Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat Pesisir Utomo, Hestia E.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.65759

Abstract

Abstract: Low knowledge, awareness, and behavior in maintaining dental and oral hygiene are influenced by various things such as environmental condition, education level, knowledge, economic condition, prevailing habits or culture, and access to health services. This study aimed to determine whether there was an influence of education level on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Data were analyzed using univariate analysis with percentages and bivariate analysis with ordinal regression. The results obtained 56 people of coastal communities of Maen Village as respondents. The majority had a high level of education (n=25; 44.6%), and moderate dental and oral hygiene status (OHI-S) (n​​=27; 48,2%). The subjects were dominated by those who had high level of education with moderate dental and oral hygiene status (n=17; 68.0%). Bivariate analysis using the ordinal regression test obtained a significant effect. In conclusion, level of education has a significant effect on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang District. Keywords: education level; dental and oral hygiene status; coastal community    Abstrak: Rendahnya pengetahuan, kesadaran, dan perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi berbagai hal seperti kondisi lingkungan, tingkat pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi, kebiasaan atau budaya yang berlaku, serta akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Data dianalisis menggunakan secara univariat untuk melihat distribusi data berdasarkan persentase serta analisis bivariat untuk melihat pengaruh menggunakan regresi ordinal. Hasil pnelitian mendapatkan 56 orang masyarakat pesisir Desa Maen sebagai responden penelitian. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah (n=25; 44,6%), dan status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) kondisi sedang (n=27; 48,2%). Responden penelitian didominasi memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah dengan status kebersihan gigi dan mulut sedang (n=17; 68,0%). Analisis bivariat menggunakan uji regresi ordinal menunjukkan pengaruh bermakna. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pendidikan berpengaruh bermakna terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen Kecamatan Likupang Timur. Kata kunci: tingkat pendidikan; status kebersihan gigi dan mulut; masyarakat pesisir
Hubungan antara Konsumsi Ikan Laut dengan Status Karies Gigi pada Anak Usia 10-12 Tahun Karamoy, Keysha A.; Kawengian, Shirley E. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.66072

Abstract

Abstract: Dental caries is one of the most common oral health problem among children and serves as an important indicator in assessing oral and dental health. One of the factors that plays a role in preventing caries is fluoride intake, which can be obtained from food sources such as marine fish. Coastal areas like Munte Village have high access to marine fish; however, a high prevalence of dental caries is still found among school-aged children. This has prompted research on the relationship between marine fish consumption and dental caries status. This study aimed to determine the relationship between marine fish consumption and dental caries status in children aged 10–12 years at SD Negeri Munte, Likupang Barat. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Data were collected through a questionnaire on marine fish consumption frequency and dental caries examination using the DMF-T index. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The results obtained 61 students as subjects selected using total sampling technique. The majority of subjects reported very frequent consumption of marine fish (63.93%) and had dental caries status in the moderate category (40.98%) with an average DMF-T index of 3.3. The Spearman test showed a p-value of 0.003 and a correlation coefficient of -0.371, indicating a significant and inverse relationship between marine fish consumption and dental caries status. In conclusion, there is a significant relationship between marine fish consumption and dental caries status in children aged 10–12 years at SD Negeri Munte, Likupang. Keywords: marine fish consumption; dental caries; school-aged children    Abstrak: Karies gigi termasuk salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum ditemukan pada anak-anak dan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan gigi dan mulut. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam mencegah terjadinya karies yaitu asupan fluor yang dapat diperoleh dari makanan, seperti ikan laut. Daerah pesisir seperti Desa Munte memiliki akses tinggi terhadap ikan laut, namun masih ditemukan kasus karies gigi yang cukup tinggi pada anak usia sekolah. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian mengenai hubungan konsumsi ikan laut dengan status karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk engetahui hubungan antara konsumsi ikan laut dengan status karies gigi pada anak usia 10–12 tahun di SD Negeri Munte, Likupang Barat. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi ikan laut dan pemeriksaan status karies menggunakan indeks DMF-T. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan 61 siswa sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik total sampling. Mayoritas subjek penelitian memiliki frekuensi konsumsi ikan laut yang sangat sering (63,93%) dan status karies gigi dalam kategori sedang (40,98%) dengan nilai rerata indeks DMF-T sebesar 3,3. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p=0,003 dan koefisien korelasi -0,371 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna dan berbanding terbalik antara konsumsi ikan laut dan status karies gigi. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara konsumsi ikan laut dengan status karies gigi pada anak usia 10-12 tahun di SD Negeri Munte Likupang. Kata kunci: konsumsi ikan laut; karies gigi; anak usia sekolah
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Meyke Widyaningrum; Damajanty H. C. Pangemanan; Christy N. Mintjelungan
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.66070

Abstract

Abstract: Staphylococcus aureus belongs to the normal flora in the human body, however, it can become pathogenic when mucosal surfaces are subjected to trauma or abrasion. The ketapang plant (Terminalia catappa L.) contains antibacterial compounds such as flavonoids. This study aimed to identify the inhibitory effect of ketapang leaf extract on the growth of Staphylococcus aureus. The disk diffusion method was used for the antibacterial assay. Ketapang leaf samples were collected from Sindulang 2 area in Manado, macerated for three days, and prepared into extract concentrations of 70%, 80%, 90%, and 100%; each tested in four replications. The Staphylococcus aureus strain used was obtained from the culture collection of the Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Sam Ratulangi, Manado. The concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% demonstrated antibacterial activity. The highest mean inhibition zone was observed at the 100% concentration with a diameter of 12.46 mm, while the lowest was at 70% with a diameter of 10.63 mm. The results indicate that ketapang leaf extract possesses inhibitory activity against the growth of Staphylococcus aureus, with higher concentrations producing larger zones of inhibition. Keywords: Staphylococcus aureus; ketapang leaves; inhibitory activity    Abstrak: Staphylococcus aureus merupakan flora normal di tubuh manusia, tetapi dapat berubah menjadi patogen saat permukaan mukosa terkena trauma atau abrasi. Tanaman daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan ekstrak daun ketapang dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian ini menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ketapang diambil dari daerah Sindulang 2, Manado yang dimaserasi selama tiga hari dan dibuat menjadi konsentrasi 70%, 80%, 90%, dan 100% dengan empat kali pengulangan. Bakteri Staphylococcus aureus yang digunakan merupakan biakan Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil pengujian konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%  menunjukkan aktivitas antibakteri. Rerata diameter terbesar terdapat pada konsentrasi 100% dengan nilai 12,46 mm dan rerata terkecil pada konsentrasi 70% dengan nilai 10,63 mm. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun ketapang memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi, semakin besar zona hambat yang terbentuk. Kata kunci: Staphylococcus aureus; daun ketapang; daya hambat
Edukasi dan Pelatihan dengan Metode Modelling tentang Cara Menyikat Gigi Sebagai Upaya Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Autis Mintjelungan, Christy N; Mariati, Ni Wayan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/az6r6504

Abstract

Autisme  dipahami sebagai gangguan perkembangan neurobiologis  yang memengaruhi bagaimana anak belajar, berkomunikasi, keberadaan anak dalam lingkungan dan hubungan dengan orang lain. Anak autis merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian dan pelayanan khusus seperti pelayanan medis, pendidikan  dan juga pelatihan-pelatihan bina diri yang bertujuan mengurangi ketergantungan kepada orang lain dan bisa hidup mendiri. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan dalam upaya melatih kemandirian anak autis dan mengubah perilaku anak . Edukasi dan pelatihan terhadap orangtua anak Autis sangat penting sehingga dapat memudahkan proses perubahan perilaku anak Autis. Kolaborasi orangtua, guru dan anak sendiri sangat membantu proses perubahan perilaku anak terutama anak berkebutuhan khusus Autis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada orangtua anak berkebutuhan khusus autis tentang cara menyikat gigi sebagai salah satu upaya pemeliharan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) AGCA Manado pada tanggal 13 Oktober 2025. Program ini penting dan perlu dilanjutkan untuk mengubah perilaku anak autis dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Co-Authors . Juliatri, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Andi I. A. Marhaban Angelia Langkir Anggow, Ollivia R. Aruperes, Geraldo Y. Aurelia S. R. Supit Aurelia S. R. Supit Aurelia Supit B. S. Lampus Bawenti, Suryani Bayahu, Cintia Billy J. Kepel Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Celin L. Sindar Christal G. Oroh, Christal G. Christian F. Poluan Citra Ilery D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pengemanan Damajanty H.C. Pangemanan Deisye Supit Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Ekarisma, Verena M. Elita Tambunan, Elita Ezra G. R. Tambunan, Ezra G. R. Farrah F. Sumangando Felisa E. K. Bagaray, Felisa E. K. Freddy Wagey Gabrielle Warongan Galong, Junistika Priskila Galongi, Junistika P. Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Gerung, Ayumi Y. Gracecylia R. Salampessy Grant T. H. Mawei Hassan, Ewithya H. Herwanto, Adine V. K. Hontong, Cheny Imelda Ch. Manurung Indry Worotitjan Inoi, Archi G. P. Jane Wuisan Janno B. B. Bernadus Jefrianto Wololy Jeiska Triska Tulangow Jemima L. Waworuntu, Jemima L. Jimmy Posangi Joan Christiany, Joan Joenda Soewantoro Johanna A. Khoman Julian G. Komansilan, Julian G. Juliatri . Juliatri Juliatri Jumrah Jamil Kaida, Dita C. Karamoy, Deborah Karamoy, Keysha A. Karel Pandelaki Keloay, Princess Keynes Y. Supit Khoman, Johanna Kindangen, Miranda L. Kinontoa, Fitrisya C. Koagouw, Marco S. Kojongian, Gloria M. P. Kolonio, Fanessa E. Krista V. Siagian Kustina Zuliari, Kustina Kusumawardani, Chendrakasih Lidia Iswanto, Lidia Lolongan, Raymond A. Lumempouw, Novany Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mangindaan, Rocky J. Mangowal, Maya P. Mangundap, Gledis C. M. Mantiri, Amanda N. P. Mararu, Wahyu P. Marimbun, Betrix E. Mario S. Howarto, Mario S. Marsela Liwe, Marsela Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Meartriecs Tandilangi, Meartriecs Mega S. J. Warongan, Mega S. J. Meilan M. Suleh, Meilan M. Meily Ivane Esther Neman Mendur, Sheren Ch. M. Meyke Widyaningrum Michael A. Leman Milinia Mongkaren Mo'o, Billie A. F. P. Mokodompit, Moh. Fahmi M. Mongi, Pebrian B. Monica A. V. Rumampuk Monica M. Sengkey, Monica M. Motto, Christavia J. Nadhira Thereza Manoy, Nadhira Thereza Najwa F. Modjo Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. Nur I. Martin Octavian, David Olivia Waworuntu Olyvia Octaviany Monoarfa P. S. Anindita Pardanus, Darlene G. Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pieter L. Suling Priscilia G. J. Tambuwun, Priscilia G. J. Pritartha S. Anindita Pritartha S. Anindita Putra, Febrian S. Putrawan, I Putu G.E. Radiah . Rahayu, Mayangsari P. Rambitan, Wulan K. D. Ratulangi, Marly H.R. Rengkuan, Raissa Y.E. Reyna Agnes Nastassia Lumentut Rizka Wahyuni Rizka Wahyuni Rizki Mulyana Djokja Rizkia Irianti Rizkika, Lilies Rompas, Irene F. Rompis, Kezia R. Sagemba, Pascal G. Sagrang, Patricia S. Shane H.R. Ticoalu Sherry Deiristi Sulangi Shirley E. S. Kawengian Sompie, Grace M. M. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sundah, Michael J. Syukri, Dwi M. Tambunan, Miranda A. Tandra, Noviana F. Tangka’a, Roy R. B. Tato, Enjelin M. Tawas, Stevany A.D. Theodorus Pangalila Ticoalu, Jolanda P. Utomo, Hestia E. Vania, Marella T. Vonny N. S. Wowor Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Wanti, Melyana Woran, Yobel R. Wowor, Stephanie G. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K.