Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN UMUR SIMPAN HASIL PANEN JAGUNG MANIS MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN MENJADI DODOL Neti Kesumawati; Rita Hayati; Rita Feni; Maheran Mulyadi; Edy Marwan
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2776

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Batu Galing merupakan kelurahan yang terdapat di Kabupaten Rejang Lebong yang baru beberapa tahun ini ramai ditempati penduduk. Sebelumnya kelurahan ini hanya merupakan daerah pertanian yang hanya dikunjungi penduduk di waktu mereka bercocok tanam. Mata pencaharian penduduk sebagian besar petani dan sebagian lainnya pegawai negeri , pedagang dan pengrajin, dan sebagainya. Salah satu hasil pertanian yang banyak terdapat di Kelurahan Batu Galing adalah jagung manis. Mengingat jagung manis merupakan komoditi yang cepat mengalami kerusakan maka perlu dicarikan alternatif untuk mengatasi produk yang berlebihan. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah mengolah jagung manis menjadi dodol.    Rendahnya motivasi dan pengetahuan petani kelurahan Batu Galing tentang pembuatan dodol jagung manis harus ditingkatkan melalui penyuluhan maupun pelatihan dengan sasaran pengabdian adalah  ibu-ibu PKK kelurahan Batu Galing.. Atas dasar ini, maka staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai sasaran pengabdiaan kepada masyarakt. Kegiatan pengabdiaan masyarakat ini dibantu oleh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN. Metode pendekatan yang diterapkan dalam program ini, dengan menggunakan metode penyuluhan dan demontrasi pembuatan dodol jagung manis Dari evaluasi, penerapan teknologi tepat guna melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol dodol jagung manis berjalan dengan lancar serta adanya peningkatan  pengetahuan dan ketrampilan dari ibu-ibu PKK. Kata kunci : Jagung manis, dodol jagung manis, produk olahan     ABSTRACT Batu Galing Sub-District is a sub-district located in Rejang Lebong Regency, which has only recently been bustling with residents. Previously this kelurahan was only an agricultural area which was only visited by residents when they were cultivating. The livelihoods of the population are mostly farmers and some are civil servants, traders and craftsmen, and so on. One of the agricultural products that are widely available in Batu Galing Village is sweet corn. Bearing in mind that sweet corn is a commodity that quickly deteriorates, it is necessary to find alternatives to deal with excessive product. One alternative solution to this problem is to process sweet corn into lunkhead. The low motivation and knowledge of Batu Galing Village farmers about making sweet corn dodol must be improved through counseling and training. On this basis, the teaching staff of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Bengkulu, chose this location as a target for community service. To expedite community service activities, the service team is assisted by students who are carrying out KKN. The approach method used in this program, using counseling and demonstration methods for making sweet corn dodolKeywords: Sweet corn, sweet corn dodol, processed products
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN PERLAKUAN MEDIA TUMBUH PELEPAH SAWIT DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Farida Aryani; Nurseha; Nurlianti Pratiwi; Anggi Ningrum Komala Devi; Neti Kesumawati
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5025

Abstract

Jamur tiram putih merupakan jenis jamur kayu yang termasuk dalam jenis tanaman pangan yang banyak digunakan oleh masyarakat, karena memiliki gizi yang tinggi dan tidak mengandung racun, serta bermanfaat untuk kesehatan antara lain dapat menurunkan kolesterol dan memperlancar pencernaan, sehingga jamur tiram putih sangat baik untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih, dan untuk mengetahui komposisi terbaik media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 (enam) taraf perlakuan, dan 4 (empat) ulangan, setiap unit perlakuan terdiri dari 4 (empat) baglog, 6 (enam) taraf perlakuan tersebut adalah : B0 : Serbuk gergaji kayu 80% + B 15% + TJ 3% + K 2% (kontrol), B1 : PS 80% + TKKS 0% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B2 : PS 70% + TKKS 10% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B3 : PS 60% + TKKS 20% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B4 : PS 50% + TKKS 30% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B5 : PS 40% + TKKS 40% + B 15% + TJ 3% + K 2%. (PS : Pelepah Sawit, TKKS : Tandan Kosong Kelapa Sawit, B : Bekatul, TJ : Tepung Jagung, K : Kapur). Berdasarkan uji lanjut BNT 5%, menunjukkan pertumbuhan miselium perlakuan BO berbeda, tidak nyata dengan perlakuan B2 dan B3 pada umur 39 HIS, 44 HIS, 49 HIS, 50 HIS, tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B4 dan B5. Sedangkan pada diameter tudung buah panen kedua perlakuan B0 berbeda tidak nyata denan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4 dan B5, namun perlakuan dengan perlakuan pelepah sawit (PS) + Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang terbaik adalah perlakuan B2 (5,39). Demikian perlakuan PS + TKKS pada panjang tangkai yang terbaik adalah perlakuan B2 (12,31) yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan B0 (12, 53), B1 (11,63), B3 (11,13), B4 (11,40), B5 (10,73). Sedangkan pada jumlah tudung buah perlakuan B0 berbeda tidak nyata dengan perlakuan B2 baik pada panen kedua maupun pada panen ketiga. Pada bobot segar jamur tiram putih pada panen pertama, kedua dan ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4, B5, tetapi perlakuan B2 memberikan hasil terbaik untuk perlakuan PS + TKKS (100, 07, 77, 72, 69, 31). Berarti disini perlakuan B2 : PS 70% + TKKS 10% + B15% + TJ 3% + K 2% dapat mensubstitusi perlakuan B0 untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Kata kunci : jamur tiram putih, media tumbuh, serbuk gergaji, pelepah sawit, tandan kosong kelapa sawit.
PENGARUH MACAM NANGAN DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theoroma cacao L.) Neti Kesumawati; Farida Aryani; Rita Hayati; Suryadi; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5936

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh macam naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao l.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang disusun secara factorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yang terdiri dari perlakuan tanpa naungan (S0), atap rumbia (S1), atap plastic (S2), dan atap gedeg (S3), sedangkan faktor kedua adalah pupuk nitrogen yang terdiri dari dosis 0 gram Urea/bibit (N0), dosis 2,5 gram Urea/bibit (N1), dosis 5 gram Urea/bibit (N2), dosis 7,5 gram Urea/bibit (N3), dosis 10 gram Urea/bibit (N4). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,ndiameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar.             Perlakuan pemupukan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat basah akar, berat kering akar, tetapi berpengaru sangat nyata terhadap jumlah daun, berat basah tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar dan berat kering akar. Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk nitrogrn dan macam naungan  tidak terdapt interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao Kata Kunci : Tanaman kakao, Pupuk nitrogen, Macam naungan
A PELATIHAN PEMBUATAN DODOL DARI BIJI NANGKA SEBAGAI UPAYA PENGANEKARAGAMAN DAN PANGAN DAN MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Kesumawati, Neti; Feni, Rita; Hayati, Rita; Suryadi, Suryadi; Armadi, Yukiman; Marwan, Edy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong merupakan sentra pertanian yang banyak menghasilkan produk pertanian. Nangka adalah salah satu hasil pertanian yang cukup dinikmati konsumen karena rasanya yang manis, khususnya buah yang telah masak.  Banyaknya  peminat buah nangka yang telah masak ini telah menyisakan biji-biji. Biasanya biji-biji ini dibuang sembarangan tempat dan  dianggap limbah yang tidak berguna. Padahal biji-biji nangka dapat diolah menjadi pangan yang bernilai gizi tinggi, seperti dodol. Pembuatan dodol biji nangka tidak memerlukan biaya yang mahal dan pembuatannya sangat sederhana sehingga bisa dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan. Tetapi kondisi ini tidak menjadi perhatian bagi masyarakat Desa Perbo, terutama anggota kelompok wanita tani Mawar. Salah satu penyebabnya ketidaktahuan mereka dalam pembuatan dodol biji nangka serta rendahnya motivasi. Rendahnya motivasi dan pengetahuan anggota kelompok wanita tani Mawar Desa Perbo dalam pembuatan dodol biji nangka dapat ditingkatkan melalui penyuluhan maupun pelatihan. Dengan pertimbangan tersebut, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai fokus pengabdiannya kepada masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat dodol biji nangka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan teknologi yang sesuai melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol biji nangka telah sukses, menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota kelompok wanita tani Mawar.   Kata Kunci: odol, biji nangka, produk olahan
Testing Alternative Hydroponic Nutrition of Wick System on Vegetable Growth Planted in Limited Land Hayati, Rita; Armadi, Yukiman; Yusnaweti, Yusnaweti; Feni, Rita; Asfaruddin, Asfaruddin; Ariyani, Farida; Kesumawati, Neti; Suzanna, Eka; Sarina, Sarina
Journal La Lifesci Vol. 5 No. 2 (2024): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v5i2.1177

Abstract

This research aims to obtain suitable alternative nutrients for vegetable cultivation using the Hydroponic Wick System so that the production costs of hydroponic cultivation can be cheaper and more affordable. The research was conducted in the Tebeng area, Ratu Agung Kodya Bengkulu, at an elevation of 50 meters above sea level. The research method used was a Randomized Block Design with a Factorial pattern (RAKF). The first factor had 3 levels of vegetable types: kailan (S1), caisim (S2), and pakcoy (S3). The second factor had 3 levels of nutrients: AB Mix 100% (N1), alternative 100% (N2), and ABMix 50% + alternative 50% (N3). Thus, there were 9 treatment combinations with 3 replications. The results of the research showed that the plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight of plants using Alternative Nutrients for kailan, caisim, and pakcoy vegetables significantly influenced the use of AB Mix nutrients, Alternative Nutrients, and the mixture of both nutrients when grown using the Hydroponic Wick system. The best results were achieved using alternative nutrients. This was evident from the tallest plant height at harvest, which was 34.20 grams at 42 days after planting (HST), 16.62 leaves, 142.69 grams wet weight, and 7.60 grams dry weight. These results were significantly better compared to using other nutrients, offering a potential solution to the high costs of hydroponic cultivation due to the expensive price and limited availability of AB Mix nutrients, especially in the region.
TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN PEMANFAATAN SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES DI DESA ARGA INDAH Hayati, Rita; Kesumawati, Neti; Armadi, Yukiman; Jafrizal, Jafrizal; Definiati, Neli; Efrita, Edi; Mutmainah, Elni; Saputra, Surya Ade
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.733

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang. Masyarakatnya mengharapkan ada penyuluhan bagaiman menambah pemasukkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu melalui upaya memanfaatkan limbah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah pemasukkan keuangan keluarga. Pada umumnya petani hanya membuang biji alpukat yang dihasilkan di Desa Arga Indah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang diminati banyak orang, namun disisi lain bijinya hanya dijadikan limbah yang belum termanfaatkan karena pada umumnya, bagian yang dimanfaatkan dari buah alpukat hanyalah daging buahnya saja sedangkan bagian lainnya dibuang dan menjadi limbah. Bagian terbuang yang masih dapat dimanfaatkan misalnya biji. Biji alpukat yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 80,1% yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai cemilan makanan ringan antara lain Cookies. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani bagaimana teknologi pengolahan biji Alpukat menjadi Tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi beberapa olahan makanan ringan seperti Cookies. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. Pelatihan Teknologi pembuatan Tepung Biji Durian dan praktek menggunaanya dalam pembuatan Cookies Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan petani dalam teknologi pembuatan tepung biji alpukat dan pembuatan Cookies dan menambah wawasan petani dalam memanfaatkan biji Alpukat menjadi sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga petani dan juga dapat memelihara lingkungan dengan menfaatkan biji alpukat yang berupa Limbah.
EFEKTIFITAS PUPUK KANDANG KOTORAN KAMBING DAN PUPUK HAYATI CAIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELOM (Cucumis melo. L) Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Armadi, Yukiman; Suryadi; Kesumawati, Neti
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7607

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui interaksi antara pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Melon (Cucumis melo L) dan efektifitas pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman Melon (Cucumis melo L).Penelitian ini dilaksanakan di jl. Merapi XV E Tebeng Ratu Agung Kodya Bengkulu, bulan Mei 2023 sampai Agustus 2023, rancangan acak lengkap pola Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama pengaruh Pupuk kandang kotoran kambing yang terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= kontrol P1= 10 ton/ha (360 gr/tanaman) P2= 15 ton/ha (450 gr/tanaman) P3 = 20 ton/ha (500 gr/tanaman) Faktor kedua yaitu pengaruh pemberian pupuk hayati cair (bioto grow gold/ BGG) yang terdiri dari : K0 = Kontrol K1 = 1,5 ml/l K2 = 3 ml/l K3 = 4,5 ml/l Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 48 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kotoran kambing berpengauh tidak nyata terhadap semua parameter kecuali pada pengamatan jumlah daun umur 28 hst. Perlakuan terbaik pada penelitian ini terhadap tinggi tanaman Melon yatu P3 =20 ton/ha dan K2= 4,5 ml/l . Sedangkan pengamatan hasil terbaik terhadap berat buah pertanaman yaitu pada perlakuan pupuk kandang kotoran kambing P2=10 ton/ha dengan dan pupuk hayati cair 4,5 ml/l. Kata kunci: Pupuk kandang kambing, pupuk hayati cair, tanaman melon.
PEMBUATAN BERMACAM-MACAM SELAI SEBAGAI UPAYA PENAMBAH SELERA DALAM MENGKOMSUMSI ROTI Kesumawati, Neti; Feni, Rita; Hayati, Rita; Suryadi, Suryadi; Efrita , Edi; Edy Marwan; Ariyani, Farida
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1369

Abstract

Pengabdian dilaksanakan di Desa Pulo Geto Baru Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang yang merupakan salah satu daerah pemasok jagung manis dan terong di pasar-pasar yang ada Propinsi Bengkulu. Materi kegiatan ini disesuaikan potensi sumberdaya alam dan kesepakatan dengan mitra sasaran, yaitu ibuk-ibuk petani yang sebagian besar merupakan petani jagung manis dan terong. Ibuk-ibuk petani melalui Seklur/lurah mengajukan permohonan kepada Dekan Fakultas Pertanian UMB untuk memberikan penyuluhan/pelatihan tentang bagaimana mengatasi hasil panen yang banyak membusuk pada saat panen berlimpah.Kegiatan pengabdiaan bertujuan : (1) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibuk-ibuk petani Desa Pulo Geto Baru dalam pembuatan selai jagung manis dan selai terong; (2) Dapat memotivasi ibuk-ibuk petani untuk membuka peluang usaha rumahan (home industri) yang bergerak dalam produk olahan selai jagung manis dan selai terong; (3) Menghadirkan inovasi produk olahan selai. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mencakup ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Pencapaian yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, antara lain : (1) Ibuk-ibuk petani sangat antusia mengikuti seluruh tahapan kegiatan pengabdiaan masyarakat, baik penyuluhan maupun demonstrasi; (2) Pengetahuan dan keterampilan para ibu petani dalam mengolah produk seperti selai jagung manis dan selai terong mengalami peningkatan. ; (3) Terbukanya pemikiran ibuk-ibuk petani untuk membuka usaha rumahtangga (home industri) yang bergerak dalam hal usaha selai jagung manis dan selai terong
TEKNOLOGI PENGOLAHAN TORAKUR (TOMAT RASA KURMA) SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK OLAHAN DI KECAMATAN CURUP UTARA KABUPATEN REJANG LEBONG Kesumawati, Neti; Feni, Rita; Hayati, Rita; Suryadi, Suryadi; Armadi, Yukiman; Ariyani, Farida
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.1861

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi Kelompok Wanita Tani Mawar di Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara, melalui pelatihan pembuatan produk olahan torakur berbahan dasar tomat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan survei lokasi, analisis kebutuhan, penyusunan bahan pelatihan, penyuluhan, dan praktik langsung pembuatan torakur selama 7 hari. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam pencapaian tujuan, sasaran, dan target, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah tomat menjadi produk bernilai jual tinggi. Meskipun menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan modal, pengetahuan awal, dan ketergantungan ekonomi pada suami, kegiatan ini mampu memberikan dampak positif dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Torakur, Pemberdayaan Wanita Tani, Olahan Tomat
PERAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO PERTANIAN BAGI KETAHANAN PANGAN PETANI INDONESIA MT., M.P., Hasanawi; Hasanawi, Asyrafinafilah; Kesumawati, Neti
Jurnal AGRIBIS Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.429 KB) | DOI: 10.36085/agribis.v14i1.1294

Abstract

Kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim didominasi di kawasan perdesaan, dengan proporsi keluarga petani yang sangat signifikan termasuk dalam masyarakat tidak mampu (miskin) dan mengalami kelaparan. Dengan demikian, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan secara integral terkait dengan peningkatan produksi pangan, produktivitas pertanian dan pendapatan perdesaan. Selain itu, kondisi iklim yang tidak menentu secara langsung mempengaruhi keberlangsungan pertanian di Indonesia. Indonesia harus mampu menyediakan pangan yang cukup bagi seluruh rakyat dan akses pangan dengan harga terjangkau dengan perubahan yang berisiko tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, pengetahuan mengenai klimatologi penting dilakukan untuk mengantisipasi seperti perubahan iklim. Saat beradaptasi dengan perubahan iklim, kegiatan pertanian dibarengi dengan kegiatan perlindungan dan penguangan risiko hingga level yang paling rendah. Sehingga muncul asuransi usahatani yang bertujuan untuk melindungi pertanian, berbagi risiko, dan memihak petani. Asuransi usahatani, khususnya, berlaku untuk berbagi risiko gagal panen yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian ini menggunakan analisis pada data sekunder tentang ekonomi dan sistem keuangan Indonesia dan informasi yang dikumpulkan dalam wawancara dengan individu-individu kunci (keypersons) di Kementerian Pertanian, Jakarta. Untuk memperjelas data tersebut, dipilih satuKabupaten di provinsi Jawa Barat, Kabupaten Cirebon, dan dua Kabupaten di provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang. Ketiga wilayah tersebut dipilih karena memiliki perkembangan sistem keuangan terutama pertanian daerah yang dinamis, dukungan pemerintah untuk memberikan subsidi pertanianyang aktif. Namun, dikarenakan tidak adanya bank pertanian di Indonesia, lembaga keuangan mikro eksisting diharuskan menyediakan dana yang cukup untuk menutupi biaya produksi. Untuk tindak lanjut jangka pendek, Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) saat ini diharapkan dapat membantu petani melalui lembaga keuangan mikro dalam mendanai kegiatan pertanian. Peran keuangan mikro merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan dan sangat penting untuk membantu petani dalam meminimalisir efek risiko gagal panen. Praktik pertanian berkelanjutan dan sistem pangan, termasuk produksi dan konsumsi, sebaiknya dilaksanakan dalam perspektif yang holistik dan terintegrasi. Kata kunci : asuransi pertanian, perlindungan pertanian, risiko gagal panen.