Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Maskulinitas dalam Hikayat Raja Miskin Dalman Dalman; Salamah Salamah; Suhardi Suhardi; Andri Wicaksono
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1517

Abstract

Masculinity is one of the phenomena in everyday life that is often depicted in old literature. Hikayat Raja Miskin is one of the folklores of South Sumatra which represents masculinity through the male characters in the story. This study aims to describe the phenomenon of masculinity contained in the folklore of South Sumatra Hikayat Raja Miskin. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The source of the research data is the book Hikayat Raja Miskin which was published by the Language Center, Ministry of National Education in 2007. The research data is in the form of excerpts that represent the masculinity of the main male character in the story. The data is collected through a read-note technique. Once collected, the data was analyzed using interactive techniques. The results of the study show that Hikayat Raja Miskin represents many areas of masculinity through the male characters in the story. Through these male characters, the areas of masculinity depicted are quite representative, which include areas of physical, functional, sexual, emotional, intellectual, interpersonal, and other personal characteristics. Various depictions of masculinity attached to the male characters in the story show that in fact men are complex personalities who need the role of other people to build a better masculinity within themselves. AbstrakMaskulinitas merupakan salah satu fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang banyak tergambar dalam karya sastra lama. Hikayat Raja Miskin adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Selatan yang banyak merepresentasikan maskulinitas melalui tokoh laki-laki dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena maskulinitas yang terkandung dalam cerita rakyat yang berjudul Hikayat Raja Miskin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Hikayat Raja Miskin yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional pada 2007. Data penelitian berwujud kutipan-kutipan kalimat yang merepresentasikan maskulinitas tokoh utama laki-laki dalam cerita. Data tersebut dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Setelah terkumpul, data dianalisis menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hikayat Raja Miskin banyak merepresentasikan berbagai area maskulinitas melalui tokoh-tokoh lelaki dalam cerita, melalui tokoh-tokoh lelaki tersebut, area maskulinitas yang tergambar cukup representatif, yaitu meliputi area fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakteristik pribadi lain. Berbagai gambaran maskulinitas yang melekat pada tokoh laki-laki dalam cerita menunjukkan bahwa sesungguhnya laki-laki merupakan pribadi kompleks yang membutuhkan peranan orang lain untuk membangun kemaskulinitasan lebih baik dalam dirinya.
Strengthening Ecological Wisdom through Creative Wayang Media Based on Lampung Folktales in Elementary School Literature Appreciation Learning Andri Wicaksono
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.46

Abstract

This study aims to analyze the story Sidang Belawan as the foundation for creating innovative wayang to internalize ecological wisdom and as inspiration for the design of creative wayang oriented toward Lampung culture. The research employs a research and development methodology integrated with artistic creation using empirical methods. The findings indicate that the life philosophy narrated in Sidang Belawan highlights ecological wisdom values, emphasizing awareness of nature as a source of life for humanity. Furthermore, ecological wisdom serves as the basis for shaping the design and form of wayang, manifested in the shape of the gunungan (kayon) as a representation of ecosystems and environmental elements, both biotic and abiotic.
Educational History Game Based on Hero Struggle Stories to Strengthen the Patriotic Character of Elementary School Students Yulia Siska; Andri Wicaksono; Ambyah Harjanto; Mareyke Jessy Tanod; Irfan Bayu Saputra
Vidya Karya Vol 41, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v41i1.25591

Abstract

Local history learning in elementary schools plays an important role in developing students’ national identity and patriotic character. However, history instruction is often delivered through memorization-based approaches with limited interactive media, resulting in low engagement and weak value internalization. This study aimed to develop and evaluate a narrative-based educational history game incorporating local hero struggle stories to strengthen the patriotic character of elementary school students. The research employed a research and development method using the ADDIE model. Participants consisted of three expert validators, one teacher, and 25 fifth-grade students in an elementary school in Bandar Lampung, Indonesia. Data were collected through validation questionnaires, user responses, and pretest–posttest instruments. Results showed the game achieved very high feasibility (97.5%), was very practical for teachers (92.5%), and highly attractive for students (95%). Effectiveness testing indicated significant improvement in students’ historical understanding and patriotic character, supported by moderate N-gain results (0.66). The findings contribute practically by providing an interactive learning medium for elementary history instruction and theoretically by supporting the integration of narrative-based game learning for character education.
Development of Student Worksheets Based on Problem Based Learning on Five Senses Materials in 4th Grade SD Negeri 2 Rawa Laut Bandar Lampung Academic Year 2023/2024 Abadi, Richa Widiya; Wicaksono, Andri; Elvadola, Connyta
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92120

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan buku cetak yang dominan dalam pembelajaran IPA sehingga pembelajaran cendrung pasif. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Based Learning pada mata pelajaran IPA materi Pancaindra. Penelitian pengembangan menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation) untuk menguji kelayakan, efektivitas, kepraktisan serta kemenarikan LKPD yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan berupa Instrumen validasi ahli, tes, angket respon peserta didik dan angket respon pendidik. Hasil penelitian berdasarkan validasi ahli menunjukan bahwa LKPD terbukti "Sangat Layak" dengan persentase 81%. Uji efektivitas dilihat berdasarkan penggunaan LKPD dalam pembelajaran mendapatkan hasil "Sangat Baik". Kepraktisan dan kemenarikan mendapatkan hasil "Sangat Efektif dan Menarik". Simpulan dalam penelitian ini yaitu LKPD yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran IPA di SD Kelas IV.
TINDAK TUTUR KOMISIF PEMENTASAN DRAMA “MANGIR WANABAYA” (SUATU TINJAUAN SOSIOPRAGMATIK) Andri Wicaksono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan konteks sosial tuturan yang digunakan untuk menyatakan tindak tutur komisif berniat, berjanji, bersumpah, dan bernadar dalam Pementasan drama Mangir Wanabaya. Penelitian ini mempergunakan pendekatan pragmatik dan sosiolinguistik, yang selanjutnya disebut pendekatan sosiopragmatik. Masalah yang akan diteliti ialah bentuk pemakaian dan konteks tindak tutur komisif. Desain penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Pengumpulan data penelitian, yaitu dengan simak-catat konteks penggunaan bahasa yang alamiah agar dapat mengungkap maksud tuturan komisif secara tepat. Hasil penelitian membuktikan bahwa bentuk tindak tutur komisif pementasan drama Mangir Wanabaya dapat berupa kata, predikat propositif, dan konteks yang menyatakan komisif. Konteks dalam kajian pragmatik dapat dijadikan petunjuk untuk mengenali maksud. Tindak tutur komisif yang didapat adalah tindak tutur komisif berniat,tindak tutur komisif berjanji, tindak tutur komisif bersumpah, tindak tutur komisif bernadar.
The impact of generative AI on creative and structural academic writing: Enhancing originality, compliance, and autonomy in English language learning Galuh Dwi Ajeng; Febriyantina Istiara; Aksendro Maximilian; Tommy Hastomo; Andri Wicaksono
JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Vol. 13 No. 2 (2026): JEELS November 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil, Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/jeels.v13i2.7402

Abstract

The integration of Generative Artificial Intelligence (GenAI) in English as a Foreign Language (EFL) writing instruction has transformed how students develop both creative and academic writing skills. However, its widespread use raises concerns about overreliance, which may affect students’ autonomy and critical thinking. This study investigates: (1) the impact of GenAI on creative writing quality, particularly originality, cognitive flexibility, and expressive innovation; (2) its role in enhancing structural academic writing, including coherence, organization, and grammatical accuracy; and (3) students’ perceptions of autonomy and dependence in AI-assisted writing. Using a mixed-methods sequential explanatory design, the study involved 80 undergraduate students divided into experimental and control groups. Quantitative data were analyzed using independent-samples t-tests and MANOVA, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings indicate that GenAI significantly improves both creative and structural writing performance while fostering learner autonomy, although risks of emerging dependency remain. Overall, this study highlights the importance of a balanced and pedagogically guided integration of GenAI to enhance writing quality while sustaining students’ creativity, autonomy, and critical thinking.
SEJARAH POLITIK INDONESIA DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Andri Wicaksono
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v7i1.340

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realitas sejarah sosial-politik Indonesia dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer dengan perspektif New Historicism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretif dengan paralel pembacaan antara karya sastra dengan teks sejarah dan desain analisis isi. Gambaran realitas sejarah sosial dan politik Indonesia (periode 1945 hingga 1966) dalam novel Larasati dengan perspektif New Historicism Greenblatt dianggap efektif untuk mengeksplorasi fenomena teks sastra. Novel ini secara langsung berkaitan dengan manifestasi politik Indonesia yang meliputi (1) struktur ideologi yang digunakan untuk memperkuat kekuatan berbasis negara, dan (2) praktik diskursif, bahasa politik yang mengacu pada konstruksi pengetahuan melalui bahasa yang memberi makna pada segi material dan praktik sosial-politik yang melingkupinya.Kata-kata kunci: historisisme baru, ideologi, politik, praktik diskursif Abstract: This study aimed to describe the nature of social and political history reality of Indonesia in novel Larasati by Pramoedya Ananta Toer through New Historicism perspective. The research used interpretive qualitative method on the readability parallel between literary and historical texts also content analysis design. The description of social and political history reality of Indonesia (period 1945 until 1966) in the novel by using the perspective of New Historicism Greenblatt is considered effective in exploring the phenomenon of literary text. The novel is directly related to the political manifestation of Indonesia that covers (1) ideology structure used to reinforce the state-based power and (2) political discursive practices, the political language that refers to the knowledge construction through the language that gives meaning to the material aspects and social practices. Keywords: new historicism, ideology, political, discursive practices 
Analytical Shifts in Contemporary Literary Studies: From Digital Humanities to New Directions in Indonesian Literature Andri Wicaksono; Dany Ardhian; Sultan Tirta Mujtaba
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 15, No 1 (2026): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v15i1.8545

Abstract

Contemporary literary studies are undergoing significant analytical transformations alongside the increasing use of computational methods and digital humanities. This article aims to examine the epistemological tensions emerging from these transformations and to formulate a critical analytical framework for contemporary literary studies. The study employs a critical literature review combining narrative and systematic review approaches. Data were collected from academic publications indexed in Scopus, Web of Science, JSTOR, Google Scholar, and major academic publishers focusing on digital humanities, distant reading, critical digital studies, representation theory, and intertextuality. The collected data were analyzed through critical interpretation and thematic synthesis to identify major conceptual debates and methodological tendencies. The study finds that computational literary approaches expand the scale of textual exploration but also risk reducing literary meaning into statistical abstraction and reproducing representational bias when detached from critical reflection. Based on these findings, the article proposes a layered critical analytical model integrating computational exploration, hermeneutic interpretation, and critical reflection. The framework is further contextualized within Indonesian literary studies characterized by multilingualism, digital literary practices, and diverse cultural traditions. This study contributes to the development of contemporary literary studies by offering an integrative framework that connects scale, interpretation, and power relations in the digital era. Abstrak Kajian sastra kontemporer mengalami transformasi analitik yang signifikan seiring meningkatnya penggunaan metode komputasional dan humaniora digital. Artikel ini bertujuan mengkaji ketegangan epistemologis yang muncul dari transformasi tersebut serta merumuskan kerangka analitik kritis bagi kajian sastra kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kritis yang mengombinasikan pendekatan narrative review dan systematic synthesis. Data penelitian diperoleh dari publikasi akademik yang terindeks Scopus, Web of Science, JSTOR, Google Scholar, serta berbagai penerbit akademik utama yang membahas humaniora digital, distant reading, kajian digital kritis, teori representasi, dan intertekstualitas. Data dianalisis melalui interpretasi kritis dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi perdebatan konseptual dan kecenderungan metodologis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komputasional dalam kajian sastra mampu memperluas skala eksplorasi teks, tetapi juga berisiko mereduksi makna sastra menjadi abstraksi statistik dan mereproduksi bias representasi apabila tidak disertai refleksi kritis. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini mengajukan model analitik kritis berlapis yang mengintegrasikan eksplorasi komputasional, interpretasi hermeneutik, dan refleksi kritis. Kerangka ini kemudian dikontekstualisasikan dalam kajian sastra Indonesia yang bercirikan multibahasa, praktik sastra digital, dan keragaman tradisi budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sastra kontemporer melalui kerangka integratif yang menghubungkan skala, interpretasi, dan relasi kuasa di era digital.
Kearifan pada Lingkungan Hidup dalam Novel-Novel Karya Andrea Hirata (Tinjauan Strukturalisme Genetik) Andri Wicaksono
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v5i1.346

Abstract

Hasil cipta sastra akan selalu berbicara tentang manusia dengan segala permasalahan hidupnya, baik hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya maupun manusia dengan penciptanya. Melalui karya sastra, nilai-nilai moral dalam kehidupan meresap menjadi pengetahuan tidak sadar pembaca, menjadi buah pikiran, dan emosi pembaca.Emosi pada kelanjutannya melahirkan tindakan; tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan membentuk karakter. Dalam kajian ini akan difokuskan pada hubungan manusia dengan lingkungan/alam yang secara spesifik termasuk dalam ajaran nilai dan pendidikan karakter. Yang dikaji sebagai subjek penelitian ini adalah novel-novel karya Andrea Hirata, di antaranya Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Padang Bulan. Metode penelitian yangdigunakan adalah deskriptif interpretif dengan tinjauan strukturalisme genetik. Unsur nilai dalam hubungan manusia dengan alam meliputi pemanfaatan sumber daya alam, peduli lingkungan, serta menjaga dan melestarikan alam. Karya sastra dan sosiologi tidak hanya menghubungkan manusia dengan lingkungan sosial budaya, tetapi juga dengan alam. Alam Belitong yang indah dengan segala bentuk tipikalnya, ciri dan karakter kedaerahan, warna lokalitas serta kearifan dalam mencintai pesona juga kenestapaannya.
Pengembangan Alat Peraga Wayang Berdasarkan Cerita Radin Jambat sebagai Media Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar Rizki Saputra; Andri Wicaksono; Yulita Dwi Lestari
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Pedagogia
Publisher : Program Studi PGSD, Jurusan Ilmu Pendidikan, STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/hp0grb16

Abstract

This study aims to develop, test the feasibility, and assess the responses of students and educators toward a wayang puppet prop based on the Radin Jambat story as a medium for literary appreciation education in elementary schools. This study employs the ADDIE model with five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The wayang puppet prop was validated by subject matter experts and media experts, and the revised version was tested to assess the responses of educators and students. The average validation score from subject matter experts was 85%, and the average validation score from media experts was 93%. Based on these scores from both expert validators, the wayang puppet prop was categorized as “highly feasible.” The response from educators had an average score of 96%, while the response from the small test group of students had an average score of 91%, and the large test group had an average score of 93%. Therefore, the results of the puppet teaching aid development in this study were categorized as “very interesting.” The development of the wayang puppet prop based on the Radin Jambat story as a medium for literary appreciation in elementary schools using the Research and Development (R&D) method leads to the conclusion that the use of the wayang puppet prop in literary appreciation learning is highly suitable and effective as a medium for Indonesian language education.
Co-Authors Abadi, Richa Widiya Abda Abda Adenan Damiri Aksendro Maximilian, Aksendro Alfiawati, Riska Ambyah Harjanto Ambyah Harjanto, Ambyah Anatri Desstya Anies Mafulla Camelia Parameswara Dalman Dalman Dalman, Dalman Damiri, Adenan Damiri, Dharlinda Suri Dany Ardhian Dari, Indah Wulan Destia Herlisya, Destia Dwi Rahmawati DWI RAHMAWATI Efendi, Jodi Sofyan Elvadola, Connyta Erma Yulistiani Febriyanti febriyanti febriyanti Febriyantina Istiara Fransisca S.O. Dedi GALUH DWI AJENG Ginarso, Adi Giona, Nur Aida Hakiky, Nur Hastuti Hastuti Hendra Saputra Hendra Saputra Herlisya, Destia Ida, Tri Lestari Indah Wulan Dari Irfan Bayu Saputra Jaya, Wayan Satria Jodi Sofyan Efendi Lusi Purnama Sari M. Yanuardi Zain Mafulla, Anies Manalu, Okta Lusiana Mareyke Jessy Tanod Mislamuddin Mislamuddin Mislamuddin, Mislamuddin Muhammad Iqbal Rasyid Mujtaba, Sultan Tirta Ningsih, Komang Sri Rahayu Novi Yani Nur Aida Giona Parameswara, Camelia Park Jin Ryeo Rahmaninda, Tsabita Alya Ridwan Ridwan Riska Alfiawati Rizki Saputra Rubingah, Nurur Rukiyah, Siti Ryeo, Park Jin Safitri, Annisa Sahala Aulia Siregar salamah salamah salamah salamah Sari, Lusi Purnama Setri Ayu Soleha Sri Wahyuni Sri Wahyuningsih Suhardi Suhardi Suhardi Suhardi Supriyono Supriyono Supriyono Supriyono Surastina, Surastina Tommy Hastomo Tri Lestari Ida Tri Riya Anggraini, Tri Riya Tsabita Alya Rahmaninda Tsabita Alya Rahmaninda Wati, Kadek Dwi Irna Yani, Novi Yulia Maftuhah Hidayati Yulistiani, Erma Yulita Dwi Lestari Zain, M. Yanuardi