Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan Modul Ajar Kurikulum Merdeka SMAN 3 Sidoarjo: Studi Pendahuluan Kebutuhan Widarti, Hayuni Retno; Habiddin, Habiddin; Parlan, Parlan; Setiawan, Nur Candra Eka; Rokhim, Deni Ainur; Maharani, Richa Nan; Pratiwi, Juwita Karina; Peni, Ristiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v3i1.2952

Abstract

Salah satu kebijakan yang menjadi perubahan dari Kurikulum 13 ke dalam Kurikulum Merdeka diantara lain adalah perangkat pembelajaran berupa RPP yang berubah menjadi Modul Ajar. Pengembangan potensi dan pelatihan perlu dilakukan terlebih lagi banyak pendidik yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yaitu modul ajar terutama dalam pembelajaran berdiferensiasi. Studi pendahuluan dilakukan untuk menganalisis kebutuhan terkait kesulitan mitra. Adapun alat ukur atau indikator yang digunakan untuk mengukur kebutuhan mitra dengan menggunakan angket. Berdasarkan data angket kepada mitra 91,43% responden mampu menjelaskan pengetahuan mengenai modul ajar. Pemahaman guru mengenai modul ajar didukung hasil survey bahwa semua guru mampu membedakan perangkat pembelajaran yang digunakan di kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka.Tingginya presentase pemahaman modul ajar didukung dengan 91,43% responden sudah mencoba membuat modul ajar berdiferensiasi. Namun ditemukan 77,14% responden mengalami kendala ketika menyusun modul ajar berdiferensiasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas pembuatan modul ajar sebagai perangkat pembelajaran di SMAN 3 Sidoarjo belum optimal. Sosialisasi dan Pelatihan terkait modul ajar sebagai perangkat pembelajaran di era kurikulum merdeka perlu dilaksanakan sebagai solusi belum optimalnya pembuatan modul ajar sebagai perangkat pembelajaran terkhusus menekankan aspek pembelajaran berdiferensiasi. One of the policies to change Curriculum 13 to the Independent Curriculum is that the RPP learning tools become Teaching Modules. Potential development and training need to be carried out because many educators have difficulty developing teaching module learning tools, especially differentiated learning. A preliminary study was carried out to analyze the partners' difficulties needs. The measuring tools or indicators used to measure partner needs use questionnaires. Based on questionnaire data, 91.43% of respondents were able to explain their knowledge regarding teaching modules. Teachers' understanding of teaching modules is supported by survey results. All teachers are able to differentiate learning tools from the 2013 curriculum and the independent curriculum. The high percentage of understanding of teaching modules is supported by 91.43% of respondents who have tried to create differentiated teaching modules. However, 77.14% of respondents experienced problems preparing differentiated teaching modules. Based on the analysis and discussion, the creation of teaching modules for learning tools at SMAN 3 Sidoarjo is not optimal. Socialization and training of teaching modules for learning devices in the era of the independent curriculum need to be implemented as a solution to the lack of optimal creation of teaching modules for learning devices specifically emphasizing differentiated learning aspects.
EVALUASI PENEMPATAN APAR PADA GUDANG MATERIAL KETINTANG DI PT.X SURABAYA Prastya, Deny Nurcahyo Hari; Martiana, Tri; Parlan, Parlan
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.16375

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Gudang Material Ketintang PT.X Surabaya, bertujuan mengoptimalkan sistem proteksi kebakaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional, studi dilakukan Agustus-September 2024, melibatkan observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Penelitian mengacu pada Permenakertrans No.04/MEN/1980, Kepmenaker No.186/MEN/1999, dan NFPA-10 edisi 2022. Temuan utama mengungkap ketidaksesuaian signifikan: jumlah APAR tidak memadai, peletakan tidak sesuai standar, dan penandaan tidak lengkap. Analisis risiko menunjukkan potensi bahaya serius akibat kekurangan ini, termasuk keterlambatan respons dan kesulitan akses saat darurat. Perhitungan berdasarkan luas area dan standar yang berlaku merekomendasikan penambahan 8 unit APAR, mencapai total 17 unit. Rekomendasi mencakup penataan ulang distribusi APAR, penyesuaian ketinggian pemasangan, dan penambahan penanda yang jelas. Implementasi rekomendasi ini penting untuk meningkatkan efektivitas sistem proteksi kebakaran. Kesimpulannya, perbaikan manajemen APAR di gudang sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan kerja dan perlindungan aset.Kata Kunci:  APAR, Gudang Material, Kebakaran, Penataan
IMPLEMENTASI KONSTRUKSI PENDEKATAN STEM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA Zulfa, Nadiyah; Parlan, Parlan; Sulistina, Oktavia; Putri, Revita; Martina, Erintri; Yuwana, Mutia
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ujced.v14n1.p56-65

Abstract

Penulisan artikel ini ditujukan untuk mendeskripsikan konsep STEM dan implementasi pendekatan STEM pada pembelajaran kimia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dan analisis konten untuk mengkaji pendekatan STEM di tingkat Madrasah Aliyah/SMA. Data diperoleh dari berbagai sumber cetak dan elektronik, seperti buku, jurnal, dan laporan penelitian. Analisis konten dari 62 artikel diperoleh 20 artikel yang digunakan untuk memahami teori dan konsep secara mendalam. Berdasarkan beberapa sumber literatur yang telah dianalisis, implementasi pendekatan STEM sudah banyak diterapkan dalam pembelajaran. Penggabungan pendekatan STEM dengan model pembelajaran dan pembentukan pola pikir siswa menjadi yang paling menarik untuk dianalisis. Dari berbagai sumber tersebut pendekatan STEM terpadu dengan dengan model pembelajaran inquiry berdasarkan pendekatan design thinking yang paling cocok digunakan pada pembelajaran kimia.
Optimalisasi Pemahaman Asesmen Autentik Berorientasi HOTS Bagi MGMP Kimia Kabupaten Lumajang: - Sutrisno Sutrisno; Parlan Parlan; Husni Wahyu Wijaya; Safwatun Nida; Nur Candra Eka Setiawan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2338

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru Kimia di MGMP Kabupaten Lumajang dalam menerapkan asesmen autentik yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Asesmen autentik berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis siswa, yang sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia. Namun, penerapan asesmen berbasis HOTS masih terkendala oleh keterbatasan pemahaman dan praktik di lapangan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan deseminasi produk asesmen yang dikembangkan dalam program ini, para guru dilatih untuk merancang instrumen penilaian yang lebih efektif dan sesuai dengan konteks lokal. Mitra kegiatan ini terdiri dari SMA, SMK dan MA yang berjumlah 23 sekolahan yang terdiri dari 28 guru Kimia di Kabupaten Lumajang. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi konsep asesmen autentik, pelatihan penyusunan soal HOTS, serta pendampingan implementasi asesmen di kelas. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan menggunakan instrumen penilaian yang relevan dengan HOTS. Rata-rata pemahaman guru-guru terhadap merancang dan menggunakan instrumen penilaian yang relevan dengan HOTS adalah sebesar 75,9%. Selain itu, produk asesmen yang dihasilkan dapat diadaptasi dan diterapkan oleh guru untuk mendukung proses pembelajaran kimia yang lebih mendalam dan bermakna. Dengan adanya kolaborasi di antara anggota MGMP, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pendidikan kimia di Kabupaten Lumajang. Optimizing Understanding of HOTS-Oriented Authentic Assessment for Chemistry MGMP of Lumajang Regency This community service initiative aims to enhance the understanding and skills of Chemistry teachers in the MGMP of Lumajang Regency in implementing authentic assessments oriented toward Higher-Order Thinking Skills (HOTS). Authentic assessments play a critical role in fostering students' critical, creative, and analytical thinking—key competencies in chemistry learning. However, the application of HOTS-based assessments is often hindered by limited understanding and practical experience. Through a comprehensive program of training, mentoring, and dissemination of assessment products, teachers are equipped to design more effective and contextually appropriate assessment instruments. The program involved 28 Chemistry teachers from 23 high schools, vocational schools (SMK), and Islamic high schools (MA) across Lumajang Regency. Activities included the socialization of authentic assessment concepts, training on developing HOTS-oriented questions, and mentoring in implementing these assessments in classrooms. The results demonstrate a significant improvement in teachers’ understanding and ability to create and apply HOTS-relevant assessment instruments. The average understanding of teachers regarding designing and using assessment instruments relevant to HOTS is 75.9%. Furthermore, the assessment tools developed during the program can be adapted and utilized by teachers to promote deeper and more meaningful chemistry learning experiences. Through collaboration among MGMP members, this initiative is expected to serve as a foundation for sustainable efforts to enhance the quality of chemistry education in Lumajang Regency.  
Optimization of Maltodextrin Production from Pineapple Stem Waste Using Response Surface Methodology Parlan, Parlan; Nurhadi, Bambang
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n1.10

Abstract

The enzymatic hydrolysis of starch from pineapple stem waste for maltodextrin production was successfully optimized using Response Surface Methodology (RSM). The study identified enzyme concentration and hydrolysis time as critical factors significantly influencing reducing sugar concentration and DE values. Under the optimal conditions (16 µL enzyme/30 gram of dry starch and 30 minutes hydrolysis time), the model predicted a reducing sugar concentration of 13.9%. However, the experimental validation produced an actual yield of 13.21%. The model RSM demonstrated a reliability level of 95.05% (moderately accurate), with deviations primarily due to experimental variability and model limitations. ANOVA analysis confirmed the model's validity with an R² value of 0.9873, while residual analyses supported its adequacy and predictive accuracy. The 3D surface response analysis highlighted the critical thresholds for optimizing reducing sugar production. This study provides a sustainable solution for valorizing pineapple stem waste into industrially valuable maltodextrin, supporting environmental conservation and the circular economy. Further studies are recommended to investigate the impact of enzyme characteristics, substrate pretreatment methods, and large-scale process validation to enhance the efficiency and commercial viability of maltodextrin production from pineapple stem waste.
Development and Implementation of Students' Scientific Argumentation Skills Test in Acid-Base Chemistry Parlan, Parlan; Latifah, Umi; Muntholib, Muntholib
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 5 No 2 (2020): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v5i2.6388

Abstract

This study aimed to develop and validate Scientific Argumentation Skills Test (SAST) and investigate the 11th-grade students' performance in scientific argumentation skills on acid-base chemistry. The research design used was research and development, followed by descriptive research. Research and development were carried out to obtain an instrument of SAST, and descriptive research was used to describe students' argumentation skills in acid-base chemistry. Participants in this study were 328 11th-grade students of state high schools in East Java, Indonesia. The research and development of SAST consisted of five steps, namely literature review, items development, expert judgment, pilot project, and finalization of instruments. Expert judgment involved three chemistry education experts, while the pilot project involved 151 students, and the identification of students' scientific argumentation skills involved 177 students. Data about expert assessments, student responses to the pilot project, and student answers to the application of SAST were analyzed descriptively. The SAST produced in the research and development steps consisted of parts A (10 items) and part B (7 items), with Cronbach's alpha reliability coefficients of 0.888 and 0.758. The students' performance in scientific argumentation skills showed that the average score of students' performance to determine the argument's components was 80.53% (excellent category). The average score of students' performance to write an argument was 55.42% (moderate category). The implication of the study that the students' scientific argumentation skills must be explicitly trained in learning.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MELALUI TUGAS PROYEK BERBANTUAN WEBSITE DI SDN GEGUNUNG KULON, KAB. REMBANG -, Parlan -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v1i1.180

Abstract

Abstrakujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran, mengetahui peningkatan prestasi siswa, dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran PKn melalui tugas proyek berbantuan website. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 Siklus dengan subjek siswa kelas IV SD Negeri Gegunung Kulon, Kabupaten Rembang, semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif komparatif, membandingkan proses dan hasil belajar antara praSiklus, Siklus I dan Siklus II. Hasil penelitian yang dilaksanakan 2 Siklus menunjukkan peningkatan aktivitas siswa sampai 86 persen baik. Hasil belajar siswa juga meningkat ditandai Siklus I nilai rata-rata kelas 67,86 dan ketuntasan mencapai 57 persen. Siklus II nilai rata-rata kelas 78,57 dan ketuntasan 86 persen. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat dalam mengikuti pembelajaran serta ada perubahan perilaku siswa untuk mengikuti pembelajaran PKn melalui tugas proyek berbantuan website yang semula pasif menjadi lebih aktif. Semua siswa berminat dalam melaksakanan tugas dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan dalam menjelajah website atau internet. AbstractThe objective of this research was to describe learning process, to know how students’ learning achievement improve, and to describe the change of student behavior on civics learning through website-assisted project task. The research was done through two cycles, with grade IV students in SD Negeri Gegunung Kulon throughout the second semester of school year 2014/2015 as the subject. Research data analysis was done using descriptive comparative method, comparing the learning process and result between pra-cycle, first cycle and second cycle. The result showed positive increase of students’ activities as much as 86 percent. The improvement of students’ learning achievement in cycle I could be seen by the class average grade of 67,86 and mastery learning of 57 percent, while in cycle II the class average grade was 78,57 and mastery learning of 86 percent. The conclusion was that students’ learning activities and achievement improved and there was also a changing in students’ behavior in learning civics through website-assisted project task, from passive learning to active learning. Every student showed interest in doing the project and gaining enjoyable experience browsing the internet.
Draft Analisis Postur Kerja dengan Menggunakan Metode RULA dan ROSA pada Karyawan Bagian Administrasi PT PLN (Persero) UID Jatim Gozali, Ade Justiawan; Martiana, Tri; Parlan, Parlan
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.151-164.2024

Abstract

Pekerjaan perkantoran memiliki risiko ergonomi yang tinggi dan dampak tersebut tidak terlihat langsung seperti layaknya kecelakaan kerja namun hal ini lah yang mendasari perusahaan untuk menghiraukan risiko ini dengan beralasan perubahan stasiun kerja membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu penelitian dilakukan bertujuan untuk menilai postur kerja karyawan administrasi pada kantor PT PLN (Persero) UID Jawa Timur dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif observasional dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara langsung yang terstruktur, serta data sekunder dari telaah dokumen. Jumlah sampel sebanyak 7 responden penilaian dengan metode RULA dan 2 responden dengan metode ROSA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 3 dari 7 (42,8%) dengan penilaian RULA memiliki risiko sedang cedera yang diakibatkan posisi tubuh yang salah saat melakukan pekerjaan terutama pada posisi leher, bahu, punggung dan anggota tubuh lainnya pada bagian atas terdampak work-related musculoskeletal disorders. Sedangkan penilaian dengan metode RULA menujukkan hasil 2 responden (100%) memiliki risiko tinggi cedera yang diakibatkan oleh pengaturan tempat kerja duduk pada area kantor. terdampak work-related musculoskeletal disorders. Berdasarkan hasil penelitian rekomendasi jangka pendek yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu membuat media promosi dan mensosialisasikan kepada karyawan terkait ergonomi kantor, mengagendakan senam bersama setiap minggunya dan melakukan toolbox meeting per tim saat pagi hari dengan diikuti pemanasan bersama sebelum memulai pekerjaan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menilai postur kerja karyawan administrasi pada kantor PT PLN (Persero) UID Jawa Timur dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif observasional dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara langsung yang terstruktur, serta data sekunder dari telaah dokumen. Jumlah sampel yang dilakukan analisis sebanyak 7 responden terhadap penilaian dengan metode RULA dan 2 responden dengan metode ROSA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 3 dari 7 responden atau sebesar 42,8% dengan penilaian RULA memiliki risiko tinggi terdampak work-related musculoskeletal disorders. Sedangkan penilaian dengan metode RULA menujukkan hasil bawah 2 responden atau sebesar 100% responden memiliki risiko tinggi terdampak work-related musculoskeletal disorders. Berdasarkan hasil dari penelitian ini penulis memberikan rekomendasi yang dalam jangka pendek dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu, membuat media promosi dan mensosialisasikan kepada karyawan terkait ergonomi kantor, mengagendakan senam bersama setiap minggunya dan melakukan toolbox meeting per tim saat pagi hari dengan diikuti pemanasan bersama sebelum memulai pekerjaan.
Validitas Buku Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Metakognitif Mahasiswa Hidayah, Rusly; Fajaroh, Fauziatul; Parlan, Parlan; Dasna, I Wayan; Nendi, Ikhsan
Journal of Business Social and Technology Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jbt.v4i2.163

Abstract

Berpikir kreatif dan metakognitif termasuk dalam ranah berpikir tingkat tinggi yang melibatkan kontrol aktif dalam proses kognitif untuk memecahkan suatu masalah. Berbagai upaya untuk meningkatkan penguasaan berpikir kreatif dan keterampilan metakognitif sangat diperlukan, salah satunya melalui penggunaan buku model pembelajaran kolaboratif berdasarkan masalah yang merangsang kemampuan berpikir kreatif dan metakognitif siswa. Riset ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) ini bertujuan untuk menguji validitas buku model pembelajaran kolaboratif berbasis masalah. Sedangkan pengumpulan data menggunakan metode angket. Pengembangan buku menggunakan model Plomp, sehingg penggunaan buku perlu divalidasi, dalam hal ini buku divalidasi oleh tiga orang ahli menggunakan V Aiken, hasil validasi menunjukkan validitas isi 0,919 oleh pakar, validitas konstruk 0,903 oleh pakar dengan kategori valid dan dapat digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan metakognitif siswa. Disarankan kepada dosen untuk menerapkan model buku pembelajaran berbasis masalah kolaboratif dan menekankan berpikir kreatif dan keterampilan metakognitif dalam proses pembelajaran.
Validity and reliability of a four-tier diagnostic test on the periodicity of the elements Parlan, Parlan; Rahmawati, Indah
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 8 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v8i3.26883

Abstract

This research aims to develop and validate a four-tier diagnostic test to identify high school students’ misconceptions on periodicity of the elements (FTDT-PE). The six-stage development models applied in this process include: (1) mapping concept;  (2) testing and interviewing; (3) defining students' unscientific ideas; (4) developing the prototype FTDT-PE; (5) validating the prototype; and (6) refining the final FTDT-PE. Two chemistry education experts validated the prototype to assess its content, language, and applicability aspects. A pilot project was conducted to assess the test's validity and reliability. The test's content validity is very high, with an average score of 81.58%. Meanwhile, the pilot project results showed that the difficulty level items are in the moderate range, while the discrimination index and distractor effectiveness are good. The reliabilities of answer (A), reason (R), and both tiers (B) are 0.824, 0.841, and 0.875, respectively, all of which are very high. Overall, the FTDT-PE is valid and reliable and is used to diagnose students' misconceptions. Its implication is that the FTDT-PE can serve as a diagnostic tool that strengthens instructional decision-making and enhances the effectiveness of chemistry learning.