Claim Missing Document
Check
Articles

Baitul Arqom sebagai Model Pembinaan Ideologi bagi Dosen Muda di Universitas Muhammadiyah Mataram Mappanyompa Mappanyompa; Sahwan Sahwan; Karwiani Karwiani; Miratun Lisa
El-Khidmat Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/kjpm.v3i1.39506

Abstract

Terbatasnya pemahaman ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan dosen muda, sehingga berdampak pada kurang optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman ideologis, meningkatkan keterampilan pedagogik berbasis nilai Islam, serta menumbuhkan komitmen dakwah dosen muda di Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan adalah workshop dan pelatihan melalui program Baitul Arqom yang dilaksanakan selama tiga hari, dengan mitra sebanyak 55 dosen muda serta didukung mahasiswa PGMI. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, refleksi nilai, dan simulasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, angket, serta monitoring Rencana Tindak Lanjut (RTL). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ideologi dan keterampilan pedagogik sebesar 85%, yang ditunjukkan melalui kenaikan nilai post-test dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi peningkatan softskill berupa komitmen dakwah, kemampuan refleksi diri, dan kerja kolaboratif peserta. Dengan demikian, program ini efektif sebagai model pembinaan ideologi bagi dosen muda.The main problem addressed in this community service program is the limited understanding of Al-Islam and Muhammadiyah ideology among young lecturers, which affects the integration of Islamic values in teaching practices. This program aims to strengthen ideological understanding, improve value-based pedagogical skills, and enhance lecturers’ commitment to Islamic propagation in Universitas Muhammadiyah Mataram. The method used was a workshop-based training through the Baitul Arqom program conducted over three days, involving 55 young lecturers and supported by PGMI students. Activities included interactive lectures, group discussions, case studies, value reflection, and teaching simulations. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, observation, questionnaires, and follow-up action plan monitoring. The results indicate an 85% improvement in participants’ ideological understanding and pedagogical skills, reflected in increased post-test scores and the ability to implement Islamic values in teaching. Additionally, participants showed improvement in soft skills such as commitment, self-reflection, and collaborative ability. Therefore, this program is effective as an ideological development model for young lecturers
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Anti-Bullying di Lingkungan Perguruan Tinggi Mappanyompa Mappanyompa; Rukimin Rukimin; Sahwan Sahwan
El-Khidmat Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/kjpm.v2i2.33252

Abstract

Bullying di lingkungan perguruan tinggi merupakan persoalan serius yang memerlukan pendekatan berbasis nilai keagamaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membentuk karakter anti-bullying mahasiswa melalui implementasi Pendidikan Agama Islam. Metode pelaksanaan meliputi seminar, pelatihan karakter Islami, mentoring, dan konseling. Mitra kegiatan adalah mahasiswa PGMI Fakultas Agama Islam sebanyak 55 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan diskusi reflektif. Hasil menunjukkan bahwa 78% peserta mengalami peningkatan kesadaran, empati, dan sikap anti-bullying. Program ini membuktikan bahwa pendekatan Islami efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Bullying in higher education is a serious issue that requires an approach based on religious values. This community service activity aims to build anti-bullying character among students through the implementation of Islamic Religious Education. The methods used include seminars, Islamic character training, mentoring, and counseling. The partners in this activity are 55 PGMI students from the Faculty of Islamic Studies. Evaluation was conducted through observation, questionnaires, and reflective discussions. The results showed that 78% of participants experienced an increase in awareness, empathy, and anti-bullying attitudes. This program demonstrates that an Islamic approach is effective in shaping students' character to be morally upright and uphold humanistic values.