Claim Missing Document
Check
Articles

Ma’kombongan Based Group Investigation Learning Model In Analyzing Controversial Cases Related To The Teaching Of Civic Education Roberto Salu Situru; Trivena Trivena; Resnita Dewi; Arnold Sule
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3069

Abstract

Civic Education learning is considered boring by some students, mainly because the subject matter and delivery are presented in a one-way format. Civic Education in higher education should transition to a problem-based learning approach, making it more contextual and dynamic. Civic Education in college shouldn't be monotonous memorization; instead, it should focus on enhancing analytical and applicative thinking skills and the ability to provide input on existing phenomena or issues. Therefore, a learning model that encourages active student participation, such as the problem-based , is needed. This model aims to explore the depth of controversial issues discussed by students. The research results reveal the controversial issues and how the ma'kombongan-based group investigation process can improve students' analytical skills and reasoning abilities.
The Use of Jargon in Whatsapp Chatting by UKI Toraja Students Resnita Dewi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3261

Abstract

This research aims to describe the forms of jargon used by WhatsApp users among students at the Toraja Christian University in Indonesia. This qualitative research relies on data collected from WhatsApp users among students at Toraja Christian University. The data is gathered through (1) reading techniques and (2) note-taking techniques. The results of this research indicate that, in terms of form, the jargon used by WhatsApp users among students at Toraja Christian University consists of four forms: basic word forms, abbreviation forms, phrase forms, and acronym forms.
PEMBENTUKAN DAN PERUBAHAN MAKNA ADVERBIA DENOMINAL DALAM BAHASA INDONESIA Resnita Dewi; Paulina Pulung
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v1i1.1255

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembentukan dan perubahan makna adverbia denominl dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang menjadi sampel bersumber dari harian Fajar, harian Kompas, novel Pintu karya Fira Basuki, novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang dikumpulkan dengan teknik catat. Sampel tersebut dipilih secara purposif atau sesuai dengan kebutuhan.
STRUKTUR KALIMAT IMPERATIF DALAM POSTER COVID-19 DI MEDIA SOSIAL Rifani Palumpun; Resnita Dewi; Simon Ruruk
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v4i2.1915

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur kalimat imperatif dalam poster Covid-19 di media sosial. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah media sosial instagram. Pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada poster Covid-19 di media sosial instagram ditemukan 4 (empat) jenis kalimat imperatif, yaitu (1) kalimat imperatif biasa, (2) kalimat imperatif permintaan, (3) kalimat imperatif ajakan dan (4) kalimat imperatif suruhan serta struktur kalimat dengan pola P-S, P-O, P-K, P-O-K dan S-P-K.
PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DALAM NOVEL MATA AIR BULAN KARYA SINDHUNATA Michael Maxi Palembangan; Daud Rodi Palimbong; Resnita Dewi
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v4i1.1921

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan konjungsi koordinatif dalam novel Mata Air Bulan karya Sindhunata. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Dalam penyajian data dikumpulkan berupa kata dan kalimat yang di dalamnya terdapat konjungsi. Objek penelitian ini adalah penggunaan konjungsi dalam novel Mata Air Bulan karya Sindhunata. Sumber data yang digunakan oleh penulis dengan melihat isi novel. Hasil penelitian yang terdapat pada novel Mata Air Bulan karya Sindhunata menunjukkan bahwa penggunaan konjungsi koordinatif dalam novel Mata Air Bulan karya Sindhunata terdapat 28 (dua puluh delapan) data yang terdiri dari konjungsi koordinatif yaitu dan, serta, atau, tetapi, lalu, adalah, sedangkan.
PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK (TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK) Yemima Tiku Sopi; Resnita Dewi; Simon Ruruk
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3 No 2 (2021): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v3i2.1925

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa gaul dalam media sosial Facebook. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik baca, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 31 data bahasa gaul yang telah diperoleh dalam media sosial Facebook yaitu kata mantul, kuy, gabut, mager, bestie, mabar, LDR, kepo, gaje, sabi, ghosting, suhu, lebay, songong, rempong, selfie, guys, ashiaap, bucin, halu, gan, bar-bar, santuy, ciyus, GWS, bro, insecure, bocil, bokek, caper, dan nongki. Kata gaul yang telah ditemukan dalam media sosial facebook berperan sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan, di mana kata gaul yang digunakan penulis dapat menyatakan secara terbuka tentang segala sesuatu yang tersirat di dalam hati maupun pikiran.
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN GURU DAN SISWA KELAS VII SMPN SATAP 5 Cici Andika Salu Rante; Resnita Dewi; Herman Kendari’
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2022): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v4i1.1937

Abstract

Cici Andika Salu Rante. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan campur kode dalam percakapan guru dan siswa kelas VII SMPN Satap 5 Rantetayo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari isi percakapan guru dan siswa guru dan siswa kelas VII SMPN Satap 5 Rantetayo. Pengumpulan data mengunakan teknik rekam ini dilakukan dengan menggunakan alat/media, seperti telepeon genggam terhadap isi campur kode percakapan guru dan siswa kelas VII SMPN Satap 5 Rantetayo, dan teknik catat digunakan agar hasil data yang diperoleh lebih akurat dan terorganisasi dengan baik. Populasi dalam penelitian ini adalah isi percakapan yang diucapakan guru dan siswa pada Penggunaan Campur Kode dalam Percakapan Guru dan Siswa Kelas VII SMPN Satap 5 Rantetayo. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling.
STRUKTUR KALIMAT KOORDINASI BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL DEBU BINTANG KARYA AGNES JESSICA Agri Amelia Marchya; Simon Ruruk; Resnita Dewi
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i1.1951

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur kalimat koordinasi yang digunakan di dalam novel Debu Bintang karya Agnes Jessica. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan (1) teknik observasi, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam struktur kalimat koordinasi bahasa Indonesia yang ditemukan dalam novel Debu Bintang karya Agnes Jessica , adalah sebagai berikut: (1) Struktur S + P ( Subjek + Predikat ) (2) Struktur S+P+K ( Subjek + Predikat + Keterangan ) (3) Struktur S+P+O ( Subjek + Predikat + Objek ) (4) Struktur K+S+P ( Keterangan + Predikat + Objek ) ( 5) Struktur S+P+O+K ( Subjek + Predikat + Objek + Keterangan ), dan (6) Struktur K+S+P+O ( Keterangan + Subjek + Predikat + Objek )
KOHESI GRAMATIKAL DALAM NOVEL SERULING & BIOLA KARYA AL TANDIRASSING (KAJIAN ANALISIS WACANA) Agata Rispa; Resnita Dewi; Anastasia Baan
Mataallo : Masyarakat Peneliti Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Mataallo Mayarakat Peneliti Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/mataallo.v5i2.2344

Abstract

Pada penelitiaan ini aspek yang dianalisis yaitu kohesi gramatikal yang meliputi pengacuan (referensi) dan perangkaian (konjungsi), dalam sebuah novel yang berjudul Seruling & Biola karya Al Tandirassing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi gramatikal pengacuan (referensi) dan perangkaian (konjungsi) yang terdapat dalam novel Seruling & Biola karya Al Tandirassing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kohesi gramatikal pengacuan (referensi) dan perangkaian (konjungsi) antarkata, antarfrasa, maupun antarkalimat yang terdapat dalam novel Seruling & Biola. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik baca, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik antarkata, antarfrasa, maupun antarkalimat dalam novel Seruling & Biola karya Al Tandirassing, terdapat kohesi gramatikal yang meliputi pengacuan (referensi) pronominal persona, pengacuan demonstratif, dan pengacuan komparatif. Sedangkan perangkaian (konjungsi) meliputi konjungsi sebab-akibat, konjungsi pertentangan, konjungsi tujuan, konjungsi penambahan, konjungsi pilihan, dan konjungsi urutan..
Needs Analysis of Students in Dialectology Learning at Toraja Christian University of Indonesia Resnita Dewi; Daud Rodi Palimbong; Theresyam Kabanga; Roni La’biran
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.3980

Abstract

This research aims to analyze the needs of students at the Toraja Christian University of Indonesia in dialectology learning. The study is beneficial in providing profound insights into the needs and preferences of students in dialectology learning, assisting the university in developing a more relevant and effective dialectology course. Furthermore, by understanding the student's needs, the university can allocate learning resources more efficiently, including providing more suitable teaching materials, effective teaching methods, and improving learning facilities. This research is a mixed-methods study, combining both quantitative and qualitative analyses. Data for this study were obtained from 46 students in the Indonesian Language and Literature Education Program at Toraja Christian University of Indonesia who enrolled in the Dialectology course during the academic year 2022/2023. Data were collected through survey and interview techniques. The results of the research indicate that students' needs in dialectology learning include understanding the learning materials, effective teaching methods, required learning resources, and desired practical experiences. Students' expectations and motivations in dialectology learning vary, ranging from deepening their understanding of language and culture and learning about dialectal differences in their society to contributing to language preservation.