p-Index From 2021 - 2026
5.491
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

RUANG PUBLIK DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH Studi Terhadap Pemilihan Walikota Bandung Tahun 2003 Caroline Paskarina
Sosiohumaniora Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i3.5559

Abstract

Desentralisasi dan demokratisasi dalam era reformasi telah mengubah proses pemilihan kepala daerah menjadi peristiwa politik yang menarik dan sulit untuk diprediksi. Dalam proses tersebut, terdapat berbagai kepentingan yang bertarung dengan menggunakan bermacam-macam strategi, termasuk melalui penggunaan bahasa dalam pertarungan wacana. Analisis terhadap pertarungan wacana dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana (discourse analysis). Indikator yang digunakan meliputi setting, agents atau participants, political actions, dan mutual knowledge (basis kognisi) yang membentuk pemaknaan dari wacana-wacana yang saling berkompetisi. Pemaknaan terhadap wacana yang muncul, baik wacana utama maupun wacana tandingan dianalisis dengan mengacu pada konteks sosial. Selanjutnya, ketersediaan ruang publik sebagai arena berlangsungnya kompetisi wacana dapat diukur dari penggunaan dimensi-dimensi kekuasaan, kapital, dan kebudayaan dalam proses produksi dan reproduksi makna dari suatu wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna masih didominasi oleh elit. Dominasi ini diindikasikan dari penggunaan argumen-argumen yang bersifat legal, normatif, dan prosedural sehingga mempersempit peluang munculnya wacana tandingan. Wacana figur alternatif sebagai wacana tandingan mengindikasikan ketidakpercayaan masyarakat terhadap elit penguasa yang dinilai tidak mampu membawa perubahan signifikan dalam praktik pemerintahan daerah. Dari ketiga dimensi yang diteliti, dimensi kapital berpotensi besar untuk memperluas ruang publik meskipun perannya dalam memunculkan wacana tandingan tidak terlepas dari kepentingan akumulasi modal sehingga perlu diimbangi dengan pengembangan kapasitas dua dimensi lainnya. Kata kunci: ruang publik, pertarungan wacana, pemilihan walikota
KOMPETISI DAN PENUNDUKAN BIROKRASI PADA REZIM KNOWLEDGE-BASED DEVELOPMENT Caroline Paskarina
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.796 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9352

Abstract

Tulisan ini ingin mengungkapkan bagaimana pembangunan sebagai praktik kekuasaan berlangsung atas dasar klaim kebenaran tertentu yang menjadi instrumen untuk mempertahankan kemapanan. Dengan menggunakan konsep kekuasaan produktif dari Foucault (2002), yang dioperasionalisasikan dengan metode analisis diskursus, akan ditunjukkan bagaimana praktik pembangunan diarahkan untuk tunduk pada rezim knowledge management. Penguasaan akan pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola berbagai informasi secara sistematis menjadi sangat strategis untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. Masuknya rezim ini dalam pembangunan menjadi dasar argumen untuk mendorong perubahan cara kerja birokrasi. Birokrasi sebagai institusi yang berwenang mengalokasikan sumber-sumber daya didisiplinkan melalui penetapan berbagai standar agar mampu mengelola data dan informasi untuk pengambilan keputusan. Penundukan birokrasi pada rezim knowledge management untuk berinovasi mengubah praktik pembangunan menjadi lebih terukur, tapi di sisi lain, juga menjebak birokrasi pada rigiditas prosedur pengelolaan pengetahuan, sehingga mengabaikan makna utama pembangunan sebagai penciptaan kesejahteraan bukan sekedar pencapaian angka.
RELASI PARTAI POLITIK DAN KONSTITUEN DI KOTA BANDUNG DAN KABUPATEN SUMEDANG Caroline Paskarina; Neneng Yani Yuningsih; Siti Witianti
Sosiohumaniora Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i3.5495

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mencari gambaran mengenai relasi partai politik dengan konstituen dalam mencari dukungan massa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang dioperasionalkan melalui metode survei pakar, di mana kuesioner disebarkan kepada responden yang dipandang memiliki pengetahuan luas dan mendalam tentang partai politik, kampanye, dan pemilihan umum maupun lokal yang berlangsung di lokasi penelitian, serta memiliki pengetahuan tentang konteks politik lokal di lokasi penelitian. Responden terdiri dari elit partai politik, akademisi, tokoh masyarakat, dan media massa lokal di kedua lokasi penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengelolaan organisasi partai politik di tingkat lokal diintervensi oleh pengurus pusat, mekanisme pertukaran masih bersifat transaksional dengan faktor uang yang paling peran, partai dan kandidat tidak terlalu melakukan pengawasan dengan ketat, partai politik saat ini lebih bersifat non ideologis, dan partai politik belum menggunakan strategi yang efektif dalam penggalangan dukungan. Agar relasi partai politik dan konstituen menjadi lebih demokratis, maka kami menyarankan pimpinan partai pusat memberikan otonomi kepada partai di tingkat lokal untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara memperkuat organisasi partai di tingkat lokal baik sumber daya manusia ataupun sumber keuangan partai.
Co-Authors Achadiat, Karina Ayu Triutami Affan Sulaeman Afifah Amaliya Pohan Alamsah D, Nandang Ari Ganjar Herdiansah Ari Ganjar Herdiansyah Arry Bainus, Arry Ary Bainus Athanasius Hendro Putra D’Fany Budhi Gunawan Budi Sutrisno Choirunisa Agustin Hutari Christina Natalia Jesica David, Aaron Kris Delvira Novasanda Chesary Putri Desi Yunita Dicky Febriansyah Rokhmat Doni Hendrik Entang Adhy Muhtar Ery Lilik Suryani Turnip Fathullah Syahrul Fikri Muhammad Gemayasa Kurnia Putra Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hayckel, Edralin Herdiansyah, Ari Ganjar Herijanto Bekti Heru Nurasa HERY WIBOWO Hidayat, Novendra Ida Widianingsih Immanuel, Glenn Kevin Iskandar Iskandar Ismail, Nurliyana Iswandi, Nurin Khairina Zalman Jesica, Christina Natalia Jonah Silas M Affan Sulaeman Manan, Firman Mudiyati Rahmatunnisa Mudiyati Rahmatunnisa Mudiyati Rahmatunnisa Mudiyati Rahmatunnisa Muhammad, Fikri Muradi - Mustabsyirotul Ummah Mustofa Nandang Alamsah D Neneng Yani Yuningsih Ningrat, Shinta Ressmy Cakra Nivada, Aryos Nizam, Nurshafiqah Yusrina Sharul Nunung Runiawati Nunung Runiawati, Nunung Nuraeni Suparman Oekan Soekotjo Abdoellah Purnama, Gita Aulia Putra, Anselmus Herosolimitanus Gafita R. Widya S Sumadinata R. Widya Setiabudi Sumadinata Rahman Mulyawan Rahmatunissa, Mudiyati Ramlan, Aini Faezah Rantau, Muhammad Ibrahim Ratnia Solihah Rina Hermawati Rina Hermawati Rina Hermawati, Rina Saifullizam, Syamin Sofea Salsa Alicia Saputra Seidi, Dembael Selly Riawanti Simon Tiranda Siti Witianti Sulaeman, Affan Sumadinata, R. Widya S Syahrul, Fathullah Syukri, Mohammad Kholis Tunggul Ganggas Danisworo Utama, Rafif Sakti Wahju Gunawan, Wahju Widya Setiabudi Woro Kandito Yusa Djuyandi Zainuddin, Nurul Syazzahirah Zulkifli Golonggom