Claim Missing Document
Check
Articles

Prokem Language in Facebook Social Media: A Sosiolinguistic Review Resnita Dewi
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.377

Abstract

The study aims to analyze the forms of prokem language in Facebook social media and their effect on the position of Indonesian. This research is a type of qualitative descriptive research. Data in the form of prokem language in Facebook social media. Data is collected with (1) observation techniques, (2) documentation, and 3) recording techniques. The results showed that the prokem language in Facebook social media has 4 forms, namely (1) basic word form, (2) abbreviation form, (3) acronym form, (4) phrase form. Prokem language has both negative and positive influences on Indonesian.
Pembentukan Adjektival Denominal Dalam Bahasa Indonesia Resnita Dewi
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : LPPM UKI Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.913 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembentukan adjektiva denominal dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang menjadi sampel bersumber dari harian Fajar, harian Kompas, novel Pintu karya Fira Basuki, novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang dikumpulkan dengan teknik catat. Sampel tersebut dipilih secara purposif atau sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adjektiva denominal dalam bahasa Indonesia menggunakan prefiks meng-, ter- ; infiks -em-; sufiks –al, -us, -ik, -i, -if, -is, -wi. Perubahan makna pada kata adjektiva denominal dengan prefiks meng- menyatakan makna ‘bersifat atau berlaku seperti’; dengan penambahan prefiks ter- menyatakan makna ‘paling’; penambahan infiks -em- menyatakan makna ‘terjadi banyak kali (menyatakan intensitas atau frekuentif)’; dengan sufiks –al menyatakan makna ‘bersifat atau bersangkutan dengan…’; dengan sufiks –us menyatakan makna ‘bersifat atau bersangkutan dengan;’ dengan sufiks –ik menyatakan makna menjadi ‘bersifat atau bersangkutan dengan’; dengan sufiks –i menyatakan makna ‘bersifat atau berasal dari’; sufiks –if menyatakan makna ‘bersifat atau bersangkutan dengan’; dengan sufiks –is menyatakan makna ‘bersifat atau bersangkutan dengan’; dengan penambahan sufiks –wi menyatakan makna ‘bersifat atau bersangkutan dengan’.
Penggunaan Deiksis Dalam Novel Habibie Dan Ainun Karya Bacharuddin Jusuf Habibie Resnita Dewi
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : LPPM UKI Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.626 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan deiksis dalam novel Habibie dan Ainun karya B.J. Habibie. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang menjadi sampel bersumber dari novel Habibie dan Ainun karya B.J. Habibie, yang dikumpulkan dengan teknik catat. Sampel tersebut dipilih secara purposif atau sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis yang digunakan dalam novel Habibie dan Ainun karya B.J. Habibie adalah (1) deiksis persona yang meliputi (a) persona pertama, yaitu persona pertama tunggal saya dan aku; persona pertama jamak kami dan kita; (b) persona kedua, yaitu persona kedua tunggal engkau, kamu, -mu, dan anda; persona kedua jamak yaitu anda sekalian; (c) persona ketiga, yaitu persona ketiga tunggal yaitu ia, dia, -nya, dan beliau; persona ketiga jamak yaitu mereka; (2) Deiksis temporal yang meliputi: pada waktu itu, pada saat itu, waktu itu, dan saat itu; (3) Deiksis ruang/tempat yang meliputi: di sana dan di sini.
Teaching English Speaking Strategies in COVID-19 Era for English Department Students at UKI Toraja Rony La'biran; Resnita Dewi
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : LPPM UKI Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.209 KB) | DOI: 10.0901/jkip.v10i1.1218

Abstract

The purpose of this study is to find out The Teaching Strategies in Learning Speaking Skill in Covid-19 era. In analyzing the data of this research, the researcher employed qualitative method to analyze data using theories from Miles and Huberman. The subjects of this study were the speaking lecturers at English Study Program of FKIP UKI Toraja. The data of this research was collected by interview. The result of the research shows that there are 4 (four) strategies in teaching English speaking in covid-19 era are Self-study Strategy, Use of YouTube application, Use of WhatsApp application, Question and Answer strategy.
Need analysis of learning local content of bahasa Toraja in elementary school students Resnita Dewi; Anastasia Baan; Roberto Salu Situru; Roni La’biran; Engel Gelong
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21940

Abstract

The native knowledge of Indonesia, including the Toraja, is slowly fading as other cultures take over. As a result, promoting learning grounded in local knowledge through Bahasa Toraja's local content is essential. Examining the prerequisites for instructors and students to understand local content in primary schools is the goal of this study. In line with that, this research aims to define the teaching standards and learn Bahasa Toraja's regional components. This is necessary to fulfill its purpose as a venue for introducing and maintaining local wisdom and to make the previously unappealing and in-demand process of learning local material engaging. This research is of the mixed method type. This mixed-method research uses a sequential explanatory approach. This research was conducted for grade IV elementary school students at SD N 1 Kepe' for the 2021/2022 school year, North Toraja. Miles and Huberman's model was used to analyze the data, consisting of three key steps: data reduction, data presentation, and findings. The study's findings indicate that to increase the quality of the local content of the Toraja language to maintain Toraja culture and local knowledge, students' and instructors' demands in learning the local content of the Toraja language must be taken into account.
Teaching Speaking Model in Student Exchange MBKM Program in Indonesian Universities Roni La'biran; Resnita Dewi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.2825

Abstract

The goal of this research is to obtain a model in teaching speaking in Students Exchange MBKM program between PBSI Universitas Pancasakti Tegal and PBSI UKI Toraja. This research applies qualitative research. Sampling of data is students and lecturer  PBSI from the University of Pancasakti Tegal, and Universitas Kristen Indonesia Toraja the research use total sampling. The instrument of this research used observation, interview, and questionnaire. In data analysis, researchers used qualitative methods. The results showed model of teaching speaking in students exchange MBKM program was Illustration, Interaction, Induction (III), Presentation, Practice, Production (PPP), and Mastery Learning. From the three models obtained based on field data, the model can be constructed into Contraction, Stimulation, Explanation, Demonstration, and Assessment.
Pengajaran Berbicara Bahasa Inggris Bagi Pemuda di Objek Wisata Marimbunna Roni La'biran; Roberto Salu Situru’; Theresyam Kabanga’; Resnita Dewi
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v3i2.27503

Abstract

Keterampilan berkomuniasi dengan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Berdasarkan pertimbangan potensi Pemuda Toraja Utara, di Tangrante sebagai daerah kawasan pariwisata, maka program ini didesain berkenaan untuk meningkatkan kompetensi SDM terutama Generasi muda desa Tikala dengan dua fokus yaitu: Kompetensi Bahasa Inggris Praktis. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini ini adalah (1) membantu kemampuan berbahasa Inggris praktis, (2) menyiapkan SDM pariwisata yang memiliki kompetensi dan wawasan kepariwisataan yang luas dan kompetensi berbahasa Inggris Praktis. Metode yang digunakan adalah role play atau praktek langsung. Indikatornya dapat dilihat dari sisi peserta, yakni melebihi dari yang direncanakan, yaitu 30 orang, namun yang hadir 49 orang. Materi sajian mencapai 90% dari target ideal yang diharapkan (80%). Daya serap mencapai di atas 60% dari target ideal. Kemampuan berbahasa yang terdiri dari ketrampilan berbicara, membaca, menulis dan menyimak mencapai 50% dari target ideal yang diharapkan.
Needs Analysis of Students on Listening Course Instruction Resnita Dewi; Anastasia Baan; Sofyan
Journal of English Education and Teaching Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.7.2.274-290

Abstract

The Listening Course is one of the mandatory courses in the Language and Literature Education Study Program in university. This course is crucial as listening is an essential language skill that is frequently used in daily life. This study examines the needs of students in learning listening at Universitas Kristen Indonesia Toraja. The study employs a mixed-method design, using survey and interview techniques on 33 students of the Indonesia Language and Literature Education Study Program in UKI Toraja who take the Listening Course. The results indicate that the students require a more engaging and innovative learning process in order to be interested and comprehend the material of the Listening Course. Therefore, the needs of students in the Listening Course instruction include improvement or revision of the learning material, learning media, learning methods, and relevant teaching materials that are suitable for current students.
Campur Kode dalam Percakapan Sehari-Hari Antara Sopir dan Penumpang di Terminal Bolu (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik) Resnita Dewi; Yustika Palimbong
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v1i2.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis campur kode dalam percakapan sehari-hari antara sopir dan penumpang di Terminal Bolu. Data bersumber dari percakapan sehari-hari antara sopir dan penumpang di Terminal Bolu Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan (1) teknik observasi, (2) teknik rekam, (3) teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis campur kode yang digunakan oleh penutur dalam percakapan sehari-hari antara sopir dan penumpang di Terminal Bolu. Ketiga jenis tersebut yaitu: (1) campur kode kedalam yang terdiri dari (33) tiga puluh tiga data, (2) campur kode keluar yang terdiri dari (2) dua data, dan (3) campur kode gabungan yang terdiri dari 1 (satu) data.
Campur Kode Pada Penyiaran Radio Pemerintah Kabupaten Frekuensi Modulasi (RPK FM) Tana Toraja Resnita Dewi; Anatasia Jultisia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v2i4.495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan campur kode pada Penyiaran Radio Pemerintah Kabupaten Frekuensi Modulasi Tana Toraja. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data dikumpul dengan (1) Teknik observasi mengamati penggunaan campur kode pada Penyiaran Radio Pemerintah Kabupaten Frekuensi Modulasi Tana Toraja, (2) Teknik rekam dimungkinkan terjadi jika bahasa masih dituturkan oleh pemiliknya, (3) teknik catat adalah teknik lanjutan yang diterapkan ketika menerapkan teknik rekam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga jenis dan empat bentuk campur kode yang digunakan oleh penutur dalam Penyiaran Radio Pemerintah Kabupaten Frekuensi Modulasi Tana Toraja yaitu jenis campur kode ke dalam (inner code maxing), jenis campur kode ke luar (auter code maxing), jenis campur kode campuran (hybrid code maxing) dan penyisipan bentuk kata, penyisipan bentuk frasa, penyisipan bentuk baster, penyisipan bentuk perulangan kata.