Claim Missing Document
Check
Articles

NALISIS KESULITAN SISWA KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL Jacob, Ledya Priskila; Mataheru, Wilmintjie; Ngilawajan, Darma A
Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications Vol. 3 No. 2 (2024): Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications
Publisher : Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/amalgamasi.v3.i2.pp94-104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VIII SMP dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yang akan memberikan gambaran tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linier dua variabel. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu soal tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data yang diperoleh dari subjek menunjukan jenis-jenis kesulitan dan presentase tingkat kesulitan pada setiap jenis kesulitan, dari hasil pekerjaan muncul kesulitan yang sama ataupun berbeda. Maka disimpulkan bahwa subjek masih mengalami kesulitan pada tahap memahami soal, tahap mentransformasikan soal, dan tahap menyelesaikan soal
Analisis Perspektif Guru Matematika dalam Memanfaatkan AI pada Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Gender dan Generasi Allchresdo Latumaerissa; Wilmintjie Mataheru; Christina M. Laamena
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v7.i1.p19-29

Abstract

Perkembangan teknologi digital khususnya kecerdasan buatan (AI) memberikan pengaruh signifikan terhadap praktik pembelajaran matematika di sekolah. Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi, kualitas interaksi pembelajaran, serta memberikan dukungan pembelajaran yang lebih adaptif sesuai kebutuhan siswa. Namun keberhasilan integrasi AI tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh persepsi, pengalaman, dan kesiapan guru dalam menggunakannya. Faktor generasi dan gender juga turut berperan dalam membentuk variasi kemampuan adaptasi guru terhadap teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons guru SMA se-Kecamatan Kota Masohi terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika berdasarkan perbedaan generasi. Penelitian ini merupakan penelitian mixed metod melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yang dikelompokkan ke dalam Generasi X dan Generasi Y. Analisis dilakukan untuk menilai persepsi, sikap, pengalaman, aksesibilitas, kebutuhan pelatihan, fleksibilitas pembelajaran, serta kesesuaian AI dengan metode mengajar masing-masing subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang jelas antar generasi. Guru laki-laki generasi X dan Y menunjukkan respons positif dan mampu mengintegrasikan AI dalam pembelajaran meskipun masih terkendala jaringan dan fitur berbayar. Sebaliknya, guru perempuan generasi X cenderung kurang responsif akibat minimnya pengalaman dan pelatihan. Adapun guru perempuan generasi Y menunjukkan respons sangat positif dan proaktif, meski masih membutuhkan pelatihan lanjutan untuk optimalisasi penggunaan AI. Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya pelatihan AI yang disesuaikan dengan karakteristik gender dan generasi guru serta penguatan infrastruktur digital sekolah untuk mendukung implementasi pembelajaran matematika berbasis AI yang lebih efektif di Indonesia.
Etnomatematika kepulauan: Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika Samuel Urath; Wilmintjie Mataheru; Anderson L. Palinussa
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2026): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pyth.v15i1.8815

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung menempatkan matematika sebagai pengetahuan abstrak dan universal, sehingga sering terlepas dari konteks sosial budaya peserta didik, khususnya di wilayah kepulauan. Artikel ini bertujuan menganalisis struktur matematis yang terkandung dalam budaya masyarakat kepulauan serta merumuskan integrasinya ke dalam pembelajaran matematika yang kontekstual dan responsif budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif teoretik dengan desain Critical Narrative Review dan analisis konseptual. Penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, ERIC, dan Google Scholar terhadap publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci terkait etnomatematika, pendidikan matematika berbasis budaya, dan budaya kepulauan. Dari 136 artikel awal, melalui proses seleksi bertahap diperoleh 49 artikel yang dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan empat temuan utama: (1) budaya masyarakat kepulauan mengandung struktur matematis pada praktik navigasi laut, konstruksi perahu, artefak budaya, dan distribusi hasil laut; (2) strategi integrasi dominan berupa masalah kontekstual dan project based learning; (3) integrasi etnomatematika berdampak positif terhadap pemahaman konseptual, motivasi belajar, partisipasi, dan identitas budaya peserta didik; serta (4) implementasi masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan kompetensi guru, perangkat ajar, dan dukungan kurikulum. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual integrasi etnomatematika berbasis budaya kepulauan yang menempatkan praktik budaya maritim sebagai sumber epistemologis utama dalam pembelajaran matematika, sehingga memperkuat pendidikan matematika yang kontekstual, inklusif, dan berkeadilan epistemologis.
Co-Authors Ajawaila, Syami Allchresdo Latumaerissa Anderson L. Palinussa Anderson Leonardo Palinussa Angriyani, Tri Rizki Ayal, Carolina S Ayal, Carolina Selfisina Carolina S Ayal Christi Matitaputty Darma Andreas Ngilawajan Darma Andreas Ngilawajan, Darma Andreas Dolaitery, Demianus Adrian Dryna Anastasya Lolowang Fradi, La Ode Fritz Gerald Latumahina Haan, Meliyani Dewi Hanisa Tamalene Hataul, Lastri Santy Heni Rahim Hitalessy, Merlin Hukom, Febrilia F. Huwaa, Novalin C Huwaa, Novalin Calasin Huwae, Mersi Yospina Inuhan, Michael J Takaria Jacob, Ledya Priskila Johansz, Dovila Juliana S Molle Kalyau, Darius Komul, Marisa Kurniati, Ratnah La Moma Laamena, Christina M Labetubun, Christein Lalihatu, Franklyn Lasera, Vinita Melinda Laurens, Thereisa Lekipiou, Jen Merlinda Lekitoo, John Nandito Lepertery, Marselina E Lethulur, Nelma Dortje Lewier, Ferly Lewier, Ferly Loiulro, Rolina Madubun, Fenty Madelin Makahity, Lilian Marlin Blandy Mananggel Molle, Juliana Selvina Muhammad Samad Rumalean Naibaho, Susilawati Br Ngilamele, Amelia Ngilawajan, Darma A Ngilawayan, Darma Andreas Ngilawayan, Darma Andreas Niak, Yandry Niak, Yandry Novalin C Huwaa Omega Solaulu Pasalbessy, Chyntia Pieter Zakarias Tupamahu Ratumanan, Tanwey Gerson Rita M Luhukay Robiatul Addawiyah Rupilele, Karolina Salamor, R Salamor, Reinhard Samuel Urath Sapya, Wisye Sekewael, Clawnix A Silitonga, R H Yanti Sisilia Marcelina Taihuttu Talakua, Marlyd Taufan Talib theresia laurens, theresia Tutuhatunewa, Edith Tutuhatunewa, Edith W. Mulyana, Adinda P. Wagola, Nur Hasanah Wali, Puput Waltialan, Nengsi Wattimanela, Henry Junus Wattimena, Sharon F Widya Putri Ramadhani