Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN CERITA RAKYAT SINANDONG GUBANG DALAM PENANAMAN NILAI – NILAI KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT TANJUNGBALAI Irmayanti Irmayanti; Kartika Defi Panggabean; Abd Haris Nasution
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i1.33759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta mengambangkan kebudayaan-kebudayaan Melayu yang ada dikota Tanjungbalai salah satunya Tradisi lisan yaitu Sinandong Gubang. Sinandong adalah kesenian seni suara yang diperdengarkan dengan cara menyanyikan syair-syair dalam bait-bait pantun yang disusun dalam dialek khas Tanjung Balai. Seiring berkembangnya zaman, kearifan lokal sinandong Gubang semakin tergerus zaman hal ini tentu saja disebabkan oleh berbagai faktor. Menyikapi hal ini, penanaman kembali nilai-nilai kearifan lokal sangat dubutuhkan. Khususnya dikalangan remaja tepatnya disekolah SMP IT Darul Fiqri Tanjungbalai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi literature dari berbagai sumber buku serta mengimplementasikannya kedalam pemanfaatan nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita Sinandong Gubang terhadap siswa/siswi di SMP IT Darul Fikri Tanjung Balai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi sinandong gubang sebagai tradisi Melayu mengalami kemunduran dengan ditunjukkan dengan sedikitnya orang yang mengetahui tradisi daerah nya sendiri, sehingga diperlukan penanaman kembali nilai-nilai kearifan lokal kebudayaan Melayu khususnya sinandong Gubang dalam masyarakat. 
Pengembangan Modul Pembelajaran E–Learning Dengan Edmodo Untuk Mata Pelajaran Sejarah Kelas X SMKN 4 Medan Abd Haris Nasution; Asri Yeni
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 1
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v4i1.13893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual berbasis berpikir kritis dalam meningkatkan hasil belajar sejarah  siswa kelas X SMK Negeri I Lubuk Pakam. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas X jurusan Tehnik Komputer Jaringan dan kelas X jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri I  Lubuk Pakam T.P 2017/2018 yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah  143 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan tehnik  acak atau  random sampling, sehingga yang menjadi kelas eksperimen adalah kelas X-Tehnik Komputer Jaringan-B berjumlah 36 siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan kontekstual berbasis berpikir kritis dan yang menjadi kelas kontrol adalah kelas X-Rekayasa Perangkat Lunak berjumlah 36 siswa yang di ajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain penelitian Two Group Pretest-postest design. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata siswa pada kelas X-TKJ-B setelah diterapkan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis berpikir kritis diperoleh nilai  rata-rata 85,28 sedangkan nilai rata-rata siswa pada kelas X RPL setelah diterapkan model konvensional sebesar 72,64. Dengan demikian adanya perbedaan hasil belajar sejarah siswa antara kedua kelas  juga terbukti melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dengan taraf kepercayaan α = 0,05, dimana thit > ttab yaitu  7,14 >1,668, yang berarti dalam penelitian ini Ho ditolak sekaligus menerima Ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual berbasis berpikir kritis dalam meningkatkan hasil belajar sejarah  siswa kelas X SMK Negeri I Lubuk Pakam yaitu ada perbedaan hasil belajar sejarah siswa yang signifikan yaitu kelas eksprimen yaitu X TKJ-B  yang diajarkan dengan pendekatan kontekstual berbasis berpikir kritis  lebih tinggi hasil belajar sejarahnya dibandingkan dengan kelas kontrol  X-RPL yang diajarkan dengan model konvensional. Selain hasil belajar kelas eksperimen yang tinggi juga dalam proses pembelajaran berimplikasi pada cara belajar siswa yaitu ketika belajar selalu berpikir kritis dalam memahami setiap materi sejarah yang  mereka pelajari.Kata Kunci : Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Berpikir Kritis, Hasil Belajar Sejarah
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERA DIDIK BERBASIS EMANCIPATORY QUESTION UNTUK SISWA KELAS XI SMA Nadila Nadila; Abd Haris Nasution; Yuni Artha Simanjuntak
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.5 No.2
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v5i2.28001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa lembar kerja peserta didik berbasis emancipatory question untuk siswa kelas XI SMA berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media dan ahli evaluasi pembelajaran sejarah serta penilaian guru juga siswa. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) model Borg and Gall. Prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini meliputi 9 (sembilan) tahapan yaitu : (1) tahap potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, dan (9) revisi produk. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) siswa kelas XI MIA2 untuk uji coba kelompok kecil, 6 (enam) siswa kelas XI MIA1 untuk uji coba kelompok sedang, dan 30 siswa kelas XI IIS1 untuk uji coba kelompok besar di SMA Swasta Cerdas Murni. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan teknik deskriptif kualitatif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan kategori skala penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar kerja peserta didik memenuhi validasi oleh ahli materi sejarah mencapai 84,6% dengan kategori sangat valid, ahli media pembelajaran sejarah mencapai 90% dengan kategori sangat valid, ahli evaluasi pembelajaran sejarah mencapai 90% dengan kategori sangat valid, oleh guru pelajaran sejarah mencapai 90% dengan kategori sangat valid dan melihat respon siswa pada uji coba produk (kelompok besar) mencapai 89 dengan kategori sangat valid/sangat layak diguankan. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah diperoleh kelayakan lembar kerja peserta didik berbasis emancipatory question untuk digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran sejarah.
PENGEMBANGAN MEDIA MOBILE LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE APPYPIE UNTUK SISWA KELAS XI SMA MATERI TOKOH PROKLAMATOR DAN TOKOH LAINNYA SEKITAR PROKLAMASI Sherintania Bu'ulolo; Abd Haris Nasution
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.5 No.2
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v5i2.20435

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya keterbatasan inovasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media mobile learning dengan menggunakan software appypie yang dikembangkan. Pengembangan media mobile learning dengan menggunakan software appypie menggunakan prosedur pengembangan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan pada 3 orang siswa dari XI MIPA 1 untuk uji coba satu-satu dan 9 orang siswa kelas XI MIPA 3 untuk uji coba kelompok kecil, sedangkan tahapan implementasi dilakukan pada 35 orang siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 2 Tanjung Morawa. Instrumen pengumpulan data berupa lembar penilaian untuk ahli materi serta ahli media dan angket respons siswa. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan kategori skala penilaian. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk yang memenuhi validasi oleh ahli materi mencapai 90% dan ahli media mencapai 88,5%. Sementara hasil uji coba satu-satu dan uji coba kelompok kecil masing-masing menunjukan persentase skor 82,67% dan  84,15%. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba produk oleh siswa maka peneliti menyimpulkan bahwa media mobile learning dengan software appypie yang dikembangkan layak untuk dijadikan media pembelajaran sejarah dikelas XI SMA.
PENGARUH MODEL PROBING PROMTING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI 15 MEDAN T.A 2018/2019 Abd Haris Nasution; Adelia Safitri
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 2
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v4i2.16302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Probing Promting dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelejaran sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen, yaitu ada perbedaan perlakukan antara kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol agar dapat dilihat perbedaannya. Populasi penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 15 Medan yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah seluruh siswa 210 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik acak atau random sampling, dimana kelas eksperimen adalah kelas X Ips 1 yang diajarkan dengan menggunakan model probing promting dan yang menjadi kelas kontrol adalah kelas X Ips 2 yang diajarkan metode ceramah. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata siswa pada kelas X Ips 1 sebesar 83,82, sedangkan nilai rata-rata siswa kelas X Ips 2 adalah sebesar 73,55. Adanya perbedaan hasil belajar tersebut juga terbukti melalui pengujuan hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan α = 0,05, dimana  yaitu  dengan demikian dalam penelitian ini  ditolak dan  diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara model probing promting dengan metode ceramah yaitu lebih tinggi hasil belajar yang menggunakan model probing promting.Kata Kunci : Probing Promting, Hasil Belajar, Sejarah.
PENGEMBANGAN LITERATUR SEJARAH AMERIKA BERBASIS ECOPEDAGOGY DI JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH Abd Haris Nasution; Flores Tanjung; Arfan Diansyah
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.6 No.1
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v6i1.25665

Abstract

Environmental intelligence or ecopedagogy today is important to be internalized in students as part of the environment. History records that increasing environmental intelligence / ecopedagogy is one of the solutions that have been implemented by the Americans in dealing with various pandemics such as the Blackdeath plague (14-15 century), smallpox epidemic (15 century), Yellow Fever (18 century), Spanish Flu (century 20). When the world is hit by the Sars, Mers and Covid-19 Pandemic in the 21st century, ecopedagogy is an important solution in terms of prevention. This study purpose is  producing an ecopedagogy-based American History literature that can be used as a guideline / solution for the prevention of the Covid-19 pandemic against the background of the past experiences of Americans in overcoming various kinds of pandemics. This study uses the Research and Development method of the Borg and Gall model which consists of 4 stages, namely Preliminary Study, Development, Field Testing, Dissemination and Product Socialization. The results of this study indicate that as a medium of literature this is in the Good category with a mean score of 4.14 from the results of the validity test. While the material content obtained a score of 4.14 from the validity test results and entered into the good category. The limitation of this research is until the stage of product dissemination and socialization. This research has a novelty value in the form of American Green History literature products.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ENSIKLOPEDIA DIGITAL PADA MATA KULIAH SEJARAH INDONESIA MASA HINDU BUDHA Arfan Diansyah; Flores Tanjung; Abd Haris Nasution
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v6i2.28082

Abstract

Pengembangan Bahan Ajar Ensiklopedia Digital Dejarah Indonesia Masa Hindu Budha merupakan konsekuensi yang harus diambil dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar digital dalam mata kuliah sejarah Indonesia periode Hindu Budha. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement and Evaluate) oleh Dick and Carry dengan menghilangkan tahap evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli media, dan mahasiswa program studi pendidikan sejarah Universitas Negeri Medan. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan membandingkan data dengan jumlah yang diharapkan dan persentase yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan persentase uji kelayakan ahli materi tahap 1 sebesar 72,6%, hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dalam kategori cukup layak. Persentase uji kelayakan ahli materi tahap 2 sebesar 88,6%, hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak. Persentase kelayakan hasil pengujian ahli media sebesar 88%, hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak. Hasil penilaian siswa rata-rata dari kelompok kecil adalah 4,2. Persentase kelayakan hasil penilaian siswa kelompok kecil adalah 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hasil penilaian siswa rata-rata dari kelompok besar adalah 4,1. Persentase kelayakan hasil penilaian siswa kelompok besar adalah 82%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah melalui Multimedia pada Matakuliah Strategi Belajar Mengajar Sejarah Abdul Haris Nasution
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v4i1.2575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah melalui multimedia. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan terhitung dari 2 September sampai 9 September 2015 di Jurusan Pendidikan Sejarah. Penelitian dilaksanakan di kelas Non Reg yang berjumlah 48 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Action Research yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan: a) perencanaan; b)tindakan; c)observasi; dan d) refleksi. Peneliti langsung sebagai tenaga pengajar dengan melibatkan dosen bidang studi sejarah sebagai kolaborator. Pada penelitian ini, multimedia sebagai media yang digunakan pada siklus penelitian. Berdasarkan observasi awal, ada keterbatasan dosen menggunakan media pembelajaran menyebabkan mahasiswa kurang termotivasi. Semoga dengan multimedia dapat meningkatkan motivasi belajar sejarah pada matakuliah Strategi Belajar Mengajar karena mengandung unsur-unsur tiga demensi yang dapat menghidupkan peristiwa sejarah dalam imajinasi mahasiswa.
Perkembangan Pendidikan di Tarutung Masa Kolonial Oktavia Nasrani Tampubolon; Ayu Rizkiya; Abdul Haris Nasution
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v6i2.5153

Abstract

This study aims to see how the development of education in Tarutung during the Dutch Government. The method used is the Historical research method. The stages in the historical research method consist of four stages (heuristics, verification, interpretation, and historiography). The results of the study concluded that one of the backgrounds of the Dutch Government was to open educational institutions in Tarutung, one of which was so that the Batak people could accept the Dutch presence to control North Tapanuli. The development of education for the Batak people by the Dutch, only followed the renewal movement that had been carried out by the mission. The missionaries have managed to get close to the Batak people. Even the German mission managed to Christianize the Batak people, they helped the Dutch to take control of Tapanuli. In the late 19th to early 20thcenturies, several schools and hospitals were built in Tarutung by the Dutch government. The Batak people are getting to know the outside world more and more. The Batak people also know a lot of letters and know numbers. Many young men have received education, and some continue their education to Batavia.
Nahum Situmorang dan Amir Pasaribu: Seniman Legendaris dari Tanah Batak dan Kontribusi terhadap Perkembangan Musik Indonesia Flores Tanjung; Abdul Haris Nasution; Lister Eva Simangunsong
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v6i2.5908

Abstract

This study aims to find out the artists who came from the Batak Land during the Dutch colonial period in Indonesia, the independence period, and the post-independence period, as well as the specialty of the artists in motivating the workers in the millennial era or the present. The research method used is descriptive qualitative with a historical approach through heuristic steps (collection of data relevant to the topic of study, both primary and secondary), for verification (criticism of external and internal sources), for further interpretation. The analysis was carried out using the theory of semiotics (Ferdinand De Saussure), namely content analysis. The results show that North Sumatra, especially the Tapanuli region, is the hometown for many artists, especially musicians with various genres known at the national and international level. The strength of the lyrics and musicality from the traditional to the popular modern has strengthened the variety of themes and musical compositions so that they become part of the atmosphere that supports the emergence of "Batak the Singing Man". with musical colors, ranging from classical, pop, jazz, blues, country, cha-cha, tango, calypso, rumba, waltz, march, baleno, slow rock, bossanova, keroncong, hawaian beat, stambulan, soul, and faxtrot, respectively each with its derivatives.