Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Insektisida Campuran Ekstrak Tanjung Mimusops elengi dan Ekstrak Keben Barringtonia asiatica Terhadap Biologi Hama Crocidolomia pavonana Jumilah, Jumilah; Syahputra, Edy; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.49895

Abstract

Crocidolomia pavonana atau sering dikenal hama krop kubis merupakan salah satu hama penting yang menyerang tanaman Brassicaeae. Salah satu tanaman yang biasa diserang ialah tanaman kubis hama ini menyerang daun yang masih muda hingga ketitik tumbuh sehingga tanaman bisa gagal membentuk krop.Pengendalian menggunakan insektisida sintetik adalah pengendalian yang sering digunakan petani. Namun, dalam pengujian ini mencoba untuk mengenalkan insektisida botani dalam sediaan sederhana. Keterbatasan bahan Insektisida botani sehingga pencampuran lebih dari satu ekstrak tanaman menjadikan solusi dalam pengujian ini, yang harapannya bisa diimplementasikan oleh petani. Ekstrak yang digunakan ialah mencampur ekstrak tanjung Pontianak dan ekstrak keben Mataram.Pengujian ditujukan untuk mengevaluasi pengaruh sediaan ekstrak tanjung Pontianak dan ekstrak keben Mataram dengan cara mencampur kedua ekstrak menjadi satu larutan. Ekstrak yang digunakan ialah ekstrak yang telah tersedia di Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pencampuran ini dilakukan untuk melihat pengaruh ekstrak terhadap mortalitas, lama perkembangan serta hambatan makan (antifeedant) terhadap larva Crocidolomia pavonana. Larva yang digunakan adalah larva instar II untuk pengujian mortalitas dan lama perkembangan, sedangkan larva instar III digunakan untuk pengujian hambatan makan (antifeedant), metode yang digunakan adalah metode oles pada daun. Konsentrasi yang digunakan berdasarkan perhitungan analisis probit yang didapat dari uji pendahuluan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas insektisida campuran ekstrak tanjung dan keben terhadap larva C. pavonana pada konsentrasi 1.50%, 2.25%, 2.50%, 2.75%, dan 4.00% masing-masing mengakibatkan mortalitas larva C. pavonana sebesar 7.00%, 13.00%, 38.00%, 50.00%, dan 60.00%. Aktivitas terhadap lama perkembangan larva C. pavonana, kontrol menunjukkan angka kematian larva instar II pada hari ke-1, sedangkan pada konsentrasi tertinggi 4.00 % larva instar II bertahan sampai hari ke-4. Pengaruh campuran ekstrak pada percobaan antifeedant pada metode pilihan dan tanpa pilihan menunjukkan hasil LC30(2.50 %) adalah 2.38 % dan 2.17 %, LC50 (4.00%) adalah 2.39% dan 1.52%.
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA PADI CIHERANG MERAH Sela, Fransiska Mada; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58318

Abstract

Bakteri pelarut fosfat Paenibacillus alvei selain mampu melarutkan fospat, juga membentuk indole acetic acid (IAA) dan siderofor, serta berperan sebagai biokontrol. Penyakit hawar pelepah padi disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penyakit ini mudah ditemukan pada setiap musim tanam, sehingga sulit dikendaliakn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan padi Ciherang Merah yang diberi perlakuan isolat BPF terhadap serangan R. solani pada kondisi tanah sulfat masam. Penelitian dirancang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan berupa isolat BPF isolat 4A (P1), 6A (P2), konsorsium 4A dan 6A (P3), dan kontrol (P4). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu hingga padi berumur 7 MST. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, insidensi serangan, keparahan penyakit, kemampuan bakteri uji menekan keparahan penyakit, dan tingkat ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPF dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada padi Ciherang Merah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol yang tergolong rentan. BPF isolat 6A, dan konsorsium 4A dan 6A tergolong tahan, serta BPF isolat 4A agak rentan terhadap penyakit hawar pelepah. Kerusakan tanaman berbanding terbalik dengan perkembangan insidensi serangan yang cenderung terus meningkat, karena perlakuan pemberian BPF menekan keparahan penyakit dan memicu pertumbuhan padi Ciherang Merah di tanah sulfat masam.Kata Kunci: Paenibacillus alvei, Hawar Pelepah Padi, Padi Ciherang Merah, Biokontrol
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4-D AMINA TERHADAP KENTOSAN Dhini, Erika Nur Rahma; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58395

Abstract

Kentosan berasal dari biji kelapa sawit yang tumbuh di piringan dan gawangan yang dapat mengganggu aktivitas perawatan tanaman kelapa sawit. Pengendalian kentosan dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya dengan penggunaan herbisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran bahan aktif glifosat 480 g/l dan 2,4-d amina 865 g/l terhadap kentosan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus "“ Oktober 2021 selama 3 bulan di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering kentosan setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-d amina menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,83 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.Kata kunci : 2,4-D Amina ,Herbisida Campuran, Glifosat, Kentosan, Pengendalian
IDENTIFIKASI PENYAKIT HAWAR BAKTERI MALAI PADI DI KABUPATEN KUBU RAYA Rina, Hana Septi Stella; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58419

Abstract

Padi (Oryza sativa) adalah tanaman pangan yang rentan terserang oleh serangan organisme pengganggu tanaman. Hawar malai yang bakteri Burkholderia glumae dapat menghambat perkecambahan benih, busuk bibit, rebah bibit, busuk pelepah, pembungaan steril, dan busuk bulir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui serangan patogen penyebab penyakit hawar bakteri bulir padi yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang dilakukan meliputi survei di lapangan dan pengambilan sampel padi secara acak. Sampel padi diisolasi menggunakan media King"™s B dan media selektif CCNT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa didapatkan gejala yang menunjukkan tanaman itu terserang oleh bakteri Burkholderia glumae akan menunjukkan gejala seperti hitam kecoklatan, bulir hampa dan pada bagian daun akan kemerahan di bagian tepi yang dikelilingi warna kuning seperti hawar pada daun. Tidak semua isolat bakteri yang digoresi walaupun dapat menginfeksi tanaman tetapi dari 11 isolat ternyata 2 isolat yang terkonfirmasi sebagai B.glumae hanya isolat kode BGKP 1 dan BGKR 5 yang diuji pada padi varietas Ciherang.Kata kunci : tanaman padi, Burkholderia glumae, hawar bakteri malai padi
EFEKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN CYHALOFOP-BUTYL DAN PYRIBENZOXIM TERHADAP GULMA Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea Indriani, Fitri; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67649

Abstract

Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif dapat memperluas spektrum pengendalian gulma. Campuran herbisida satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat menunjukkan respons yang bersifat antagonis atau tidak antagonis. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat efektivitas herbisida campuran berbahan aktif cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim terhadap gulma Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober "“ Desember 2021 di rumah plastik dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan beberapa taraf dosis perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan herbisida cyhalofop-butyl 100 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; 50) l/ha, herbisida pyribenzoxim 50 g/l EC diuji pada dosis (0; 4; 8; 16; 32; 64) l/ha, dan herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim 60/25 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30) l/ha. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim efektif dalam mengendalikan gulma Spenochlea zeylanica dimulai pada dosis 3,75 l/ha (P2) dengan persen kematian 60,48%, gulma Leptochloa chinensis dimulai pada dosis 1,875 l/ha (P1) dengan persen kematian 56,92%, dan gulma Fimbristylis milliacea dimulai pada dosis 15 l/ha (P4) dengan persen kematian 58,56%. Pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim dengan nilai indeks kombinasi sebesar 0,85 (IK ≤ 1) sehingga kedua jenis herbisida campuran tersebut bersifat tidak antagonis.
Co-Authors . Supriyanto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrasyid, Zaki Amarullah Adlina, Almas AGATO, W. FANDIUS Ali, Muttaqin Kholis Anik Rahmawati, Anik Ardianto Ardianto Asmah Indrawaty, Asmah Asmani, Asmani Astuti K, Retno Bariyanto, Muhammad Deva Chatarina Umbul Wahyuni Dadang . DADANG DADANG DADANG DADANG Devita, Kajol Dhini, Erika Nur Rahma DJOKO PRIJONO Dwi Andriyani, Dwi Dwi Zulfita Endarto, O. - Fadjar Rianto Fitri Indriani Galih Yoga Prasaja Hargiani, Fransisca Xaveria Harnani Husni Haryanus Ugot hasyim, hasyim Heriandi, Heriandi Herni Susanti Heru - Iman Suswanto Iwan Sasli Jayuska, Afghani JUMILAH, JUMILAH Kukuh Hernowo KUNANG, YULIUS Kurnia, Lulu Lala, Maria Elisabet latifah K Darusman Latifah K Darusman Latifah Kosim Darusman Luthfiyyah, Siti Raihany Madjidi, Madjidi Mahmudi Mahmudi Maqdis, Baitul Masmudah, Masmudah Mia Ardina Minarti Minarti Mirna Suhar, Mirna Moses O. Tade Moses O. Tade NARDO, FORTUNATA LEO Nasrullah Nasrullah Neti, Neti Netty Indah Lestari Norma Norma Noviardi, Dedi Oktarianti, Sherly Parida, Parida Pertiwi, Fitri Dewi Prabudi, Wisnu Putri, Tiari Aulia R.C.L. Nasrullah Rabiatul Adawiyah Radian Radian Rahmidayani Rahmidayani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani ramdahan, tris haris Riko - Riko Riko Rina, Hana Septi Stella Saputri, Indrian Tika Sarbino - Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino, - Sari Malawati, Sari Sarianawati - Satrio, Bagus Sandi Sela, Fransiska Mada Shaobin Wang Shaobin Wang siti dian Sitompul, Pardomuan Suci Wulandari Sulistia Ningsih, Sulistia Suraiya Suraiya Suraiya Suraiya SURIANTO, - SYAFRIDA MANUWOTO SYAFRIDA MANUWOTO Syafrida Manuwoto Syaifullah Muhammad Syaifullah Muhammad Syamsuyurnita, Syamsuyurnita Syuhada, Ferry Tatang Abdurrahman, Tatang Tomiko, Tomiko Tris Haris Ramadha Tris Haris Ramadhan TRIS HARIS RAMADHAN wasian wasian, wasian Wibowo, Vicy Arif Yaskur, Yaskur