Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Yohana Wuri Satwika; Hermien Laksmiwati; Riza Noviana Khoirunnisa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p7-12

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan model  Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Psikologi Sosial di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Problem Based Learning digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah, termasuk di dalamnya kemampuan berfikir kritis. Melalui penerapan Problem Based Learning ini, mahasisiswa diharapkan dapat menggali dan menemukan sendiri pemecahan masalah yang dibahas dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebelum dilakukan penelitian hanya ada 66,6% mahasiswa dalam kategori œcukup kritis  sedangkan 33,30% lainnya ada dalam kategori œtidak kritis. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I dan siklus II ditemukan bahwa mahasiswa yang termasuk  dalam kategori œsangat kritis dari yang semula tidak ada  meningkat menjadi 29%  sementara itu, untuk  kategori œkritis dari yang semula tidak ada meningkat menjadi 58% mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah Psikologi Sosial jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. AbstractThe purpose of this study was to describe the application of the Problem Based Learning model in improving students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA. Problem Based Learning is used to stimulate high-level thinking in problem-oriented situations, including the ability to think critically. Through the application of Problem Based Learning, students are expected to explore and find their own problem solving discussed in the teaching and learning process in the classroom. The method used is Classroom Action Research. Before to the study there were only 66.6% of students in the "quite critical" category while the other 33.30% were in the "uncritical" category. After the study with cycle I and cycle II found that students included in the category of "very critical" from none is increase to 29% of student while for the "critical" category from none is increase  to 58% of students. Thus, it can be concluded that the problem-based learning model is able to improve students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA.
Analisis Kecemasan Ibu terhadap Pembelajaran Fisik Motorik Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19 Miftakhul Jannah; Ivania Ardiningrum; Hadiatus Sholiha; Riza Noviana Khoirunnisa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2613

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kecemasan ibu terhadap pembelajaran fisik motorik anak usia dini secara daring di masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui level kecemasan ibu terhadap pembelajaran fisik motorik anak usia dini secara daring. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia 4-5 tahun, kategori usia berkisar dari 21 – 38 tahun (rerata 29,32 tahun), mendampingi anak dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 serta tidak diwakilkan kepada siapapun. Instrumen yang dipergunakan adalah Generalised Anxiety Disorder Assessment-7 (GAD-7) versi bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan 30% ibu memiliki kecemasan pada level sedang, dan 70% memiliki kecemasan pada level tinggi. Berdasarkan hasil tersebut maka menyarankan managemen sekolah memberikan dukungan pada ibu yang berperan sebagai pengasuh dan pendidik pada pembelajaran fisik motorik dari rumah. Dukungan dapat berupa media pembelajaran fisik motorik yang mudah didapatkan dari sekitar rumah dan tahapan langkah pembelajaran yang jelas.  
Studi Kasus Dinamika Emosi Pada Anak Autis Riza Noviana Khoirunnisa; Mochammad Nursalim
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2005.208 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p108-120

Abstract

This study aimed at exploring the emotional dynamics of children with autistic. A qualitative approach with case study method was employed. Two autistic children with average autism severity in Cita Hati Bunda School and Therapy Center for autistic children Sidoarjo were recruited as participants. Data were collected from interviews, observation, and relevant documents. The Plutchiks concept of emotion components, namely stimulus event, inferred cognition, physiological arousal, feeling state, impulse to action, and overt behaviour and effect was used to invoke some psychological insight in the analysis. The study found that the dynamic of emotions that occurs in autistic children was influenced mainly by situational factors. The result suggested that autistic children need more times to perceive the contexts of stimuli. However, this study was not able to explain how these children make meanings of those stimuli.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika emosional pada anak-anak autis. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diguna-kan. Dua anak autis dengan tingkat keparahan autisme rata-rata di Cita Hati Bunda Sekolah dan Terapi Pusat autis anak Sidoarjo direkrut sebagai partisipan. Data dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan dokumen yang relevan. Konsep Plutchik tentang komponen emosi, yaitu stimulus event, inferred cogni-tion, physiological arousal, feeling state, impulse to action,  overt behaviour dan effect digunakan untuk memberikan wawasan psikologis dalam menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa meskipun ketika emosi itu bangkit anak-anak autistik ini tidak mampu mengontrolnya, namun dinamika emosi yang terjadi pada anak autistik sesungguhnya dipengaruhi terutama oleh faktor situasional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak autis perlu waktu yang lebih banyak  untuk memahami konteks rangsangan. Namun, penelitian ini tidak dapat menjelaskan bagaimana anak-anak ini memaknai berbagai rangsangan yang mereka terima.  
Pembelajaran E-Learning Perkembangan Anak di Jurusan Psikologi Riza Noviana Khoirunnisa; Damajanti Kusuma Dewi; Desi Nurwidawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.891 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p62-76

Abstract

Conventional learning method is viewed to be less effective because it poses the problems of space and time. Information Technology offers a method for more effective online learning called e-learning. This research aims to develop e-learning for the module of Child Development at Department of Psychology Universitas Negeri Surabaya. This study was a developmental research project that used the method of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This model was chosen because the stages of its development are deemed appropriate especially for the refinement and implementation of e-materials in online system which facilitates the interactions among students and between the students and lecturers. The subjects of this study were 34 undergraduate psychology students who participated in the module of Child Development. This study was conducted during four meetings. The results of this study were e-material products which were uploaded in online learning system. The e-materials have been validated by experts. A questionnaire to record students responses on the e-materials was used. The analysis on the data resulted from students responses shows that there is no significant effect of the  e-learning application in the module of Child Development on the students learning achievement. Keywords: Online learning, child development module, ADDIEAbstrak: Metode pembelajaran konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Teknologi Informasi menawarkan metode pembelajaran yang dinamakan metode e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran e-learning pada mahasiswa yang memprogrram mata kuliah Perkembangan Anak di Jurusan Psikologi. Metode penelitian menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model ini dipilih karena tahapan-tahapan pengembangannya dipandang sesuai terutama untuk penyempurnaan dan implementasi bahan ajar e-materi dalam sistem online dan fasilitas interaksi mahasiswa dengan dosen dan antar mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah Perkembangan Anak sejumlah 34 mahasiswa. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Hasil penelitian ini adalah produk e-material yang telah divalidasi oleh ahli. Kuesioner disebarkan untuk diisi oleh mahasiswa dengan tujuan untuk mengukur respon mereka atas penggunaan e-learning dan e-material. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan dari penerapan pembelajaran e-learning terhadap hasil belajar mahasiswa.
Strategi Coping Mahasiswa dalam Menghadapi Perubahan Sistem Perkuliahan di Masa Pandemi COVID-19 Nurchayati Nurchayati; Muhammad Syafiq; Riza Noviana Khoirunnisa; Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.853 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p247-266

Abstract

This study examined two things: a) challenges confronting undergraduate students as a result of an abrupt transition to online learning in response to the COVID-19 pandemic, and b) the coping techniques that they employed to tackle the challenges. Using Google Forms, interviews were conducted with 418 undergraduate students in one of universities in Surabaya. Qualitative thematic analysis of the interviews produced three findings. First, among the problems faced by the students are poorly done online classes, trouble interacting with lecturers and classmates, difficulty in accessing course resources, bad Internet connection, environmental distractions, and chaotic changes in class schedules. Second, as a result, the students suffered from increased stress and poor learning experience. Third, to survive, they employed three major coping techniques: problem-focused, emotion-focused, and appraisal-focused. This study concludes that students, lecturers, parents, and the government employ coping strategies that are both synergistic and antagonistic.  Keywords: Coping strategies, COVID-19 pandemic, online learning, studentsAbstrak: Riset ini mengkaji tantangan para mahasiswa tingkat sarjana akibat transisi mendadak ke pembelajaran dalam jariringan (daring) di masa pandemi COVID-19, dan strategi mereka dalam mengatasi tantangan itu. Data dikumpulkan melalui wawancara tertulis menggunakan Google Forms terhadap 418 mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Teknik analisis tematik yang digunakan membuahkan tiga temuan. Pertama, masalah-masalah yang dihadapi para sujbek mencakup paparan materi kuliah yang tidak memadai, sukarnya interaksi dengan dosen dan sesama mahasiswa, sukarnya akses ke bahan pembelajaran, buruknya koneksi internet, distraksi lingkungan, dan berubah-ubahnya jadwal kuliah. Kedua, akibatnya, di samping mutu pengalaman belajar para mahasiswa ini menjadi tidak optimal, mereka pun mengalami problem psikis. Ketiga, dalam beradaptasi pada sistem perkuliahan online atau dalam jaringan (daring) dengan berbagai problemnya itu, para mahasiswa menempuh beragam strategi coping yang secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga gugus utama strategi yaitu coping yang berpusat pada problem, coping yang bertumpu pada emosi, dan coping yang berbasis interpretasi. Riset ini mencapai kesimpulan bahwa teknik-teknik coping yang diterapkan oleh berbagai pemangku kepentingan (mahasiswa, dosen, orang tua, dan pemerintah) ternyata bekerja secara sinergis sekaligus antagonistik.
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir pada Masa Pandemi COVID-19 Riza Noviana Khoirunnisa; Miftakhul Jannah; Damajanti Kusuma Dewi; Satiningsih Satiningsih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.22 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p278-292

Abstract

The COVID-19 pandemic is currently affecting education bodies including universities. The negative impacts of pandemic on students academic lives cannot be underestimated primarily on the final-year undergraduate students who are working on their thesis. Various obstacles encountered by the students due to the distance learning applied by universities in responding to the pandemic can cause academic problems including procrastination. The main impact of academic procrastination on students is the delay in graduation that affects both the students future careers and the image of the university. The study aims to describe the academic procrastination of the final-year students during the COVID-19 pandemic. This was a survey research that applied saturated samples for recruiting subjects. A number of 224 final-year students were involved. Data was collected using an academic procrastination questionnaire and was analysed descriptively using a statistic program.  The results showed that the academic procrastination among the participants was in the moderate category. The residence of the participants who are working on their thesis from homes indicate the connection with academic procrastination. In contrast, gender and the entry year are not proved as the factors that affect the students academic procrastination. Keywords: Academic procrastination, COVID-19 pandemic, students Abstrak: Pandemi COVID-19 telah berdampak pada pendidikan tinggi. Dampak negatif tidak dapat diabaikan dalam kegiatan pembelajaran terlebih pada mashasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Berbagai kendala yang ditemui mahasiswa menimbulkan prokrastinasi akademik. Dampak dari prokrastinasi akade-mik adalah tertundanya kelulusan yang mempengaruhi baik masa depan mahasiswa maupun citra perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prokrastinasi akademik mahasiswa tingkat akhir dalam masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode survei yang merekrut subjek menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah subjek penelitian sebesar 224 orang. Data dikumpulkan menggunakan skala prokrastinasi akademik dan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan prokrastinasi akademik pada subjek berada pada kategori sedang. Tempat tinggal ditemukan menjadi faktor yang berkaitan dengan prokrastinasi akademik selama mengerjakan skripsi dari rumah. Namun, jenis kelamin dan tahun masuk universitas tidak terbukti sebagai faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik mahasiswa.
Profil Perceived Academic Stress pada Mahasiswa Damajanti Kusuma Dewi; Siti Ina Savira; Yohana Wuri Satwika; Riza Noviana Khoirunnisa
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.596 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v13n3.p395-403

Abstract

Abstrack :  Every human being has experienced a depressed condition commonly known as stress.  In psychology, stress is considered as a psychological symptom that afflicts all professions, including students.  This study aims to determine the profile of academic stress felt by students at the State University of Surabaya.  The research subjects in this study were students of the Faculty of Education, consisting of eight majors, totaling 487. The Perception of Academic Stress Scale (PASS) instrument from Bedewy and Gabriel (2015), was used after going through the adaptation process first.  Data were analyzed using descriptive statistics to determine the frequency of each level of perceived academic stress.  Based on the results of the analysis showed that as many as 12 students or 2% of the population were in the category of very high academic stress;  as many as 136 students or 28% of the population are in the category of high academic stress;  as many as 239 students or 49% of the population are in the category of moderate academic stress;  as many as 80 students or 16% of the population are in the category of low academic stress;  and as many as 20 students or 4% of the population are in the category of very low academic stress. Setiap manusia pernah mengalami kondisi tertekan yang biasa disebut dengan stres. Dalam psikologi, stres dianggap sebagai gejala psikologi yang menimpa pada semua profesi, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil stres akademik yang dirasakan pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, yang terdiri dari delapan jurusan, berjumlah 487. Instrumen Perception of Academic Stress Scale (PASS) dari Bedewy dan Gabriel (2015), digunakan setelah melalui proses adaptasi terlebih dahulu. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan frekuensi setiap tingkat stres akademik yang dirasakan. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 12 siswa atau 2% dari populasi berada dalam kategori stres akademik yang sangat tinggi; sebanyak 136 siswa atau  28% dari populasi berada dalam kategori stres akademik yang tinggi; sebanyak 239 siswa atau 49% dari populasi berada dalam kategori stres akademik yang dirasakan sedang; sebanyak 80 siswa atau 16% dari populasi berada dalam kategori stres akademik yang rendah; dan sebanyak 20 siswa atau 4% dari populasi berada dalam kategori stres akademik yang sangat rendah.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Yohana Wuri Satwika; Hermien Laksmiwati; Riza Noviana Khoirunnisa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.43 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p7-12

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan model  Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Psikologi Sosial di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Problem Based Learning digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah, termasuk di dalamnya kemampuan berfikir kritis. Melalui penerapan Problem Based Learning ini, mahasisiswa diharapkan dapat menggali dan menemukan sendiri pemecahan masalah yang dibahas dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebelum dilakukan penelitian hanya ada 66,6% mahasiswa dalam kategori œcukup kritis  sedangkan 33,30% lainnya ada dalam kategori œtidak kritis. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I dan siklus II ditemukan bahwa mahasiswa yang termasuk  dalam kategori œsangat kritis dari yang semula tidak ada  meningkat menjadi 29%  sementara itu, untuk  kategori œkritis dari yang semula tidak ada meningkat menjadi 58% mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah Psikologi Sosial jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. AbstractThe purpose of this study was to describe the application of the Problem Based Learning model in improving students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA. Problem Based Learning is used to stimulate high-level thinking in problem-oriented situations, including the ability to think critically. Through the application of Problem Based Learning, students are expected to explore and find their own problem solving discussed in the teaching and learning process in the classroom. The method used is Classroom Action Research. Before to the study there were only 66.6% of students in the "quite critical" category while the other 33.30% were in the "uncritical" category. After the study with cycle I and cycle II found that students included in the category of "very critical" from none is increase to 29% of student while for the "critical" category from none is increase  to 58% of students. Thus, it can be concluded that the problem-based learning model is able to improve students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA.
FUTURE MINDEDNESS PADA PERAWAT YANG BEKERJA DI LUAR NEGERI Nur Eka Maulidyah; Riza Noviana Khoirunnisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16032

Abstract

Studi fenomenologi kualitatif ini mengkaji tentang future mindedness atau orientasi masa depan para perawat yang saat ini bekerja di luar negeri di Jepang. Tujuannya yaitu ingin mengetahui gambaran serta strategi individu untuk masa depannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan empat partisipan perempuan yang saat ini sedang bekerja di Jepang. Data dianalisis dengan menggunakan Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) yang dijelaskan oleh Willig. Studi ini menemukan bahwa setiap perawat yang bekerja di Jepang sudah mempunyai gambaran masa depan mereka, yaitu ingin lulus koshiken dan memilih untuk tetap berkarir. Selain itu, partisipan juga telah memilih strategi untuk merencanakan masa depan yang diinginkan. Strategi yang digunakan oleh perawat Indonesia yang berada di Jepang adalah strategi berfokus pada masalah dimana mereka akan membuat plan untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Konsep diri, dukungan orang tua dan ekonomi merupakan faktor yang berkontribusi dalam menentukan strategi para perawat yang berada di Jepang dalam perencanaan masa depan.
Grit in College Students: Literature Review Riza Noviana Khoirunnisa; Nur Eva; Hetti Rahmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n2.p237-251

Abstract

Grit is an important aspect of student academic performance. Various studies on grit have been conducted, but no one has examined individual differences in grit among college students. The purpose of this study is to determine individual differences related to grit in college students. The method used is a literature study on research articles published in reputable international journals. A search for reputable international journals in the 2018-2022 range used the Science Direct page, with the keywords grit, individual differences, and motivation. The search returned 10 articles that matched the criteria. The article was then analyzed using a literature review. The results of the study show that individual differences have a relationship with student grit. The implication of this research is to show that accommodating various individual differences in the learning process is very much needed by students. The persistence of effort and consistency of interest which are the dimensions of grit are also influenced by individual differences. Grit has a very important role for students in achieving the goals set. Grit merupakan salah satu aspek penting dalam performa akademik mahasiswa. Beragam kajian mengenai grit telah dilakukan, namun belum ada yang menelaah mengenai perbedaan individu dalam grit di kalangan mahasiswa. Tujuan studi ini untuk mengetahui perbedaan individu yang terkait dengan grit pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur pada artikel-artikel hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi. Penelusuran jurnal internasional bereputasi pada rentang tahun 2018-2022 menggunakan laman Science Direct, dengan kata kunci grit, perbedaan individu, dan motivasi. Penelusuran menghasilkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria. Artikel kemudian dianlisis menggunakan telaah literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa perbedaan individu memiliki hubungan dengan grit pada mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa mengakomodasi berbagai perbedaan individu dalam proses pembelajaran sangat diperlukan mahasiswa. Perseverance of effort dan consistency of interest yang merupakan dimensi dari grit juga dipengaruhi oleh perbedaan individu. Grit memiliki peran yang sangat penting bagi mahasiswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Co-Authors . Budhiningthiyas A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aat Ruchiat Nugraha Aditya Rahman Ahmad Zain Sarnoto Aldha Dhamarani Alfira Tara Rachmaningtyas Amilina, Hasna Nabila Andi Ledy Permata Putri Anggi Raylian Arum Aprilia Nanda Nabilah ATIEN PURWANA PUTRI, NOVI Aulia Qurrotu Ayuni Aulia Rahmah AYNUR ROCHILLAH AYU KHOIRIYATUL AMALIYAH Ayudamayanti, Jasmine Dinda Azzahra Yulia Pinasti Azzahras Shandy Camelia Wahida Syauqi Cicilya Deristarini Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Deristarini, Cicilya DESI NURWIDAWATI Desi Nurwidawati Devi Pramisjayanti Devi Ulfa Sari Dewanto Dewanto Dewi Arum Diah Arum Sari Diah Fatma Sjoraida Dwi Melinda Wulandari Elisa Noviana Fadia Aulia Sandi Fadila, Noerma Ayu Fauzi, Rizal Ula Ananta Felisca Novitria FITRI INAYAH Gelora Wahyu Wiratama Pradhana Hadiatus Sholiha Hafidzah Rahmah Adi Setia Putri Halida, Arfin Nurma Hamidah Anzalna Rahmah HARUM KEMBANG MUSTIKA JAGAD Hermien Laksmiwati Hetti Rahmawati Hilmiyati, Fitri HILYATUL MASLAHAH Humaida, Venna Arzika Inayah, Fitri Ira Darmawanti Ira Darmawanti Ira Darmawanti IRA DARMAWANTI Ivania Ardiningrum Jatayu, Salsa Tri Jihan Falabisa Rahma KEMBANG MUSTIKA JAGAD, HARUM KHOIRIYATUL AMALIYAH, AYU Krisna Aji Triovano Laila Nur Syafitri Lailatul Mufidah Lailatus Sholihah MASLAHAH, HILYATUL Meita Santi Budiani Melani Rahmawati Miftakhul Jannah MIFTAKHUL JANNAH Mila, Najwa Athiyatul Mochamad Nursalim Mochammad Nursalim, Mochammad Mohammad Edy Nurtamam, Mohammad Edy MUFIDA MAHFUD, SITI Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda MUHAMMAD SYAFIQ Nabila Rachman Nabilla Desmasari Kustanto Nafila Ikrima NAVY TRI INDAH SARI, NAVY TRI INDAH Navylia Tirta Kencana Ningsih, Vina Oktafiana Nisyarulita Mujirohmawati NOVI ATIEN PURWANA PUTRI Nur Eka Maulidyah Nur Eva Nur Hasan Nurchayati Nurchayati Nyoman Dharma Mahendra Olievia Prabandini Mulyana, Olievia Prabandini Pinkan Pinardi Putri, Ellyana Ilsan Eka Qorina, Mayzuhra Nikma Rachman Widohardhono Raviika Widyasari Wowor Reza Asep Adi Purnomo Riya Ulfa Juniatin ROCHILLAH, AYNUR Sabrina Dwi Novanti Safitri, Adisti Dian Salsa Tri Jatayu Santosa, Rizky Putra Santosa, Tomi Apra Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satwika, Yohana Wuri Satwika, Yohana Wuri Seftilia, Tresella Frisca Sindy Elbahani Syahputri Sinta Erika Maya Sinta Khusnullia Siregar, Muhammad Sapril Siti Ina Savira Siti Ina Savira, Siti Ina Siti Jaro'ah SITI MUFIDA MAHFUD Talenta Adiyanti Putri Tongam E Panggabean Vina Oktafiana Ningsih Virga Prameswari Wahidah, Anfiyah Zahrotul Winda Hamidah Yohana Wuri Satwika Yohana Wuri Satwika Yohana Wuri Satwika Zahrotin Nisail Islamiyah ’Alimah, Chabibatul