Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Anterior Jurnal

Implementasi Trilogi Penyuluh Agama Islam Secara Berimbang Pada Masyarakat Muslim Daerah Respen Kota Puruk Cahu Maryam, Siti; Mitra, Mitra
Anterior Jurnal Vol 20 No 3 (2021): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v20i3.2255

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi masyarakat kawasan Respen kota Puruk Cahu pada hasil observasi mayoritas warga daerah respen beragama Islam, tetapi secara realitas pemahaman dan pengamalan keagaman masih rendah. Hal ini terbukti dengan rendahnya kemampuan baca tulis Al-quran, sholat fardu lima waktu yang belum terlaksana dengan ghiroh yang kuat ditambah lagi dengan kondisi demografi. Sehingga perlu adanya problem solving dari hal tersebut. Penyuluh Agama Islam adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan bimbingan keagamaan dan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama. Tupoksi Penyuluh Agama Islam menjadi tenaga profesional dalam menjalankan tugas-tugas kepenyuluhan, dalam rangka mendukung proses pelaksanakan tugas kepenyuluhan ini, melekat tiga fungsi yang dapat disebut trilogi fungsi Penyuluh Agama Islam, yaitu fungsi informatif-edukatif, fungsi konsultatif dan fungsi advokatif. PAI PNS Sebagai lidding sektor bimbingan masyarakat Islam dihadapkan pada permasalahan yang kompleks dan dituntut untuk melaksanakan amanah yang cukup berat, bekerja sebagai fasilitator dakwah Islam sehingga suasana keberagamaan dapat terefleksikan dan teraktualisasi pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penelitian ini adalah penelitian aplikatif dengan pendekatan deksriptif kualitatif yang sifatnya ekploratif. Subjek penelitian ini adalah Penyuluh Agama Islam dan masyarakat Muslim daerah Respen. Sedangkan Objek penelitian ini yakni peran Penyuluh Agama Islam dan pemahaman agama masyarakat. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penyuluh Agama Islam PNS berperan meningkatkan pemahaman beragama masyarakat Muslim yang tinggal di kawasan Respen Kota Puruk Cahu.
Analisis Gaya Kepememimpinan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya Amrullah, Amrullah; Mitra, Mitra; Mirja, Mirja
Anterior Jurnal Vol 20 No 3 (2021): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v20i3.2256

Abstract

Seorang leader dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi, pimpinan juga memainkan peranan penting dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik, khususnya dalam penanggulangan masalah yang relative pelik dan sulit sehingga disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin untuk menentukan problem solving yang tepat guna menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan Kepala KUA Kecamatan Murung dengan memperoleh informasi melalui observasi dan wawancara sehingga dapat memahami dan mengambarkan fenomena sosial yang terjadi pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya. Penelitian merupakan penelitian ekploratif melalui pendekatan kualititatif yang sifatnya dekriptif. Pendekatan tersebut dipilih karena pengamatan ini berusaha memperoleh pandangan baru tentang suatu gejala atau untuk mendapat gambaran ciri-ciri individu atau kelompok. Berdasarkan analisis data penelitian bahwa Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya menggunakan gaya Laissez Faire. Sedangkan Gaya kepemimpinan Otokrtatis dan Demokratis hanya sedikit saja yang ada, meskipun tidak menerapkan gaya Otokratis, akan tetapi paling tidak sifat kharisma harus ada pada diri seorang pemimpin sehingga kedepannya karyawan/pegawai yang lainnya merasa bahwa pemimpinnya layak untuk di berikan apresiasi dalam sikap dan sifat segan terhadap pimpinan oleh pegawai/karyawannya, oleh karena itu penting untuk menjalin kerjasama yang solid dengan bawahannya supaya assesment yang telah di planing dapat berjalan efektif dan efisien.