Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS DESKRIPTIF KEGIATAN TERNAK AYAM KAMPUNG DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIA SIPIROK Andes Fuady Dharma Harahap; Nurmaini Ginting; Elisa Elisa; Fatma Suryani Harahap; Luky Wahyu Sipahutar; Rahmat Saleh Lubis; Nurhalimah Lubis; Intan Andini; Elia Hamonangan Duha; Martua Ismensa; Nova Sarah Anggina; Maisya Mahendra Harahap; Gerry Anggie Pratama Pane; Paradhita Aisah Bukit; Irpan Efendi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.870-880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelatihan budidaya ayam kampungdalam meningkatkan keterampilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sipirok. Pelatihan keterampilan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diberikan kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Salah satu keterampilan yang diberikan adalah pelatihan budidaya ayam kampungyang memiliki nilai ekonomi serta peluang usaha yang cukup besar.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah warga binaan yang mengikuti pelatihan budidaya ayam kampungdi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA sipirok dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase untuk menggambarkan pelaksanaan pelatihan dan tingkat keterampilan warga binaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan budidaya ayam kampungtelah dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan warga binaan. Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka mampu beternak ayam kampung dengan lebih baik serta dapat menghasilkan ayam kampung berkualitas setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan ketelitian, kerapian, serta kepercayaan diri warga binaan dalam beternak ayam kampung.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan budidaya ayam kampungmemiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sipirok. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk bekerja atau berwirausaha setelah mereka kembali ke masyarakat
PERAN PELATIHAN PEMBUATAN MEBEL KAYU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB PADANGSIDIMPUAN Elisa Elisa; Nurmaini Ginting; Andes Fuady Dharma Harahap; Fatma Suryani Harahap; Elsiana Elsiana; Yunus Harahap; Fiska Halawa; Yessika A. Simbolon; Ayu Zai; Rifki Abror; Ibrahim Ibrahim; Saddam Husein
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.699-709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelatihan pembuatan mebel kayu dalam meningkatkan keterampilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan. Pelatihan keterampilan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diberikan kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Salah satu keterampilan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan mebel kayu yang memiliki nilai ekonomi serta peluang usaha yang cukup besar.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah warga binaan yang mengikuti pelatihan pembuatan mebel kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase untuk menggambarkan pelaksanaan pelatihan dan tingkat keterampilan warga binaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan mebel kayu telah dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan warga binaan. Sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka mampu menggunakan alat pertukangan dengan lebih baik serta mampu membuat produk mebel sederhana setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan ketelitian, kerapian, serta kepercayaan diri warga binaan dalam menghasilkan produk mebel.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan mebel kayu memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk bekerja atau berwirausaha setelah mereka kembali ke masyarakat
Transformasi Pembelajaran Fisika: Pengaruh Media Interaktif terhadap Minat Siswa di SMA Negeri 7 Padangsidimpuan Darwis Lubis; Ainun Mardiyah; Elisa Elisa
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 1 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i1.92-97

Abstract

Studi ini berfokus pada penggunaan simulasi pembelajaran interaktif PhET dan hubungannya dengan minat siswa fisik di SMA Negeri 7 Padangsidimpuan. Dua kelas terdiri dari subjek penelitian. Kelas pertama menggunakan media interaktif untuk belajar, sedangkan kelas kedua belajar fisik tanpa bantuan media. Angket yang diberikan baik sebelum maupun sesudah perawatan menunjukkan minat siswa dalam belajar. Ini memungkinkan pengamatan perubahan minat sebelum dan sesudah penggunaan media interaktif. Uji t dua sampel independen, uji statistik komparatif, digunakan untuk memeriksa skor angket yang terkumpul untuk mengevaluasi perbedaan dalam minat belajar antara kelas yang menggunakan media interaktif dan kelas yang tidak. Hasil perhitungan, yang ditunjukkan oleh nilai p-value 0,0000, menunjukkan bahwa minat belajar kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis PhET harus lebih banyak dimasukkan ke dalam pembelajaran fisik. Salah satu cara untuk meningkatkan minat dan keinginan siswa untuk belajar materi fisik adalah dengan memberikannya lebih intensif.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN TEKNIK KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 BATANG ANGKOLA Ainun Mardiyah; Darwis Lubis; Elisa Elisa; Malika Ritonga; Hesti Monica Sulastri
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 2 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i2.8-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat modul fisika berbasis komik. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di SMK Negeri 1 Batang Angkola. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan RD yang menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Modul ini masuk dalam kategori "sangat layak", menurut hasil validasi, yang memiliki skor rata-rata 87,5%. Kontennya mudah dipahami dan disusun sesuai dengan kurikulum. Sementara itu, penyajian berbasis komik dan daya tarik visual dianggap menarik dan meningkatkan pemahaman siswa. Bakat awal siswa serupa, seperti yang terlihat dari skor rata-rata pra-tes kelas eksperimen sebesar 52,4 dan kelas kontrol 51,7. Skor rata-rata pasca-tes kelas eksperimen naik menjadi 82,1 setelah pembelajaran, dibandingkan dengan skor kelas kontrol 68,4. Dengan skor N-gain rata-rata 0,63 seperti yang ditunjukkan oleh perhitungan gain, hasil belajar kelas eksperimen meningkat dan dikategorikan sebagai sedang hingga tinggi. Selain itu, kelas kontrol masuk ke dalam kategori sedang dengan skor N-gain 0,34. Menurut hasil perhitungan, penggunaan modul komik untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa lebih berhasil daripada menggunakan teknik pengajaran tradisional. Menurut survei, sebagian besar siswa mengatakan bahwa modul berbasis komik meningkatkan perhatian mereka dan membantu mereka memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. Hingga 88% siswa mengatakan bahwa penggunaan cerita dan grafik dalam presentasi membantu mereka memahami ide-ide fisika yang sebelumnya mereka anggap menantang.
ANALISIS MISKONSEPSI PADA MATERI FISIKA DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Elisa Elisa; Happy Sri Rezeki; Nurmaini Ginting; Muhammad Rusdi; Rahmat Fauzi Siregar; Masroito Masroito
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 2 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i2.1-7

Abstract

This study aims to identify subject matter that still experiences misconceptions among students. Interviews were conducted with a number of teachers from several high schools in Padangsidimpuan city, namely SMA Negeri 2, SMA Negeri 6, and SMA Negeri 7 Padangsidimpuan. The sampling technique used was random sampling. This study used a descriptive method, and the data was analyzed descriptively as well. In SMA Negeri 2 Padangsidimpuan, as many as 54.54% of students experienced misconceptions on the material of Newton's Third Law which was classified as a high category. For Thermodynamics material, the level of student misconceptions reached 31.74% with a moderate category. Misconceptions on Quantum Physics material were at 8.48% (low category), while for the Concept of Motion it was 5.24% also with a low category. In SMA Negeri 6 Padangsidimpuan, the percentage of students who experienced misconceptions on Newton's Third Law reached 58.02% (high category). Meanwhile, in Thermodynamics material, it is only 2.72% (low category), Quantum Physics is 7.52% (low category), and Motion Concept is 31.74% (medium category). Meanwhile, in SMA Negeri 7 Padangsidimpuan, students who experience misconceptions in Newton's Third Law are 50.63% (high category). For Thermodynamics material, the percentage is 31.74% (medium category), Quantum Physics is 8.48% (low category), and Motion Concept is 5.24% (low category).