Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SIMULASI (PBPS) PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI SMA DIAN ANDALAS PADANG Rani Widirta; Zulfa Zulfa; Kaksim Kaksim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.38523

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu karena masih ada siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran ketika guru menggunakan metode pembelajaran ceramah. kurangnya minat siswa dalam belajar sejarah. Tujuan penelitian ini adalah Untuk merancang model pembelajaran berbasis proyek simulasi  (PBPS)  pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Dian Andalas Padang, dan untuk mengetahui langkah-langkah model PBPS pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Dian Andalas Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). metode yang digunakan dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap perencanaan (design). Teknik pengumpulan data melalui  dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data melalui tahap pengumpulan data adalah editing, classifaying, vertifikasi, analzing, concluding/menarik kesimpulan. Hasil penelitian tentang rancangan model PBPS yaitu dapat disimpulkan sebagai berikut. Langkah-langkah Pembelajaran dengan model PBPS terdiri dari 6 langkah yaitu. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial. Guru memberikan pertanyan kepada siswa berupa penugasan dikaitkan dengan dunia nyata yang relevan dan bermakna untuk peserta didik, dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Kemudian guru meminta siswa untuk merencanakan  aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial. Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Guru melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Kesimpulan dari hasil penelitian ini ialah dengan rancangan model PBPS dapat diketahui peserta didik mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilanya melalui  PBPS ini meningkatkan Inovasi dan kreatifitas dengan kemapuan yang dimiliki peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMIRINCING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS SMAN 1 MUKOMUKO Fahdila Ulva; Liza Husnita; Kaksim Kaksim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37730

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sejarah khususnya pada saat diskusi kelompok sehingga didalam pembelajaran peserta didik cenderung merasakan jenuh dan tidak fokus saat pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, aktifitas dan hambatan  model pembelajaran kooperatif kancing gemerincing Dikelas XI IPS SMAN 01 Mukomuko. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penerapan  model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing pada pembelajaran sejarah kelas XI Ips di SMAN 01 Mukomuko bahwa: 1) Perencanaan yang dilakukan mempersiapkan (RPP), mempersiapkan alat dan bahan, membuat catatan pengamatan aktivitas belajar, 2) Penerapan model pembelajaran Kancing Gemerincing terlaksana oleh setiap kelompok, tetapi ada sebagian dari peserta didik yang tidak aktif pada saat diskusi. 3) Aktivitas belajar peserta didik terlaksana tetapi ada sebagian dari peserta didik yang tidak berani untuk mengemukakan pendapat karena kurangnya referensi dalam berpendapat.4) Hambatannya yaitu waktu belajar yang terbatas, sehingga kurang efektifnya pembelajaran menggunakan model kancing gemerincing.  Berdasarkan  hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan model pembelajaran kancing gemerincing belum terlaksana secara optimal dan masih terdapat hambatan-hambatan pada saat penerapan. Adapun solusi dari hambatan tersebut adalah sebelum penerapan model pembelajaran kancing gemerincing, pada pertemuan sebelumnya kelompok diskusi harus sudah terbentuk agar tidak banyak menghabiskan waktu dan tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 1 LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT Yulia Zanna; Kaksim Kaksim; Jaenam Jaenam
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.38913

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya pemahaman dan keaktifan peserta didik di saat memakai model pembelajaran konvensional membuat terhambat dikarenakan pembelajaran yang monoton. Adapun tujuan penelitian ini  digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ada dalam penelitian yaitu sebagai berikut: 1 Mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Lembah Melintang. 2 Mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penerapan Model Think Pair Share di Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Lembah Melintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif karena kegiatan dalam penelitian yaitu menggambarkan dan menginterpretasikan keadaan dalam pelaksanaannya. Hasil Penelitian ini ditemukan bahwa Model pembelajaran Think Pair Share ini membuat peserta didik lebih bersemangat dan antusias dibandingkan dengan model pembelajaran yang lainnya. Yang mana peserta didik yang sebelumnya lebih kepada bersifat individu tapi sekarang dengan adanya model Think Pair Share ini peserta didik jadi lebih banyak berbagi dan bertukar pendapat kepada teman kelompok atau pasangannya. Dari sisi kendala atau pun hambatan yang dirasakan saat menerapkan Model Pembelajaran Think Pair Share ini adalah dalam hal pembagian kelompok atau pasangan, yang mana perlu adanya waktu. Kemudian dalam mengontrol suasana kelas agar tidak adanya peserta didik yang ribut dan juga tidak menggangu proses belajar kelas lain yang lagi belajar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share ini cocok untuk diterapkan di kelas XI IPS 1 meskipun terdapat beberapa kendala yang dihadapi pada saat penerapan model ini.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS X.2 TINGKAT ULYA PONDOK PENDIDIKAN ISLAM DARUL 'ULUM PADANG Nurul Septia Parlina; Kaksim Kaksim; Jaenam Jaenam
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37435

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang mendukungnya model pembelajaran yang ada di sekolah, kurang aktif nya siswa didalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, oleh karena itulah guru menggunakan model pembelajaran yang baru, yaitu model Pembelajran STAD, supaya siswa lebih aktif, kreatif, dan Inovatif dalam belajar sejarah. Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah Merancang Pembelajaran Sejarah dengan menggunakan model pembelajaran STAD, mengetahui Langkah-langkah Penerapan Pembelajaran Sejarah dengan menggunakan model pembelajaran STAD, dan mengetahui Kendala-kendala yang di hadapi selama melaksanakan pemebelajaran STAD. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif yaitu menggambarkan, menjelaskan, memaparkan, menginterpretasikan keadaan atau fenomena dalam pelaksanaannya penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang di pakai yaitu, yang pertama pengamatan, yang kedua studi dukumentasi ,yang ketiga adalah teknik analisis data. Hasil dari penelitian yang penulis laksanakan bahwasannya pada saat proses perancangan sudah berjalan baik karena di sekolah menyediakan apa yang penulis butuhkan dalam proses pembelajaran. Pada saat pelaksanaan belum sepenuhnya berjalan dengan baik untuk penjelasan materi mereka lebih suka di jelaskan oleh guru, dibandingan berdiskusi terlebih dahulu. Kendala-kendala yang di hadapi oleh peserta didik yaitu ketika mencari pokok bahasan materi sendiri mereka mengalami kesulitan, apalagi media mereka tidak memadai, mereka dilarang menggunakan sumber dari internet. Dengan penerapan model ini tingkat keseriusan peserta didik dalam belajar lebih bagus karena mereka dilatih untuk belajar menggali potensi mereka sendiri dangan berdiskusi tersebut, terjalinlah interaksi dan kerja sama antara peserta didik maupun guru. suasana kelas terlihat lebih hidup sehingga terciptalah kelas yang lebih kondusif. 
Pembelajaran Sejarah Tipe Peer Lesson Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas XI IPS SMAN Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir Hesti Julian Masdika; Buchari Nurdin; Kaksim Kaksim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.5103

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan metode pembelajaran yang hasilnya tidak maksimal yang digunakan guru, dikelas IPS SMAN 1 Sutera dalam Pembelajaran Sejarah tujuan penelitian ini adalah 1). Mendeskripsikan rancangan pembelajaran sejarah dengan Tipe Peer Lessons 2). Menganalisis proses pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan Tipe Peer Lessons 3). Mencari kendala pembelajaran dengan Tipe Peer Lessons. Dengan metode Kualitatif pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, pemilihan informan, analisis data melalui tahap pengumpulan data adalah reduction, display, dan concluding/menarik kesimpulan
Peranan Guru Sejarah dalam Pemahaman Wawasan Kebangsaan pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 12 Sijunjung Juli Adek Klismen; Kaksim Kaksim; Meldawati Meldawati
Horizon Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.603 KB) | DOI: 10.22202/horizon.v1i4.5226

Abstract

Instilling national values in schools is one of the efforts to shape student into citizens with character, because education can prepare the youger generation to play a role in the life of the nation in the future. However, in reality, students are still found in schools who do not understand ther country and nation. Thmselves and lack discipline. Phenomena that occur in schools, are still found by students who are late for the ceremony. National insight becomes important to be delevoped, because the sense of nationality as a manifestation of a sense of love for the homeland, in turn raises our awareness of the value and value of a sense of unity and nationality. So the conclusion that the researcher can convey  is that the role of the history teache understanding national insightis very important and the history teacher can explain to students in clas XI IPS 1, and the role of the teacher is clearly visible after the researcher conducted interviews with students with a lot of knowledge about it, so the final conclusion that researchers got was that the role of history teachers was important in understanding national insight
PKM KERAJINAN INU DAN KERUPUK SAGU DASA WISMA MELATI 2 SIBERUT SELATAN KEPULAUAN MENTAWAI Alfattory Rheza Syahrul; Kaksim Kaksim; Jimi Ronald
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.466 KB) | DOI: 10.22202/rangkiang.2019.v1i2.3821

Abstract

The main issues in this service are related to sales and attractiveness and understanding related to product promotion. As well as the basis for using online applications, e-Commerce implementation requires a fundamental paradigm shift, from the original marketplace that emphasizes physical interaction between sellers and buyers into a market space that relies on electronic transactions. In a traditional marketplace, information, product / service, and payment traffic is physical (location based). In other words, the applicable business model is the geographic business model. Conversely, in a virtual marketplace, product information flow, communication processes between producers and consumers, distribution of goods / services and transactions take place in a virtual / virtual world. The purpose of this service is to improve the production process and the process of selling and utilizing resources in activities and choosing the right marketing channels as well as in the use of media so that the Jasmine 2 group in Batjoja Hamlet is one of the business actors that produce local processed products in Siberut District South. These service methods are outreach, activity assistance, attractive product packaging, online marketing management and activity evaluation. The result of this dedication is that the effort is socialized in this service through social media such as IG, and BUKALAPAK https://www.bukalapak.com/u/craftsinukerupuksagu. Brands and packaging have been designed in such a way and are expected to be increasingly recognized, the Service Team has also provided debriefing to partners in the form of "Smart Packaging" through training and outreach on suitable and appropriate packaging in attracting prospective customers, "standing poch" packaging with seals, which is more flexible and attractive in various sizes. The packaging is ready to be affixed to a complete brand sticker with the label. And many orders have arrived, especially from outside the Mentawai Islands district. Conclusion Melati 2 Group in running a business has the potential to produce value and money. Although the sales of the products produced namely inu craft and sago crackers are getting better locally but the equal distribution of sales and marketing of products is very good and many are interested, but it's just that the potential for promotion must always be done, especially for marketing outside the Island or outside the Regency so that in improving the economic partner groups in particular will increasingly step up. This is also based on information and education held by partner groups in terms of the production process and marketing selection
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MENGGUNAKAN APLIKASI POWTOON PADA MATERI UPAYA BAGSA INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA Yola Anjani; Meldawati Meldawati; Kaksim Kaksim
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.19051

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh belum maksimalnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan disekolah yaitu hanya terpaku pada media pembelajaran seperti media Lembar Kerja Siswa (LKS), media power point, dan media buku cetak. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang menarik dan inovatif sehingga bisa membantu peserta didik  dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembuatan media pembelajaran ini dibuat dengan menggunakan aplikasi powtoon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau sering di sebut Research and Development (R & D) adalah sebuah metode dalam penelitian yang menghasilkan serta menguji keefektifan dari suatu produk.  Penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evalue). Hasil dari penelitian ini yaitu, validasi ahli media diperoleh persentase 86%, ahli materi diperoleh persentase 82%, dan ahi bahasa diperoleh persentase 84% dan  memperoleh hasil akhir 84% dengan kriteria sangat valid. Media pembelajaran juga diuji kepraktisannya oleh guru dan peserta didik. Pada uji coba media pembelajaran oleh guru diperoleh persentase 88% dan peserta didik  diperoleh persentase 91% dan memperoleh hasil akhir total 90% dengan kriteria sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.
Penyuluhan Nilai-nilai Perjuangan Melalui Tugu Gerilyawan Pejuang 1945 Pada Masyarakat Koto Tangah Kota Padang kaksim kaksim; meldawati meldawati; zulfa zulfa; refni yulia
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2023.v5i1.7127

Abstract

Koto Tangah Subdistrict is the district with the largest area among other districts in the city of Padang. As the largest subdistrict, it has various potentials in terms of territory, tourism, markets, education, healthcare facilities, and others. In addition to these potentials, based on its history, Koto Tangah Subdistrict has been considered important long before it became the city center. This can be seen from the emergence of prominent figures, especially during the physical revolution era. During this period, various movements occurred to defend Indonesia's independence, and there were numerous instances of resistance from the Koto Tangah fighters in the form of guerrilla warfare. The guerrilla resistance is evident through the existence of the "Tugu Perjuangan Grilya Pejuang 1945" (Guerrilla Struggle Monument of the 1945 Fighters), located at Keluaran Lubuk Minturun, precisely at Simpang Tiga Lubuk Minturun. In this regard, it is important to provide education and outreach to the community, especially the younger generation in the Koto Tangah area, to instill a sense of nationalism in the nation's children. Therefore, it is essential to conduct education and outreach to the public about the significance of the monument as evidence of the people's struggle in Koto Tangah.
Penyuluhan Nilai-nilai Perjuangan Melalui Tugu Gerilyawan Pejuang 1945 Pada Masyarakat Koto Tangah Kota Padang kaksim kaksim; meldawati meldawati; zulfa zulfa; refni yulia
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2023.v5i1.7127

Abstract

Koto Tangah Subdistrict is the district with the largest area among other districts in the city of Padang. As the largest subdistrict, it has various potentials in terms of territory, tourism, markets, education, healthcare facilities, and others. In addition to these potentials, based on its history, Koto Tangah Subdistrict has been considered important long before it became the city center. This can be seen from the emergence of prominent figures, especially during the physical revolution era. During this period, various movements occurred to defend Indonesia's independence, and there were numerous instances of resistance from the Koto Tangah fighters in the form of guerrilla warfare. The guerrilla resistance is evident through the existence of the "Tugu Perjuangan Grilya Pejuang 1945" (Guerrilla Struggle Monument of the 1945 Fighters), located at Keluaran Lubuk Minturun, precisely at Simpang Tiga Lubuk Minturun. In this regard, it is important to provide education and outreach to the community, especially the younger generation in the Koto Tangah area, to instill a sense of nationalism in the nation's children. Therefore, it is essential to conduct education and outreach to the public about the significance of the monument as evidence of the people's struggle in Koto Tangah.
Co-Authors Abas Wismoyo Hernawan Adi Wiranata Afrinal Afrinal Afrinal, Afrinal Ahmad Nurhuda Ahmad Sibawai Alan Kurnia Jaya Albetro, Albetro Alfattory Rheza Syahrul, Alfattory Rheza Anatona Anatona Arianda Arianda Asiam Murni, Asiam Azwar Makmur Basrial Zuhri Buchari Nurdin Buchari Nurdin Buchari Nurdin Deka Putra Deri Kerei Sabaggalet Dinda Nestiya Elvawati Elvawati Emil Fevy Yandri enjelia Maratua Erlina Erlina Fahdila Ulva Faisal Yasin Faizal, Rezki Felia Siska Ferry Saputra Gea, Melvin Hariyanti Hafiz Hidayat Hayati, Nova Hengki Perdana, Hengki Herlina Herlina Hermantoni Hermantoni Hesti Julian Masdika Hidayat, Maira Inayah Az Zahra Indah, Seri Irah Sukarsih, Irah Irwan Irwan Jaenam Jaenam Jamurin, Jamurin Jarudin Jarudin Jarudin Jepmi Nopfrilian jimi ronald, jimi Juli Adek Klismen Juliandri Kurniawan Junaidi Juliandry Kurniawan Junaidi Juliandry Kurniawan Junaidi juliandry kurniawan junaidi Junaidi, Juliandry Kurniawan Kharles Kharles Livia Ersi Liza Husnita M. Ja’far Sidik, M. Ja’far Maiyana, Kiki Mami Nofrianti Manurung, Kiki Hariani Martin Kustati Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Melly Marissa, Melly Melvin Hariyanti Gea Mendi Harianto Meri Erawati Meri Erawati Metia Suciati Miko Windra Putra, Miko Windra Muhammad Soim Nelmawarni, Nelmawarni Novma Rengga Nurul Septia Parlina Parasianto Paulus Robert Tuerah Prayogi Prayogi Puja Mardhatillah Putri Amelia, Gheby Putri Permata Sari Rani Widirta Ranti nazmi Refan Defri Refni Yulia Ridho Putra Pratama Rido Awal Saputra Riska Novrianti Riska Romi Mesra Romi Purnama Rozi Novita Sari Rus Yandi Sabardi Sabardi Sari, Vanesia Sebastianus Seri Indah Silvi Seplin Dasman, Silvi Seplin Sintia Puspita Anggraini Sri Fitri Wulandari Suryani, Wulan Agitha Syamdani Syamdani Tuti Khairani Vestroica Vestroica, Vestroica Wahyu Urip Kurniawan Wahyudi Rusdianda Watna Mardia Weni Norita annggaraini Weni Yulastri Wiranata, Adi Yatim, Yenita Yeni Rahman, Yeni Yola Anjani Yulia Zanna Zafri Zafri Zuhri, Basrial Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulkhaidah, Zulkhaidah Zulkifli Aziz