Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN HEALTH SEEKING BEHAVIOUR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Munir, Nur Wahyuni; Sididi, Mansur; Ramdhani, Salsabila Nuru; Sainul, Salmila
Journal of Borneo Holistic Health Vol 8, No 1 (2025): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v8i1.6227

Abstract

Every individual tries to seek treatment for themselves in order to maintain or improve their health status.  The aim of this research is to determine the relationship between family support and health seeking behavior in DM sufferers in the Paccerakkang Makassar Health Center Work Area. This research uses a correlation analytical method with a cross sectional study design. Samples were taken using purposive sampling from 80 DM sufferers. The research instrument uses a valid and reliable questionnaire sheet. The data analysis used was the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results of the research showed that family support was in the good category as many as 52 people (65%) and not so good as many as 28 people (35%), health seeking behavior was good and not so good for 40 people (50%), and there was a relationship between family support and health seeking behavior in DM sufferers (p value = 0.035). The conclusion from this research is that the better the family support, the better the health seeking behavior in DM sufferers.
PENERAPAN TERAPI HAND HELD FAN TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS DENGAN PASIEN EFUSI PLEURA DI IGD RS IBNU SINA YW UMI MAKASSAR Syafira Rulmadani; Safruddin Safruddin; Nur Wahyuni Munir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efusi pleura merupakan kondisi patologis akibat penumpukan cairan abnormal di rongga pleura yang dapat terjadi karena berbagai penyebab, seperti gagal jantung, infeksi, atau keganasan. Terapi hand-held fan (HHF) adalah intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi dispnea melalui stimulasi mekanoreseptor wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi HHF terhadap penurunan sesak napas pada pasien dengan efusi pleura di IGD RS Ibnu Sina YW UMI Makassar. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan RR dan peningkatan SpO₂ setelah intervensi dilakukan. Kesimpulannya, terapi HHF dapat menjadi intervensi efektif dan aman untuk mengurangi sesak napas pada pasien efusi pleura.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN LUKA DENGAN MENGGUNAKANREBUSAN AIR DAUN SIRIH PADA ULKUS KAKI DIABETIK GRADE IIDI KLINIK PERAWATAN ETN CENTER MAKASSAR Amlia Amlia; Nur Wahyuni Munir; Sunarti Sunarti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: daun sirih yang mengandung tanin, flavonoid, politenol dan saponen tersebut berfungsi sebagai antibakteri pada luka diabetikum. Pengobatan gangren secara herbal diantaranya menggunakan rebusan daun sirih dan kandungan daun sirih dipercaya dapat membantu penyembuhan luka. Tujuan : Untuk mengetahui pencucian luka  dengan menggunakan rebusan daun sirih pada luka kaki diabetik dengan gangguan masalah integritas jaringan pada Ny. D di Klinik Perawatan ETN Center. Metode : studi kasus yang menjelajahi suatu masalah atau temuan yang terperinci. Studi kasus ini dilakukan pada klien yaitu Ny. D dengan masalah keperawatan yaitu gangguan integritas jaringan. Intervensi yang diberikan berupa pencucian luka menggunakan rebusan daun sirih. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakukan tindakan implementasi keperawatan luka pada klien sebanyak 2 kali dalam seminggun, di temukan adanya perubahan. Di mana terlihat dari, penampilan luka pada kunjungan pertama didapatkan granulasi 80% dan slough 20%, kunjugan hari kedua didapatkan granulasi 90% dan slough 10% Kesimpulan : Berdasarkan perawatan luka kaki dengan menggunakan rebusan daun sirih yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan rebusan daun sirih efektif untuk penyembuhan luka kaki diabetik. Saran : Penulis berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi sebuah tambahan informasi guna mengembangkan penelitian yang lebih lanjut dalam melakukan sebuah pencucian luka dengan rebusan daun sirih.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN LUKA DENGAN HYDROGEL DRESSING ULKUS KAKI DIABETIK DI KLINIK PERAWATAN LUKA GRIYA AFIAT MAKASSAR Aprilia Umasangaji; Nur Wahyuni Munir; Suhermi S
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetikum dapat menyebabkan masalah jika tidak diatasi dengan baik seperti kesehatan fisik menurun, bertambahnya kesakitan dan kebutuhan perawatan medis, berkurangnya kemampuan untuk beraktifitas, serta dapat menimbulkan kegelisahan karena kondisi kesehatan yang dialaminya. Perawatan luka dengan metode modern dressing  salah satunya dengan menggunakan bahan hidrogel. Hidrogel berfungsi menciptakan lingkungan luka tetap lembab, melunakkan serta menghancurkan jaringan nekrotik tanpa merusak jaringan sehat, yang kemudian terserat ke dalam struktur gel dan terbuang bersama pembalut (debridemen autolitik alami). Tujuan: Mengetahui Penatalaksanaan Perawatan Luka Dengan Hydrogel Dressing Ulkus Kaki Diabetikum Pada Ny. P Di Klinik Perawatan Luka Griya Afiat Makassar. Metode : Studi kasus yang mengeksplorasi suatu masalah atau temuan yang detail. Studi kasus ini dilakukan pada klien, Ny. P, dengan masalah keperawatan, yaitu gangguan integritas jaringan. Intervensi yang diberikan berupa pemberian keseimbangan kelembapan menggunakan balutan hidrogel. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakukan tindakan implementasi perawatan luka sebanyak 3 kali dalam seminggu, ditemukan belum ada perubahan yang signifikan pada luka pasien. Ukuran luka masih sama pada tiga kali kunjungan perawatan. Pada pengkajian tampak luka berwarna kemerahan dan adanya bau khas pada luka, dan luka teraba hangat. Pada luka ini mengeluarkan eksudat yang banyak dengan tipe purulent. Penampilan luka : slough 50%, granulasi 10%, epitelisasi 5%. Ukuran luka : Panjang 5 cm, lebar 1 cm, goa 3 cm. Salah satu memperlambat proses penyembuhan luka yaitu pasien belum mampu mengontrol kadar glukosa dalam darah, pada saat pengkajian didapatkan GDS pasien diangka : 449 mg/dL. Pada perawatan pertama GDS 205 mg/dL dan perawatan kedua GDS  405 mg/dL, hasil tersebut menunjukkan GDS pasien di atas batas normal atau hiperglikemia. Kesimpulan : Primery Dressing menggunakan Hydrogel efektif untuk penyembuhan ulkus kaki diabetik. Saran : Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai pemberian balutan hydrogel.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN LUKA KAKI DIABETIK DENGAN FOAM DRESSING DI KLINIK GRIYA AFIAT MAKASSAR TAHUN 2025 Hikma Nandatari; Nur Wahyuni Munir; Haeril Amir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka kaki diabetik adalah salah satu komplikasi tersering pada pasien diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik. Biasanya akibat kontrol glikemik yang buruk, neuropati yang mendasari, penyakit pembuluh darah perifer, atau perawatan kaki yang buruk. Pengobatan luka kaki diabetik saat ini mengalami cukup perkembangan di Indonesia penggunaan metode modern dressing mulai banyak digunakan, salah satunya menggunakan bahan perawatan luka modern seperti foam dressing. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui perawatan luka kaki dengan foam dressing pada luka kaki diabetik dengan masalah gangguan integritas jaringan pada Tn.W di Klinik Griya Afiat Makassar. Metode penelitian yang digunakan studi kasus yang menjelajahi suatu masalah atau temuan yang terperinci. Studi kasus ini dilakukan pada 1 klien yaitu Tn. W dengan masalah Keperawatan yaitu gangguan integritas jaringan. Intervensi yang diberikan berupa perawatan luka dengan foam dressing. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah dilakuan tindakan implementasi perawatan luka pada klien sebanyak 2 kali dalam seminggu, ditemukannya belum ada perubahan. Dimana dapat dilihat dari, penampilan luka pada kunjungan pertama dan kunjungan kedua masih sama, granulasi: 60%, dan slough: 40%,  Berdasarkan perawatan luka kaki dengan foam dressing yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan foam dressing tidak efektif untuk penyembuhan luka kaki diabetik. Penulis berharap dengan adanya penulisan ini dapat menjadi sebuah tambahan informasi guna mengembangkan pennulisan yang lebih lanjut dalam melakukan sebuah perawatan luka dengan metode moden dressing
Penerapan Blowing Balloon Therapy Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Ruang IGD Cindy Berliana Diapaty Mayulu; Yusrah Taqiah; Nurwahidah Nurwahidah; Nur Wahyuni Munir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi kronis yang berdampak pada fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien. Pasien TB sering mengalami masalah keperawatan seperti bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, serta gangguan pola tidur akibat gejala sesak napas, batuk produktif, dan penumpukan sekret. Intervensi nonfarmakologis seperti blowing balloon menjadi alternatif penting dalam meningkatkan saturasi oksigen dan membantu proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan blowing balloon therapy terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Tuberkulosis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis asuhan keperawatan. Proses asuhan keperawatan dilakukan meliputi tahapan pengkajian, identifikasi diagnosa keperawatan prioritas, intervensi keperawatan (termasuk teknik blowing balloon selama 15-20 menit. Pengambilan data dilakukan secara observasional sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian setelah dilakukan intervensi keperawatan dengan fokus pada latihan blowing balloon , ditemukan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 90% menjadi 100% dengan bantuan oksigen nasal kanula 4 L/menit. Selain itu, pasien mampu melakukan batuk efektif, produksi dahak berkurang, dan ada perbaikan pada frekuensi napas serta kenyamanan pernapasan. Namun, gangguan pola tidur masih dialami oleh pasien akibat keluhan batuk dan sesak malam hari. Penerapan blowing balloon therapy dapat meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki fungsi pernapasan pada pasien Tuberkulosis Paru.
PENERAPAN IODOSORB POWDER PADA PERAWATAN LUKA PASIEN POST SECTIO CAESARAE DI KLINIK GRIYA AFIAT MAKASSAR Wahyuni Ningsi; Nur Wahyuni Munir; Wa Ode Sri Asnaniar; Erna Marini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar ibu yang menjalani persalinan melalui operasi caesar biasanya dapat keluar dari rumah sakit dalam waktu tiga hingga lima hari pascaoperasi. Namun, proses pemulihan total memerlukan perawatan mandiri yang teratur di rumah serta pemantauan berkala oleh dokter kandungan selama kurang lebih satu bulan. Apabila luka tidak dirawat secara optimal, dapat terjadi gangguan pada penyembuhan luka operasi. Berbagai metode perawatan luka telah banyak dibahas, salah satunya adalah penggunaan iodosorb powder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan dalam penerapan iodosorb powder pada perawatan luka pasien post-sectio caesarea di Klinik Griya Afiat Gowa kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif case report yang dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, instrumen yang digunakan dalam menilai luka post SC yaitu dengan metode TIME (Tissue Managementm Inflamation Control  Moisture Blance Epitheal Edge), dengan hasil setelah tindakan perawatan luka pada hari pertama, didapatkan masih terdapat luka biofilm pada luka dengan hasil Granulasi (80%), Epitel (20%), dengan panjang luka 2,9, lebar 0,4 kedalaman 0,3, nyeri berkurang. Evaluasi setelah tindakan di hari kedua dengan hasil masih tampak adanya perkembang biakan biofilm pada bagian dalam luka namun sudah berkurang dengan hasil, Granulasi (60%), Epitel (40%) sudah tidak ada nyeri. Kesimpulan : Dengan ini bisa penulis simpulkan bahwa ada pengaruh yang baik terhadap penggunaan Iodosorb powder pada perawatan luka post Section Caesarae yang ditandai dengan penurunan ukuran luka dan penurunan granulasi sebanyak 20% pada luka.
PENATALAKSANAAN PERAWATAN ULKUS DIBETIK GRADE IV DENGAN IODINE POWDER DI KLINIK PERAWATAN LUKA GRIYA AFIAT MAKASSAR Abida Hanifa Wear; Nur Wahyuni Munir; Suhermi Suhermi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetik adalah komplikasi diabetes kronis parah yang terdiri dari lesi di jaringan dalam yang terkait dengan gangguan neurologis dan penyakit pembuluh darah perifer pada tungkai bawah. ulkus diabeikmerupakan kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh berbagai macamfaktor, yaitu neuropati, trauma, kelainan bentuk kaki, tekanan kuat pada telapak kaki, dan penyakit pembuluh darah yang menyebabkan jaringan di sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penatalaksanaan perawatan Ulkus Diabetik Grade IV dengan Iodine powder di Rumah Perawatan Luka Griya Afiat Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang menjelajahi suatu masalah atau temuan yang terperinci. Studi kasus ini dilakukan pada 1 pasien yaitu Ny. R dengan masalah keperawatan yaitu gangguan itegritas jaringan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah perawatan ulkus diabetik dengan Iodine Powder. Hasil penelitian ini menggambarkan Setelah menetapkan diagnosa maka direncanakan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah perawatan ulkus diabetik dengan Iodine Powder. Setelah dilakukan tindakan implementai perawatan ulkus diabetik pada pasien sebanyak 3 kali dalam seminggu, ditemukan adanya perubahan yang dapat dilihat pada penampilan luka kunjungan pertama, kedua dan ketiga dimana penampilan luka granulasi 100%, dan beofilem pada permukaan luka berkurang. Berdasarkan perawatan ulkus diabetik dengan Iodine powder telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengunaan Iodine powder efektif dalam pengelolaan luka kronis dan membentu mempercepat proses penyembuhan ulkus dibetik.
Gangguan Fungsi Kognitif pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Sumaiya Junarsih Silehu; Munir, Nur Wahyuni; Wa Ode Sri Asnaniar
Window of Nursing Journal Vol 6 No 1 (June, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/s1n8dh30

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the ten health problems according to the World Health Organization (WHO) that causes death and disability globally. Diabetes is also associated with an increased chance of cognitive decline as determined by the MMSE score. Chronic exposure to hyperglycemia can reward cognitive function because apart from causing schizophrenia, this disease can also lead to other cognitive dysfunction diseases such as Alzheimer's and dementia. This study aims to describe cognitive dysfunction in patients with type 2 Diabetes Mellitus at Faisal Islamic Hospital Makassar. The research design used in this research is qualitative research with a naturalistic approach. The number of samples carried out with non-probability sampling technique with a large sample of 67 people. Relationship test was carried out using the Chi-Square statistical test with a significance level of α <0.05. The results showed that there was a significant relationship between high blood sugar and impaired cognitive function in type 2 DM patients (p=0.00 <0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between increased blood sugar and cognitive dysfunction problems in type 2 Diabetes Mellitus (DM) patients at Faisal Islamic Hospital, Makassar City.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Gout Artritis pada Pra-Lansia dan Lansia Melalui Penyuluhan Kesehatan Hasnah; Munir, Nur Wahyuni
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): September
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v1i2.24

Abstract

Asam urat (gout arthritis) merupakan penyakit gangguan metabolisme purin ditandai dengan keadaan kadar asam urat meningkat dari level normal. Penyakit ini erat hubungannya dnegan pertambahan usia dan pola makan. Oleh karena itu, sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyakit gout arthritis ini maka dipandang perlu untuk dilakukan edukasi kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kelompok pra-lansia dan lansia tentang gout arthritis. Kegiatan ini berupa penyuluhan dengan metode ceramah yang dilaksanakan pada 11 Mei 2024 menggunakan media leaflet. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebelum kegiatan penyuluhan tampak peserta belum begitu memahami gout arthritis dan pola makan yang perlu diperhatikan. Setelah penyuluhan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terkait gout arthritis dan pola makan yang perlu diperhatikan untuk mencegah dan mengatasi penyakit gout arthritis.
Co-Authors A. Wahyuniristani A.Wahyuni Ristani Abdu Rahim Kamil Abida Hanifa Wear Agustini, Tutik Ahmad, Musfirah Akbar Asfar Al Ihksan Agus Aldri Frinaldi Amlia Amlia Andi Besse Ulfiah Andi Mappanganro Andi Yuliana Aprilia Umasangaji Ardila, Lusiana Asfar, Akbar Asnaniar, Wa Ode Sri Bagenda, Tiara Desiniary Banur Hadriyanti Rahayu Cindy Berliana Diapaty Mayulu Della Safitri Efendy, Rahmat Elis Erna Marini Ernasari Fatma Jama Haeril Amir Haeril Amir Hasnah Hikma Nandatari Jama, Fatma Lailan, Nur Alfiah Lutia, Trisulawati Malinga, Muhajirin Mansur Sididi Mappanganro, Andi Marinda, Novitri Cahyani Mariyanti, Sri Maryunis Maryunis Maryunis Maryunis Masita Purmata Putri Munir, Nur Faidah Musfirah Ahmad Najihah, Najihah Nur Faidah Munir Nur Ilah Padhila Nur Ilah Padila Nurhaziza Hamsul Nurul Annisa Djafaar Nurul Faimah Nurwahidah Nurwahidah Nurwijayanti Ogi Malik Fajar Pangiron, Atier Ningsih Pramadhita Arisandyah Putri Botutihe Purmata Putri, Masita Putri Kurnia Sari Putri, Helmalia Rahmat Hidayat Rahmi Sakir Ramdhani, Salsabila Nuru Ramla Tuanany Ramli, Nurfadillah Mardiany Rasma Risnawati Rizqy Iftitah Alam Rosmiati Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin, Safruddin Sainul, Salmila Sakir, Rahmi Salmah Samsualam, Samsualam Siti Maghfirah Juniar N Djafar Siti Marwah Indah Sitti Nurana Solissa, Mahani Darma Sri Mariyanti Suci Hardiyanti Suharto sudirman, sitti patimah Suhermi Suhermi S Suhermi Suhermi Suhermi Suhermi Sumaiya Junarsih Silehu Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Syafira Rulmadani Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Taqiyah, Yusrah Tiara Desiniary Bagenda Tutik Agustini Wa Ode Sri Ananiar Wa Ode Sri Asnaniar Wahyuni Ningsi Yani Sofiani Yeyen Amaliah Lestari Yuliana, Andi Yusrah Taqiah Zaraswati Dwyana Zhadella Rahmadani Abdullah Zuliana