Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar BOD dan COD Air Lindi dengan Perlakuan Fitoremidiasi Tanaman Teratai (Nymphaea Sp.) dan Apu-Apu (Pistia stratiotes L.) (Studi Kasus TPA Jetis Purworejo) Eni Muryani; Ika Wahyuning Widiarti
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v2i2.2389

Abstract

Phytoremediation is one of alternative methods to remove pollutant in leachate. Leachate from Jetis Landfill was applied in this research. The purposes of the study were to analysis the change of BOD and COD concentration using Nymphaea sp. and Pistia stratiotes L. and to observe plants condition.The research was carried out by laboratory experiment. Tools and materials used in this research were reactors with 50 L capacity, 455 L of leachate, 12 pcs of Nymphaea sp., 120 pcs of Pistia stratiotes L., 12 kg of palm fiber, and 120 kg of gravel. There were 25 reactors consisted of 1 control reactor, 12 reactors with 3 day of resident time (H3) and 12 reactors with 7 days of resident time (H7). Each of reactors is filled with 15-20 L of leachate which consisted of only plant reactors (T or A) and palm fiber, gravel and plant reactors (TIK or AIK).  Each reactor was tested the BOD and COD. Plant conditions were observed daily. Changes of BOD and COD levels for each treatment presented in graphs then analysed descriptively.The results showed that BOD and COD levels of each reactor were lower than control. The difference was relatively small. The AIK-H7 reactor was the most optimum in reducing BOD levels, although the percentage of reduction only 24.11%.  In TIK-H7, the COD level was 576 mg/L, the reduction percentage reached 23,6%. The plant observation, found on the 3rd day of treatment, the leaves of the Nymphaea sp. have begun to decay, while the leaves of the Pistia stratiotes L. have started to dry and turn yellow. On the 7th day the whole plant was died. Phytoremediation with Nymphaea sp. and Pistia stratiotes L. in this research was not maximum to remove BOD and COD in leachate of Jetis Landfill.
Pembentukan Komunitas Pengelola Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat Eni Muryani; Ika Wahyuning Widiarti; Novia Devi Savitri
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.679 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v0i0.5647

Abstract

Sebagian besar warga Dusun Gesikan Kelurahan Panggungharjo Sewon Bantul memperlakukan sampah dengancaradibakar atau dibuang ke sungai. Cara-cara ini akan menimbulkan permasalahan lingkungan. Pembentukan komunitas pengelola sampah terpadu berbasis masyarakat di Dusun Gesikan bertujuan untuk mengurangi permasalahan lingkungan karena sampah.Mitra yang terlibat dalam program ini adalah warga RT. 04 Dusun Gesikan Panggungharjo Sewon Bantul. Metode yang digunakan dalam kegiatan antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui serangkaian kegiatan yaitu: 1) koordinasi dengan pengurus RT, pedukuhan, dan tokoh masyarakat; 2) sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah dan bank sampah; 3) edukasi dan pemberian fasilitas pemilahan sampah; 4) pelatihan pembuatan kompos, pembuatan aneka kreasi daur ulang dari sampah plastik, dan pembuatan lilin dari minyak jelantah. Hasil yang dicapai berupa terbentuknya “Kompaster Gestari”, yang merupakan kependekan dari Komunitas Pengelola Sampah Terpadu, Gesikan Resik Tertata dan Asri.  Masyarakat yang bergabung dalam komunitas ini secara bertahap digiring untuk melakukan pengelolaan sampah secara sadar dan mandiri, menerapkan 6 M dan 2 TM yakni: mengurangi potensi sampah, memanfaatkan sampah, mendaur ulang sampah, memilah sampah, menabung sampah, meminimalkan sampah residu masuk ke TPA, tidak membuang sampah ke sungai, dan tidak membakar sampah. Produk utama Kompaster Gestari adalah Bank Sampah Gestari yang dibentuk pada tanggal 15 September 2019.Hasil produk daur ulang sampah seperti tatakan gelas, bunga dari kresek, dan lilin minyak jelantah telah dipamerkan di acara lomba desa Panggungharjo.Kompaster Gestari telah mendapat tawaran kerjasama dari Bumdes Panggungharjo, Bank Sampah “Gemah Ripah” Badegan Bantul, Butik Daur Ulang Project B Indonesia untuk pemasaran produk dan hasil tabung sampah.
Studi Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah Institusi di UPN Veteran Yogyakarta ika wahyuning widiarti; Titi Tiara Anastasia; Arih Fitra Cahayani; Fairus Jelita Regita Putri; Khauroun Nazilatul Udhma; Nadya Ulima; Praditya Anggi Widhiananto; Raden Ajeng Larasati; Veronika Cendi Prameswari Putri; Arsiva Alifia Gati; Aulia Syifa Ardiati; Dzulfiqar Izzatur Rahman; Glorya Mega Mandang; Tyka Ramadhamayanti; Supriansyah Supriansyah; Urbanilisa Fredlina Halawa
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v6i1.5650

Abstract

UPN “Veteran” Yogyakarta does not apply a sustainable solid waste management system. Waste is only carried out by storing, collecting, and transporting to TPA Piyungan. The purpose of this study was to determine the generation, composition and characteristics of waste and to provide recommendations for sustainable waste management strategies on the UPNVY campus. The method of measuring waste generation and composition refers to SNI 19-3964-1994. Waste characteristics were analyzed by proximate test and ultimate test. The results of the survey and measurements showed that the waste generation at UPNVY was 135.45 kg/day covering Campus I Condong catur at 96.66 kg/day and Campus II Babarsari at 37.79 kg/day. The composition of waste consists of organic waste (24.840%), paper (23.499%), soft plastic (7.450%), hard plastic (5.673%), plastic bag (9.129%), metal (1.294%), glass (1.392%), hazardous waste (0.512%), other waste (9.289%), and residue (16.922%). The proximate test showed that the highest moisture content was in food waste, the highest volatile content and calorific value were found in hard plastic. Meanwhile, the lowest ash content in soft plastic and the lowest fixed Carbon content was owned by plastic bag. For the ultimate test, plastic waste has the highest C and H content. The recommended sustainable waste management strategies are waste reduction and sortation; provision of sorted trash cans, processing of organic waste into compost; and construction of 3R TPS.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Jati Pada Bekas Tambang di Dusun Girigondo, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Athifah Putristya; Herwin Lukito; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1850.608 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8902

Abstract

Kegiatan Pertambangan di Dusun Girigondo, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ditinggalkan tanpa melakukan pengelolaan sehingga memunculkan kerusakan lingkungan dan tidak produktifnya suatu lahan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui dan mengevaluasi kesesuaian lahan peruntukan tanaman jati pada lahan bekas pertambangan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu (1) metode survei dan pemetaan, (2) metode purposive sampling berdasarkan satuan medan, (3) analisis laboratorium, (4) metode matching. Parameter yang digunakan untuk evaluasi kesesuaian lahan yaitu : Temperatur (t), Lama bulan kering (bk), Curah Hujan/Tahun (ch), Drainase/Permeabilitas (d), Tekstur (tt), Kedalaman Tanah (kt), pH Tanah (ph), Salinitas (s), Batuan di permukaan (bd), Singkapan Batuan (sb), Bahaya Erosi (be), Kemiringan Lereng (kl), Bahaya Banjir (bb). Hasil evaluasi kesesuaian lahan bekas tambang untuk tanaman jati menunjukkan bahwa semua satuan medan tergolong dalam kelas N2 (tidak sesuai selamanya) dengan faktor pembatas secara keseluruhan berupa d, kt, bd, sb, be, kl.Kata Kunci: Lahan Bekas Pertambangan; Kerusakan Lingkungan; Evaluasi Lahan; Kesesuaian Lahan; Tanaman Jati
Evaluasi Kualitas Mata Air di Sekitar Area Manifestasi Panas Bumi sebagai Sumber Air Baku Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Jawa Tengah Dicky Herlambang; Agus Bambang Irawan; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.187 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8913

Abstract

Daerah penelitian merupakan daerah dengan manifestasi panas bumi berupa mata air panas, fumarol dan batuan teralterasi. Penduduk di sekitar daerah penelitian dalam upaya memenuhi kebutuhan air baku mengambil dari sumber mata air yang berada di sekitar area panas bumi. Secara fisik, telah terjadi indikasi adanya penurunan kualitas air yaitu, air berbau, berasa seperti besi, dan berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mata air dan  mengetahui status mutu mata air yang berada di sekitar area manifestasi panas di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapangan. Data penelitian yang diperoleh berasal dari pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan mengambil sampel mata air sebanyak 4 sampel, serta mengidentifikasi status mutu air dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Hasil pengambilan sampel mata air didapati bahwa  parameter pH, Besi dan Mangan melebihi standar baku mutu. Nilai status mutu air yang didapat masuk kedalam kategori tercemar ringan yaitu pada titik M1 dan tercemar sedang yaitu pada titik M2 dan M3 dengan nilai indeks pencemaran berkisar antara 4,351 sampai 5,531.Kata Kunci: Indeks Pencemaran, Kualitas Air;  Manifestasi; Mata Air; Panas Bumi
Evaluasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Sukosari Berdasarkan Indeks Risiko Lingkungan di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Rully Fachrurozi; Ika Wahyuning Widiarti; Rr Dina Asrifah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.351 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8893

Abstract

TPA Sukosari beroperasi dari tahun 1994 dirancang menggunakan metode Controlled Landfill. Akan tetapi, padapelaksanaan di lapangan masih menerapkan metode Open Dumping. Hal tersebut dapat berpotensi terjadinyapencemaran yang berdampak terhadap kualitas lingkungan sekitar TPA Sukosari seperti air lindi yang dihasilkandari timbunan sampah dengan pengolahan air lindi yang belum optimal hanya ditampung pada kolampenampungan air lindi, dan lain sebagainya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kualitaslingkungan berdasarkan penilaian Indeks Risiko Lingkungan. Metodologi dalam penelitian ini sepertipengumpulan data (metode survei dan pemetaan, serta wawancara), metode laboratorium dan metode analisis.Parameter yang diperlukan dalam pengharkatan penilaian Indeks Risiko Lingkungan memiliki 3 kategori yaitukriteria lokasi (20 parameter), karakteristik sampah (4 parameter) dan karakteristik lindi (3 parameter)berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan TPASukosari masuk dalam keadaan tingkat bahaya sedang dengan nilai Indeks Risiko Lingkungan sebesar 493,4987,nilai yang dihasilkan memiliki tindakan yang telah disarankan yaitu meneruskan TPA dan melakukan rehabilitasilahan urug terkendali secara bertahap.Kata Kunci: TPA Sukosari; Indeks Risiko Lingkungan; Penimbunan Terbuka; Rehabilitasi TPA
Analisis Tingkat Bahaya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sembung Gede di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Alya Alfiah Rachmi; Ika Wahyuning Widiarti; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.65 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8887

Abstract

TPA Sembung Gede telah beroperasi sejak tahun 1995. Sistem Controlled Landfill yang semula direncanakankini tergantikan dengan sistem penimbunan terbuka. Disamping itu, keterbatasan lahan dan infrastrukturmembuat TPA Sembung Gede berisiko membahayakan lingkungan seiring dengan kompleksnya permasalahanyang timbul, seperti produksi lindi, bau, hingga kebakaran. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tingkatbahaya dari kegiatan operasional TPA Sembung Gede guna mengetahui arahan pengelolaan yang dibutuhkan.Penelitian dilakukan dengan metode survey dan pemetaan, wawancara, uji laboratorium, serta pembobotanberdasarkan penilaian indeks risiko lingkungan, mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RepublikIndonesia Nomor 3 Tahun 2013. Terdapat 3 kategori dengan 27 parameter penilaian, diantaranya adalah kriterialokasi TPA Sampah (20 parameter), karakteristik sampah (4 parameter) dan karakteristik lindi (3 parameter).Hasil penelitian menunjukkan bahwa, TPA Sembung Gede memiliki tingkat bahaya sedang dengan nilai indeksrisiko lingkungan sebesar 510,4. Berdasarkan nilai tersebut, operasional TPA masih dapat diteruskan dandirehabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap. Adapun 5 dari keseluruhan parameter teridentifikasimemiliki nilai indeks sensitivitas 1, sehingga perlu menjadi perhatian lebih untuk ditangani agar tingkat bahayaTPA tidak semakin bertambah.Kata Kunci: Indeks Risiko Lingkungan; Rehabilitasi TPA; Sampah; Tempat Pemrosesan Akhir; Tingkat BahayaTPA
Evaluasi TPA Temesi Berdasarkan Penilaian Indeks Risiko Lingkungan di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Putri Febri Pratiwi; Ika Wahyuning Widiarti; Nandra Eko Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.257 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8894

Abstract

TPA Temesi telah beroperasi selama 28 tahun yang awalnya direncanakan dengan metode lahan urug saniter,tetapi kegiatan di TPA sempat menggunakan metode lahan urug terkendali selama beberapa tahun kemudianberalih menggunakan metode penimbunan terbuka. TPA Temesi memiliki luas 4,5 hektar dengan sampah yangmasuk sebanyak 420 ton/hari. Semakin meningkatnya timbulan sampah yang tidak dibarengi oleh penyediaansarana dan prasarana yang memadai dan hanya mengandalkan sistem penimbunan terbuka, mengakibatkan bebansampah menumpuk di TPA. Kurang baiknya pengelolaan sampah di TPA Temesi dapat menimbulkan risikobahaya terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi tingkat bahaya TPATemesi berdasarkan penilaian Indeks Risiko Lingkungan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metodesurvey dan pemetaan, metode uji laboratorium, metode wawancara, dan metode pembobotan. Metodepembobotan mengacu pada penilaian Indeks Risiko Lingkungan berdasarkan Peraturan Menteri PekerjaanUmum RI Nomor 03 Tahun 2013. Hasil penelitian TPA Temesi didapatkan nilai indeks risiko lingkungan sebesar550,945 yang termasuk dalam kategori tingkat bahaya sedang dengan tindakan yang disarankan TPA diteruskandan direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap.Kata Kunci: TPA Temesi; Rehabilitasi; Indeks Risiko Lingkungan; Controlled Landfill; Sampah
Analisa Kualitas dan Penentuan Status Mutu Airtanah pada Daerah Aktivitas Peternakan Sapi di Kalurahan Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY Isna Rahma Indah Sari; Andi Renata Ade Yudono; Aditya Pandu Wicaksono; Ayu Utami; Ika Wahyuning Widiarti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8841

Abstract

Kegiatan peternakan sapi di Kalurahan Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta masih banyak dijumpai dengan dibuktikan adanya 33 aktivitas peternakan sapi yang dilakukan oleh masyarakat setempat secara mandiri di pekarangan rumah warga dekat dengan sumur gali warga yang biasanya digunakan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Ditemukannya sumur berbau dan keruh di dekat lokasi ternak sapi menjadi salah satu indikasi telah masuknya bahan polutan ke airtanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas dan status mutu airtanah terhadap aktivitas peternakan sapi di Kalurahan Kulwaru. Penentuan status mutu airtanah dengan analisis dan perhitungan Indeks Pencemaran (IP) serta melakukan pengambilan tiga sampel airtanah berdasarkan arah aliran muka airtanah serta keberadaan sumur gali masyarakat. Pengujian kualitas airtanah nantinya akan dibandingkan dengan baku mutu air kelas I menurut Pergub DIY No.20 Tahun 2008 meliputi parameter fisik dan kimia berupa TDS, TSS, pH, BOD, COD, Ammonia, dan Sulfida. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan perhitungan nilai IP, ketiga sampel airtanah yang diuji memiliki status mutu air tercemar sedang dengan beberapa parameter yang melebihi baku mutu pada lokasi Lp1 TDS 1832 mg/L, TSS 13,2 mg/L, COD 28,2267 mg/L, ammonia 1,0977 mg/L, dan sulfida 0,015 mg/L, kualitas pada lokasi Lp2 TSS 12 mg/L, ammonia 0,8807 mg/L, dan sulfida 0,041 mg/L, dan kualitas pada lokasi Lp3 TSS 8 mg/L, COD 13,7432 mg/L, ammonia 0,7686 mg/L, dan sulfida 0,035 mg/L.Kata kunci: Airtanah; Kualitas Air; Status Mutu Air; Indeks Pencemaran; Peternakan Sapi
Evaluasi Kualitas Air pada Badan Sungai Kali Biru Akibat Limbah Cair Industri Tahu di Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Gholam Zaki Dzamiri; Ika Wahyuning Widiarti; Muammar Gomareuzzaman
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8891

Abstract

Industri tahu yang terdapat di Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengahmerupakan industri tahu rumahan skala kecil yang telah beroperasi sejak tahun 1992 dan membuang langsunglimbah cair hasil produksi ke Sungai Kali Biru. Dampak yang dirasakan masyarakat berupa timbulnya bau,perubahan warna, dan munculnya endapan pada sungai. Sungai Kali Biru dimanfaatkan oleh masyarakat sebagaisumber air pada lahan pertanian. Tujuan penelitian ini antara lain mengetahui kualitas limbah cair industri tahu,mengetahui status mutu air Sungai Kali Biru akibat limbah cair industri tahu dengan metode indeks pencemaran(IP), dan melakukan evaluasi kualitas air buangan dengan metode stream standard. Metode yang digunakandalam pengambilan sampel limbah cair tahu dan air sungai adalah metode purposive sampling. Hasil penelitianmenunjukkan parameter BOD, COD, dan pH tidak sesuai dengan baku mutu. Ketidaksesuaian nilai tersebut sertaterjadinya peningkatan nilai parameter TSS setelah outlet air limbah tahu diasumsikan bahwa limbah cair tahusebagai pencemar air Sungai Kali Biru. Nilai indeks pencemaran pada titik sampel 7 sebesar 0,4954 memenuhibaku mutu (kondisi baik) dan titik 15 sebesar 4,8533 tercemar ringan. Nilai evaluasi kualitas air sungaiparameter BOD sebesar 2,1208, COD sebesar 16,0786, TSS 0,05 dan pH sebesar 7,0996.Kata kunci: Industri tahu; limbah cair tahu; status mutu air
Co-Authors A Hidayat Nurwahid Aan Nugrahadi Dewanto Adam, Husnul Khotimah Dwi Putri Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Agus Bambang Irawan Agus Bambang Irawan Alfithri, Ashila Syifa Algary, Tissia Ayu Alya Alfiah Rachmi Anasstasia, Titi Tiara Andi Renata Ade Yudono Andi Renata Ade Yudono Andi Sungkowo Andshani, Artha Nevia Eka Putri Annas Alfandi Rifai Ardiati, Aulia Syifa Arih Fitra Cahayani Arsiva Alifia Gati Arsiva Alifia Gati Artha Nevia Eka Putri Andshani Asrifah, Rr. Dina Athifah Putristya Aulia Syifa Ardiati Aulia Syifa Ardiati Ayu Damayanti Ayu Utami Ayu Utami, Ayu Baskoro, Muhammad Ario Budiasti, Hemalia Bumi Lloyd Marsha Sugiarto Damayanti, Ayu Dewanto, Aan Nugrahadi Dicky Herlambang Dina Asrifah Dzulfiqar Izzatur Rahman Ekha Yogafanny, Ekha Eni Muryani Erinda, Evi Esti Warahap Sari Evi Erinda Fairus Jelita Regita Putri Farida Arum Widayah Fitri adifa Gholam Zaki Dzamiri Glorya Mega Mandang Goemaruzzaman, Muammar Hemalia Budiasti Herwin Lukito Herwin Lukito, Herwin Isna Rahma Indah Sari Jennyamor Ramadhani Khairina, Salsabila Anandita Khauroun Nazilatul Udhma Kristanto, Wisnu Aji Dwi Kristina Debora Sidabutar Larasati Damarswasty Muammar Goemaruzzaman Muammar Gomareuzzaman Muhammad Ario Baskoro Muhammad Redo Ramadhan Nabila Aulia Balqis Nadya Ulima Nandra Eko Nugroho Nendia Nur Isni Novia Devi Savitri Nugroho, Nandra Eko Nyamiati, Retno Dwi Praditya Anggi Widhiananto Prasetya, Johan Danu Priza Tiara Titisari Putri Febri Pratiwi Putri Restu Dewati R. Agus Widodo Raden Ajeng Larasati Rifai, Annas Alfandi RR Dina Asrifah RR Dina Asrifah Rr. Dina Asrifah Rully Fachrurozi Rully Fachrurozi Saidi, Didi Sari, Esti Warahap Sugiarto, Bumi Lloyd Marsha Supriansyah Supriansyah Tissia Ayu Algary Titi tiara Anasstasia Titi Tiara Anastasia Titisari, Priza Tiara Tyka Ramadhamayanti Urbanilisa Fredlina Halawa Veronika Cendi Prameswari Putri Wisnu Aji Dwi Kristanto