p-Index From 2021 - 2026
11.796
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SISTEM INFORMASI Jurnal Simetris TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Teknologi Jurnal sistem informasi, Teknologi informasi dan komputer Jurnal Transformatika CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Jurnal CoreIT JUTIK : Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Komputer) Applied Information System and Management JurTI (JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI) Jurnal ULTIMATICS Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi JSiI (Jurnal Sistem Informasi) Kosmik Hukum INFOMATEK: Jurnal Informatika, Manajemen dan Teknologi Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar Technologia: Jurnal Ilmiah Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen) Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA JOURNAL OF BUSINESS AND ECONOMICS RESEARCH (JBE) Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Jurnal Ekonomi Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Jurnal Teknologi Sistem Informasi Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi Indonesian Journal of Information Technology and Computing (IMAGING) Digital Transformation Technology (Digitech) Jurnal Manajemen Informatika & Teknologi JURSIMA International Journal of Enterprise Modelling Journal of Data Mining and Information Systems JRIIN :Jurnal Riset Informatika dan Inovasi TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Journal of Information Systems Management and Digital Business Jurnal Ilmiah Research Student Jurnal Sains Student Research GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital Jurnal Ilmiah Nusantara Jurnal Riset Teknik Komputer Journal of Data Analytics, Information, and Computer Science (JDAICS) Jurnal Riset Sistem Informasi Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi Repeater: Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Polygon: Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Ilmiah Multidisiplin Sistematis Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan Inventa: Journal of Science, Technology, and Innovation Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis IHSAN: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Global Advances in Science, Engineering & Technology (GASET) Jurnal Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Perangkat Lunak Journal of Informatics, Intelligent Technology, Cybersecurity, and Software (JIITeCS)
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Penanganan Burnout pada Karyawan Startup Berdasarkan Literatur Lokal Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Audrey Andya Azzahra; Evy Nurmiati
GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Vol. 4 No. 03 (2026): Juni 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/global.v4i03.1273

Abstract

Burnout pada karyawan startup menjadi isu penting karena lingkungan kerja startup umumnya ditandai oleh beban kerja tinggi, target agresif, perubahan tugas yang cepat, serta tuntutan adaptasi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab, dampak, dan strategi penanganan burnout pada karyawan startup berdasarkan sintesis literatur lokal Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, SINTA, portal jurnal kampus, dan repositori akademik nasional dengan kata kunci “burnout karyawan startup”, “beban kerja dan burnout”, “stres kerja karyawan startup”, “work-life balance startup”, “dukungan sosial burnout”, “turnover intention burnout”, dan “systematic literature review Indonesia”. Kriteria inklusi mencakup artikel ilmiah lokal Indonesia yang relevan dengan burnout, karyawan startup, beban kerja, stres kerja, dukungan organisasi, work-life balance, kinerja, turnover intention, dan strategi penanganan burnout. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 10 artikel yang dianalisis dalam sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa burnout dipengaruhi oleh beban kerja berlebih, jam kerja tidak teratur, ketidakjelasan peran, target tinggi, serta minimnya dukungan sosial dan organisasi. Burnout berdampak pada penurunan motivasi, produktivitas, kepuasan kerja, kesejahteraan psikologis, dan meningkatnya turnover intention. Strategi penanganan yang dapat diterapkan meliputi pengelolaan beban kerja, fleksibilitas kerja sehat, dukungan organisasi, komunikasi terbuka, konseling, mindfulness, dan budaya kerja suportif. Penelitian ini berkontribusi dalam menyusun sintesis literatur lokal Indonesia mengenai strategi penanganan burnout pada karyawan startup.
Analysis of Information Security, Privacy, and Legality of Use in Modern Digital Transformation Nadya Lathifah Riady; Evy Nurmiati
Global Advances in Science, Engineering & Technology (GASET) Vol. 2 No. 1 (2026): Global Advances in Science, Engineering & Technology (GASET), Article Research
Publisher : Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/gaset.v2i1.289

Abstract

The rapid growth and pervasive integration of digital technology in global sectors have significantly increased the vulnerability of organizational data, placing a paramount importance on information security, privacy preservation, and strict legal compliance. This study aims to examine the systemic relationship between these three critical dimensions within modern digital ecosystems, identifying core vulnerabilities and assessing regulatory efficacy. The research employs a qualitative methodology through a systematic literature review of highly credible scientific publications indexed between 2022 and 2024. The empirical findings indicate that weak database encryption architecture, low user cybersecurity awareness, and inconsistent legal enforcement frameworks are the primary socio-technical factors contributing to massive data breaches and proliferating cybercrimes. Furthermore, strict alignment with contemporary data protection regulations plays an indispensable role in safeguarding user privacy and compelling organizations to adopt proactive security posturing. However, a significant enforcement gap remains between comprehensive legal provisions and practical execution capabilities, particularly within public institutions and small-scale business sectors. This study highlights the urgent need for integrated, triple-helix collaborative strategies that combine technological innovations, comprehensive institutional policy frameworks, and continuous user awareness education to build a secure, resilient, and trusted digital ecosystem.
Analisis Etika Penyebaran Hoaks di Media Sosial dalam Perspektif Teknologi Informasi Amany Rafa Lihardi; Evy Nurmiati; Elvi Fetrina
Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan
Publisher : Asosiasi Profesi Telekomunikasi dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/router.v4i2.892

Abstract

The development of information technology and social media has accelerated the spread of information in society. However, this convenience has also increased the spread of hoaxes and misinformation in digital spaces. The rapid circulation of unverified information may trigger social conflict, reduce public trust, and influence users’ psychological conditions. This study aims to analyze the spread of hoaxes on social media from the perspective of information technology ethics. The research employed a descriptive qualitative method with a literature review approach by collecting data from scientific journals, proceedings, books, and other relevant academic sources related to hoaxes, misinformation, digital literacy, and social media ethics. Data were analyzed using content analysis techniques to identify the causes, impacts, and prevention efforts related to the spread of hoaxes on social media. The findings indicate that low digital literacy, cognitive bias, Fear of Missing Out (FOMO), and social media algorithms are the main factors contributing to the spread of misinformation in digital environments. In addition, recommendation systems on social media strengthen echo chamber and filter bubble phenomena, making users more vulnerable to unverified information. From the perspective of information technology ethics, spreading hoaxes contradicts the principles of honesty, responsibility, and truthfulness in digital communication. Therefore, improving digital literacy, critical thinking skills, and ethical awareness in social media use is necessary to create a healthier and more responsible digital environment.
Dampak Eksploitasi Kerentanan Web terhadap Integritas Data: Tinjauan Kewajiban Etis dan Legalitas Developer Muhamad Nazry Khoiry; Evy Nurmiati
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 2 No 1 (2026): : June: Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/wjahqt98

Abstract

Web application security vulnerabilities, specifically SQL injection, pose a critical threat to data integrity, directly undermining the foundational security pillars of accuracy, completeness, and consistency. This study investigates the impact of such exploits through controlled black-box penetration testing on vulnerable prototypes, subsequently analyzing the findings against ethical engineering frameworks and Indonesian cyber law regulations. Empirical evidence demonstrates that inadequate security configurations lead to unauthorized data exfiltration and mass manipulation, which constitutes a severe breach of professional developer responsibilities. The research highlights that technical failures are inextricably linked to legal and ethical accountability, necessitating a transition from reactive patching to a proactive, security-by-design development paradigm. By mapping technical vulnerabilities to the governing legal statutes and professional ethics codes, this article establishes a mandate for developers to prioritize robust security architectures. The study underscores that strengthening digital resilience requires a cohesive integration of advanced technical defense mechanisms with strict adherence to national regulatory frameworks to ensure long-term data security and institutional accountability in the digital era.  
TINJAUAN STANDAR ETIKA GLOBAL TERHADAP REGULASI TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA: PERSPEKTIF PAPA FRAMEWORK DAN HUKUM POSITIF Evy Nurmiati; Salsabila Nursalima
Jurnal Riset Sistem Informasi Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Riset Sistem Informasi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/bszr8s52

Abstract

The exponential growth of information technology (IT) demands alignment between national legal regulations and global ethical standards. This study critically examines the extent to which Indonesia's positive law adopts global ethical standards through the lens of the PAPA Framework (Privacy, Accuracy, Property, Accessibility) and the five fundamental principles of cyber ethics. Employing a normative legal research method combined with comparative literature review, this study analyzes international codes of ethics (ACM and IEEE) alongside Indonesia's domestic regulations, including the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), the Copyright Law, the Personal Data Protection Law (UU PDP), and the Second Amendment to the UU ITE. The findings indicate that Indonesia's positive law has accommodated privacy, accuracy, and property as a legal floor, with notable reinforcement of the privacy pillar following the enactment of the UU PDP. However, a significant gap remains in the accessibility dimension and in practical ethical implementation, as reflected in the prevalence of dark patterns and algorithmic bias. This study concludes that strengthening the National Work Competency Standards (SKKNI) by explicitly integrating global ethical values is essential to producing IT human resources who are both globally competitive and morally accountable
Dilema Etika BYOD antara Perlindungan Aset Digital Organisasi dan Privasi Karyawan Evy Nurmiati; Muhammad Adha Darojat
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11599

Abstract

Paradigma kerja Bring Your Own Device (BYOD) telah menjadi tren global yang menawarkan efisiensi operasional serta fleksibilitas tinggi bagi organisasi modern. Namun, integrasi perangkat pribadi ke dalam jaringan perusahaan menimbulkan tantangan keamanan informasi yang serius serta dilema etika terkait privasi data. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis tantangan keamanan BYOD dan dilema etika yang muncul dalam konteks kepatuhan terhadap regulasi pelindungan data pribadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun BYOD terbukti meningkatkan produktivitas, banyak organisasi masih minim dalam menerapkan kebijakan keamanan yang komprehensif. Selain itu, terdapat ketegangan antara tuntutan perusahaan untuk memonitor aset data melalui perangkat lunak manajemen perangkat seluler dan hak privasi individu karyawan. Temuan juga menyoroti aspek lingkungan di mana penggunaan perangkat BYOD yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan jejak karbon secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kerangka kerja yang tidak hanya mengandalkan kontrol teknis, tetapi juga mengintegrasikan etika profesi serta kepatuhan hukum sangatlah penting. Perumusan kebijakan yang transparan serta pembangunan budaya keamanan siber yang kuat menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan perlindungan aset korporat dengan penghormatan penuh terhadap hak privasi pekerja di era transformasi digital.
Analisis Kasus Bias Gender pada Algoritma Rekrutmen Amazon Evy Nurmiati; Muhammad Fathir Rizki
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.11872

Abstract

Artikel ini menginvestigasi fenomena bias algoritmik melalui analisis kritis terhadap kegagalan alat rekrutmen eksperimental berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan oleh Amazon pada periode 2014 hingga 2017. Menggunakan metode Studi Kasus Deskriptif Kualitatif yang didasarkan pada tinjauan literatur secara sistematis, penelitian ini bertujuan membongkar mitos "netralitas teknologi" yang sering dilekatkan pada instrumen otomasi evaluasi kandidat pekerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa arsitektur algoritma rekrutmen Amazon mengalami kegagalan komputasional dan etis akibat dilatih menggunakan data historis Curriculum Vitae (CV) selama 10 tahun yang secara dominan merepresentasikan kelompok laki-laki. Kondisi ini secara implisit memicu sistem pembelajaran mesin untuk mendegradasi proksi variabel yang berasosiasi dengan perempuan, mereplikasi ketimpangan gender struktural yang telah mengakar. Selain menelaah kronologi teknis pembentukan bias, artikel ini turut mengevaluasi implikasi sistem sosioteknis melalui analisis tingkat transparansi algoritmik (Three-Level Transparency Framework) dan membedah anomali regulasi perlindungan data yang disebut The GDPR Paradox, di mana instrumen privasi justru berpotensi mematikan ruang audit untuk keadilan algoritma. Kesimpulannya, bias AI dalam rekrutmen Amazon bukanlah sekadar anomali atau galat komputasi, melainkan manifestasi dari patologi sosial sosiologis yang gagal diisolasi oleh pengembangnya. Tata kelola data yang ketat dan intervensi manusia (human-in-the-loop) mutlak diperlukan untuk mencegah diskriminasi algoritmik
Etika Desain Antarmuka: Praktik Manipulatif (Dark Patterns) pada Platform Digital Jihaan Adzanishaafiya Anwar; Evy Nurmiati
Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi. Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Modem : Jurnal Informatika dan Sains Teknologi
Publisher : Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/modem.v4i3.943

Abstract

On contemporary digital platforms, user interface (UI) design plays a dual role: it eases how services are used while also nudging the way people act. Design choices that are deliberately built to deceive, pressure, or steer users toward options favoring providers rather than the users themselves are what scholars label dark patterns. This article frames such patterns as an ethical concern within interface design and interprets their consequences through the lens of professional ethics. Methodologically, it relies on a systematic literature review (SLR) spanning 20 peer-reviewed works released between 2021 and 2026, compiled from well-regarded databases as well as national journals and filtered using predefined inclusion and exclusion criteria. The evidence indicates that dark patterns are widespread, surfacing across most e-commerce, mobile, and social-media services, and typically taking the shape of forced action, obstruction, sneaking, urgency, and confirmshaming. Ethically, they conflict with the foundational values of the IT profession, namely respect for user autonomy, honesty, transparency, and the duty to prevent harm. The study argues that curbing dark patterns demands a blend of ethical design (bright patterns), responsive regulation, and stronger digital literacy, thereby reinforcing professional design ethics within Indonesia's digital ecosystem.  
Systematic Literature Review: Implementasi Konsep Ethics by Design dalam Rekayasa Perangkat Lunak Evy Nurmiati; Farid Albaraka; Muhammad Aulia Addinul Haq
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f1a7yt13

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan sistem digital menuntut pengembangan perangkat lunak yang tidak hanya berorientasi pada aspek fungsional, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai etika. Pendekatan Ethics by Design (EbD) hadir sebagai paradigma yang menanamkan prinsip etika sejak tahap awal Software Development Life Cycle (SDLC) guna menghasilkan sistem yang transparan, adil, akuntabel, dan berpusat pada manusia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren penelitian Ethics by Design, menganalisis model dan metode yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai etis ke dalam SDLC, serta mengkaji pengaruh kerangka regulasi terhadap penerapan arsitektur perangkat lunak yang berlandaskan etika. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan perumusan research question, pencarian literatur, seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian kualitas studi, serta sintesis terhadap artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian Ethics by Design mengalami peningkatan dengan pergeseran fokus dari pembahasan konseptual menuju implementasi teknis. Kerangka kerja seperti ECCOLA, Value-Based Engineering (VBE), dan Ethics by Design for AI (EbD-AI) terbukti mendukung integrasi prinsip etika pada setiap fase SDLC. Selain itu, regulasi seperti General Data Protection Regulation (GDPR) memperkuat penerapan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab, dan transparansi dalam pengembangan perangkat lunak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Ethics by Design memerlukan sinergi antara metodologi rekayasa perangkat lunak, budaya organisasi, dan dukungan regulasi untuk menghasilkan sistem yang dapat dipercaya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.  
Analisis Etika Profesional terhadap Risiko Keamanan pada Sistem OpenClaw Muhammad Faiqul Umam Dzunnuroeni; Muhammad Zaky Ramadhan; Evy Nurmiati
Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/repeater.v4i3.929

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the built-in security model in a local installation of the OpenClaw autonomous agent and to analyze its implications for information technology (IT) professional ethics. The study employed a qualitative method using a single-case study approach. Primary data were collected through direct simulation experiments comparing secure and insecure configurations within an isolated environment. The results indicate that OpenClaw incorporates native security controls based on a single trust boundary and provides adequate security auditing capabilities. The system also includes data protection mechanisms that minimize the risk of misuse when operated according to the recommended configuration. However, configuring the network to be publicly accessible (0.0.0.0) without authentication violates the principle of least privilege and significantly increases the risk of unauthorized access. These findings demonstrate that vulnerabilities in self-hosted autonomous agents are not solely attributable to technical weaknesses in the system but also reflect failures in adhering to IT professional ethics. Therefore, responsibility is clearly shared between developers and IT practitioners. Developers are responsible for providing adequate security mechanisms, while IT professionals have an ethical obligation to maintain system security, protect user privacy, and ensure that security configurations are implemented in accordance with established best practices.
Co-Authors A'ang Subiyakto A'ang Subiyakto A, Alif Salsabila Aang Subiyakto Abd. Rahman Ahlan Adib Fahri Kafabih Adrian Edenito affan muzhaffar Ainun Nashikha Ainun Nashikha Akbar Riski Riski Akmal Fahmi Alghifari, Abizar Amany Rafa Lihardi Anggraini, Muthia Annisa Tasya Ferina Ari Lathifah Arief, Syifa Fauziyah Arjuna Ragil Putera Audrey Andya Azzahra Audry Ruliana Calista Azizah Nurfauziah Yusril Azizah, Hafidh Bayu Waspodo Bayu Wicaksono Choriah Choriah Cut Aja Anis Layyinna Damayanti, Elok Dandy Trisniprya Mardiecka Dery Athallah Afif Destiarum Gaya Wati Dinda Naurah Aidil Nafilah Dio Rendra Rinanto Ditha Septiandani Ditha Septiandani Eliana Saputri Elvi Fetrina Faiz Rizki Saputra Faiz Rizki Saputra Faiz Rizki Saputra Faiz Rizki Saputra, Faiz Rizki Saputra Farid Albaraka Ferina, Annisa Tasya Fetrina, Elvy Hana Rahmaniah Sabila Hazri Agung Endarya Huda, Muhammad Qomarul Hudaya, Fahmi Ikhsan, Muhammad Fathan Nur Iqbal Hussain Alamyar Jihaan Adzanishaafiya Anwar Jihan Fadhilah Kamil, Musthafa Khalida, Rahma Komarudin Komarudin Lanang Patih Sadelih Lathifah, Ari Layyinna, Cut Aja Anis Lulu Kamila Susanto Luthfi Herianda Putra M. Irfan Bahtiar Matilda Magren, Sahira Ayla Mauludin, Bintang Fajar Meinarini Catur Utami Mira Kartiwi Muhamad Azvar Al Hasan Muhamad Farid Muhamad Miftahul Husna Muhamad Nazry Khoiry Muhammad Adha Darojat Muhammad Aulia Addinul Haq Muhammad Faiqul Umam Dzunnuroeni Muhammad Faiz Aqeel Muhammad Fasya Palevi Muhammad Fathi Azzumar Muhammad Fathir Rizki Muhammad Qumarul Huda Muhammad Rizki Hariyanto Muhammad Sharhan Khatami Muhammad Shidqa Irahman Muhammad Ulil Albab Muhammad Zaky Himawan muhammad zaky ramadhan Muhammad Zikri Pasa Musthafa Kamil Muthia Anggraini Nabila Raihana Qalby Nadya Lathifah Riady Nashrul Hakiem Nida’ul Hasanati Ningsih, Ira Rahayu Nur Anisah Rangkuti Nurindah, Arrisa Aprilani Nurzahra, Bevy Annisa Paramita Citra Indah Mulia Pradana, Sadam Alfian R. H. Handayani Raffa Shalsabila Raharja, Muhammad Ridwan Ali Rahman Faruq Alqorni Rahmandri, Ananda Ramdhani, Syahrul Rayhan, Muhammad Shaquille Reza Hikmatulloh Reza Hikmatulloh Riyan Ainur Rahman Rizki Aji Mahardika Rizki Aji Mahardika Rizki Fauzan, Rizki Rizqi, Fathiyah Nur Rochiandani, Anasthasia Rizky Rony, Zahara Tussoleha Sadam Alfian Pradana Salsabila Nursalima Sangsawang, Thosporn Saputri, Eliana Sarah Fajriah Rahmah Sari, Widiya Permata Saskia Intania Putri Sumarsono Septianudin Septianudin Septianudin, Septianudin Shidiqi Fathir Rakhman Shidqa Irahman, Muhammad Shufa, Aliya Nabila Suci Anugrah Susanto, Lulu Kamila Wahyu Kusuma Putra Winda Yulitasari Yolanda Rizkyta Sari Yudhanta, Satya Yuni Sugiarti, Yuni Yusuf Abdurachman Zahra Azkiya Zahrani Ayu Pratama Putri Zaki Baihaki, TB E Ziezou Claudi Putri Dewi Zulfa Laila Farha