene index simplified (OHI-S) baik (52,9%), frekuensi menyikat gigi dua kali sehari (76,5%), serta memiliki berat badan berlebih (39,1%) dan indeks DMF-T sangat tinggi (72,5%). Hasil analisis hubungan antara IMT dengan karies gigi mendapatkan nilai p=0,032 (<0,05) dan nilai r=0,300 yang menunjukkan hubungan bermakna dengan korelasi rendah di antara kedua variabel. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara IMT dengan status karies gigi pada Komunitas Nelayan Dego-Dego Pantai Los di Kota Manado. Kata kunci: indeks massa tubuh; status karies gigi; nelayan
Analisis Kandungan Mineral Air Tanah dan Gambaran Status Karies Gigi pada Masyarakat Desa Mala Kepulauan Talaud Sagemba, Pascal G.; Mintjelungan, Christy N.; Kepel, Billy J.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51498

Abstract

Abstract: Elements present in ground water can be influenced by the surrounding environment. High levels of fluorine and calcium in ground water can have an impact on public health, including dental health. The most common dental and oral health problem in people of all age groups is dental caries. This study aimed to analyze the mineral content of ground water and to describe the status of dental caries in the community at Desa Mala. This was a descriptive study with a cross-sectional design using total sampling of age group of 20-50 years with a population of 110 people. Water samples were tested in the laboratory for its fluoride content and hardness. The results obtained 74 people as subjects according to the inclusion and exclusion criteria. Fluorine content in drinking water samples was 0.36 mg/L and the hardness (CaCO3) was 294 mg/L. The average of DMF-T index measurement of dental caries of subjects was 7.6. In conclusion, the fluoride level and hardness of the well water in the Desa Mala community is suitable for drinking, however, the dental caries profile in the community is very high. Keywords: mineral content of groundwater; dental caries status; fluor; calcium    Abstrak: Unsur-unsur yang ada dalam air, dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Kadar fluor dan kalsium yang tinggi dalam air dapat berdampak pada kesehatan masyarakat termasuk kesehatan gigi. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak ditemui pada masyarakat dengan berbagai golongan umur ialah karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mineral air dalam tanah dan mengetahui gambaran status karies gigi pada masyarakat di Desa Mala. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang dengan total sampling pada golongan usia 20–50 tahun dengan jumlah populasi 110 orang serta melakukan uji sampel air di laboratorium untuk menguji fluor dan kesadahan dalam air. Hasil penelitian mendapatkan 74 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kandungan fluor dalam air minum sebesar 0,36 mg/L dan kesadahan (CaCO3) sebesar 294 mg/L. Hasil pengukuran indeks DMF-T karies gigi pada sampel penelitian sebesar 7,6. Simpulan penelitian ini ialah kadar fluor dan kesadahan air sumur di Desa Mala masih layak untuk diminum sedangkan gambaran karies gigi pada masyarakat tergolong masih sangat tinggi. Kata kunci: kandungan mineral air tanah; status karies gigi; fluor; kalsium
Co-Authors . Juliatri, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Andi I. A. Marhaban Angelia Langkir Anggow, Ollivia R. Aruperes, Geraldo Y. Aurelia S. R. Supit Aurelia S. R. Supit Aurelia Supit B. S. Lampus Bawenti, Suryani Bayahu, Cintia Billy J. Kepel Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Celin L. Sindar Christal G. Oroh, Christal G. Christian F. Poluan Citra Ilery D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pengemanan Damajanty H.C. Pangemanan Deisye Supit Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Ekarisma, Verena M. Elita Tambunan, Elita Ezra G. R. Tambunan, Ezra G. R. Farrah F. Sumangando Felisa E. K. Bagaray, Felisa E. K. Freddy Wagey Gabrielle Warongan Galong, Junistika Priskila Galongi, Junistika P. Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Gerung, Ayumi Y. Gracecylia R. Salampessy Grant T. H. Mawei Hassan, Ewithya H. Herwanto, Adine V. K. Hontong, Cheny Imelda Ch. Manurung Indry Worotitjan Inoi, Archi G. P. Jane Wuisan Janno B. B. Bernadus Jefrianto Wololy Jeiska Triska Tulangow Jemima L. Waworuntu, Jemima L. Jimmy Posangi Joan Christiany, Joan Joenda Soewantoro Johanna A. Khoman Julian G. Komansilan, Julian G. Juliatri . Juliatri Juliatri Jumrah Jamil Kaida, Dita C. Karamoy, Deborah Karamoy, Keysha A. Karel Pandelaki Keloay, Princess Keynes Y. Supit Khoman, Johanna Kindangen, Miranda L. Kinontoa, Fitrisya C. Koagouw, Marco S. Kojongian, Gloria M. P. Kolonio, Fanessa E. Krista V. Siagian Kustina Zuliari, Kustina Kusumawardani, Chendrakasih Lidia Iswanto, Lidia Lolongan, Raymond A. Lumempouw, Novany Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mangindaan, Rocky J. Mangowal, Maya P. Mangundap, Gledis C. M. Mantiri, Amanda N. P. Mararu, Wahyu P. Marimbun, Betrix E. Mario S. Howarto, Mario S. Marsela Liwe, Marsela Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Meartriecs Tandilangi, Meartriecs Mega S. J. Warongan, Mega S. J. Meilan M. Suleh, Meilan M. Meily Ivane Esther Neman Mendur, Sheren Ch. M. Meyke Widyaningrum Michael A. Leman Milinia Mongkaren Mo'o, Billie A. F. P. Mokodompit, Moh. Fahmi M. Mongi, Pebrian B. Monica A. V. Rumampuk Monica M. Sengkey, Monica M. Motto, Christavia J. Nadhira Thereza Manoy, Nadhira Thereza Najwa F. Modjo Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. Nur I. Martin Octavian, David Olivia Waworuntu Olyvia Octaviany Monoarfa P. S. Anindita Pardanus, Darlene G. Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pieter L. Suling Priscilia G. J. Tambuwun, Priscilia G. J. Pritartha S. Anindita Pritartha S. Anindita Putra, Febrian S. Putrawan, I Putu G.E. Radiah . Rahayu, Mayangsari P. Rambitan, Wulan K. D. Ratulangi, Marly H.R. Rengkuan, Raissa Y.E. Reyna Agnes Nastassia Lumentut Rizka Wahyuni Rizka Wahyuni Rizki Mulyana Djokja Rizkia Irianti Rizkika, Lilies Rompas, Irene F. Rompis, Kezia R. Sagemba, Pascal G. Sagrang, Patricia S. Shane H.R. Ticoalu Sherry Deiristi Sulangi Shirley E. S. Kawengian Sompie, Grace M. M. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sundah, Michael J. Syukri, Dwi M. Tambunan, Miranda A. Tandra, Noviana F. Tangka’a, Roy R. B. Tato, Enjelin M. Tawas, Stevany A.D. Theodorus Pangalila Ticoalu, Jolanda P. Utomo, Hestia E. Vania, Marella T. Vonny N. S. Wowor Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Wanti, Melyana Woran, Yobel R. Wowor, Stephanie G. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K.