Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Recive Servis, Dig, Cover dan Toss Pemain Libero dalam Pertandingan Final SEA GAMES 2019 Sujarwo, Sujarwo; Purnomo, Arif
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi recive servis, dig, cover dan toss pemain libero dalam pertandingan bola voli. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi dan match analisis pada pertandingan final bola voli putra indoor SEA GAMES 2019. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi yang dinilai oleh dua orang ahli, yaitu ahli bola voli dan ahli tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang libero tim nasional bola voli indoor Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada set pertama libero 1 berkontribusi dalam recive servis, dig, cover dan toss sebesar: 38.6%. Set kedua libero 1 berkontribusi: 26.2%. Pada set kedua libero 2 berkontribusi sebesar: 16.3%. Pada set ketiga libero 2 berkontribusi sebesar: 52.1%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kontribusi kemampuan libero sangat menentukan dalam keberhasilan tim dalam melakukan serangan maupun bertahan, baik kemampuan recive servis, dig, cover dan toss. Rekomendasi peneliti hendaknya pelatih melatih libero dengan kondisi sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kesalahan yang dilakukan libero di lapangan hendaknya diulang-ulang dibenahi dan diberikan solusi atau pembetulan baik konsep maupun teknikPurposed of this study was to determine the contribution of recive servis, dig and toss libero players in volleyball matches. The research method was used quantitative descriptive research with observation and match analysis techniques in the SEA GAMES 2019 indoor men's volleyball final match. The study’s instrument was the observation sheet assessed by two experts, namely, volleyball expert, test and measurement expert. Subjects in this study were two Indonesian national volleyball national team libero. Results showed that in the first set libero number 1 contributed to the recive service, dig and toss by: 38.6%. The second set of libero number 1 provided: 26.2%. In the second set of libero number 2 participated: 16.3%. In third set, libero number 2 contributed: 52.1%. The conclusion in this study is that the contribution of Libero's ability was crucial to the success of the team in attack and defense, both the ability to recive service, dig, cover and toss. Common researchers' recommendation should be that the trainer train libero with conditions as close as possible to the field’s actual requirements. A libero made mistakes in the area should be repeated addressed and given a solution or correction of both concepts and techniques.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KONSERVASI SOSIAL DALAM PERKULIAHAN PADA PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FIS UNNES Purnomo, Arif
Forum Ilmu Sosial Vol 42, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v42i1.9244

Abstract

This research was aimed to discuss implementation of social conservation in history study program, especially in lesson plan and teaching leraning process. This research used qualitatif method. Focus of research are lecturer, students and lesson plan in history study program. Data anayses used qualitative interactive models Miles and Huberman. Based from research, can be concuded that implementation of characters social conservation in lesson plan depend on lecturer style in teaching learning process so that there is not the same models.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 38 SEMARANG Soleha, Siti; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.29898

Abstract

This research was aimed to know the influence of mind map learning media to student’s learning outcomes on IPS subject in class VII, at SMP N38 Semarang. This research used True Eksperimental Design employing Pretest-Posttest Control Group Desain. The population of this research wasstudents of class VII in SMP N 38 Semarang with the total number of 157 students. The sample of this research is 31 students of VII B as an experiment class and 31 students of VII C as a control class. The data collection used was test method and documentation. The result of the t-test analysis gained tcount =2,784 > ttabel=2,000 and the significant value gained was 0,007<0,05 so Ha is received. It can be concluded that there was influence of mind map learning media to the student’s learning outcomes on IPS subject in class VII, SMP Negeri 38 Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Mind Map terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang. Penelitian ini menggunakan True Eksperimental Design dengan bentuk desain Pretest-Posttest Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang sebanyak 157 siswa. Sampel penelitian ini adalah 31 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji t, diketahui bahwa taraf signifikansi α = 0,05 dengan nilai t hitung = 2,784 > t tabel = 2,000 dan nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,007 < 0,05 sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran Mind Map terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 38 Semarang.
STUDI KOMPARASI MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS ANTARA YANG DIAJARKAN DENGAN GAYA MENGAJAR EKSPOSITORI DAN CERAMAH PADA KELAS VIII SMPN 6 SEMARANG Mukti, Amir; Purnomo, Arif; Ginanjar, Asep
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.30444

Abstract

IPS not just learning the process of interaction between educators and learners with learning resources in a certain environment, with ekspositori learning strategies teachers were able to control the sequence and extent of learning material, he can know the extent to which students master learning materials delivered. Through the learning strategy ekspositori in addition to the students can be heard through the utterance of a learning material, also at once students can see or observing (through the implementation of the demonstration). Obstacles faced by IPS teacher at SMP 6 Semarang is the presumption IPS in the lessons students are always related to memorize and write so much. This resulted in students are not motivated to focus during the following lesson IPS. Although for most students still consider the lessons of IPS is the preferred lesson. Pembelajaran IPS bukan sekedar proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam lingkungan tertentu, Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru mampu mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pembelajaran yang disampaikan. Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang suatu materi pembelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).Kendala yang dihadapi oleh guru IPS di SMPN 6 Semarang ialah anggapan para siswa dalam pelajaran IPS selalu berkaitan dengan menghafal dan menulis yang begitu banyak. Hal ini yang mengakibatkan siswa tidak termotivasi untuk fokus selama mengikuti pelajaran IPS. Walaupun bagi sebagian siswa masih banyak yang menganggap pelajaran IPS merupakan pelajaran yang disukai.
PENANAMAN SIKAP SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN IPSPADA SISWA SMP ISLAM SUDIRMAN AMBARAWAKABUPATEN SEMARANG Utami, Yekti; Purnomo, Arif; Salam, Rudi
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.30446

Abstract

SMP Islam Sudirman Ambarawa is one of the schools that is implementing the instilling of social attitudes through programs in schools. This study whose aims to find out: (1) to describe the background of social science teachers instill a social attitude of SMP Islam Sudirman Ambarawa’s students, (2) the process of cultivation of the social attitude in social studies, and (3) the means used to instill an social attitude.This study uses qualitative methods to the design of case studies.Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Analysis of data using interactive analysis techniques.The results showed that (1) Background the social studies teacher at SMP Islam Sudirman Ambarawa instill social attitude is related to the role of humans as social and to prepare students to live more organized and focused to become good citizens, (2) the process of instilling the social attitudes through social studies internalized in the learning process and direcly, (3) facilities that supports the growing process of social attitudes is through extracurricular activities and other routine activities in the school. SMP Islam Sudirman Ambarawa merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan penanaman sikap sosial pada siswa. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui latar belakang guru IPS menanamkan sikap sosial pada siswa SMP Islam Sudirman Ambarawa, (2) proses penanaman sikap sosial melalui pembelajaran IPS, dan (3) sarana yang digunakan untuk menanamkan sikap sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus.Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) latar belakang guru IPS SMP Islam Sudirman Ambarawa menanamkan sikap sosial adalah berhubungan dengan peran manusia sebagai makhluk sosial serta untuk menyiapkan peserta didik untuk hidup lebih teratur dan terarah sehingga menjadi warga negara yang baik, (2) proses penanaman sikap sosial melalui pembelajaran IPS terinternalisasi dalam proses pembelajaran maupun disampaikan secara langsung, dan (3) sarana penanaman sikap sosial dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan rutin lainnya yang ada di sekolah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 34 SEMARANG Pratiti, Nolix; Purnomo, Arif; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i1.30453

Abstract

Character education is highly emphasized in the education practice at schools as a major step in dealing with students' moral degradation and 21st-century challenges. The purpose of research is to know the planning, implementation, and evaluation phases conducted by social science teachers to implement character education. This research using descriptive qualitative study by setting the location of research at SMPN 34 Semarang. The results showed that: (1) Planning includes the teachers’ understanding of the importance of character education; the selection of character values adapted to the Basic Competence and the students’ conditions; and the inclusion of character values in learning media, (2) implementation of learning at the introduction stage is by warming up the students; the core stage is by using lecture method, discussion, role model by teacher, and reward punishment; (3) evaluation by the teacher to assess the students’ characters is by observation and written in attitude evaluation journal. Pendidikan karakter sangat ditekankan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah sebagai langkah utama dalam menghadapi degradasi moral pelajar dan tantangan abad 21. Tujuan penelitian adalah mengetahui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan guru IPS untuk mengimplementasikan pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil lokasi penelitian di SMP Negeri 34 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan meliputi pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan karakter; pemilihan nilai karakter yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar dan kondisi peserta didik; serta mencantumkan nilai karakter dalam perangkat pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran tahap pendahuluan dengan mengkondisikan peserta didik; tahap inti dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, keteladanan guru, dan pemberian reward punishment; (3)evaluasi dilakukan guru IPS untuk menilai karakter peserta didik dengan pengamatan yang kemudian ditulis di jurnal penilaian sikap.
SIKAP DAN KETERAMPILAN SOSIAL DALAM MENERIMA KEBUDAYAAN BARU PADA MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN Wulandari, Erfina Ayu; Purnomo, Arif; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v2i2.32616

Abstract

Coastal societies are defined as the unity of collective social people living in coastal areas. Coastal societies are still very thick with their culture. As time goes by, the times are growing so that lead to the development of new cultures, including the new culture in coastal societies. The attitudes of the coastal societies towards the new culture are to accept the new culture, but the coastal societies also reject new cultures that are deemed incompatible with the culture that already exist in coastal societies. The social skills of coastal societies towards a new culture are to keep upholding existing cultural values. So that, even though a new culture develops in coastal societies, coastal communities still keep upholding existing cultural values inherited from generation to generation. Ayah District is one of the districts in Kebumen Regency. Ayah District is one of the districts whose southernmost border is the Indian Ocean. So that, some of the people in Ayah District are coastal societies. Ayah culture is very diverse, ranging from language, knowledge systems, social organizations, living equipment systems and technology, living systems, religious systems and arts are still very thick with old culture. As time goes by, the times are growing so that lead to the development of new cultures, including the new culture of coastal societies in Ayah District. The purpose of this study was to find out how the attitudes and social skills of coastal societies in the Ayah District towards the existence of a new culture that is increasingly developing. The research method applied in this study is a qualitative method. The source of data in this study is the coastal society of the Ayah District considered and trusted to know the problem to be studied. Informants in this research are Village Heads, Community Leaders and Fishermen. Data collection techniques applied by using observation, interviews, and documentation studies. Data analysis applied was interactive model analysis. Masyarakat pesisir didefinisikan sebagai kesatuan sosial kolektif masyarakat yang hidup di kawasan pesisir. Masyarakat pesisir masih sangat kental dengan kebudayaannya. Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula kebudayaan baru, begitu juga dengan kebudayaan baru di masyarakat pesisir. Sikap masyarakat pesisir terhadap kebudayaan baru yaitu menerima kebudayaan baru tersebut, tetapi masyarakat pesisir juga menolak kebudayaan baru yang dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan yang sudah ada pada masyarakat pesisir. Keterampilan sosial masyarakat pesisir terhadap kebudayaan baru yaitu tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang sudah ada. Sehingga meskipun kebudayaan baru berkembang di masyarakat pesisir, tetapi masyarakat pesisir tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan yang sudah ada yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemahaman Nasionalisme Santri Siswa di SMP Al-Uswah Semarang Wasini, Rina; Purnomo, Arif; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36414

Abstract

An effective learning can not be separated with a qualified learning process. It needs plan, implementation, and evaluation from a teacher to achieve the qualified learning process. One of the teacher’s tasks before conducting a certain learning is choosing an appropriate learning method to encourage the students in order to achieve a good learning output. The appropriate learning method to encourage the students’ learning output is show and tell method. The objectives of this research are: (1) to explain the learning output of social science’s students with the use of show and tell learning method, (2) to explain the learning output of social science’s students with the use of leaturing method, and (3) to analyse the significant differences between the learning output with the use of show and tell learning method and leaturing method. The method of this research is quasi experimental method. Tests and documentations are used to collect the data. T-test in SPSS program series 16.0 for windows is used to analyse the data. From the research, it can be concluded that social science’s learning using show and tell learning method is more effective than using leaturing method. It is shown in the average score of students’ learning output which followed sosial science’s learning using show and tell learning method is 7,25, higher than the average score of students’ learning output which followed leaturing method which is 6,31. Pembelajaran yang efektif tidak terlepas dari proses pembelajaran yang berkualitas. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas diperlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari seorang guru. Salah satu peran guru sebelum melaksanakan pembelajaran adalah memilih model pembelajaran yang tepat untuk mendorong siswa agar hasil belajar baik. Model pembelajaran yang tepat untuk memacu hasil belajar siswa adalah model pembelajaran show and tell. Tujuan peneltian adalah: (1) menjelaskan hasil belajar IPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran show and tell, (2) menjelaskan hasil belajar IPS peserta didik yang menggunakan ceramah, dan (3) menganalisis perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS peserta didik yang menggunakan model pembelajaran show and tell dan yang menggunakan ceramah. Metode penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment). Pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-T pada program SPSS seri 16.0 for windows. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran show and tell lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan ceramah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran show and tell yaitu 7,25 lebih tinggi dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan ceramah yaitu 6,31.
Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Gunungpati Nisa, Mifta Husni Choirun; Purnomo, Arif; Putri, Noviani Achmad
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36417

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of learning models on IPS Learning Outcomes. The object of research includes student and teacher of class VII State Junior High School in Gunungpati District. The approach use in this research is quantitative Expost Facto. Data collection method use in the form of questionnaires and documentation. While the data analysis technique use is regression analysis. The results showed that there is an influence between the learning model use by theacher to the result of the student of class VII State Junior High School in Gunungpati District. The result of calculation of simple regression analysis with equation got value a = 48,504 and b = 0,364 so by using simple linier regression equation formula as follows. Ŷ = 48,504 + 0,364 X . Suggestion for teacher should be more varied using learning modelsin IPS learning. While students so be able to utilize school facilities in accordance with the model of learning use by teachers. So it can be maximized the results of IPS learning. In addition, school should be able to complete the projector facilities in the classroom, the maps as an IPS Learning medium, and allow and facilitate student in the learning process of IPS can be out of class as a processof learning in social study process. So that the learning model is more varied, not monotonous in the classroom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan guru, hasil belajar, serta pengaruh model pembelajaran yang digunakan guru terhadap hasil belajar IPS Kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Gunungpati. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian meliputi Peserta didik dan guru kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Gunungpati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Kuantitatif Ex-Post Facto. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara model pembelajaran yang digunakan guru terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Gunungpati. Hasil perhitungan analisis regresi sederhana dengan persamaan didapatkan nilai a = 48,504 dan b = 0,364 sehingga dengan menggunakan rumus persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut. Ŷ= 48,504 + 0,364 X. Sedangkan Siswa hendaknya mampu memanfaatkan fasilitas sekolah sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan guru. Sehingga bisa memaksimalkan hasil belajar IPS. Selain itu Sekolah hendaknya mampu melengkapi fasilitas di dalam kelas seperti peta, globe, dan mengijinkan serta memfasilitasi siswa pada proses pembelajaran IPS dapat keluar kelas sebagai proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS
Penanaman Karakter Bangsa Melalui Ekstrakulikuler Kepramukaan di SMP/MTS Se-Kecamatan Mungkid Lasi, Isni Yun; Purnomo, Arif; Hermanto, Fredy
SOSIOLIUM : Jurnal Pembelajaran IPS Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v1i2.36418

Abstract

The character of the Indonesian nation that began to fade requires an attempt to overcome. Scouting is one of the extracurricular activities that became the character education effort. This study aimed to (1) know the value of the character of the nation that is planted through scouting in SMP / MTs in Mungkidregency, (2) to know the effort to cultivate the value of nation character through scouting in SMP / MTs in Mungkidregency; (3) to know the factors that support and obstruct the cultivation of nation character value through scouting in SMP / MTs in Mungkidregency. The research method usedwas descriptive qualitative research method. Data collection techniques used were observation, interview and documentation. The result of this research showed the value of the character of the nation that is planted through scouting in SMP / MTs in Mungkid regency were religious, discipline, creative, independent, democratic, love the homeland, and appreciate the achievements pursued through the activity planning, scouting contest and SKU test and SKK. The driving and inhibiting factors include internal factors (motivation of learners) and external factors (coach or coach, family, and school). Karakter bangsa Indonesia yang mulai pudar memerlukan sebuah upaya untuk mengatasinya. Ekstrakurikuler Kepramukaan merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi upaya pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai karakter bangsa yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs se-Kecamatan Mungkid; (2) upaya penanaman nilai karakter bangsa melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs seKecamatan Mungkid; (3) faktor yang mendukung dan menghambat penanaman nilai karakter bangsa melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs se-Kecamatan Mungkid. Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan nilai karakter bangsa yang ditanamkan melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SMP/MTs se-Kecamatan Mungkid adalah religius, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, cinta tanah air, dan menghargai prestasi yang diupayakan melaui perencanaan kegiatan, lomba-lomba kepramukaan dan uji SKU dan SKK. Adapun faktor pendorong dan penghambat antara lain faktor internal (motivasi peserta didik) dan faktor eksternal (pembina atau pelatih, keluarga, dan sekolah).
Co-Authors ., Purwandari ., Tukidi Tukidi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muntholib Agustina, Resa Aisyah Nur Sayidatun Nisa, Aisyah Nur Sayidatun Akmal, Firdaus Andy Suryadi Aristiadi, Jefri Awan Hariono Cahyani, Rika Eko Handoyo Elly Kismini Em, Sereyrath Eny Setyowati Erni Suharini Eva Banowati Fadhila, Qonita Fadly Husain Fatonah, Adefyanti Dwi Indah Ferani Mulianingsih Firdaus, Aufa Hasan Firdaus, Aufa Hasan Fitriani, Annisa Nur Fredy Hermanto, Fredy Ganda Febri Kurniawan Ginanjar, Asep Hadi Nasbey Halimah, Suci Nur Hana Nabila Hannan, Alif Muhammad Hernika, Citra Gustiningrum Hidayat, Adi Riski Hidayat, Fansuri Nur Hilal, Maulidi Ibnu Sodiq Insan Fahmi Siregar Jayusman Jayusman Karimi, Amir Khasanah, Nur Aini Kusuma, Rosa Kusuma, Rosa Lasi, Isni Yun Lestariningsih, Wahyu Adya Lestariningsih, Wahyu Adya Maulida, Ika Mewangi, Adila Bunga Mukhamad Shokheh Mukti, Amir Musyaroh, Alfi Natalia, Aryani Sari Naziya, Ifsa Nikmah, Shofiatun Nisa, Mifta Husni Choirun Noviani Achmad Putri Novita, Fitrianis Novita, Fitrianis Nursalim, Muhammad Khoiri Pratama, Cahya Adhitya Pratiti, Nolix Priyanto, Agustinus Sugeng PUJI LESTARI Purwandari Purwandari Ramadhany, Ardhian Ramadhany, Ardhian Rizky Amalia Romadi Romadi Romadi Rudy Gunawan Rusdarti - Saddam Saddam, Saddam Sandy Arief Sereyrath, Em Setiyoko, Didik Tri Siti Annisa, Siti Sofiyana, Ardani Dwi Pinkan Soleha, Siti Sri, Nida Widia Suharso, R Suharso, R. Sujarwo Sujarwo Susanti, Eka Desy Suwito Eko Pramono Suyahmo Suyahmo Syaiful Amin Tsabit Azinar Ahmad Tunjung, Ananda Sekar Ubaidillah Kamal Ulul Azmi, Frishana Selaksa Utama, Taqwa Ridlo Valenda, Rani Wasini, Rina Wicaksono, Panggih Nugroho Winarno, Udin Winarno, Udin Worotyca, Titiska Indah Wulandari, Erfina Ayu Wulandari, Ratna Sri Wulandari, Ratna Sri Wulandari, Vika Aulia Yundari, Yundari