Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENALAN PRODUK OLAHAN JUS JAGUNG MANIS DAN MANISAN TERONG PADA MASYARAKAT TANI DI DESA LUBUK PENYAMUN KABUPATEN KEPAHIANG Rita Hayati; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pertanian, berupa jagung manis dan terong dikelompokkan pada produk pertanian yang cepat membusuk. Salah satu penyebabnya adalah produk pertanian ini banyak mengandung air sehingga mempermudah tumbuhnya jamur yang akan merusak kondisi mortologis/fisiologis. Petani Lubuk Penyamun yang umumnya menanam jagung manis dan terong sering mengalami kerugian akibat sifat kedua komoditi tersebut, terutama  padaa hasil panen berlimpah dan  tidak laku terjual. Pada kondisi ini, para petani terpaksa menjual dengan harga murah atau membiarkan jagung manis dan terong membusuk di lahan-lahan. Alasan mereka dalah biaya pemanenan tidak dapat mendatangkan keuntungan.  Berdasarkan permasalahan tersebut  diperlukan sentuhan teknologi yang dapat mengolah jagung manis dan terong menjadi produk olahan yang bernialai jual tinggi, seperti jus jagung manis dan manisan terong. Ada dua manfaat yang didapat apabila teknologi ini diterapkann, diantaranya  meningkatkan pendapatan petani Desa Lubuk Penyamun serta meningkatkan potensi sumberdaya alam yang belum termanfaatkan secara optimal. Selaku tenaga pengajar Fakultas Pertaniann berkeinginan membantu menyelesaikan permasalahan di atas  pengabdiaaan kepada masyarakat (PKM) berupa pelatihan pembuatan jus jagung dan manisan terong. Tujuan pengabdiaan masyarakat adalah memberdayakan masyarakat petani dalam pengembangan produk  jus jagung manis dan manisan Terong. Selain itu, masyarakat petani dapat membuka usaha baru jus jagung manis dan manisan Terong. Kegiatan PKM menerapkan beberapa metode, diantaranya melaksankan penyuluhan tentang arti pentingnya memperpanjang umur simpan jagung manis dan terong pada tanggal 28-31 Agustus 2019 dengan jumlah peserta 35 orang dan ditambah mahasiswa 12 orang. Selanjutnya, dilaksanakan demonstrasi pembuatan jus jagung manis dan manisan terong. Kegiatan pengabdiaan kepada Hasil dari pengabdiaan masyarakat dapat disimpulkan: (1) Secara keseluruhan kegiatan pelatihan pembuatan manisan terong dan jus jagung manis pada masyarakat tani Desa Lubuk Penyamun berjalan baik dan lancar; (2) Kegiatan pengabdian masyarakat direspon yang tinggi dan antusias oleh masyarakat tani terhadap semua kegiatan yang telah dirancang oleh tim pengabdi; (3) Dampak pelatihan memberikan bekal keterampilan berbagai materi yang telah diberikan diharapkan akan memotivasi terbentuknya usaha rumahan (home industri) yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Keyword: Manisan terong, Jus jagung manis, produk olahan    
SOSIALISASI MANFAAT DAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS ECENG GONDOK BAGI KELOMPOK WANITA TANI DESA KUNGKAI BARU KABUPATEN SELUMA Rita Feni; Edy Marwan; Neti Kesumawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman eceng gondok banyak sekali tumbuh di perairan, begitupun diperairan desa Kungkai Baru.  Tujuan pengabdian masyarakat  ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman  masyarakat Desa Kungkai Baru terhadap dampak positif dan dampak negatif tanaman eceng gondok. Eceng gondok yang selama ini dianggap tanaman yang mengganggu lingkungan  ternyata  dapat dimanfaatkan untuk pupuk kompos yang  memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan sasaran pengabdian adalah ibu-ibu kelompok wanita tani  desa Kungkai Baru. Manfaat dari Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota kelompok wanita tani di desa Kungkai Baru dalam pemanfaatan eceng gondok  (2) Menambah wawasan ibu-ibu anggota kelompok wanita tani untuk membuka peluang usaha dengan membuat eceng gondok menjadi pupuk kompos. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, antara lain (1) ibu-ibu anggota kelompok wanita tani di desa Kungkai Baru sangat antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan pengabdian ini (2) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota kelompok wanita tani tentang manfaat dari eceng gondok (3) terbukanya wawasan dan pemikiran ibu-ibu anggota kelompok wanita tani untuk menjadikan pembuatan pupuk kompos eceng gondok  sebagai peluang usaha baru. Kata Kunci: eceng gondok, kompos, sosialisasi
PEMANFAATAN BIJI DURIAN MENJADI TEPUNG DURIAN DAN BROWNIES PADA KELOMPOK RUKUN BERSAMA DESA ARGA INDAH : Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan Rita Hayati; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Zurina; Maheran Mulyadi; Surya Ade Saputera; Ririn Harini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah sebahagian besar memiliki mata pencaharian bertani Durian dan Sawit. Masyarakat petani mengalami kesulitan menangani Limbah Biji Durian yang tidak termanfaatan secara maksimal. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengolah biji durian menjadi produk yang bermanfaat. Pada umumnya petani hanya membuang biji durian menjadi limbah dan merusak lingkungan. Penggunaan Biji durian dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif. Adapun kandungan biji dalam durian 5-15%, yang biasanya hanya dibuang berupa limbah     juga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia, ntuk mengatasi pencemaran lingkungan maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan biji durian sebagai bahan pangan alternatif. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani supaya dapat memanfaatkan biji durian menjadi lebih bermanfaat dan dapat juga menambah income masyarakat. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. pelatihan pembuatan tepung biji durian yang dioleh menjadi cake sebagai pangan alternatif,  praktek langsung dengan hasilnya cake yang enak dan lezat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan masyarakat dalam pemanfaatan biji durian menjadi cake  dan menambah wawasan masyarakat petani dalam memelihara keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan
PEMANFAATAN HASIL PERTANIAN MENJADI PRODUK OLAHAN SEBAGAI MENINGKATKAN PENDAPATAN Neti Kesumawati; Rita Feni; Suryadi Suryadi; Rita Hayati; Maheran Mulyadi; Yukiman Armadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terong merupakan tumbuhan tnaman sayuran yang dapat tumbuh dengan mudah dalam berbagai kondisi dan tidak rewel dalam perawatannya Selain itu, tanaman terong memiliki masa tanam yang tidak terlalu lama menyebabkan tanaman banyak ditanam oleh masyarakat petani, termasuk petani di Kelurahan Air Bang. Biasanya terong ini oleh masyarakat petani dijual dalam bentuk segar sehingga nilai jual menjadi rendah. Untuk meningkatkan nilai jual tersebut diperlukan sentuhan teknologi untuk mengolah terong menjadi produk olahan, seperti dodol. Masyarakt Air Bang sebagai sasaran pengabdian kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK perlu diperkenalkan dengan produk olahan ini melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol terong.  Serangkaian kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mengenalkan teknologi sederhana kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah terong menjadi dodol. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam proses pengolahan dodol terong. Pendekatan yang digunakan mencakup penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol terong dengan metode ceramah, diskusi, dan pendampingan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat sasaran mampu mengaplikasikan pengolahan terong menjadi dodol terong. Kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat umum dan industri rumah tangga secara khusus, sehingga perlu dilakukan kegiatan serupa di daerah lain.   Kata Kunci: terong, dodol, penyuluhan
A PELATIHAN PEMBUATAN DODOL DARI BIJI NANGKA SEBAGAI UPAYA PENGANEKARAGAMAN DAN PANGAN DAN MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Neti Kesumawati; Rita Feni; Rita Hayati; Suryadi Suryadi; Yukiman Armadi; Edy Marwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong merupakan sentra pertanian yang banyak menghasilkan produk pertanian. Nangka adalah salah satu hasil pertanian yang cukup dinikmati konsumen karena rasanya yang manis, khususnya buah yang telah masak.  Banyaknya  peminat buah nangka yang telah masak ini telah menyisakan biji-biji. Biasanya biji-biji ini dibuang sembarangan tempat dan  dianggap limbah yang tidak berguna. Padahal biji-biji nangka dapat diolah menjadi pangan yang bernilai gizi tinggi, seperti dodol. Pembuatan dodol biji nangka tidak memerlukan biaya yang mahal dan pembuatannya sangat sederhana sehingga bisa dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan. Tetapi kondisi ini tidak menjadi perhatian bagi masyarakat Desa Perbo, terutama anggota kelompok wanita tani Mawar. Salah satu penyebabnya ketidaktahuan mereka dalam pembuatan dodol biji nangka serta rendahnya motivasi. Rendahnya motivasi dan pengetahuan anggota kelompok wanita tani Mawar Desa Perbo dalam pembuatan dodol biji nangka dapat ditingkatkan melalui penyuluhan maupun pelatihan. Dengan pertimbangan tersebut, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai fokus pengabdiannya kepada masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat dodol biji nangka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan teknologi yang sesuai melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol biji nangka telah sukses, menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota kelompok wanita tani Mawar.   Kata Kunci: odol, biji nangka, produk olahan
Teknologi Tepat guna pengolahan limbah kulit pisang menjadi Vinegar dalam meningkatan Nilai Ekonomi Pisang Kelompok Tani Mawar di Desa Perbo Rita Hayati; Jafrizal; Neti Kesumawati; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Surya Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan komoditi hortikultura terbesar di Desa Perbo Kabupaten Rejang Lebong  Propinsi Bengkulu yang dikenal dengan Pisang Ambon Curup. Ketersediaan pisang yang melimpah dengan rata-rata produksi 69.088,30 kwintal/tahun pada tahun 2023  potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal seperti limbah kulit pisang yang masih terbuang selama ini dianggap sebagai limbah yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan berupa sampah yang tidak mempunyai nilai ekonomi, padahal kulit pisang memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki potensi kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kesehatan. Hal ini sangat diperlukan pengolahan kulit buah pisang menjadi Vinegar Perlu pengabdian kepada masyarakat dengan teknologi tepat guna untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi pisang dan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi lebih bernilai dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan pengabdian adalah untuk mengatasi permasalahan nilai ekonomi rendah pada kulit pisang ambon melalui Teknologi tepat guna dengan memanfaatkan kulit pisang menjadi Vinegar (Cuka kulit Pisang). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi kulit pisang, pelatihan  teknologi fermentasi menjadi Vinegar dengan starter, pendampingan proses produksi hingga analisis sederhana kualitas produk akhir. Hasil pengabdian menunjukkan Kelompok Tani Mawar mampu menguasai teknologi pembuatan vinegar kulit pisang dengan baik. Produk Vinegar yang dihasilkan menunjukkan karakteristik organoleptik yang dapat diterima dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan nilai ekonomi pisang ambon pada  bagian limbahnya menjadikan peluang usaha baru dan mengurangi limbah organik, dengan teknologi tepat guna ini kelompok tani Mawar memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha yang memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan.
Pengaruh aditif hidrokoloid terhadap kohesivitas dan volume pengembangan serta skor penerimaan donat melalui singkong bebas gluten Rita Rita Hayati Hayati; Jafrizal Jafrizal; Edi Efrita; Neti Kesumawati; Rita Feni; Yukiman Armadi
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v8i1.15220

Abstract

ABSTRAKDonat berbasis singkong bebas gluten merupakan produk sehat terutama bagi penderita Seliak dan sensitif gluten. Singkong merupakan sumber karbohidrat alternatif yang banyak tersedia dan belum dimanfaatkan dengan baik. Kendala tepung singkong dalam produk bakeri seperti donat adalah kurangnya kemampuan membentuk kohesivitas atau daya lekat merupakan sifat fisik tekstur dan volume pengembangan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan jenis dan konsentrasi hidrokoloid terhadap kohesivitas volume pengembangan dan skor penerimaan bakeri donat singkong bebas gluten. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor, penelitian ini menguji empat jenis hidrokoloid Xanthan Gum/XG, Guar Gum/GG, Hydroxypropyl Methylcellulose/HPMC, dan Carboxymethyl Cellulose/CMC) pada lima tingkat konsentrasi (0%, 0.5%, 1.0%, 1.5%, dan 2.0%) dengan tiga ulangan per perlakuan (total 60 unit percobaan). Parameter yang diukur meliputi kohesivitas (rasio Texture Profile Analyzer (TPA), volume pengembangan spesifik (cm³/g), dan skor penerimaan keseluruhan (skala hedonik 1-7). Hasil menunjukkan bahwa CMC menghasilkan kohesivitas tertinggi (0.675 pada konsentrasi 2.0%) dan volume pengembangan terbaik (3.62 cm³/g pada 2.0%), diikuti oleh GG dan HPMC. Skor penerimaan keseluruhan tertinggi diperoleh pada HPMC 1.5% (7.49) dan CMC 1.5% (7.37), menunjukkan bahwa konsentrasi Hidrokoloid tinggi (1.0-1.5%) memberikan keseimbangan optimal antara Kohesivitas dan penerimaan konsumen. XG menunjukkan peningkatan kohesivitas yang lebih lambat dan volume pengembangan yang lebih rendah dibandingkan hidrokoloid lainnya. Temuan ini memberikan panduan praktis dalam formulasi donat singkong bebas gluten mengenai  kohesivitas dan volume pengembangan serta penerimaan konsumen yang optimal, serta berkontribusi pada pengembangan produk Donat bebas gluten berbasis singkong yang lebih berkualitas.
Pelatihan Pemasaran Digital pada Usaha Rumah Tangga di Desa Bukit Peninjauan I Kabupaten Seluma Rita Feni; Maheran Mulyadi; Edy Marwan; Jon Yawahar; Anton Feriady; Neti Kesumawati; Surya Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1757

Abstract

This community service program aims to provide counseling and training for housewives and home-based business actors in Bukit Peninjauan I Village, Seluma District, on the utilization of digital marketing for home-based enterprises. The main issue faced by the partners is the limited knowledge and skills in applying digital marketing technologies, particularly social media, to promote their products. The program was implemented through counseling sessions on the benefits of digital marketing and hands-on training on creating digital marketing content for product promotion. The participants consisted of housewives and owners of home-based businesses. The results indicate a high level of partner satisfaction, ranging from 90% to 100%. Specifically, 90% of participants stated that the program met their needs and enhanced their knowledge, 95% expressed satisfaction with the responsiveness of the presenters and the supporting facilities, and 100% showed interest in marketing their products through social media.