Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Transformasi Seni Tari Tradisional dalam Konteks Modern: Studi Analisis Bentuk, Fungsi, dan Representasi Budaya Citrawati, AAIA; Nurmalena, Nurmalena; Oktavianus, Oktavianus; Hardi, Hardi
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sv2a1w10

Abstract

Artikel ini menganalisis transformasi seni tari tradisional Indonesia dalam konteks modern melalui empat dimensi utama: perubahan bentuk penyajian, pergeseran fungsi, reinterpretasi nilai budaya, dan representasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interpretatif dengan memanfaatkan studi literatur, analisis dokumen, serta observasi terhadap representasi tari di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi bentuk terjadi melalui pemadatan struktur gerak, modifikasi pola lantai, inovasi kostum, serta hibriditas musik yang memungkinkan tari tradisional tampil komunikatif di ruang pertunjukan kontemporer maupun digital. Fungsi tari mengalami ekspansi dari ranah ritual dan adat menuju hiburan, edukasi, pariwisata, industri kreatif, dan diplomasi budaya, tanpa menghilangkan fungsi asalnya. Selain itu, nilai budaya ditafsir ulang oleh generasi modern melalui narasi personal, sosial, dan global yang menjadikan tradisi relevan dengan pengalaman kekinian. Representasi digital melalui platform seperti YouTube dan TikTok menghadirkan estetika baru yang dipengaruhi logika algoritmik, namun sekaligus memperluas akses, revitalisasi, dan partisipasi publik. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa transformasi tari tradisional tidak menandakan melemahnya tradisi, tetapi merupakan mekanisme adaptif yang memastikan keberlanjutan budaya. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman multidimensional mengenai dinamika tradisi dalam ekosistem sosial dan teknologi modern.
Sepi: Karya Tari Dramatik yang Menggambarkan Dampak Negatif Pergaulan Bebas pada Remaja Rahmah, Jaennetha Fathiatur; Oktavianus, Oktavianus
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.6237

Abstract

Fenomena pergaulan bebas pada remaja menjadi salah satu masalah sosial yang terus meningkat seiring perkembangan zaman. Pergaulan bebas yang mencakup perilaku menyimpang seperti merokok, mabuk, konsumsi narkoba, hingga seks bebas berdampak negatif terhadap psikologis remaja, termasuk timbulnya rasa kesepian, keterasingan, dan penurunan harga diri. Karya tari Sepi diciptakan sebagai refleksi artistik terhadap fenomena tersebut, khususnya menyoroti bagaimana rasa kesepian mendorong remaja terjerumus dalam lingkungan negatif, dan bagaimana kesadaran diri dapat membawa mereka keluar. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Alma M. Hawkins yang terdiri atas observasi lapangan, eksplorasi, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Karya ini ditarikan oleh delapan penari perempuan dengan tipe dramatik dan iringan musik techno live. Pertunjukan dibagi dalam tiga bagian utama: kesepian, keterjerumusan dalam pergaulan bebas, dan proses katarsis untuk keluar dari jeratan sosial. Unsur gerak, properti, tata cahaya, musik, rias, dan busana dirancang untuk mendukung suasana emosional yang ingin disampaikan. Hasilnya menunjukkan bahwa karya tari dapat menjadi media edukasi dan kritik sosial yang efektif. Sepi tidak hanya menyajikan estetika gerak, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang pentingnya memilih lingkungan sosial yang sehat dan menghindari pergaulan bebas. 
SUGGESTIVE SPEECH ACTS USED FOR HYPNOTHERAPY OF ANXIETY DISORDER CASES Oktavianus, Oktavianus; Santi, Sisca Oktri; Usman, Fajri
LINGUA LITERA : journal of english linguistics and literature Vol 10 No 2 (2025): Vol 10 No 2 (2025): Lingua Litera: journal of English Linguistics and Literature
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55345/stba1.v10i2.113

Abstract

This study examines speech acts of suggestive language in individuals experiencing anxiety disorders within hypnotherapy practice. The research investigates the types of speech acts used during hypnosis sessions with a client experiencing anxiety. This study employs a qualitative descriptive approach, grounded in speech act theory by Austin (1962), Searle (1969), and Wijana (1996). Data were collected using the observation method. We presented he findings informally, explaining the results in the author's own words.We obtained from a single hypnotherapy session involving a client with anxiety. The results indicate six types of suggestive language used in hypnosis: suggestions, commands, prohibitions, statements, expressions of praise, and questions. Suggestive language, in the form of questions, encourages reflection and internal decision-making in the Client, without issuing direct commands, in accordance with direct and indirect non-literal speech acts. Suggestive language in the form of questions highlights a linguistic gap between conventional theory and hypnotherapy practice, opening new avenues for development in pragmatics and applied linguistics, particularly in therapeutic communication.