Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA VARIETAS BIG ROY Ika Maisari; Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Suryadi Suryadi; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.046 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.2846

Abstract

ABSTRAKAglonema merupakan salah satu tanaman hias yang menjadi primadona di perkotaan dan tata hias taman, karena aglonema memiliki kemampuan untuk hidup pada lingkungan dengan intensitas cahaya yang rendah contohnya perkantoran dan dekorasi ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh lama perendaman ekstrak bawang merah dan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman aglaonema varietas big roy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dengan dua faktor, Faktor I adalah lama perendaman  yang terdiri 4 taraf (0 Menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit) dan faktor II terdapat media tanam sekam bakar, tanah, dan cocopeat terdiri 4 taraf (2:2:1, 3:2:1, 3:3:1, 4:3:1) perlakuan diulangi sebanyak 3 kali. Setiap unit percobaan terdiri 4 tanaman dan 2 tanaman dijadikan sampel. Parameter yang diamati presentase tumbuh, waktu  muncul tunas, panjang tunas, jumlah akar, dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahawa: 1) Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter panjang tunas dan panjang akar dan tidak berpengaruh nyata pada parameter lainnya; 2) Media tanam tidak berpengaruh nyata terhdap semua parameter; 3) tidak terjadi interaksi antara lama perendaman dan media tanam terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : Aglaonema, sekam bakar, cocopeat.PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA VARIETAS BIG ROY
STUDI PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PEMASARAN SALE PISANG DALAM KEMASAN Hasanawi Hasanawi; Neti Kesumawati
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 13 No 2 (2015): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.507 KB)

Abstract

Sale pisang yang disimpan dalam keadaan terbuka akan segera mengalami kerusakankarena proses biologi, kimiawi, dan fisik. Untuk mengatasi keadaan tersebut, tindakan pengemasan untuk penyimpanan dan pemasaran sale pisang sangat diperlukan. Sale pisang yang dikemas dengan baik akan memudahkan untuk disimpan, mudah dalam pendistribusian dan pemasaran, memiliki nilai jual yang tinggi, mengurangi risiko terjadinya kerusakan, lebihtahan lama, serta membuat sale pisang yang dipasarkan lebih menarik sehingga diminati konsumen. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah : pertama, faktor utama yang mendukung dari kemasan sale pisang sehingga konsumen berminat untuk membeli sale pisang dalam kemasan adalah kemasan yang higienis/bersih; kedua, faktor utama penghambat dari kemasan sale pisang yang mengakibatkan konsumen tidak berminat untuk membeli sale pisang adalah kemasan yang rusak; dan ketiga, sale pisang yang dipasarkan dalam kemasan yang didukung oleh faktor kemasan yang baik meningkatkan minat konsumen untuk membelinya.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN CABAI MERAH KERITING SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN PASCA PANEN CABAI MERAH DI KECAMATAN CURUP UTARA KABUPATEN REJANG LEBONG Neti Kesumawati; Rita Hayati
DHARMA RAFLESIA Vol 14, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v14i2.2614

Abstract

Pelatihan ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Teratai dan Mawar Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong. Kelompok wanita tani ini mempunyai usaha bercocok tanam cabai. Hasil panen biasanya dijual dalam bentuk segar tanpa ada pengelolaan terlebih dahulu. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pasca panen cabai membuat mereka terpaksa menjualnya dalam bentuk segar. Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah (1) Agar kelompok wanita tani memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memperpanjang masa simpan cabai merah keriting; (2) mampu mengurangi resiko kegagalan dalam usaha cabai merah keriting, terutama pada saat terjadinya penimbunan hasil panen; (3) mampu memanfaatkan teknologi pengolahan cabai merah menjadi tepung cabai, abon cabai dan saos cabai serta mampu menjadikannya sebagai usaha dalam meningkatkan nilai tambah cabai merah keriting, terutama disaat harga anjlok di pasaran. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari tiga metode (1) Pendidikan dan penyuluhan tentang arti pentingnya memperpanjang masa simpan tanaman hortikultura dan pengetahuan tentang pembuatan tepung, abon dan saos berbahan baku cabai merah keriting; (2) Pelatihan tentang proses pembuatan tepung, abon dan saos berbahan baku cabai merah keriting; (3) Pendampingan kelompok wanita tani dalam memproduksi cabai kering, abon dan cabe kering yang dihasilkan menjadi usaha pokok mereka. Hasil pelatihan ini adalah pengolahan cabai merah keriting dengan menggunakan teknologi yang sederhana mampu menghasilkan produk olahan dalam bentuk abon cabai, tepung cabai dan saos cabai yang mempunyai citarasa khas daerah Kecamatan Curup utara. Selain itu, pemanfaatan teknologi sederhana ini bisa memperpanjang masa simpan cabai sehinggga dapat menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan ketika harga jual cabai meningkat tajam.Kata Kunci: Hortikultura, Umur Simpan, Cabe Kering, Abon Cabe, Saos Cabe
RESPON TANAMAN TOMAT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK KALIUM Neti Kesumawati; Jafrizal; Andes Saputra
Jurnal AGRIBIS Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL AGRIBIS
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v15i2.3566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum Lycopersicum. L). Penilitian ini di laksanakan selama 3 bulan, dimulai dari bulan Januari 2021 sampai Maret 2021 di lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada ketinggian ±51 m dpl. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu : faktor pertama pupuk kandang sapi K1 : 5 ton/ha, K2 : 10 ton/ha, K3 : 15 ton/ha, K4 : 20 ton/ha. Sedangkan faktor kedua pupuk kalium (Kcl) P : Kontrol, P1 : 200 kg/ha, P2 : 225 kg/ha. Masing-masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman sehingga di peroleh 144 tanaman.. Hasil data di analisis menggunakan sidik ragam dan apabila berbeda nyata di lakukan uji lanjut Duncan᾽s mutiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penilitian menunjukan pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 14, dan 28 hst, jumlah cabang 28 hst, diameter batang 14,28 dan 42 hst dan berat buah. Perlakuan pupuk Kcl berbeda sangat nyata terhadap jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Dan terdapat interaksi antara pupuk kandang sapi dan Kcl pada diameter batang 42 hst. Kata kunci : Tomat, Kandang Sapi dan Kcl
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Naperi Zaman; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Suryadi; Usman
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3540

Abstract

Naperi Zaman. Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertaian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pengaruh Pemberian Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicium L.). Dibimbing oleh Ir. Neti Kesumawati, M.Si dan Ir. Yukiman Armadi, M.SiTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh pupuk urea danPupuk Kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, pada bulan Desember 2020 - Maret 2021 di lahan percobaan Fakultas pertanian dan peternakan universitas muhammadiyah Bengkulu, propinsi Bengkulu di desa pondok kubang Bengkulu tengah pada ketinggian ± 21 mdpl. Menggunakan Rancangan Acak lengkap RAL (F) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama pengaruh pupuk urea kotrol, U1 : 5 gr, U2 : 10 gr, U3 : 15 gr dan factor keduanya yaitu pengaruh Pupuk kandang ayam Pada perlakuan, K1 : 125 gr, K2 : 250 gr dan K3 : 375 gr. Dalam penelitian ini terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36 satuan percobaan setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman, sehingga di peroleh 144 tanaman tomat Solanum lycopersicum L.Dari hasil penelitian, pada perlakuan pupuk urea terhadap tanaman tomat menunjukkan bahwa berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman 42 HST, jumlah cabang 28 HST, jumlah cabang 42 HST, jumlah buah, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Dan berpengaruh nyata pada diameter batang 42 HST, dan berat buah. Sedangkan pada perlakuan kotoran ayam terhadap tanaman tomat menunjukkan bahwa berpengaruh sangat nyata pada diameter batang 28 HST dan berat basah tanaman. Dan berpengaruh nyata pada jumlah buah, berat buah, dan berat kering tanaman. Dan terjadi interaksi antara pupuk urea dan Pupuk kandang ayam pada parameter diameter batang 28 HST.Kata Kunci : Tomat, Pupuk Urea dan Kotoran Ayam
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK DENDROBIUM SP Sinta Utari Violita; Fiana Pondesta; Neti Kesumawati; Rita Hayati; Ririn Harini; Usman
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.472 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3594

Abstract

ABSTRAK Tanaman anggrek merupakan tanaman primadona yang cukup populer di seluruh penjuru dunia, salah satunya anggrek dendrobium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman angrek Dendrobium Sp terhadap zat pengatur tumbuh dan pupuk organik cair. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertaman zat pengatur tumbuh (Z): Z0 (kontrol), Z1 (1 ml/l), Z2 (2 ml/l), sedangkan faktor kedua pupuk organik cair (P): P0 (kontrol), P1 (3 ml/l), P2 (4 ml/l), P3(5 ml/l), masing masing perlakuan dibuat menjadi 3 kelompok. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apa bila berbeda nyata dilakukan uji lanjut dan Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan zat pengatur tumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman (42, 63 dan 84 hst), panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar, sedangkan pupuk organik cair menunjukkan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman (42, 63 dan 84 hst), dan tidak terdapat interaksi antara zat pengatur tumbuh dan pupuk organik cair pada (21, 42 dan 63 hst), pada perlakuan ZPT konsentrasi terbaik 2 ml/l dan POC 5 ml/l. Kata kunci : Anggrek Dendrobium Sp, zat pengatur tumbuh, dan pupuk organik cair.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN TANKOS KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Sofyan Efendi; Jafrizal; Neti Kesumawati; Dwi Fitriani; Jon Yawahar; Eva Oktavidiati
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.388 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk SP-36 dan tankos kelapa sawit Terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah ( Arachis hypogaea L.). Penelitian ini telah dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Kota Bengkulu, mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor pertama Pupuk Tankos kelapa sawit (T) : T1 (2,5 ton/ha), T2 (5 ton/ha), T3 (7,5 ton/ha), T4 (10 ton/ha), Sedangkan faktor kedua SP-36 (P) : P1 ( 75 gram/plot ), P2 ( 15o gram/plot ) dan P3 ( 225 gram/plot), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman, sehingga diperoleh 144 tanaman. Hasil data analisis mengunakan Analisis Sidik Ragam ( ANOVA ) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Dunca’s Multiple Range Test ( DMRT ) taraf 0,5%. Hasil perlakuan pupuk SP-36 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat polong segar, berat polong kering, jumlah cabang primer, jumlah polong pertanaman, berat 100 biji (gr), berat brangkas kering. Dan perlakuan tankos tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan, Sedangkan ada interaksi pupuk sp-36 dan tankos terhadap tinggi tanaman 56 Hst. Kata kunci : Kacang Tanah, Pupuk SP-36, Tankos Kelapa Sawit
PENGARUH PEMBERIAN POC KULIT PISANG KEPOK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) Megi Andesta; Suryadi; Neti Kesumawati; Eva Oktavidiati; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4571

Abstract

ABSTRAK MEGI ANDESTA. Pengaruh Pemberian POC Kulit Pisang Kepok Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt) dibimbing oleh Bapak SURYADI dan Ibu NETI KESUMAWATI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian POC kulit pisang kepok dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays Saccharata sturt). Mengetahui pengaruh pemberian POC kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Mengetahui pengaruh NPK terhadap pertumbuan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bentiring Permai, Kecamatan Bangkahulu, Kota Bengkulu Pada Bulan April 2022- Juli 2022. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku catatan, cangkul, parang, alat tulis, gembor, handspray, timbangan digital, meteran, mistar, tali raffia, kamera, waring (pagar) dan jangka sorong. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung manis Varietas Paragon, Air, gula , kulit pisang kepok untuk bahan POC cair, NPK, pestisida, Furadan 3G. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) disusun secara faktorial. Terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor pertama adalah konsentrasi POC: P0= Kontrol, P1= 5 % ( 50 ml/l), P2= 10 % (100 ml/l)P3= 15 % (150 ml/l). Faktor kedua adalah dosis NPK : N1 = 550 kg/ha. N2 = 600 kg/ha. N3 = 650 kg/ha. Terdapat 12 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 unit petak percobaan, dalam satu unit petak percoban ada 6 tanaman, dengan jumlah keseluruhan 216 tanaman, 4 tanaman sampel. Berdasarkan hasil analisis ragam interaksi antara perrlakuan POC dan NPK berpengaruh tidak nyata pada semua parameter perlakuan POC kulit pisang berpengaruh sangat nyata pada parameter pada umur diameter batang 42 HST. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 42 HST. Berpengaruh tidak nyata pada parameter yang lainnya. Pada perlakuan NPK berpengaruh nyata pada parameter diameter batang 56 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap paramameter tinggi tanaman umur 28, 42 dan 56, jumlah daun pada umur 28. 42 dan 56 HST, diameter batang umur 28 dan 56 HST, panjang tongkol kelebot, diameter tongkol kelobot dan berat tongkol kelobot. Kata Kunci : Jagung, POC kulit pisang kapok, NPK
MENELISIK NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUKU REJANG NUNDANG BINEAK DALAM RANGKA MEWUJUDKAN TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL DI KABUPATEN LEBONG BENGKULU Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Feni
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i1.4310

Abstract

Setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal berbeda-beda sehingga keberadaannya diibaratkan 1001 kisah yang tak mungkin bisa diceritakan dalam satu malam dan memerlukan usaha keras untuk menelisik nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Salah satunya adalah kearifan lokal Nundang Bineak yang dimiliki suku Rejang di Kabupaten Lebong yang sarat akan tuntunan disaat bersentuhan dengan lingkungan, seperti tuntunan pemakaian rebung bambu kuning, kunyit busuk, kendur dalam pengendalian hama di persawahan. Melihat adanya sinkronisasi antara kearifan lokal Nundang Bineak dan filosofi pertanian organik, yaitu memberdayakan petani untuk bekerja selaras dengan alam serta menghargai prinsip-prinsip yang bekerja di alam sehingga ada keseimbangan ekologi, keanekaragaman varietas, keharmonisan dengan iklim dan lingkungan sekitar.  Maka perlu sekali untuk menelisik nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal Nundang Bineak di Kabupaten Lebong, agar dapat memberdayakan Suku Rejang dalam kegiatan yang mampu mewujudkan pelaksanaan pertanian organik secara optimal sehingga dapat mengembalikan keseimbangan alam pada proporsinya semula dan pada akhirnya terciptanya kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) mengetahui kearifan lokal Suku Rejang Nundang Bineak di Kabupaten Lebong; 2) mengetahui kontribusi kearifan lokal Suku Rejang Nundang Bineak Kabupaten Lebong dalam mendukung teknologi pertanian organik; 3) mengetahui cara melestarikan kearifan lokal Suku Rejang Nundang Bineak yang ada di Kabupaten Lebong 4) mengetahui pendapatan yang diperoleh petani yang masih memegang teguh kearifan lokal Nundang Bineak. Penelitian direncanakan akan dilaksanakan sekitar 10 bulan di Kabupaten Lebong. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode Purpossive sampling dan teknik penarikan sampel menggunakan metode Snowball Sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden dan mengamati secara langsung kondisi lingkungan. Data selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani lebong hanya sebagian kecil melaksanakan kearifan lokal Nundang Bineak  Kata Kunci : Kearifan Lokal Nundang Bineak, Pertanian Organik dan kelestarian Lingkungan
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI EDUKASI PENTINGNYA BELAJAR MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN DI SEKOLAH DASAR Dewi Kurnia; Bella Nandita; Neti Kesumawati; Nyayu Masyita Ariani; Masri Masri; Kashardi Kashardi; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 3 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh  masyarkat Kelurahan Timbul Rejo yaitu di Kelurahan Timbul Rejo tidak terdapat satu pun sekolah sebagai tempat pendidikan anak. Sehinggs anak Kelurahan Timbul Rejo menempuh pendidikan sekolah dasar di SD 73 Rejang lebong, Kelurahan Talang Rimbo Lama. Setelah melakukan wawancara dan observasi anak kelas VI di SD 73 Rejang lebong sebagai subjek kegiatan diketahui bahwa minimnya tingkat motivasi belajar matematika pada siswa dan minimnya tingkat pengetahuan tentang pentingnya belajar matematika dalam kehidupan. Salah satu program keilmuan yang dilaksanakan pada kegiatan KKN dan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatan Motivasi Belajar Melalui Edukasi Pentingnya Belajar Matematika dalam Kehidupan di Sekolah Dasa pada tanggal 14 September 2022, adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut : 1). Observasi dan wawancara kepada kepala Kelurahan Timbul Rejo tentang keberadaan sekolah untuk mengetahui dimana anak Kelurahan Timbul Rejo menempuh pendidikan. 2). Observasi dan wawancara ke SD 73 Rejang Lebong yang dimana sebagai tempat anak Kelurahan Timbul Rejo menempuh pendidikan  yaitu bagaiamana minat siswa terhadap pelajaran matematika. matematika siswa. Hasil yang didapat : 1). Siswa dapat memahami tentang pentingnya belajar matematika dalam kehidupan. 2). Siswa dapat memahami kaitan konsep matematika dengan mata pelajaran lain dijenjang yang lebih tinggi. Kata Kunci: matematika,  minat belajar, motivasi