Claim Missing Document
Check
Articles

Holding Time Karburasi Media Arang Tempurung Kelapa Sawit Terhadap Kekerasan Dan Kedalaman Difusi Baja St41 Wibowo, Aris; Rhohman, Fatkur; Mufarrih, Am.
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.491

Abstract

Pengerasan permukaan dibutuhkan sebagai bahan komponen komponen mesin yang mengalami kelelahan yang disebabkan keausan permukaan akibat beban yang bekerja bolak-balik. mengalami beban kerja berat, karena membutuhkan kekerasan dipermukaan tetapi didalam inti baja tetap ulet. Baja karbon rendah termasuk salah satu jenis baja yang banyak digunakan oleh industri yang memproduksi komponen-komponen mesin seperti: roda gigi, batang piston, poros, mur, baut, rangka kendaraan, ring piston dan lain-lain. Karakteristik baja karbon rendah adalah mempunyai ketangguhan dan keuletan yang tinggi, mudah dibentuk tetapi kekerasannya rendah dan sulit untuk dikeraskan. Proses pelapisan logam dengan carburizing pada baja karbon rendah bertujuan untuk menambah kandungan karbon agar bisa ditingkatkan kekerasannya. Pack carburizing adalah salah satu metode yang digunakan untuk menambah kandungan karbon didalam baja dengan menggunakan media padat. Sumber media karbon sendiri bisa didapatkan dari limbah alam yang banyak tersedia disekitar kita, seperti tempurung kelapa, tempurung kelapa sawit, dan kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Perbedaan perubahan kekerasan dan kedalaman difusi bahan baja st 41 setelah diberikan perlakuan panas degngan media donor arang tempurung kelapa sawit, dengan variasi Holding Time dengan 30, 45 dan 60 menit lama karburasi. (2) Menentukan hasil terbaik pengaruh media donor arang tempurung kelapa sawit pada proses perlakuan panas (heat treatment) menggunakan temperature 900˚C untuk mengetahui peningkatan kekerasan dan kedalaman difusi optimum baja St 41.
ANALISA PENGARUH DEPTH OF CUT DAN FEEDING TERHADAP KEBULATAN HASIL PEMBUBUTAN SILINDRIS David, Jiwan; Mufarrih, Am.; Istiqlaliyah, Hesti
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.495

Abstract

Untuk mencapai kualitas nilai yang baik suatu produk pada proses pemesinan yaitu dengan melihat tingkat kebulatan yang dilakukan pada proses pemesinan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh depth of cut terhadap kebulatan benda kerja, untuk mengetahui pengaruh feeding terhadap kebulatan benda kerja. Rancangan percobaan mengunakan desain Faktorial L9, Analisis data menggunakan ANOVA dan pengukuran kebulatan menggunakan dial indicator serta menggunakan analysis of varians (ANOVA) dengan taraf signifikan 0.05 untuk mengolah data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kebulatan terendah depth of cut 1,5 dan feeding 0,15 untuk nilai kebulatan tertinggi terdapat pada dept of cut 1,5 dan feeding 0,15. Analisa data menjelaskan bahwa dept of cut dan feeding berpengaruh terhadap kebulatan benda kerja dengan hasil Fhitung>Ftabel dan P-Value < nilai signifikan 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dept of cut dan feeding berpengaruh terhadap kebulatan benda kerja.
ANALISA KUAT ARUS SMAW DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP DISTORSI ANGULAR PADA PELAT ST 37 Anwar, Ahmad; Mufarrih, Am.
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.497

Abstract

Baja ST 37 banyak digunakan dalam kontruksi ringan, automobile body, panel dan wire product. Salah satu jenis pengelasan yang populer adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Akibat pengelasan menimbulkan distorsi sehingga diperlukan pembenahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh arus dan media pendingin terhadap distorsi angular. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dan teknik penelitian eksperimental faktorial L6 dengan replikasi 2 kali dan analisis data menggunakan Anova. Material yang digunakan adalah pelat ST 37 yang dilas menggunakan SMAW. Pelaksanaan uji distorsi angular disertai pengamatan penyimpangan selama belangsungnya siklus termal. Hasil penelitian menunjukkan P-value lebih kecil dari nilai signifikan 0.05, ini berarti arus dan media pendinginan berpengaruh terhadap distorsi angular. Kontribusi kuat arus terhadap respon distorsi angular sebesar 75.06 %, sedangkan persen kontribusi media pendinginan terhadap respon distorsi angular sebesar 22.42%. Agar diperoleh distorsi angular terendah, disarankan untuk memilih arus yang tinggi sesuai kebutuhan pengelasan dengan pertimbangan cacat las yang ditimbulkan serta memberikan pendinginan yang lambat dan stabil.
Rancang Bangun Destilator Bioetanol Model Refluk untuk Mengolah Sampah Organik Amirudin, Akhmad; Istiqlaliyah, Hesti; Mufarrih, Am.
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 3 No. 1 (2019): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-III Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v3i1.544

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemanfaatan bahan bakar yang bersifat renewable. Tercatat pada tahun 2004 produksi minyak di Indonesia lebih rendah dari pada kebutuhan konsumsinya. Bioetanol merupakan energi baru dan terbarukan yang sangat potensial untuk menggantikan bahan bakar minyak dengan daya tawar nilai oktan yang tinggi. Permasalahan dari perancangan ini adalah Bagaimana merancang alat destilator model refluk untuk mengolah sampah organik menjadi bioetanol dan bagaimana perbandingan hasil uji coba alat menggunakan filter batu alam maupun per spiral. Pada perancangan ini, metode yang digunakan adalah Target Oriented Planing dengan melakukan perancangan alat destilator moderl refluk kemudian diuji untuk mengetahui tingkat keberhasilannya. Kesimpulan dari hasil perancangan ini adalah Telah dihasilkan rancangan berupa produk mesin Destilasi Model Refluk Untuk Mengolah Sampah Organik Menjadi Bioetanol dan dari hasil perbandingan mesin, penggunaan filter dengan batu alam menghasilkan kadar alkohol paling tinggi 66 % dengan lama fermentasi 8 hari, sedangkan penggunaan filter per spiral menghasilkan kadar alkohol paling tinggi 70 % dengan lama fermentasi 12 hari.
Pelatihan Penggunaan Jangka Sorong Siswa Madrasah Aliyah Singosari AM MUFARRIH; Agus Harijono; Nanang Qosim; Gumono Gumono
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning is related to experimental and observational activities. Learning media is needed in the preliminary phase to increase students' motivation in studying science learning. The caliper is a physics measuring instrument that is widely used in the classroom. Measuring instrument is an instrument used to compare measurement parameters with a predetermined standard. Things that need to be considered in the use of measuring instruments include specifications, types and functions of measuring instruments. The use of dimensional measuring tools such as a caliper has a function to measure the length, thickness, length, inner diameter, outer diameter and depth of the workpiece. Each measuring instrument has a different accuracy and precision. MA Almaarif Singosari is one of the private schools in Malang Regency. This school has a science laboratory for practicum for its students, but the existing equipment is not sufficient to meet the number of students, so the practical experience of the students is still lacking. One of the tools needed is a caliper measuring tool. The purpose of this PKM activity is to increase students' knowledge about measurement techniques using a caliper in theory and practice directly on the learning media that has been provided. The caliper used in this PKM activity has a precision of 0.1 mm and 0.05 mm. The measurement test object is a cylindrical workpiece with dimensions that represent various types of measurements using a caliper. The stages of this PKM activity include field surveys, making measurement objects, procurement of caliper and training on the use of caliper. The results of this training activity proved to be able to increase students' knowledge and skills in using caliper quickly and accurately. So that it can support students' abilities while working or continuing to study. In addition, the school also received additional facilities in the form of calipers and measurement aids so that they could improve the quality of science learning at MA Almaarif Singosari.
Pemanfaatan Mesin Pengupas Kedelai untuk Meningkatkan Produksi UMKM Tempe AM MUFARRIH; Agus Harijono; Moh. Nasir Hariyanto; pondi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe is one of the original foods that are much favored by the people of Indonesia. Malang is famous for having many tempe-making businesses, which are spread both in the city and district of Malang. MSME Sanan Sejahtera is one of the tempe producers located in Malang Regency, precisely in Watugede Village, Singosari District. The process of producing tempeh for SMEs is still done traditionally. Although this business has been running for quite a long time, this effort cannot be separated from various problems faced. The problems faced are the production capacity of tempe which is still very small, the price of soybean raw materials tends to rise, and the marketing of tempe is still not optimal. The purpose of this community service is to help increase the production capacity of tempe and tempe sales turnover. The solution to overcome this problem is to provide a soybean peeler machine to increase production capacity and provide knowledge about marketing through social media to increase sales. The results of this community service activity are proven to be able to increase the production and sales capacity of tempe, so that the welfare of the community can increase. The implementation of this PPM is carried out with the stages of field surveys, tool making, tool installation, and training on the use and maintenance of tools.