p-Index From 2021 - 2026
12.368
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SISTEM INFORMASI Jurnal Simetris TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Teknologi Jurnal sistem informasi, Teknologi informasi dan komputer Jurnal Transformatika CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Jurnal CoreIT JUTIK : Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Komputer) Applied Information System and Management JurTI (JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI) Jurnal ULTIMATICS Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi JSiI (Jurnal Sistem Informasi) Kosmik Hukum INFOMATEK: Jurnal Informatika, Manajemen dan Teknologi Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar Technologia: Jurnal Ilmiah Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen) Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA JOURNAL OF BUSINESS AND ECONOMICS RESEARCH (JBE) Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Jurnal Ekonomi Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Jurnal Teknologi Sistem Informasi Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi Indonesian Journal of Information Technology and Computing (IMAGING) Digital Transformation Technology (Digitech) Jurnal Manajemen Informatika & Teknologi JURSIMA International Journal of Enterprise Modelling Jurnal Surya Informatika Journal of Data Mining and Information Systems JRIIN :Jurnal Riset Informatika dan Inovasi TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Journal of Information Systems Management and Digital Business Jurnal Ilmiah Research Student Jurnal Sains Student Research GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital Jurnal Ilmiah Nusantara Jurnal Riset Teknik Komputer Journal of Data Analytics, Information, and Computer Science (JDAICS) Jurnal Riset Sistem Informasi Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi Repeater: Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Polygon: Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Ilmiah Multidisiplin Sistematis Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan Inventa: Journal of Science, Technology, and Innovation Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Global Advances in Science, Engineering & Technology (GASET) Jurnal Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Perangkat Lunak Journal of Informatics, Intelligent Technology, Cybersecurity, and Software (JIITeCS) Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Eksploitasi Kerentanan Web terhadap Integritas Data: Tinjauan Kewajiban Etis dan Legalitas Developer Muhamad Nazry Khoiry; Evy Nurmiati
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 2 No 1 (2026): : June: Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/wjahqt98

Abstract

Web application security vulnerabilities, specifically SQL injection, pose a critical threat to data integrity, directly undermining the foundational security pillars of accuracy, completeness, and consistency. This study investigates the impact of such exploits through controlled black-box penetration testing on vulnerable prototypes, subsequently analyzing the findings against ethical engineering frameworks and Indonesian cyber law regulations. Empirical evidence demonstrates that inadequate security configurations lead to unauthorized data exfiltration and mass manipulation, which constitutes a severe breach of professional developer responsibilities. The research highlights that technical failures are inextricably linked to legal and ethical accountability, necessitating a transition from reactive patching to a proactive, security-by-design development paradigm. By mapping technical vulnerabilities to the governing legal statutes and professional ethics codes, this article establishes a mandate for developers to prioritize robust security architectures. The study underscores that strengthening digital resilience requires a cohesive integration of advanced technical defense mechanisms with strict adherence to national regulatory frameworks to ensure long-term data security and institutional accountability in the digital era.  
TINJAUAN STANDAR ETIKA GLOBAL TERHADAP REGULASI TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA: PERSPEKTIF PAPA FRAMEWORK DAN HUKUM POSITIF Evy Nurmiati; Salsabila Nursalima
Jurnal Riset Sistem Informasi Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Riset Sistem Informasi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/bszr8s52

Abstract

The exponential growth of information technology (IT) demands alignment between national legal regulations and global ethical standards. This study critically examines the extent to which Indonesia's positive law adopts global ethical standards through the lens of the PAPA Framework (Privacy, Accuracy, Property, Accessibility) and the five fundamental principles of cyber ethics. Employing a normative legal research method combined with comparative literature review, this study analyzes international codes of ethics (ACM and IEEE) alongside Indonesia's domestic regulations, including the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), the Copyright Law, the Personal Data Protection Law (UU PDP), and the Second Amendment to the UU ITE. The findings indicate that Indonesia's positive law has accommodated privacy, accuracy, and property as a legal floor, with notable reinforcement of the privacy pillar following the enactment of the UU PDP. However, a significant gap remains in the accessibility dimension and in practical ethical implementation, as reflected in the prevalence of dark patterns and algorithmic bias. This study concludes that strengthening the National Work Competency Standards (SKKNI) by explicitly integrating global ethical values is essential to producing IT human resources who are both globally competitive and morally accountable
Dilema Etika BYOD antara Perlindungan Aset Digital Organisasi dan Privasi Karyawan Evy Nurmiati; Muhammad Adha Darojat
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11599

Abstract

Paradigma kerja Bring Your Own Device (BYOD) telah menjadi tren global yang menawarkan efisiensi operasional serta fleksibilitas tinggi bagi organisasi modern. Namun, integrasi perangkat pribadi ke dalam jaringan perusahaan menimbulkan tantangan keamanan informasi yang serius serta dilema etika terkait privasi data. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis tantangan keamanan BYOD dan dilema etika yang muncul dalam konteks kepatuhan terhadap regulasi pelindungan data pribadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun BYOD terbukti meningkatkan produktivitas, banyak organisasi masih minim dalam menerapkan kebijakan keamanan yang komprehensif. Selain itu, terdapat ketegangan antara tuntutan perusahaan untuk memonitor aset data melalui perangkat lunak manajemen perangkat seluler dan hak privasi individu karyawan. Temuan juga menyoroti aspek lingkungan di mana penggunaan perangkat BYOD yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan jejak karbon secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kerangka kerja yang tidak hanya mengandalkan kontrol teknis, tetapi juga mengintegrasikan etika profesi serta kepatuhan hukum sangatlah penting. Perumusan kebijakan yang transparan serta pembangunan budaya keamanan siber yang kuat menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan perlindungan aset korporat dengan penghormatan penuh terhadap hak privasi pekerja di era transformasi digital.
Analisis Kasus Bias Gender pada Algoritma Rekrutmen Amazon Evy Nurmiati; Muhammad Fathir Rizki
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.11872

Abstract

Artikel ini menginvestigasi fenomena bias algoritmik melalui analisis kritis terhadap kegagalan alat rekrutmen eksperimental berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan oleh Amazon pada periode 2014 hingga 2017. Menggunakan metode Studi Kasus Deskriptif Kualitatif yang didasarkan pada tinjauan literatur secara sistematis, penelitian ini bertujuan membongkar mitos "netralitas teknologi" yang sering dilekatkan pada instrumen otomasi evaluasi kandidat pekerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa arsitektur algoritma rekrutmen Amazon mengalami kegagalan komputasional dan etis akibat dilatih menggunakan data historis Curriculum Vitae (CV) selama 10 tahun yang secara dominan merepresentasikan kelompok laki-laki. Kondisi ini secara implisit memicu sistem pembelajaran mesin untuk mendegradasi proksi variabel yang berasosiasi dengan perempuan, mereplikasi ketimpangan gender struktural yang telah mengakar. Selain menelaah kronologi teknis pembentukan bias, artikel ini turut mengevaluasi implikasi sistem sosioteknis melalui analisis tingkat transparansi algoritmik (Three-Level Transparency Framework) dan membedah anomali regulasi perlindungan data yang disebut The GDPR Paradox, di mana instrumen privasi justru berpotensi mematikan ruang audit untuk keadilan algoritma. Kesimpulannya, bias AI dalam rekrutmen Amazon bukanlah sekadar anomali atau galat komputasi, melainkan manifestasi dari patologi sosial sosiologis yang gagal diisolasi oleh pengembangnya. Tata kelola data yang ketat dan intervensi manusia (human-in-the-loop) mutlak diperlukan untuk mencegah diskriminasi algoritmik
Etika Desain Antarmuka: Praktik Manipulatif (Dark Patterns) pada Platform Digital Jihaan Adzanishaafiya Anwar; Evy Nurmiati
Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi. Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi
Publisher : Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/modem.v4i3.943

Abstract

On contemporary digital platforms, user interface (UI) design plays a dual role: it eases how services are used while also nudging the way people act. Design choices that are deliberately built to deceive, pressure, or steer users toward options favoring providers rather than the users themselves are what scholars label dark patterns. This article frames such patterns as an ethical concern within interface design and interprets their consequences through the lens of professional ethics. Methodologically, it relies on a systematic literature review (SLR) spanning 20 peer-reviewed works released between 2021 and 2026, compiled from well-regarded databases as well as national journals and filtered using predefined inclusion and exclusion criteria. The evidence indicates that dark patterns are widespread, surfacing across most e-commerce, mobile, and social-media services, and typically taking the shape of forced action, obstruction, sneaking, urgency, and confirmshaming. Ethically, they conflict with the foundational values of the IT profession, namely respect for user autonomy, honesty, transparency, and the duty to prevent harm. The study argues that curbing dark patterns demands a blend of ethical design (bright patterns), responsive regulation, and stronger digital literacy, thereby reinforcing professional design ethics within Indonesia's digital ecosystem.  
Systematic Literature Review: Implementasi Konsep Ethics by Design dalam Rekayasa Perangkat Lunak Evy Nurmiati; Farid Albaraka; Muhammad Aulia Addinul Haq
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f1a7yt13

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan sistem digital menuntut pengembangan perangkat lunak yang tidak hanya berorientasi pada aspek fungsional, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai etika. Pendekatan Ethics by Design (EbD) hadir sebagai paradigma yang menanamkan prinsip etika sejak tahap awal Software Development Life Cycle (SDLC) guna menghasilkan sistem yang transparan, adil, akuntabel, dan berpusat pada manusia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren penelitian Ethics by Design, menganalisis model dan metode yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai etis ke dalam SDLC, serta mengkaji pengaruh kerangka regulasi terhadap penerapan arsitektur perangkat lunak yang berlandaskan etika. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan perumusan research question, pencarian literatur, seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian kualitas studi, serta sintesis terhadap artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian Ethics by Design mengalami peningkatan dengan pergeseran fokus dari pembahasan konseptual menuju implementasi teknis. Kerangka kerja seperti ECCOLA, Value-Based Engineering (VBE), dan Ethics by Design for AI (EbD-AI) terbukti mendukung integrasi prinsip etika pada setiap fase SDLC. Selain itu, regulasi seperti General Data Protection Regulation (GDPR) memperkuat penerapan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab, dan transparansi dalam pengembangan perangkat lunak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Ethics by Design memerlukan sinergi antara metodologi rekayasa perangkat lunak, budaya organisasi, dan dukungan regulasi untuk menghasilkan sistem yang dapat dipercaya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.  
Analisis Etika Profesional terhadap Risiko Keamanan pada Sistem OpenClaw Muhammad Faiqul Umam Dzunnuroeni; Muhammad Zaky Ramadhan; Evy Nurmiati
Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/repeater.v4i3.929

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the built-in security model in a local installation of the OpenClaw autonomous agent and to analyze its implications for information technology (IT) professional ethics. The study employed a qualitative method using a single-case study approach. Primary data were collected through direct simulation experiments comparing secure and insecure configurations within an isolated environment. The results indicate that OpenClaw incorporates native security controls based on a single trust boundary and provides adequate security auditing capabilities. The system also includes data protection mechanisms that minimize the risk of misuse when operated according to the recommended configuration. However, configuring the network to be publicly accessible (0.0.0.0) without authentication violates the principle of least privilege and significantly increases the risk of unauthorized access. These findings demonstrate that vulnerabilities in self-hosted autonomous agents are not solely attributable to technical weaknesses in the system but also reflect failures in adhering to IT professional ethics. Therefore, responsibility is clearly shared between developers and IT practitioners. Developers are responsible for providing adequate security mechanisms, while IT professionals have an ethical obligation to maintain system security, protect user privacy, and ensure that security configurations are implemented in accordance with established best practices.
An Ethical Review of Human Existence in the Era of Artificial Intelligence: Automation, Autonomous Weapons, and the Threat of Superintelligence Wahyu Kusuma Putra; Evy Nurmiati
Global Advances in Science, Engineering & Technology (GASET) Vol. 2 No. 1 (2026): Global Advances in Science, Engineering & Technology (GASET), Article Research
Publisher : Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/gaset.v2i1.300

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has rapidly evolved into one of the most influential technologies of the twenty-first century, transforming human activities across economic, social, political, and security domains while simultaneously raising increasingly complex ethical concerns regarding human existence. This study aims to critically examine the ethical implications of AI by focusing on three interconnected domains automation, autonomous weapons, and superintelligence and to identify ethical principles capable of supporting responsible AI governance. A Critical Literature Review (CLR) was employed to synthesize peer-reviewed journal articles, conference proceedings, and internationally recognized policy documents retrieved from major academic databases and global organizations, including Scopus, IEEE Xplore, ScienceDirect, SpringerLink, ACM Digital Library, UNESCO, OECD, the European Commission, and the International Committee of the Red Cross. The findings reveal that although AI substantially enhances productivity, innovation, and decision-making capabilities, it also introduces significant ethical challenges, including workforce transformation, accountability gaps in autonomous military operations, diminished human autonomy in AI-assisted decision-making, and long-term existential risks associated with highly autonomous intelligent systems. The synthesis further demonstrates that current ethical approaches remain fragmented because they frequently address these issues independently rather than as interconnected dimensions of AI development. This study concludes that a Human-Centered Ethical Governance Framework, grounded in the principles of human dignity, human autonomy, transparency, accountability, fairness, and meaningful human oversight, provides a more comprehensive approach for governing AI technologies and ensuring that future AI development remains aligned with fundamental human values while supporting sustainable coexistence between humanity and intelligent machines.
Analisis Keselarasan Visi, Misi, dan Tata Kelola Bisnis Rintisan Digital Berdasarkan Standar Etika Profesi ACM (Studi Kasus: PT Bank Jago Tbk) Evy Nurmiati; Rahman Faruq Alqorni
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 4 No 6 (2026): JRIIN : Jurnal Riset Informatika dan Inovasi (INPRESS)
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bisnis rintisan di sektor teknologi finansial menuntut adanya tata kelola sistem informasi yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga beretika dan menjamin keamanan privasi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara visi, misi (Aspirasi), dan tata kelola kebijakan privasi PT Bank Jago Tbk dengan prinsip-prinsip Standar Etika dan Perilaku Profesional ACM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui analisis isi terhadap dokumen publik perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat keselarasan yang tinggi antara tata kelola operasional Bank Jago dengan parameter etika komputasi global. Visi perusahaan yang life-centric terbukti selaras dengan prinsip kontribusi terhadap kesejahteraan manusia. Penerapan klausul persetujuan eksplisit pada pemrosesan data dan pembatasan hak akses berbasis mitigasi risiko menunjukkan kepatuhan yang kuat terhadap prinsip menghormati privasi, transparansi, serta pencegahan kerugian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PT Bank Jago Tbk telah mengimplementasikan tata kelola perlindungan data yang beretika, yang dapat menjadi kerangka acuan bagi evaluasi tata kelola bisnis digital lainnya.
Ancaman Siber Di Era Digital: Mengenal Modus Kejahatan Teknologi Informasi dan Strategi Penanggulangannya Lanang Patih Sadelih; Evy Nurmiati
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 4 No 6 (2026): JRIIN : Jurnal Riset Informatika dan Inovasi (INPRESS)
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital yang masif di Indonesia membawa kemudahan luar biasa, tetapi sekaligus memperluas celah kerentanan keamanan informasi. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), aktivitas serangan siber di Indonesia mengalami lonjakan drastis dalam beberapa tahun terakhir, mencapai 5,5 miliar serangan pada tahun 2025. Artikel ini membahas lanskap ancaman siber terkini, membedah berbagai modus kejahatan Teknologi Informasi (TI) seperti ransomware adaptif, phishing berbasis AI, kebocoran data, dan Distributed Denial of Service (DDoS), serta merumuskan strategi penanggulangan yang komprehensif dari aspek teknis, regulasi, dan edukasi publik. Metode kajian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif-konseptual yang menganalisis literatur sekunder dari laporan resmi pemerintah, regulasi perlindungan data pribadi, serta jurnal terakreditasi nasional dan internasional dari rentang tahun 2021-2026. Analisis mendalam difokuskan pada studi kasus serangan ransomware pada Pusat Data Nasional (PDN) 2024. Hasil kajian menekankan bahwa sinergi holistik dari arsitektur Zero Trust, penegakan hukum UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kolaborasi tim tanggap insiden (CSIRT) tingkat nasional, serta kampanye literasi siber secara berkelanjutan sangat krusial untuk mengamankan ekosistem digital nasional.
Co-Authors A'ang Subiyakto A'ang Subiyakto A, Alif Salsabila Aang Subiyakto Abd. Rahman Ahlan Adib Fahri Kafabih Adrian Edenito affan muzhaffar Ainun Nashikha Ainun Nashikha Akbar Riski Riski Akmal Fahmi Alghifari, Abizar Alysa Rismaira Amany Rafa Lihardi Anggraini, Muthia Annisa Tasya Ferina Ari Lathifah Arief, Syifa Fauziyah Arjuna Ragil Putera Audrey Andya Azzahra Audry Ruliana Calista Azizah Nurfauziah Yusril Azizah, Hafidh Azzahra, 'Aisyah Syifa Nur Bayu Waspodo Bayu Wicaksono Choriah Choriah Cut Aja Anis Layyinna Damayanti, Elok Dandy Trisniprya Mardiecka Dery Athallah Afif Destiarum Gaya Wati Dinda Naurah Aidil Nafilah Dio Rendra Rinanto Ditha Septiandani Ditha Septiandani Eliana Saputri Elvi Fetrina Eva Khudzaeva Faiz Rizki Saputra Faiz Rizki Saputra Faiz Rizki Saputra Faiz Rizki Saputra, Faiz Rizki Saputra Farid Albaraka Farrel Tryardan Kusuma Ferina, Annisa Tasya Fetrina, Elvy Hana Rahmaniah Sabila Hazri Agung Endarya Huda, Muhammad Qomarul Hudaya, Fahmi Ibrahim Shehu Usman Ihsan Ramadhan Ikhsan, Muhammad Fathan Nur Iqbal Hussain Alamyar Ismi Ana Sulasiyah Jihaan Adzanishaafiya Anwar Jihan Fadhilah Kamil, Musthafa Khalida, Rahma Komarudin Komarudin Lanang Patih Sadelih Layyinna, Cut Aja Anis Lulu Kamila Susanto Luthfi Herianda Putra M. Irfan Bahtiar Matilda Magren, Sahira Ayla Mauludin, Bintang Fajar Meinarini Catur Utami Mira Kartiwi Muhamad Azvar Al Hasan Muhamad Miftahul Husna Muhamad Nazry Khoiry Muhammad Adha Darojat Muhammad Aulia Addinul Haq Muhammad Faiqul Umam Dzunnuroeni Muhammad Faiz Aqeel Muhammad Farid Hamzens Muhammad Fasya Palevi Muhammad Fathi Azzumar Muhammad Fathir Rizki Muhammad Qumarul Huda Muhammad Rizki Hariyanto Muhammad Sharhan Khatami Muhammad Shidqa Irahman Muhammad Ulil Albab Muhammad Zaky Himawan muhammad zaky ramadhan Muhammad Zikri Pasa Musthafa Kamil Muthia Anggraini Nabila Raihana Qalby Nadya Lathifah Riady Nashrul Hakiem Nida’ul Hasanati Ningsih, Ira Rahayu Nur Anisah Rangkuti Nurindah, Arrisa Aprilani Nurzahra, Bevy Annisa Paramita Citra Indah Mulia Pradana, Sadam Alfian Qurrotul Aini Qurrotul Aini R. H. Handayani Raffa Shalsabila Raharja, Muhammad Ridwan Ali Rahman Faruq Alqorni Rahmandri, Ananda Ramdhani, Syahrul Rayhan, Muhammad Shaquille Reza Hikmatulloh Reza Hikmatulloh Riyan Ainur Rahman Rizki Aji Mahardika Rizki Aji Mahardika Rizki Fauzan, Rizki Rizqi, Fathiyah Nur Rochiandani, Anasthasia Rizky Rony, Zahara Tussoleha Sadam Alfian Pradana Salsabila Nursalima Sangsawang, Thosporn Saputri, Eliana Sarah Fajriah Rahmah Sari, Widiya Permata Saskia Intania Putri Sumarsono Septianudin Septianudin Septianudin, Septianudin Shidiqi Fathir Rakhman Shidqa Irahman, Muhammad Shufa, Aliya Nabila Suci Anugrah Susanto, Lulu Kamila TB E Zaki Baihaki Wahyu Kusuma Putra Winda Yulitasari Yolanda Rizkyta Sari Yudhanta, Satya Yuni Sugiarti, Yuni Yusuf Abdurachman Zahra Azkiya Zahrani Ayu Pratama Putri Ziezou Claudi Putri Dewi Zulfa Laila Farha