Claim Missing Document
Check
Articles

Cognitive Behavioural Therapy untuk Meningkatkan Quality of Life Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nur Wahyuni Munir; Yani Sofiani; Abdu Rahim Kamil
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk312

Abstract

Management of Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) aims to improve the quality of life of DMT2 sufferers and reduce the risk of complications. This study aims to determine the effect of cognitive behavioral therapy on the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus. The study is a systematic review, involving randomized controlled trials (RCTs) published in English during 2016 to 2021, which were searched through various electronic databases including PubMed, ScienceDirect, SAGE, Wiley Online Library, EBSCOhost, ClinicalKey for Nursing and Google Scholar. The main outcome variable is quality of life. Secondary outcomes were glycated hemoglobin (HbA1c), depressive symptoms, sleep quality, physical activity, self-efficacy and self-esteem. A total of 455 articles were identified, and 5 comprised the final 800 samples. All studies reported that cognitive behavioral therapy had a positive impact on quality of life (p < 0.001); two found reductions in HbA1c and depressive symptoms, one improved sleep quality, one demonstrated beneficial changes in physical activity and anthropometrics (body mass index, waist circumference), one improved self-efficacy and self-esteem. The findings show that CBT-based interventions are effective in improving quality of life, glycemic control, depressive symptoms, quality of sleep, physical activity, self-efficacy and self-esteem in adult patients with type 2 DM.Keywords: cognitive behavioral therapy; quality of life; type 2 diabetes mellitus ABSTRAK Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita DMT2 dan mengurangi risiko komplikasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Studi merupakan tinjauan sistematik, yang melibatkan metode uji coba terkontrol acak (RCT) yang diterbitkan dalam bahasa Inggris selama 2016 hingga 2021, yang dicari melalui berbagai basis data elektronik termasuk PubMed, ScienceDirect, SAGE, Perpustakaan Online Wiley, EBSCOhost, ClinicalKey for Nursing dan Google Scholar. Variabel hasil utama adalah kualitas hidup. Hasil sekunder adalah hemoglobin terglikasi (HbA1c), gejala depresi, kualitas tidur, aktivitas fisik, efikasi diri dan harga diri. Total 455 artikel diidentifikasi, dan 5 terdiri dari final dengan 800 sampel. Semua penelitian melaporkan bahwa terapi perilaku kognitif memiliki dampak positif pada kualitas hidup (p <0,001); dua menemukan pengurangan HbA1c dan gejala depresi, satu meningkatkan kualitas tidur, satu menunjukkan perubahan yang bermanfaat dalam aktivitas fisik dan antropometrik (indeks massa tubuh, lingkar pinggang), satu meningkatkan efikasi diri dan harga diri. Temuan menunjukkan bahwa intervensi berbasis CBT efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, kontrol glikemik, gejala depresi, kualitas tidur, aktivitas fisik, efikasi diri dan harga diri pada pasien dewasa dengan DM tipe 2.Kata kunci: terapi perilaku kognitif; kualitas hidup; diabetes melitus tipe 2
Abdominal Circumference, Blood Pressure, and Blood Sugar Rate in Adult Men Wa Ode Sri Asnaniar; Nur Wahyuni Munir
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.545

Abstract

This research design was a quantitative study with a cross-sectional study design. The population in this study were adult males at the Faculty of Public Health, Universitas Muslim Indonesia. Samples were taken by total sampling method with a total of 33 samples. Data obtained through direct measurement of abdominal circumference, blood pressure and blood sugar levels. The data analysis used was the Pearson test correlative analysis to determine the correlation between abdominal circumference and blood pressure and blood sugar levels. The results showed a significant positive relationship between systolic blood pressure and abdominal circumference (r = 0.523; p = 0.002), while diastolic blood pressure had a negative and insignificant relationship (r = -0.038; p = 0.832). There was a positive and insignificant relationship between stomach circumference and blood sugar levels (r = 0.224; p = 0.211).
DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN HEALTH SEEKING BEHAVIOUR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Munir, Nur Wahyuni; Sididi, Mansur; Ramdhani, Salsabila Nuru; Sainul, Salmila
Journal of Borneo Holistic Health Vol 8, No 1 (2025): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v8i1.6227

Abstract

Every individual tries to seek treatment for themselves in order to maintain or improve their health status.  The aim of this research is to determine the relationship between family support and health seeking behavior in DM sufferers in the Paccerakkang Makassar Health Center Work Area. This research uses a correlation analytical method with a cross sectional study design. Samples were taken using purposive sampling from 80 DM sufferers. The research instrument uses a valid and reliable questionnaire sheet. The data analysis used was the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results of the research showed that family support was in the good category as many as 52 people (65%) and not so good as many as 28 people (35%), health seeking behavior was good and not so good for 40 people (50%), and there was a relationship between family support and health seeking behavior in DM sufferers (p value = 0.035). The conclusion from this research is that the better the family support, the better the health seeking behavior in DM sufferers.
PENERAPAN TERAPI HAND HELD FAN TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS DENGAN PASIEN EFUSI PLEURA DI IGD RS IBNU SINA YW UMI MAKASSAR Syafira Rulmadani; Safruddin Safruddin; Nur Wahyuni Munir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efusi pleura merupakan kondisi patologis akibat penumpukan cairan abnormal di rongga pleura yang dapat terjadi karena berbagai penyebab, seperti gagal jantung, infeksi, atau keganasan. Terapi hand-held fan (HHF) adalah intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi dispnea melalui stimulasi mekanoreseptor wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi HHF terhadap penurunan sesak napas pada pasien dengan efusi pleura di IGD RS Ibnu Sina YW UMI Makassar. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan RR dan peningkatan SpO₂ setelah intervensi dilakukan. Kesimpulannya, terapi HHF dapat menjadi intervensi efektif dan aman untuk mengurangi sesak napas pada pasien efusi pleura.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS Munir, Nur Wahyuni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes self-care is the act of helping control blood sugar which can result in better health conditions. This study aims to see the relationship between the level of knowledge and self-care in diabetes mellitus patients at the Puskesmas Tamamaung, Makassar City. The research design used was an analytic survey with a cross sectional study approach. The sample determination was carried out by purposive sampling technique with a sample size of 41 respondents. The relationship test was performed using the Fisher Exact Test and Pearson statistical tests with a significance level of α less than 0.05. The results of this study indicate that good family support is 92.7%. The conclusion of this study is the relationship between family support and the implementation of self-care for diabetes mellitus patients at the Puskesmas Tamamaung Makassar City (ρ = 0.003). families are expected to provide support both in patient self-care and psychological.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN LUKA DENGAN MENGGUNAKANREBUSAN AIR DAUN SIRIH PADA ULKUS KAKI DIABETIK GRADE IIDI KLINIK PERAWATAN ETN CENTER MAKASSAR Amlia Amlia; Nur Wahyuni Munir; Sunarti Sunarti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: daun sirih yang mengandung tanin, flavonoid, politenol dan saponen tersebut berfungsi sebagai antibakteri pada luka diabetikum. Pengobatan gangren secara herbal diantaranya menggunakan rebusan daun sirih dan kandungan daun sirih dipercaya dapat membantu penyembuhan luka. Tujuan : Untuk mengetahui pencucian luka  dengan menggunakan rebusan daun sirih pada luka kaki diabetik dengan gangguan masalah integritas jaringan pada Ny. D di Klinik Perawatan ETN Center. Metode : studi kasus yang menjelajahi suatu masalah atau temuan yang terperinci. Studi kasus ini dilakukan pada klien yaitu Ny. D dengan masalah keperawatan yaitu gangguan integritas jaringan. Intervensi yang diberikan berupa pencucian luka menggunakan rebusan daun sirih. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakukan tindakan implementasi keperawatan luka pada klien sebanyak 2 kali dalam seminggun, di temukan adanya perubahan. Di mana terlihat dari, penampilan luka pada kunjungan pertama didapatkan granulasi 80% dan slough 20%, kunjugan hari kedua didapatkan granulasi 90% dan slough 10% Kesimpulan : Berdasarkan perawatan luka kaki dengan menggunakan rebusan daun sirih yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan rebusan daun sirih efektif untuk penyembuhan luka kaki diabetik. Saran : Penulis berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi sebuah tambahan informasi guna mengembangkan penelitian yang lebih lanjut dalam melakukan sebuah pencucian luka dengan rebusan daun sirih.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN LUKA DENGAN HYDROGEL DRESSING ULKUS KAKI DIABETIK DI KLINIK PERAWATAN LUKA GRIYA AFIAT MAKASSAR Aprilia Umasangaji; Nur Wahyuni Munir; Suhermi S
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetikum dapat menyebabkan masalah jika tidak diatasi dengan baik seperti kesehatan fisik menurun, bertambahnya kesakitan dan kebutuhan perawatan medis, berkurangnya kemampuan untuk beraktifitas, serta dapat menimbulkan kegelisahan karena kondisi kesehatan yang dialaminya. Perawatan luka dengan metode modern dressing  salah satunya dengan menggunakan bahan hidrogel. Hidrogel berfungsi menciptakan lingkungan luka tetap lembab, melunakkan serta menghancurkan jaringan nekrotik tanpa merusak jaringan sehat, yang kemudian terserat ke dalam struktur gel dan terbuang bersama pembalut (debridemen autolitik alami). Tujuan: Mengetahui Penatalaksanaan Perawatan Luka Dengan Hydrogel Dressing Ulkus Kaki Diabetikum Pada Ny. P Di Klinik Perawatan Luka Griya Afiat Makassar. Metode : Studi kasus yang mengeksplorasi suatu masalah atau temuan yang detail. Studi kasus ini dilakukan pada klien, Ny. P, dengan masalah keperawatan, yaitu gangguan integritas jaringan. Intervensi yang diberikan berupa pemberian keseimbangan kelembapan menggunakan balutan hidrogel. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakukan tindakan implementasi perawatan luka sebanyak 3 kali dalam seminggu, ditemukan belum ada perubahan yang signifikan pada luka pasien. Ukuran luka masih sama pada tiga kali kunjungan perawatan. Pada pengkajian tampak luka berwarna kemerahan dan adanya bau khas pada luka, dan luka teraba hangat. Pada luka ini mengeluarkan eksudat yang banyak dengan tipe purulent. Penampilan luka : slough 50%, granulasi 10%, epitelisasi 5%. Ukuran luka : Panjang 5 cm, lebar 1 cm, goa 3 cm. Salah satu memperlambat proses penyembuhan luka yaitu pasien belum mampu mengontrol kadar glukosa dalam darah, pada saat pengkajian didapatkan GDS pasien diangka : 449 mg/dL. Pada perawatan pertama GDS 205 mg/dL dan perawatan kedua GDS  405 mg/dL, hasil tersebut menunjukkan GDS pasien di atas batas normal atau hiperglikemia. Kesimpulan : Primery Dressing menggunakan Hydrogel efektif untuk penyembuhan ulkus kaki diabetik. Saran : Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai pemberian balutan hydrogel.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN LUKA KAKI DIABETIK DENGAN FOAM DRESSING DI KLINIK GRIYA AFIAT MAKASSAR TAHUN 2025 Hikma Nandatari; Nur Wahyuni Munir; Haeril Amir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka kaki diabetik adalah salah satu komplikasi tersering pada pasien diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik. Biasanya akibat kontrol glikemik yang buruk, neuropati yang mendasari, penyakit pembuluh darah perifer, atau perawatan kaki yang buruk. Pengobatan luka kaki diabetik saat ini mengalami cukup perkembangan di Indonesia penggunaan metode modern dressing mulai banyak digunakan, salah satunya menggunakan bahan perawatan luka modern seperti foam dressing. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui perawatan luka kaki dengan foam dressing pada luka kaki diabetik dengan masalah gangguan integritas jaringan pada Tn.W di Klinik Griya Afiat Makassar. Metode penelitian yang digunakan studi kasus yang menjelajahi suatu masalah atau temuan yang terperinci. Studi kasus ini dilakukan pada 1 klien yaitu Tn. W dengan masalah Keperawatan yaitu gangguan integritas jaringan. Intervensi yang diberikan berupa perawatan luka dengan foam dressing. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakuan tindakan implementasi perawatan luka pada klien sebanyak 2 kali dalam seminggu, ditemukannya belum ada perubahan. Dimana dapat dilihat dari, penampilan luka pada kunjungan pertama dan kunjungan kedua masih sama, granulasi: 60%, dan slough: 40%,  Berdasarkan perawatan luka kaki dengan foam dressing yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan foam dressing tidak efektif untuk penyembuhan luka kaki diabetik. Penulis berharap dengan adanya penulisan ini dapat menjadi sebuah tambahan informasi guna mengembangkan pennulisan yang lebih lanjut dalam melakukan sebuah perawatan luka dengan metode moden dressing
Penerapan Blowing Balloon Therapy Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Ruang IGD Cindy Berliana Diapaty Mayulu; Yusrah Taqiah; Nurwahidah Nurwahidah; Nur Wahyuni Munir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi kronis yang berdampak pada fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien. Pasien TB sering mengalami masalah keperawatan seperti bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, serta gangguan pola tidur akibat gejala sesak napas, batuk produktif, dan penumpukan sekret. Intervensi nonfarmakologis seperti blowing balloon menjadi alternatif penting dalam meningkatkan saturasi oksigen dan membantu proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan blowing balloon therapy terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Tuberkulosis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis asuhan keperawatan. Proses asuhan keperawatan dilakukan meliputi tahapan pengkajian, identifikasi diagnosa keperawatan prioritas, intervensi keperawatan (termasuk teknik blowing balloon selama 15-20 menit. Pengambilan data dilakukan secara observasional sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian setelah dilakukan intervensi keperawatan dengan fokus pada latihan blowing balloon , ditemukan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 90% menjadi 100% dengan bantuan oksigen nasal kanula 4 L/menit. Selain itu, pasien mampu melakukan batuk efektif, produksi dahak berkurang, dan ada perbaikan pada frekuensi napas serta kenyamanan pernapasan. Namun, gangguan pola tidur masih dialami oleh pasien akibat keluhan batuk dan sesak malam hari. Penerapan blowing balloon therapy dapat meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki fungsi pernapasan pada pasien Tuberkulosis Paru.
PENERAPAN IODOSORB POWDER PADA PERAWATAN LUKA PASIEN POST SECTIO CAESARAE DI KLINIK GRIYA AFIAT MAKASSAR Wahyuni Ningsi; Nur Wahyuni Munir; Wa Ode Sri Asnaniar; Erna Marini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar ibu yang menjalani persalinan melalui operasi caesar biasanya dapat keluar dari rumah sakit dalam waktu tiga hingga lima hari pascaoperasi. Namun, proses pemulihan total memerlukan perawatan mandiri yang teratur di rumah serta pemantauan berkala oleh dokter kandungan selama kurang lebih satu bulan. Apabila luka tidak dirawat secara optimal, dapat terjadi gangguan pada penyembuhan luka operasi. Berbagai metode perawatan luka telah banyak dibahas, salah satunya adalah penggunaan iodosorb powder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan dalam penerapan iodosorb powder pada perawatan luka pasien post-sectio caesarea di Klinik Griya Afiat Gowa kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif case report yang dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, instrumen yang digunakan dalam menilai luka post SC yaitu dengan metode TIME (Tissue Managementm Inflamation Control  Moisture Blance Epitheal Edge), dengan hasil setelah tindakan perawatan luka pada hari pertama, didapatkan masih terdapat luka biofilm pada luka dengan hasil Granulasi (80%), Epitel (20%), dengan panjang luka 2,9, lebar 0,4 kedalaman 0,3, nyeri berkurang. Evaluasi setelah tindakan di hari kedua dengan hasil masih tampak adanya perkembang biakan biofilm pada bagian dalam luka namun sudah berkurang dengan hasil, Granulasi (60%), Epitel (40%) sudah tidak ada nyeri. Kesimpulan : Dengan ini bisa penulis simpulkan bahwa ada pengaruh yang baik terhadap penggunaan Iodosorb powder pada perawatan luka post Section Caesarae yang ditandai dengan penurunan ukuran luka dan penurunan granulasi sebanyak 20% pada luka.
Co-Authors A. Wahyuniristani A.Wahyuni Ristani Abdu Rahim Kamil Abida Hanifa Wear Agustini, Tutik Ahmad, Musfirah Akbar Asfar Al Ihksan Agus Aldri Frinaldi Amlia Amlia Andi Besse Ulfiah Andi Yuliana Aprilia Umasangaji Ardila, Lusiana Asfar, Akbar Asnaniar, Wa Ode Sri Bagenda, Tiara Desiniary Banur Hadriyanti Rahayu Cindy Berliana Diapaty Mayulu Della Safitri Efendy, Rahmat Erna Marini Ernasari Fatma Jama Haeril Amir Haeril Amir Hasnah Hikma Nandatari Jabal Nur Djafar Jama, Fatma Lailan, Nur Alfiah Lutia, Trisulawati Malinga, Muhajirin Mansur Sididi Mappanganro, Andi Marinda, Novitri Cahyani Mariyanti, Sri Maryunis Maryunis Maryunis Maryunis Masita Purmata Putri Munir, Nur Faidah Musfirah Ahmad Musfirah Ahmad Najihah, Najihah Nur Faidah Munir Nur Ilah Padhila Nurhaziza Hamsul Nurul Annisa Djafaar Nurwahidah Nurwahidah Nurwijayanti Ogi Malik Fajar Pangiron, Atier Ningsih Pramadhita Arisandyah Putri Botutihe Purmata Putri, Masita Putri Kurnia Sari Putri, Helmalia Rahmat Hidayat Rahmi Sakir Ramdhani, Salsabila Nuru Ramla Tuanany Ramli, Nurfadillah Mardiany Rasma Rizqy Iftitah Alam Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin, Safruddin Sainul, Salmila Sakir, Rahmi Samsualam, Samsualam Siti Marwah Indah Solissa, Mahani Darma Suci Hardiyanti Suharto Suhermi S Suhermi Suhermi Suhermi Suhermi Sumaiya Junarsih Silehu Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Syafira Rulmadani Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Taqiyah, Yusrah Tiara Desiniary Bagenda Tutik Agustini Wa Ode Sri Ananiar Wahyuni Ningsi Wan Sulastri Emin Yani Sofiani Yeyen Amaliah Lestari Yuliana, Andi Yusrah Taqiah Zaraswati Dwyana Zhadella Rahmadani Abdullah Zuliana