Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (K6) Di Wilayah Puskesmas Alalak Selatan Tahun 2024 Zubay, Irma Damayanti; Yuniarti, Yuniarti; Kristiana, Efi; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.223

Abstract

K6 adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil minimal 6 kali selama masa kehamilannya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten untuk mencegah, mendeteksi, dan mengelola faktor risiko di masa kehamilan. Puskesmas Alalak Selatan memiliki K6 masih dibawah target yaitu sebanyak 52% dan menempati urutan ke 6 dari 27 puskesmas. Untuk mengetahui hubungan pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami dengan K6 di wilayah Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 85 ibu nifas dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan studi dokumentasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas (ρ value = 0,048), pengetahuan (ρ value = 0,000), dan dukungan suami (ρ value = 0,000) dengan K6. Pendidikan (ρ value = 0,070) tidak ada hubungan dengan K6 di wilayah Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Faktor yang berhubungan dengan K6 adalah paritas, pengetahuan dan dukungan suami. Ibu hamil dengan paritas sedikit memiliki pengalaman yang sedikit dalam kehamilan sehingga lebih rajin melakukan K6. Ibu dengan pengetahuan K6 yang baik akan menganggap penting K6 dan menjadikannya sebagai kebutuhan. Dukungan suami seperti bersedia mendengarkan keluhan ibu hamil dan mencari informasi akan kesehatan selama kehamilan mampu meningkatkan K6.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Karang Intan Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan 2 Kabupaten Banjar Tahun 2024 Riandini S, Istanty; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati; Hapisah, Hapisah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.230

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri ditandai dengan kondisi mudah lelah, lesu, letih, lemas, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk dan kadar hemoglobin< 12 g/dl. Anemia pada remaja berdampak pada gangguan konsentrasi sehingga mengalami penurunan prestasi, mudah terserang penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh. Anemia pada remaja putri berakibat jangka panjang yaitu pada saat hamil, tidak mampu mencukupi kebutuhan zat-zat gizi bagi dirinya dan janin serta dapat meningkatkan angka prematur, dan bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Karang Intan 2 sekolah SMPN masih banyak siswi yang enggan mengonsumsi TTD yang diberikan pihak puskesmas melalui sekolah. Tujuan penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling jumlah sampel sebanyak 68 remaja putri kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian dari 68 Responden yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 38 responden (95,0%). Responden yang tidak patuh dan tidak mengalami anemia ada 2 responden (5,0%). Responden yang patuh mengkonumsi tablet Fe dan tidak mengalami anemia sebanyak 28 responden (100 % ) dan tidak ada responden yang patuh mengkonsumsi tablet Fe yang mengalami anemia. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi Tablet Fe dengan kejadian anemia (p-value 0,000). Kesimpulan Remaja yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe tidak akan mengalami anemia, namun sebaliknya remaja yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe maka akan mengalami anemia. Saran : Diharapkan pada Remaja putri agar lebih patuh dalam  konsumsi tablet Fe
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan Lestiarini, Erina; Zakiah, Zakiah; Kristiana, Efi; Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.231

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia dan menjadi perhatian utama dalam bidang kebidanan. Kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan 12,35 % dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang meliputi usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan ibu hamil. Menganalisis hubungan umur, pendidikan dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III dan di periksa Hb yang terdokumentasi dalam kohort/rekaman medis Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin diambil dari bulan Januari - Agustus 2024, sejumlah 98 orang dengan menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar pengumpulan data yang didapatkan dari register kohort ibu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami anemia 39,8%, umur tidak beresiko 86,7%, memiliki pendidikan menengah 56,1%, ibu hamil dengan paritas rendah 68,4%. Variabel umur (p value= 0,008 < 0,05), pendidikan (p value = 0,012 < 0,05) dan paritas (p value = 0,006 < 0,05) yang artinya ada hubungan umur, pendidikan dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan. Kesimpulan dalan penelitian ini bagi ibu hamil agar rutin periksa ke Puskesmas untuk mendeteksi kejadian anemia dan ibu hamil sering mengikuti penyuluhan agar mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia.
PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DARI FAKTOR PENGETAHUAN DAN SOSIAL BUDAYA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG KABUPATEN BANJAR Nor’alina, Nor’alina; Tunggal, Tri; Yuniarti , Yuniarti; Yuliastuti, Erni
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan angka kematian ibu. dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Juni - Juli 2024 ada 11 ibu bersalin di dukun, dengan alasan masih menganut adat atau kepercayaan turun temurun dari keluarga, akses yang masih sulit, topografi yang terjal dan berliku-liku, dan jarak menuju ke tempat fasilitas kesehatan cukup jauh. Semua alasan tersebut tidak lepas dari kuatnya kepercayaan mereka terhadap dukun kampung yang dianggap dapat memberikan rasa aman. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang. Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan pendekatan waktu Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester III sebanyak 36 orang dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Variabel Independen pengetahuan dan sosial budaya, variabel Dependen penolong persalinan. Dianalisa dengan Teknik univariat dan bivariat (menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05). Didapatkan ibu hamil trimester III berjumlah 36 (100%), sebagian besar berpengetahuan baik 28 (77,8%), dukungan sosial budaya baik 28 responden (77,8%) dan sebagian besar pertolongan persalinan oleh nakes 28 (77,8%). Uji analisis menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian bahwa ada hubungan pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil trimester III dengan pemilihan penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pinang. Semakin baik pengetahuan dan sosial budaya ibu hamil maka semakin baik pula keputusan dalam menentukan pemilihan penolong persalinan yang aman.
HUBUNGAN UMUR AKSEPTOR DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA SUNGAI PINANG BARU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK 2 TAHUN 2024 Chasanah, Putri Aulia; Suhrawardi, Suhrawardi; Zakiah, Zakiah; Yuniarti, Yuniarti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v2i1.4759

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi yang disuntikan kedalam tubuh dalam jangka waktu tertentu. Salah satu tertinggi penggunaan kontrasepsi suntik yaitu kecamatan Sungai Tabuk sebanyak 5.271 (53,6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur akseptor dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi suntik di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian Pasangan Usia Subur. Sampel dalam Penelitian sejumlah 189 responden dengan Teknik Porpusive Sampling.Variabel independent dalam penelitian ini penggunaan kontrasepsi suntik dan variable dependent adalah umur akseptor dan dukungan suami. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrument mengisi kuisioner. Data dianalisa menggunakan uji Chi-Square dengan signifikan α=0,05. Penggunaan kontrasepsi suntik sebanyak 116 responden (61,4%) dan bukan kontrasepsi suntik 73 responden (38,6%). Jumlah umur reproduktif sebanyak 85 responden (45,0%) dan umur tidak reproduktif sebanyak 104 responden (55,0%). Jumlah mendukung sebanyak 96 responden (50,8%) dan tidak mendukung sebanyak 93 responden (49,2%). Tidak Adanya Hubungan antara umur akseptor dengan penggunaan kontrasepsi suntik dengan hasil nilai uji Chi-Square (0,841) dan ada hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan kontraseps suntik hasil uji Chi-Square (0,010). Dari hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara umur akseptor dengan penggunaan kontrasepsi suntik dan ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi suntik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT, KABUPATEN TANAH BUMBU, TAHUN 2024 Yusnita, Andi Erna; Kirana, Rita; Laili, Fitria Jannatul; Yuniarti, Yuniarti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i4.10645

Abstract

Globally based on UNICEF and WHO data, Indonesia’s Stunting prevalence rate ranks 27th highest out of 154 countries that have Stunting data, making Indonesia 5th among Asian countries. Based on SSGI data in 2023 the prevalence of Stunting remains at 16.1%. The national government target to reduce the Stunting rate in 2024 is 14%. To determine the relationship between knowledge and parenting patterns of mothers with the incidence of Stunting in toddlers aged 1-3 years in the Simpang Empat Care Health Center Working Area. This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. The sample of this study was 82 people, who were taken by accidental sampling technique. Independent variables are knowledge and parenting patterns of mothers. The dependent variable is the incidence of Stunting. The results showed that there was a relationship between knowledge and the incidence of Stunting in toddlers aged 1-3 years with P Value = 0.000 and there was a relationship between parenting patterns and the incidence of Stunting in toddlers aged 1 – 3 years with P Value = 0.000. There is a relationship between knowledge and parenting patterns of mothers with the incidence of Stunting, it is expected that mothers who have toddlers to pay attention to nutritional intake and monitor the growth and development of children and routinely go to the posyandu. It is recommended for health workers to provide health counseling to the community, especially to pregnant and lactating mothers, so that Stunting can be prevented early. Secara global berdasarkan data UNICEF dan WHO angka prevalensi stunting Indonesia menempati urutan tertinggi ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting, menjadikan Indonesia berada di urutan ke-5 diantara negara-negara Asia. Berdasarkan data SSGI tahun 2023 prevalensi stunting tetap yaitu sebesar 16,1%. Target pemerintah secara nasional untuk menurunkan angka stunting tahun 2024 yaitu 14%. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 82 orang, yang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel independen adalah pengetahuan dan pola asuh ibu. Variabel dependen adalah kejadian stunting. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian Data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian stunting pada balita usia 1–3 tahun dengan p value =0,000 dan ada hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita usia 1 – 3 tahun dengan p value =0,000. Ada hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting, diharapkan ibu yang memiliki balita untuk memperhatikan asupan gizi serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dan rutin ke posyandu. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil, menyusui, agar stunting dapat dicegah sejak dini.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sebagai Upaya Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Berbasis Keluarga Hutagaol, Rutmauli; Mahdalena, Mahdalena; Mahpolah, Mahpolah; Irfa'i, Muhammad; Junaidi, Junaidi; Suroto, Suroto; Hamzani, Sulaiman; Elyn, Tini; Yuniarti, Yuniarti; Ulfah, Rasuna; Wulandari, Meggy; Pratiwi, Niken; Amalya, Vitha; Fahrunisa, Aina
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.37 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v2i1.13

Abstract

Stunting is still a nutritional problem in children in Indonesia and several other developing countries. This has become a public health problem that must be taken seriously and requires continuity as this can cause irreversible damage both physically and cognitively to the child. Based on this, the government is making efforts to reduce Non-Communicable Diseases (NCDs) by promoting the Healthy Living Community Movement (HLCV) as a promotive and preventive effort. This community service activity was carried out by the Health Polytechnic of the health ministry Banjarmasin in collaboration with the Banjar District Health Office. This activity aims to improve the environment and change behavior towards a healthier one. As many as 250 participants were involved in this activity from various walks of life. The method used is socialization in the form of talk shows and discussions. In the discussion activity, the community enthusiastically asked questions related to the material provided. This indicates a change in attitude and behavior after socialization. It requires the commitment of all parties involved in efforts to tackle stunting, including making Germas one of the work programs that are carried out routinely.
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS IBU DALAM PELAKSANAAN IMUNISASI DI ERA NEW NORMAL DI KOTA BANJARBARU yuniarti, yuniarti; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.439 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v2i1.20

Abstract

Routine immunizations that are carried out continuously and continuously, consist of basic and advanced immunizations. Basic immunization is given to babies before the age of 1 year. The purpose of this activity is to increase the understanding and knowledge of mothers and families about immunization and reduce anxiety about the implementation of immunization in the new normal era. The target audience is mothers of infants aged 0-3 months totaling 75 people. The initial stage of the activity carried out was to convey material on immunization in infants and how to overcome maternal anxiety in the new normal era using lecture, discussion, direct question and answer, and leaflet distribution methods. The second stage is to assist mothers in the implementation of immunization as one of the supports and overcome the anxiety of mothers in the new normal era to bring their children to immunization. And at the final stage of the activity an evaluation is carried out which consists of Evaluation after community service activities to determine the target's understanding of immunization administration and how to overcome maternal anxiety using a questionnaire. Evaluation of activities carried out after 1 month and 3 months of implementation of activities to determine the achievement of immunization in infants in the new normal era. Results At the initial stage, a pretest was conducted about immunization, there were 34 mothers (45.3%) with good knowledge about immunization, 39 mothers (52%) with sufficient knowledge and 2 mothers (2.7%) had poor knowledge about immunization. After 3 months of mentoring and counseling, it appears that the mother's knowledge has increased. In the pre-test of the mother's knowledge level, an average of 52% had sufficient knowledge about immunization. While in the post-test the mother's knowledge increased, to 68% with good knowledge. So it can be concluded that the mother's understanding and knowledge of immunization increased and the mother's anxiety was reduced by the mother understanding about the procedure for implementing immunization in the new normal era and willing to bring her child to the health center for immunization.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TRIPLE ELIMINASI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN LASUNG KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 Yusnita, Feriyanti; Dewi , Vonny Khrena; Yuniarti, Yuniarti; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i1.10860

Abstract

Triple eliminasi merupakan program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya melalui deteksi dini menggunakan rapid diagnostic test. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan populasi 256 ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Perawatan Lasung, dan sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 72 responden. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum penyuluhan didominasi kategori kurang (83,3%), sedangkan setelah penyuluhan mayoritas berada pada kategori baik (77,8%), dengan hasil analisis Paired Sample T-test menunjukkan adanya pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang triple eliminasi (p-value < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan ibu hamil untuk aktif mengikuti penyuluhan, mencari informasi terpercaya, dan melibatkan keluarga dalam mendukung program kesehatan demi meningkatkan kepatuhan terhadap pemeriksaan dan pengobatan The triple elimination program initiated by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia aims to prevent the transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from pregnant women to their babies through early detection using rapid diagnostic tests. This study employed a quasi-experimental design with a population of 256 pregnant women in the working area of UPTD Puskesmas Perawatan Lasung, and a purposive sampling technique was used to select 72 respondents. The results showed that prior to counseling, the majority of pregnant women had a low level of knowledge (83.3%), while after counseling, most were categorized as having a good level of knowledge (77.8%). The Paired Sample T-test analysis revealed a significant effect of counseling on improving pregnant women’s knowledge about the triple elimination program (p-value < 0.05). This study recommends that pregnant women actively participate in counseling sessions, seek credible information, and involve their families in supporting health programs to enhance compliance with screening and treatment
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS GIRI MULYA TAHUN 2024 Setiyani, Sri; Yuniarti, Yuniarti; Dewi, Vonny Khresna; Laili, Fitria Jannatul
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i2.10872

Abstract

Data Dinas Kesehatan Tanah Bumbu menunjukkan tren stabil penggunaan kontrasepsi di UPTD Puskesmas Giri Mulya pada 2022–2024, meskipun terdapat penurunan jumlah pengguna KB aktif dari 2.081 pada tahun 2022 menjadi 2.074 pada 2023, dan hingga Agustus 2024 tercatat 1.322 pengguna KB aktif, dengan 1,82% di antaranya menggunakan IUD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan Cross Sectional, melibatkan 93 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 1.322 ibu pengguna kontrasepsi. Teknik pengumpulan data meliputi editing, skoring, coding, entry data, dan tabulating, dengan analisis menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (65,6%) dan sikap negatif terhadap penggunaan IUD (62,4%), serta terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Giri Mulya (p=0,00<0,05) Data from the Tanah Bumbu Health Office indicate a stable trend in contraceptive use at the Giri Mulya Health Center from 2022 to 2024, despite a decrease in active contraceptive users from 2,081 in 2022 to 2,074 in 2023, and 1,322 users recorded as of August 2024, with 1.82% opting for IUDs. This study employed a quantitative method with an observational analytic design and a cross-sectional approach, involving 93 respondents selected through simple random sampling from a population of 1,322 mothers using contraceptives. Data collection techniques included editing, scoring, coding, data entry, and tabulation, with data analysis conducted using the Spearman Rank test. The results revealed that the majority of respondents had low knowledge levels (65.6%) and negative attitudes towards IUD use (62.4%), and there was a significant relationship between mothers' knowledge and attitudes and the use of IUD contraception in the working area of the Giri Mulya Health Center (p=0.00<0.05)