Nan Rahminawati
Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 88 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengelola Pendidikan SDIT Al-Maqom untuk Mempertahankan Tingginya Minat Masyarakat Khalisha Nasywa Setiawan; Nan Rahminawati; Masnipal
Bandung Conference Series: Islamic Education 910-919
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25934

Abstract

Abstract. This study was motivated by the high public interest in SDIT Al-Maqom, shown by applicants exceeding admission capacity and resulting in a waiting list, despite limitations in land, facilities, and financing. This raises the question of how educational managers maintain educational quality and sustain public trust so that interest remains high. The study aims to describe efforts to maintain educational quality, analyze efforts to sustain public trust, and identify challenges faced by educational managers. This research used a qualitative descriptive method, involving the foundation board, principal, teachers, staff, and the admission committee. Data were collected through interviews, observation, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman model, and validated through triangulation. Findings, analyzed using Mintzberg's Five Ps of Strategy, reveal that maintaining quality involves policy formulation (Plan), coordination and program evaluation (Pattern), and teacher competence development (Perspective); sustaining trust involves communication and affordable-cost policies (Position), character formation (Perspective), and consistent religious programs (Pattern); while challenges of limited land, facilities, and financing are addressed through adaptive, short-term tactics (Ploy). This research offers a conceptual reference for private Islamic school managers facing similar dynamics of high demand amid limited resources. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya minat masyarakat terhadap SDIT Al-Maqom, ditunjukkan oleh jumlah pendaftar yang melebihi daya tampung sekolah sehingga menimbulkan waiting list, di tengah keterbatasan lahan, sarana-prasarana, dan pembiayaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan bagaimana pengelola pendidikan menjaga mutu pendidikan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat agar minat tersebut tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya menjaga mutu pendidikan, menganalisis upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat, serta menemukan tantangan yang dihadapi pengelola pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan Yayasan, Kepala Sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan panitia PPDB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori Five Ps of Strategy Mintzberg menunjukkan bahwa upaya menjaga mutu tercermin dalam penetapan kebijakan (Plan), koordinasi dan evaluasi program (Pattern), serta peningkatan kompetensi guru (Perspective); upaya mempertahankan kepercayaan tercermin dalam komunikasi dan kebijakan biaya terjangkau (Position), pembentukan karakter (Perspective), serta konsistensi program keagamaan (Pattern); sementara tantangan keterbatasan lahan, sarana, dan pembiayaan direspons melalui taktik adaptif jangka pendek (Ploy). Penelitian ini memberikan referensi konseptual bagi pengelola pendidikan Islam swasta yang menghadapi dinamika serupa antara tingginya permintaan dan keterbatasan sumber daya.
Pembiasaan Shalat Dzuhur Berjamaah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa SMK Karya Pembaharuan Di Bekasi Hani Attur Ropikoh; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1004-1011
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26062

Abstract

Abstract. This study discusses the habituation of congregational midday prayers (shalat dzuhur) to improve student discipline at SMK Karya Pembaharuan, Bekasi. Education is an essential pillar in developing individual character and national civilization. SMK Karya Pembaharuan is a vocational educational institution that emphasizes religious values, discipline, morals, and ethics as the core foundation of student personality development. This study aims to determine: (1) the philosophical foundation regarding the congregational midday prayer habituation program, (2) the implementation steps taken by teachers and students, and (3) the results and effectiveness of this habituation in enhancing student discipline at SMK Karya Pembaharuan. This study used a qualitative approach with a descriptive research method. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews with the deputy principal of student affairs, PAI teachers, and students, as well as documentation analysis. Data were analyzed using qualitative data analysis techniques consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the habituation of congregational midday prayers effectively improves student discipline in terms of punctuality, adherence to school regulations, and spiritual self-awareness. Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai pembiasaan shalat dzuhur berjamaah dalam peningkatan kedisiplinan siswa di SMK Karya Pembaharuan Bekasi. Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun karakter individu dan peradaban bangsa. SMK Karya Pembaharuan merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang memperhatikan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, akhlak, moral, dan etika sebagai pangkal pendidikan kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) landasan filosofi terkait program pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, (2) langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dan siswa terhadap pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, serta (3) hasil dari pembiasaan shalat dzuhur berjamaah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMK Karya Pembaharuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru PAI, dan siswa, serta studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dzuhur berjamaah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, baik kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap tata tertib sekolah, maupun kesadaran beribadah secara mandiri.
Implementasi Kebiasaan Bermasyarakat melalui Pembelajaran PAI berbasis Kampung Toleransi di SMAN 7 Bandung Fuji Alyana Putri; Nan Rahminawati; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 1030-1037
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26067

Abstract

The 7 Habits of Great IndonesianChildren Program promotes socialengagement as an essential character valuedeveloped through education. SMAN 7Bandung implements this value throughIslamic Religious Education (PAI) learningbased on Kampung Toleransi as a contextuallearning resource. This study aimed todescribe the planning, implementation,outcomes, and supporting and inhibitingfactors of fostering social engagement throughthis learning model. A qualitative descriptiveapproach was employed. Data were collectedthrough observations, interviews, anddocumentation involving PAI teachers, the viceprincipal for curriculum, and students. Thefindings show that learning was plannedthrough teaching module preparation,coordination with relevant stakeholders, andstudent orientation. The implementationincluded field observations, dialogue withcommunity and religious leaders, groupdiscussions, reflection, and evaluation. Theprogram enhanced students' tolerance, socialawareness, cooperation, mutual respect, andpositive social interaction. Supporting factorsincluded support from the school, teachers,Kampung Toleransi management, andstudents' enthusiasm, while limited time,differences in students' characteristics, andconstraints in outdoor learning became themain obstacles. This study concludes thatKampung Toleransi is an effective contextuallearning resource for strengthening students'social engagement through Islamic ReligiousEducation.
Upaya Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Treasure Hunt di RA An-Nuur Padalarang Fatimah Azzahra; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 53-60
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23976

Abstract

Abstract. Concentration is an essential aspect of cognitive development that supports young children's participation in learning activities. Preliminary observations conducted in Group B of RA An-Nuur Padalarang indicated that the concentration ability of children aged 5–6 years was still low, highlighting the need for more engaging learning activities appropriate to their developmental characteristics. This study aimed to describe the implementation of the Treasure Hunt game assisted by picture card media and to examine its effectiveness in improving children's concentration. The study employed a collaborative Classroom Action Research design using the Kemmis and McTaggart model, which consisted of planning, action, observation, and reflection. The participants were 19 children aged 5–6 years in Group B of RA An-Nuur Padalarang. Data were collected through observation and documentation and were analyzed using descriptive quantitative analysis. The findings showed that children's concentration ability gradually improved from 40% in the pre-cycle to 42% in Cycle I, 63% in Cycle II, and 82% in Cycle III. These findings indicated that the implementation of the Treasure Hunt game assisted by picture card media effectively improved the concentration ability of children aged 5–6 years by creating an active, engaging, and meaningful learning environment. Abstrak. Kemampuan konsentrasi merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Hasil observasi awal di Kelompok B RA An-Nuur Padalarang menunjukkan bahwa kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun masih rendah, sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan permainan Treasure Hunt berbantuan media kartu gambar serta mengetahui peningkatannya terhadap kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 19 anak Kelompok B RA An-Nuur Padalarang. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan konsentrasi anak mengalami peningkatan secara bertahap, yaitu dari 40% pada pra siklus menjadi 42% pada Siklus I, meningkat menjadi 63% pada Siklus II, dan mencapai 82% pada Siklus III. Dengan demikian, permainan Treasure Hunt berbantuan media kartu gambar efektif meningkatkan kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun melalui pembelajaran yang aktif, menarik, dan bermakna.
Kemampuan Guru Kelas B dalam Penggunaan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di Kb Mitra Tanaya Baiq Sabrina Awanis; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 107-114
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24429

Abstract

Abstract This research was based on the importance of teachers’ ability to integrate technology, pedagogy, and learning content through the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework in the digital era. Early childhood education requires creative, interactive, and developmentally appropriate learning, making technology an essential part of meaningful instruction. This study aimed to describe the TPACK ability of Grade B teachers at KB Mitra Tanaya, identify their professional development needs, and examine the supporting and inhibiting factors affecting TPACK implementation. A descriptive qualitative approach was employed. The subject of this study was a Grade B teacher at KB Mitra Tanaya. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that the teacher was able to integrate technology, pedagogy, and learning content effectively. Digital media, particularly learning videos, were used according to the learning theme and children's developmental stages, followed by discussions, question-and-answer sessions, role-playing, and other interactive activities. Development needs included training in educational technology, digital media development, and the use of learning applications. Supporting factors included technological facilities, school support, and teacher motivation, while inhibiting factors were limited internet access and insufficient time for developing digital learning media. These findings contribute to TPACK implementation in early childhood education and provide recommendations for future teacher training. Abstrak. Penelitian ini didasari oleh pentingnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di era digital. Pembelajaran anak usia dini memerlukan strategi yang kreatif, interaktif, dan sesuai tahap perkembangan sehingga teknologi menjadi bagian penting dalam proses belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan TPACK guru kelas B di KB Mitra Tanaya, menganalisis kebutuhan pengembangannya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang guru kelas B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran melalui penggunaan media digital, seperti video pembelajaran yang disesuaikan dengan tema dan tahap perkembangan anak, serta dipadukan dengan diskusi, tanya jawab, bermain peran, dan aktivitas kreatif. Kebutuhan pengembangan meliputi pelatihan teknologi pembelajaran, pengembangan media digital, dan peningkatan kompetensi penggunaan aplikasi pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan perangkat teknologi, dukungan sekolah, dan motivasi guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jaringan internet, fasilitas teknologi, dan waktu pengembangan media. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi TPACK di jenjang PAUD.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan melalui Permainan Bowling Berbahan Alam Lana Shabirah; Masnipal; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 241-248
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25891

Abstract

Abstract. This study was motivated by the low ability of children aged 4–5 years to recognize number concepts at Pos PAUD Mutiara Insan. A preliminary observation of 14 children in Group A showed that most children had not been able to name the number sequence 1–10, recognize number symbols, use number symbols to count, or match number symbols with the corresponding quantity of objects, so the children's average ability reached only 32.1%. This study aimed to improve children's ability to recognize number concepts through a nature-material bowling game. The method used was Classroom Action Research (CAR) following the Kemmis and McTaggart model, carried out in three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, documentation, and performance assessment of 14 children of Group A, and were analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that the nature-material bowling game improved children's number concept recognition in every cycle: the average ability increased from 32.1% in the pre-cycle to 44.7% in Cycle I, 72.8% in Cycle II, and 89.3% in Cycle III. This improvement indicates that children became increasingly able to recognize number symbols, use them for counting, and match them with the appropriate quantity of objects through concrete and enjoyable play activities. It can be concluded that the nature-material bowling game is effective in improving number concept recognition among children aged 4–5 years and can serve as an alternative learning media that suits the characteristics of early childhood. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 4–5 tahun di Pos PAUD Mutiara Insan. Hasil observasi pra siklus terhadap 14 anak Kelompok A menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mampu menyebutkan urutan bilangan 1–10, mengenal lambang bilangan, menggunakan lambang bilangan untuk berhitung, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda, sehingga rata-rata kemampuan anak hanya mencapai 32,1%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui permainan bowling berbahan alam. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi pada setiap siklusnya. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan unjuk kerja terhadap 14 anak Kelompok A, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bowling berbahan alam mampu meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada setiap siklus. Rata-rata kemampuan anak meningkat dari 32,1% pada pra siklus menjadi 44,7% pada Siklus I, 72,8% pada Siklus II, dan 89,3% pada Siklus III. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa anak semakin mampu mengenal lambang bilangan, menggunakan lambang bilangan untuk berhitung, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda melalui kegiatan bermain yang konkret dan menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan bowling berbahan alam efektif meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia 4–5 tahun di Pos PAUD Mutiara Insan serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Karakteristik Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal pada Perguruan Tinggi Vokasi di LLDIKTI IV Jawa Barat dan Banten Nan Rahminawati; Umari Abdurahim Abi Anwar; Selin Radiana; Isma Amalia
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.4055

Abstract

Perubahan kebijakan penjaminan mutu melalui Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 menuntut Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik implementasi siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) pada PTV di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten serta mengkaji integrasi standar pelampauan vokasi dalam SPMI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik implementasi PPEPP pada PTV menekankan pembelajaran berbasis praktik, keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum, magang industri, Audit Mutu Internal, dan peningkatan mutu berkelanjutan. LLDIKTI Wilayah IV berperan dalam pembinaan, pendampingan, pemanfaatan Dashboard SPMI, serta pemetaan mutu berbasis data. Integrasi standar vokasi dalam PPEPP memperkuat budaya mutu, meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri, serta mendukung pencapaian akreditasi unggul dan daya saing pendidikan vokasi.
DEEP-AI Pedagogical Model for Strengthening Al-Qur'an Interpretation Literacy in Islamic Religious Education Supriyadi, Tedi; Julia, J; Supriadi, Udin; Rahminawati, Nan; Sarvinoz Baxtiyorovna, Allayorova
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v22i1.11053

Abstract

Purpose - This study aims to develop and evaluate the effectiveness of the DEEP-AI (Developing Exegetical Engagement and Proficiency with AI Assistance) Model with four learning stages, namely Decode, Explore, Examine, Project–Artificial Intelligence Assisted as a technology-based interpretation learning approach that is gradual, integrative, and adaptive. Design/Method/Approach - This study used a developmental research approach conducted in three stages: (1) needs analysis through questionnaires and interviews with 105 students, (2) model design and validation by three experts (interpretation, Islamic pedagogy, and learning technology), and (3) limited testing on 35 students. The model was evaluated quantitatively through pre-test and post-test analysis using normality tests, paired t-tests, and N-Gain calculations, and qualitatively through student perceptions. Findings - The results showed a significant improvement (p < 0.001) in all aspects of interpretive literacy, with N-Gain values between 0.64 and 0.73, as well as excellent student perception scores (average of 4.64 on a scale of 5). Research Implication /Limitation - The DEEP-AI model has proven to be effective and has been very well received by students in improving their interpretation literacy. Originality/Value - This study offers an AI-based interpretation learning model that is pedagogically designed, competency-oriented, and relevant to the needs of Islamic education in the digital age
Co-Authors 10030119132, Muhammad Farid Aditya 10030220025, R. Nabhila Yunitha Putriani 10030220026, Nisa Nurrizka Hidayat 10030220027, Nabila Firdatunnisa Khaerani Kurniawan 10030220029, Syafina Ramadhani Putri Abda Abda Ade ayu Shella setiyani Adnan Gunawan Aep Saepudin Ajeng Anggraeni Aliyah Putri Fahira Ananda Luthfiatunnisa Andalusia Neneng Permatasari Annisa Rahmawati Hidayat Annisa Sasilia Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Asep Dudi Surana Aspia Rida Firmansyah Aulia Nur Aisyah Auliya Hamidah Haris Poernomo Ayi Sobarna Baiq Sabrina Awanis Bambang Saiful Ma’arif Dea Malinda Aliffiya Dendi Ridwan Hidayat Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Elsa Sahara Elza Dinda Putri Enoh Erlangga, Revan Dwi Erlyana Febrianti eva samantha pertiwi Fahira Nurfathia Farah Dita Azhari Farhah Fitrotun Nisa Fatimah Azzahra Fauziah Dewi Rahayu Fauziah Dewi Rahayu Fikri Taufik Rahman Fitroh Fitroh Hayati Fuji Alyana Putri Giantomi Muhammad Gymnastiar Perdinansyah Hani Attur Ropikoh Hanifah Mardliyah Kurnia Hasna Marwah Hayati Helmi Aziz Hermayanti Purnama Sari 10030222033 Huriah Rachmah Ida Faridah Ikin Asikin Iqhlima Yustpika Putri Isma Amalia Itsni Hafidzatul Ilmi Ivan Supangat Jihan Ristadevi Julia, J Kania Nurulqolbi Khalisha Nasywa Setiawan Khambali Khamila Nisrina Zain Lala Nurul Qodariah Lana Shabirah Lani Nurpratiwi Luthfia Daffa Dhiya masnipal Masnipal Masyitoh Fathonah Khoiriyah Maya Rosmayanti Meranti Sylvitiani Moh. Irsyad Junaidi Muhammad Fahri Ramdani Muhammad Garly Aditya Muhammad Rifki Hamdani Mujahid Rasyid Mutiara Anisabela Muttaqin, Muhammad Rizal N Hendarsyah AR Nabila Putri Rizqia Ahwan Nadia Michelle Nadri Taja Nizar Yolanda Pramata Numan Sabit Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin Nurul Afrianti, Nurul Nutfah Ayu Syahrani Reni Amaranti Resti Sinta Belinda Revan Dwi Erlangga Revan Dwi Erlangga Rida Fitrianingsih Risma Raisa Evania Rizqa Saroya Agnia Rohaeni Salma Nadila Sarvinoz Baxtiyorovna, Allayorova Sayyidah Zahrah Rahmah Laila Selin Radiana Siti Sarah Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sobar Al-Ghazal Sobar Alghazal Supangat, Ivan Supriyadi, Tedi Syifa Aghnia Zaenal Syifa Arintia Putri Terra Aurelia Tia Muthiah Triliani, Tia Udin Supriadi Umari Abdurahim Abi Anwar Widia, Resty Wulan Sari yayat hidayat