Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pelatihan Peregangan pada Pekerja Konveksi Sebagai Upaya Penurunan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Syahri, Isyatun Mardhiyah; Asfriyati, Asfriyati; Sanusi, Sri Rahayu; Mutiara, Erna; Fitria, Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i2.6530

Abstract

Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja, khususnya di sektor konveksi yang melibatkan posisi duduk membungkuk dan aktivitas berulang dalam jangka waktu lama. Posisi seharusnya dilakukan dengan punggung tetap tegak dan siku sejajar meja kerja untuk mencegah ketegangan otot. Pekerja konveksi di Pusat Industri Kecil (PIK) Kota Medan tergolong kelompok yang sangat rentan terhadap gangguan ini sebab proses kerja yang monoton, repetitif, dan dilakukan tanpa penerapan ergonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja mengenai bahaya MSDs serta memberikan solusi praktis melalui pelatihan peregangan yang mudah diterapkan di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah edukatif dan intervensi peregangan praktis, yang dilengkapi dengan media video peregangan dari Kementerian Kesehatan RI, diskusi interaktif, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pekerja konveksi dan mencakup tahapan sosialisasi awal, penyuluhan materi, simulasi gerakan peregangan, hingga dokumentasi akhir. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pekerja setelah pelatihan, dari 47% menjadi 80%. Selain itu, keluhan nyeri pada leher, bahu dan punggung yang sebelumnya dirasakan banyak peserta mengalami penurunan. Pelatihan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mitra, bersifat praktis, tidak memerlukan alat tambahan, dan dapat dilakukan secara mandiri. Dampak positif kegiatan ini tidak hanya terlihat pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada perubahan perilaku dan semangat menjaga kesehatan kerja. Keberhasilan program ini menunjukkan potensi replikasi di sektor kerja lain yang memiliki risiko serupa, dengan dukungan pemantauan berkelanjutan untuk hasil yang optimal
BISKUIT CHOHI SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK PERBAIKAN GIZI BALITA DAN IBU HAMIL PADA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Zulhaida Lubis; Syarifah; Erna Mutiara; Juanita4; Sri Novita Lubis
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2017): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.629 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v2i1.2200

Abstract

Ikan cohi-cohi merupakan campuran berbagai jenis ikan kecil-kecil, yang biasa dijadikan makanan bebek. Sementara di Desa Percut Sei Tuan masih dijumpai kasus kekurangan gizi pada balita dan ibu hamil. Ukan chohi dapat dijadikan campuran untuk pembuatan biskuit yang dapat membantu perbaikan gizi. Melihat kenyataan tersebut, tim pengabdian ini ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah udang dan ikan cohi-cohi menjadi makanan bergizi bagi masyarakat sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah kekurangan gizi pada balita dan ibu hamil. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap : dimulai dari sosialisasi pada masyarakat di Desa Percut; Tim pengabdian mempersiapkan rencana pelatihan pembuatan biscuit dari ikan chhi, dimana ikan chohi dijadikan tepung dan diujicobakan nutuk formula yang tepat berdasarkan uji organoleptic (rasa, warna, tekstur dan aroma). Selanjutkan dilakukan pembentukan kelompok dan pelatihan. Atas inisiatif masyarakat terbentuk kelompok CHOHI, dan dilakukan pelatihan pembuatan tepung dan biskuit
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN BAHAN DASAR UBI DI DESA BINGKAT KECAMATAN PEGAJAHAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2017 Alam Bakti; Syarifah; Erna Mutiara
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.021 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v2i2.2310

Abstract

Di desa Bingkat Kecamatan Pegajahan banyak terdapat industri rumah tanggapengolah ubi menjadi opak dan juga sebagai keripik, hal ini dilatarbelakangi daerah inimerupakan penghasil ubi selain padi. Industri rumah tangga ini masih sederhana baik dariproduksi, pengemasan maupun pemasarannya. Dari produksi cita rasanya masih belummemenuhi standart kualitas yang layak untuk dipasarkan di pasar nasional apalagiinternasional. Untuk opak terdapat berbagai variasi namun salah satu jenis opak yangbanyak diperjual belikan di desa ini adalah opak lidah tetapi rasa masih kurang, opak inidijual dalam bentuk mentah belum di kemas apalagi membuat label/merek. Pemasarannyahanya di depan rumah masing-masing pengolah opak, pembeli terbatas pada pendudukyang melintas di sekitar desa atau orang-orang yang sudah tahu di daerah ini adapengrajin opak. Melalui pengabdian ini akan dilakukan pengembangan keterampilanpengolahan opak dan keripik berbahan dasar ubi, pelabelan dan pemasaran hasil produksi.Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan keterampilan mengolah hasil ubimenjadi makanan yang variatif, bergizi, dan mempunyai cita rasa yang enak sehinggamempunyai nilai jual yang tinggi. Pengemasan dan pelabelan hasil produksi danmencarikan pemasaran agar pemasaran lebih luas dan akhirnya meningkatkan ekonomimasyarakat.Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian adalah melaluiceramah diskusi dan praktek. Pada saat praktek pengolahan makanan bahan dasar ubimenjadi opak lidah dan keripik yang bervariasiDari pengabdian ini telah dilakukan pengembangan usaha pengolahan makananbahan dasar ubi dengan melaksanakan kegiatan : Pelatihan penggunaan alat keripik ubidengan berbagai variasi yaitu : keripik ubi rasa original, keripik ubi rasa balado, dankeripik ubi jenis opak lidah serta pengadaan perlengkapan alat produksi seperti alatpengiris ubi, alat peniris minyak dan hand sealer.
Empowerment group of Farmer’s wife to reduce the Pesticide Toxicity Mahyuni, Eka Lestari; Eyanoer, Puteri Chairani; Mutiara, Erna; Lubis, Arfah Mardiana; Syahri, Isyatun Mardhiah
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.147 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4174

Abstract

Community empowerment is the one of efforts that undertaken as part of the health promotion which aimed to improve public health. In general, one of the phenomena of society which are expected to consume vegetables and fruits in balance quantity and quality. Consumption of vegetables and fruits also become the second destination health measures of GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat). Karo is an area that is synonymous with the world of agriculture and many farming communities are vulnerable to disease because of exposure to the working environment, either physical or chemical. The farming community is also almost no health care and more oriented to produce in optimum. In addition, there are many groups that still non-productive and can be developed, one group of wives of farmers. The solution given in service activities to produce the healthy food like a salad of vegetables and fruits with antioxidant power, antisianin and other nutrients that protect and maintain the farmer’s health from several symptoms of illness due to consumption patterns and patterns of work at risk. Devotion done by brainstorming methods, training and demonstration of manufacture of the product with the target groups of farmers wife. Outcomes targeted is a food product healthy namely Salad Pelangi as food is beneficial to balance the body, nourish and protect the health of the body as well as foods that have anti venom and avoid hypertension, heart disease, diabetes, cancer and chemical effects of occupational risks as farmers. Other outcomes in the form of a scientific article and video activities. The content of Salad Pelangi are choosen from the fruits and vegetable that has the rainbow colour such as tomato, carrot, orange, avocado, jelly, yam, and purple cabbage. All of these has the antioxidant function that could be reduce the pesticide toxicity.
Enhancing Family Support to Combat Treatment Non-Adherence in Multi-Drug Resistant Tuberculosis Patients at H. Adam Malik Hospital, Medan Pane, Cindy Suci Veronika; Mutiara, Erna; Siregar, Fazidah Aguslina
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 3 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v3i6.9668

Abstract

This study aims to analyze the impact of family support on treatment non-adherence in MDR-TB patients at H. Adam Malik Central General Hospital, Medan, in 2021. The research utilized a case-control design, with the study population comprising all outpatient MDR-TB patients who were adherent and non-adherent to treatment at H. Adam Malik Central General Hospital in 2022. The sample size included 51 adherent and 51 non-adherent patients. Data were analyzed using logistic regression. The results showed that family support significantly influenced treatment non-adherence in MDR-TB patients (OR=16,640; 95% CI 4,584-60,399; p=0.001). Integrating family support into the care of MDR-TB patients is recognized as an effective strategy to enhance adherence and treatment outcomes. Collaboration between medical teams and families can provide a foundation for a holistic MDR-TB treatment program.
Bacterial Profiles and Antibiotic Resistance in Chronic Obstructive Pulmonary Disease Patients with Exacerbation and Type 2 Respiratory Failure at Adam Malik General Hospital Annisa, Lia Mutia; Syarani, Fajrinur; Pradana, Andika; Mutiara, Erna
Folia Medica Indonesiana Vol. 60, No. 3
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights: 1. This study provides a comprehensive analysis of various factors such as age, sex, education, occupation, BMI, and comorbidities, and their relationship with bacterial infections in COPD patients experiencing exacerbation and type 2 respiratory failure. 2. While the COPD patients experiencing exacerbation did not exhibit resistance to linezolid and vancomycin, they demonstrated specific antibiotic resistance patterns characterized by high resistance rates to commonly used antibiotics such as meropenem and amikacin. 3. The findings enhance the understanding of the complex interplay of factors influencing infection patterns in this patient population. Abstract Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a prevalent condition characterized by persistent respiratory symptoms and airflow limitation. Bacterial infections may trigger COPD exacerbations, leading to more severe symptoms as well as increased morbidity and mortality rates. This study aimed to investigate the bacterial profiles and antibiotic resistance in COPD patients who had experienced exacerbation and type 2 respiratory failure at Adam Malik Central General Hospital, Medan, Indonesia. This retrospective study utilized medical records spanning from January 1, 2020, to December 1, 2022. The sample included patients aged 40–90 years who had experienced COPD exacerbation and type 2 respiratory failure. The exclusion criteria were patients who had received antibiotic therapy within 48 hours before admission, were severely immunocompromised, and had severe malignancy. The analysis results were presented in the form of means, standard deviations, and frequency distributions. Additionally, an analysis of the relationship between the categorical variables was performed using the Chi-squared test (p<0.05). The study analyzed 25 subjects with an average age of 63.6 years, primarily consisting of men (84%). It was shown that severe exacerbations were prevalent (92%), accompanied by the presence of common comorbidities including pneumonia (52%), diabetes mellitus (32%), and other non-communicable diseases (44%). Bacterial growth was observed in 76% of the subjects, predominantly involving Gram-negative bacteria (89.4%). Klebsiella pneumoniae (26.3%) and Pseudomonas aeruginosa (21.1%) were the most frequently isolated species. The antibiotic resistance patterns indicated that meropenem and amikacin had the highest resistance rates (100%). Cefepime, ertapenem, and gentamicin exhibited notable resistance rates of 66.7%, 66.7%, and 75.0%, respectively. This study highlights the high prevalence of Gram-negative bacteria and significant antibiotic resistance in COPD patients who exhibit exacerbation and type 2 respiratory failure.
Pelatihan Komunikasi Terapeutik Medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Lubis, Arfah Mardiana; Utama, Surya; Mutiara, Erna; Nasution, Siti Khadijah; Juanita, Juanita; Rochadi, Raden Kintoko; Ashar, Taufik; Tukiman, Tukiman; Hiswani, Hiswani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6694

Abstract

Komunikasi terapeutik medik adalah proses interaksi tenaga medik dan pasien secara individual dengan tujuan membantu pasien merasa nyaman dan tidak takut untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka. Hanya saja, ada indikasi komunikasi terapeutik medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan belum efektif. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan yang rendah dari dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien. Agar dokter dapat meningkatkan keterampilannya mengenai bagaimana memprioritaskan kenyamanan dan keyakinan pasien saat berkomunikasi dengan pasien, maka diperlukan pelatihan mendengar aktif, mendengar dengan empati, komunikasi persuasif, dan komunikasi asertif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, games, dan role play. Peserta pelatihan yang mengikuti sampai akhir hanya 12 orang. Berdasarkan evaluasi pelatihan dengan pre-test dan post-test, pengetahuan peserta tentang cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan meningkat dari 0% menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan dengan simulasi, seluruh peserta mendapatkan nilai 70 ke atas. Disimpulkan bahwa pelatihan komunikasi terapeutik medik yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Diharapkan pelatihan ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh mitra dan didukung oleh pihak terkait, serta ke depan pelatihan serupa dapat diperluas ke rumah sakit lain dengan pemantauan berkelanjutan.
Eye and Neck Relaxation Training Using the 20-20-20 Rule to Prevent Computer Vision Syndrome and Text Neck Syndrome Due to Binge- Watching Lubis, Namora Lumongga; Lubis, Arfah Mardiana; Utama, Surya; Syahri, Isyatun Mardhiyah; Maya Fitria; Asfriyati; Erna Mutiara
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.18187

Abstract

Binge-watching is an activity of watching between two and six episodes of a TV show in one sitting. This activity is mostly carried out by students and teenager. At FKM USU, many students binge-watch, and most of them do it because they want to overcome stress. Binge-watching that is done incorrectly will increase a person's risk of suffer various non-communicable diseases due to reduced activity and snacking while binge-watching. This activity can also increase a person's risk of suffering from Text Neck Syndrome and Computer Vision Syndrome because when someone binge-watches they tend to watch with the wrong posture and are reluctant to stop staring at the screen of an electronic device for hours. Programs or activities must be held within FKM USU to prevent students from suffering from Computer Vision Syndrome and Text Neck Syndrome due to binge-watching. This community service activity was carried out at FKM USU, by giving Eye and Neck Relaxation Training Using the 20-20-20 Rule to 27 participants with lecture and demonstration methods. Participants were also given pre-tests and post-tests and also carried out simulations to assess participants' understanding. Based on the pre-test and post-test results, of the 27 participants, only 19 (70.37%) increased their knowledge. Based on the simulation results, all participants got a score of 100, it can be concluded that the eye and neck relaxation training using the 20-20-20 rule that has been implemented can increase students’ knowledge and skills about the eyes and neck relaxation training using the 20-20-20 rule.
Co-Authors Agung Putra Alam Bakti Alas Sriwahyu Amin, Mustafa M. Amra, Ricca Nophia Andika Pradana Andika Pradana Andika Pradana Andriany, Anita Annisa, Lia Mutia Arfah Mardiana Lubis Arifa Masyitah Asfriyati ,MKes Ayu Yulia Ningsih Sirait Bihar, Syamsul Darlan, Dewi M. darmaisuri harahap Delfitri Munir Evita Mayasari Eyanoer, Puteri Chairani Fajrinur Syarani Fazidah Aguslina Siregar, Fazidah Aguslina Ginting, Andi R. Hafid Syahputra Halinda Sari Lubis Hargiani, Fransisca Xaveria Heru Santosa Hiswani Hiswani Johannes H. Saing, Johannes H. Juanita Juanita Juanita4 julia alistawaty purba Jumirah . Kardiasyah, Alzi Lamtiar, Rebecca Rumesty Lia Mutia Annisa Listyoko, Aditya S. Lubis, Aridamuriany D. Lubis, Netty D. Lubis, Sri Novita Mahyuni, Eka Lestari Maya Fitria Maya Fitria Monica, Nanda S. Mova Rita Sitompul Mursyida, Rika Namora Lumongga Lubis, Namora Lumongga novianti damanik Olga R. Siregar, Olga R. Osakue, Osareniro E. Pandia, Pandiaman Pane, Cindy Suci Veronika Pohan, Indah TS. Pratiwi, Tika Ayu Priyanti Anti Raffael, Frans Rahayu Lubis Raja, Sarma N Lumban Rhinsilva, Ella Ria Masniari Lubis risa amalia amalia Rista Riviani Rizkani, Ratih Sufra Rochadi, Raden Kintoko Rozi, Muhammad F. Rusda, Muhammad Sihombing, Benny Sinaga, Bintang YM. Sinaga, Budi Junarman Sinaga, Budi Junarman Siti Khadijah Nasution siti zubaidah harahap Situmorang, Friza Novita Sari Sri Rahayu Sanusi Susanti, Dia Tri Syahri, Isyatun Mardhiah Syahri, Isyatun Mardhiah Syahri, Isyatun Mardhiyah Syarani, Fajrinur Syarifah Tarigan, Amira P. Taufik Ashar Tukiman Tukiman uci kirana Utama, Surya Yanni, Gema Nazri Yesica Siallagan Yusniwarti Yusad Zulhaida Lubis Zulkarnain Zulkarnain