Claim Missing Document
Check
Articles

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MELALUI TERNAK MAGGOT DAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DI WONOCATUR BANGUNTAPAN BANTUL DIY Saidi, Didi; Widiarti, Ika Wahyuning; Widodo, R. Agus
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v4i2.11253

Abstract

Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat menguntungkan, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Dusun Wonocatur Desa Banguntapan Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta memiliki pasar tradisional yang menghasilkan limbah organik yang berlimpah. Permasalahan utama adalah tidak tersedianya fasilitas pengelolaan limbah pasar baik limbah organik maupun limbah anorganik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan bioteknologi budidaya Maggot dan membuat mikrooragnisme local (MOL) dari limbah organik sampah pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: Ceramah, diskusi, pelatihan, praktek dan pendampingan. Sampah organik berupa limbah sayur dan buah merupakan nutrisi bagi Maggot, Magot merupakan salah satu serangga potensial berupa Black Soldier Fly atau Lalat Tentara Hitam, Spesies ini diketahui tidak membawa dan atau menularkan penyakit seperti lalat rumah/lalat hijau. Maggot memiliki kelebihan untuk dimanfaatkan, diantaranya mampu menguraikan beragam sampah organik dan  sangat baik sebagai pakan alternatif untuk ikan, unggas dll. Limbah organik sebagai bahan baku untuk membuat mikroorganisme lokal (MOL) karena memiliki kandungan unsur hara dan mikroorganisme pengurai sebagai pupuk hayati, pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan, bahwa masyarakat sangat tertarik dengan budidaya maggot dan pupuk organik cair atau MOL.Luaran yang dihasilkan adalah: Bioteknologi budidaya Maggot dan Mikroorganisme Lokal (MOL), Produk turunan Maggot (telur, bibit, fress Maggot, pupa) yang memiliki nilai jual,  pupuk padat kasgot, produk MOL atau pupuk organik cair  yang berkualitas.
Analisis Status Mutu Air Tanah Sekitar Tambak Udang di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Adam, Husnul Khotimah Dwi Putri; Widiarti, Ika Wahyuning; Wicaksono, Aditya Pandu; Irawan, Agus Bambang; Asrifah, Rr. Dina
Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/kebumian.v1i1.2062

Abstract

Hadiwarno Village is one of the regional villages in Pacitan Regency which has a large number of shrimp ponds of around 28.95 hectares. Shrimp ponds have been operating since 2015. Shrimp pond activities have the potential for liquid waste to seep into groundwater, requiring further processing. The purpose of this research was to determine the status of groundwater quality due to shrimp pond waste in the study area. The types of methods used in research are qualitative and quantitative methods. Data collection uses survey and mapping methods. Groundwater sampling using a systematic sampling method with an interval of 15 meters from the shrimp ponds. The data analysis method used is quantitative and qualitative data analysis methods for pollution indices, the relationship between chemical geophysical aspects, problems and impacts from shrimp pond waste. The results showed that the value of the status of water quality in the study area at the three sample points was included in the slightly polluted classification with a pollution index value of 2.1766 to 4.9625
Analisis Tingkat Pencemaran Airtanah Akibat Limbah Vinasse berdasarkan Metode Indeks Pencemaran di Padukuhan Mrisi Kalurahan Tirtonirmolo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Erinda, Evi; Widiarti, Ika Wahyuning
Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/kebumian.v1i1.2063

Abstract

Waste resulting from alcohol production is called liquid vinasse. Characteristic of vinasse has a high temperature (80OC), has an acidic pH (2-4.5), blackish color, strong odor, and is corrosive. In producing 1 L of alcohol produces 15 L of liquid vinasse. Some of this waste is processed as liquid fertilizer, but the other part is still not managed and is thrown into the environment and ends up in Anak Kali Bedog. The aim of this research is to analyze the level of groundwater pollution using the Pollution Index Method for the parameters pH, TDS, BOD, COD and Sulfide. The sampling method used in this research is Purposive Sampling based on consideration of the distance of the well to irrigation of vinasse and the direction of groundwater flow. Laboratory analysis methods are carried out to determine the quality of groundwater regarding the parameters pH, TDS, BOD, COD and Sulfide. Samples were taken from 10 well water points and 1 water point from an irrigation outlet vinasse. The results of groundwater quality status analysis using the pollution index method show that the research area has 2 pollution classes, namely lightly polluted with an IP value of 2.7332-3.3640 and moderately polluted with an IP value of 5.1088-5.7014
A Critical Review of Carbonization Hydrothermal and Pyrolysis for Adsorbent Production and the Application in Industrial Dye Removal Nyamiati, Retno Dwi; Putri Restu Dewati; Muhammad Redo Ramadhan; Ika Wahyuning Widiarti; A Hidayat Nurwahid; Nabila Aulia Balqis
Eksergi Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v22i2.14742

Abstract

Biochar is increasingly recognised as a low-cost and efficient adsorbent for removing organic dyes from wastewater. This review outlines recent developments in biochar production, particularly comparing biochars produced via pyrolysis and hydrothermal carbonisation (HTC). While pyrolysis biochar often exhibits a higher surface area, HTC biochar offers improved oxygen-containing functional groups, contributing to enhanced dye affinity. Studies indicate that biochar can achieve adsorption capacities ranging from 2 to 1353.09 mg/g for dyes such as methylene blue and crystal violet, comparable to or exceeding that of pyrolysis-derived biochars. The review also highlights characterisation techniques such as XRD, FTIR spectroscopy, and SEM to evaluate surface functionality, porosity, and morphology, which directly influence adsorption performance. Practical implications include the suitability of HTC biochar for low-energy, decentralised wastewater treatment systems, particularly in textile and dyeing industries. By connecting production parameters with biochar properties, this review provides insights into optimizing biochar as an adsorbent, particularly for the treatment of dye-contaminated wastewater.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN ZONA KONSERVASI MATA AIR DI DESA DLINGO, KECAMATAN MOJOSONGO, KABUPATEN BOYOLALI Baskoro, Muhammad Ario; Yogafanny, Ekha; Widiarti, Ika Wahyuning
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol14.iss2.art6

Abstract

Air mempunyai peran penting bagi kehidupan manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan lain termasuk kebutuhan domestik. Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang kerap dilanda kekeringan, beberapa kecamatan di Kabupaten Boyolali bahkan hampir selalu mengalami kekeringan ketika kemarau tiba. Mata air yang berada di Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo oleh masyarakat setempat digunakan sebagai sumber air bersih dan sumber air untuk kegiatan domestik, meskipun demikian mata air yang terdapat di Desa Dlingo sampai saat ini masih belum dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona konservasi mata air yang terdapat di Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Aplikasi Sistem Informasi Geografis bertujuan untuk memudahkan analisis terkait mata air, sehingga diharapkan dapat membantu dalam penentuan arahan pengelolaan yang dapat diterapkan pada mata air di Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain metode pengumpulan data meliputi survey dan observasi lapangan serta metode analisis deskriptif dan analisis spasial berdasarkan data hasil inventariasi di lapangan serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukan zona konservasi mata air terbagi menjadi dua yaitu zona perlindungan dan zona pemanfaatan. Zona perlindungan terbagi menjadi dua yaitu kawasan perlindungan daerah imbuhan serta kawasan perlindungan sempadan mata air, sedangkan zona pemanfaatan berada pada kawasan permukiman yang mencakup Dukuh Tugurejo, Dukuh Ringinsari, dan Dukuh Nglayut.
Status Mutu Air Sungai Bedog Akibat Efluen Air Limbah Domestik dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Budiasti, Hemalia; Anasstasia, Titi Tiara; Utami, Ayu; Kristanto, Wisnu Aji Dwi; Widiarti, Ika Wahyuning
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11632

Abstract

Air limbah domestik dihasilkan dari kegiatan sehari-hari masyarakat yang berpotensi menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan. Air limbah domestik mengandung beberapa zat pencemar, meliputi TSS, COD,BOD, dan Amoniak. Padukuhan Panasan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tempat pengolahan air limbah domestik berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Permasalahan IPAL komunal pada daerah penelitian, diantaranya pengguna melebihi kapasitas, tebalnya scum, dan belum dilakukan pengecekan kualitas efluen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status mutu air Sungai Bedog setelah dialiri efluen air limbah domestik IPAL komunal yang ditinjau dari Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantiatif yang digunakan, meliputi observasi, sampling, serta uji laboratorium. Metode kualitatif yang digunakan meliputi analisis perhitungan dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status mutu air Sungai Bedog menjadi tercemar ringan dengan nilai IP sebesar 3,7365 setelah dialiri efluen air limbah domestik dari IPAL komunal.
Karaktertistik Air Lindi Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) 3 di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Sari, Esti Warahap; Widiarti, Ika Wahyuning; Utami, Ayu; Irawan, Agus Bambang; Wicaksono, Aditya Pandu
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11635

Abstract

Air lindi merupakan jenis air limbah khusus yang mengandung berbagai macam polutan yang bersifat toksik terhadap lingkungan. Studi terkait karakteristik air lindi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik air lindi sebelum diolah di IPAS 3 TPST Bantargebang agar dapat dijadikan dasar manajemen pengolahan air lindi di TPST Bantargebang. Sampel air lindi diambil pada inlet dan outlet IPAS 3 pada tanggal 31 Maret 2023. Sampel air lindi diambil menggunakan teknik grab sampling sebanyak 2 buah dengan volume tiap sampel sebanyak 2 liter. Pengujian air lindi dilakukan untuk parameter pH, BOD5, COD, dan Hg. Berdasarkan pengujian dan analisis didapatkan nilai tiap parameter pada inlet dan outlet berturut-turut sebesar 8,6; 933 mg/L; 3110 mg/L, dan 0,1896 mg/L sedangkan 6,75; 44 mg/L; 146 mg/L; dan <0,0005 mg/L. Nilai rasio antara BOD5 dan COD sebelum pengolahan sebesar 0,3 sehingga tergolong ke dalam air lindi usia sedang, meskipun TPST Bantargebang tergolong ke dalam usia tua. Berdasarkan nilai tersebut, maka jenis pengolahan saat ini, yaitu aerasi, koagulasi-flokulasi, dan sandfilter sudah cukup baik dalam mengolah tipe air lindi ini yang ditandai dengan pemenuhan baku mutu untuk seluruh parameter. Namun, parameter Hg perlu monitoring khusus dikarenakan toksisitas dan konsentrasinya yang tergolong tinggi.
Pemodelan Dispersi Gas SO2 dan NO2 Dari Cerobong PLTSa Merah Putih, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat Menggunakan AERMOD View Sugiarto, Bumi Lloyd Marsha; Widiarti, Ika Wahyuning; Kristanto, Wisnu Aji Dwi; Yudono, Andi Renata Ade
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11636

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) merupakan salah satu pengelolaan sampah yang terdapat di TPST Bantargebang. PLTSa merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan sampah rumah tangga atau sampah sejenis rumah tangga sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik Akan tetapi, eksistensi PLTSa memberikan dampak negatif, yaitu penurunan kualitas udara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dispersi gas SO2 dan NO2 menggunakan model dispersi Gaussian. Terdapat dua sampel yang diukur, yaitu sampel gas emisi dan parameter meteorologi. Metode pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran gas emisi dilakukan di cerobong PLTSa. Pengelolaan hasil data pengukuran menggunakan AERMOD View untuk dispersi gas emisi. Pemodelan dispersi setiap gas emisi dilakukan dengan dispersi selama 1 jam, 24 jam, dan 1 tahun. Konsentrasi gas SO2 2,61 mg/Nm3 dan konsentrasi gas NO2 149 mg/Nm3 masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan dalam PERMENLHK Nomor 15 Tahun 2019, dengan baku mutu gas SO2 adalah 210 mg/Nm3 dan gas NO2 adalah 470 mg/Nm3. Hasil dari pemodelan dispersi menggunakan AERMOD View menunjukan bahwa dispersi gas emisi cenderung menetap pada sumber pencemar atau PLTSa dan konsentrasi gas menurun seiring bertambahnya jarak dari PLTSa.
Evaluasi Unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Banyuroto Kabupaten Kulon Progo Damayanti, Ayu; Anasstasia, Titi Tiara; Widiarti, Ika Wahyuning; Irawan, Agus Bambang; Lukito, Herwin
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11638

Abstract

IPLT Banyuroto terletak di Kelurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo yang sudah beroperasi sejak tahun 2014. IPLT ini direncanakan beroperasi untuk melayani satu Kabupaten Kulon Progo yang saat ini kinerjanya masih dirasa kurang optimal dalam upaya menurunkan parameter yang terkandung pada lumpur tinja sehingga diperlukan upaya evaluasi unit. Upaya evaluasi unit ini berdasarkan pada hasil uji kualitas air hasil pengolahan di IPLT terhadap parameter BOD, COD, dan total coliform yang digunakan untuk merancang unit IPLT agar dapat bekerja lebih baik. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling serta analisis deskriptif dan matematis untuk menghitung unit IPLT. Hasil uji laboratorium terhadap kualitas air hasil pengolahan IPLT Banyuroto menunjukkan bahwa parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) sudah memenuhi baku mutu, sedangkan total coliform melebihi baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 68 tahun 2016. Kondisi ini menunjukkan bahwa IPLT Banyuroto perlu dilakukan penambahan unit berupa Sludge Separation Chamber (SSC), bak pengumpul, dan rumah kompos untuk meningkatkan kinerja yang ada. Dalam bak pengumpul dilakukan penambahan klorin untuk menurunkan konsentrasi total coliform
Analisis Tingkat Pencemaran Kali Asem di Sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat Titisari, Priza Tiara; Widiarti, Ika Wahyuning; Prasetya, Johan Danu; Algary, Tissia Ayu; Wicaksono, Aditya Pandu
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11640

Abstract

Kali Asem adalah salah satu cabang dari Sungai Bekasi yang secara fisik, terlihat perubahan warna, bau, dan terdapat limbah padat yang berada di badan air Kali Asem. Tujuan dilakukannya peneltian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas dan tingkat pencemaran Kali Asem yang ditinjau dari parameter pH, COD, BOD, fosfat, dan merkuri. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pemetaan; metode uji laboratorium; menggunakan metode analisis kuantitatif dengan perhitungan indeks pencemaran secara matematis. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan pengambilan sampel menggunakan grab sampling yang dilakukan pada 10 titik sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair pada outlet pabrik karung masih memenuhi baku mutu yang berlaku, kecuali pada parameter COD yang memiliki nilai 1150 mg/L. Hasil uji pada air limbah dari outlet Instalasi Pengolahan Air Sampah menunjukkan bahwa nilai pH termasuk dalam pH asam dengan nilai 5,66. Kualitas air Kali Asem sesuai hasil pengujian parameter BOD, COD, fosfat, dan merkuri telah melampaui baku mutu sungai kelas II dari titik 1 - 10. Tingkat pencemaran di Kali Asem termasuk tercemar sedang dengan rentang nilai 5,89 – 8,5.
Co-Authors A Hidayat Nurwahid Aan Nugrahadi Dewanto Adam, Husnul Khotimah Dwi Putri Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Agus Bambang Irawan Agus Bambang Irawan Alfithri, Ashila Syifa Algary, Tissia Ayu Alya Alfiah Rachmi Anasstasia, Titi Tiara Andi Renata Ade Yudono Andi Renata Ade Yudono Andi Sungkowo Andshani, Artha Nevia Eka Putri Annas Alfandi Rifai Ardiati, Aulia Syifa Arih Fitra Cahayani Arsiva Alifia Gati Arsiva Alifia Gati Artha Nevia Eka Putri Andshani Asrifah, Rr. Dina Athifah Putristya Aulia Syifa Ardiati Aulia Syifa Ardiati Ayu Damayanti Ayu Utami Ayu Utami, Ayu Baskoro, Muhammad Ario Budiasti, Hemalia Bumi Lloyd Marsha Sugiarto Damayanti, Ayu Dewanto, Aan Nugrahadi Dicky Herlambang Dina Asrifah Dzulfiqar Izzatur Rahman Ekha Yogafanny, Ekha Eni Muryani Erinda, Evi Esti Warahap Sari Evi Erinda Fairus Jelita Regita Putri Farida Arum Widayah Fitri adifa Gholam Zaki Dzamiri Glorya Mega Mandang Goemaruzzaman, Muammar Hemalia Budiasti Herwin Lukito Herwin Lukito, Herwin Isna Rahma Indah Sari Jennyamor Ramadhani Khairina, Salsabila Anandita Khauroun Nazilatul Udhma Kristanto, Wisnu Aji Dwi Kristina Debora Sidabutar Larasati Damarswasty Muammar Goemaruzzaman Muammar Gomareuzzaman Muhammad Ario Baskoro Muhammad Redo Ramadhan Nabila Aulia Balqis Nadya Ulima Nandra Eko Nugroho Nendia Nur Isni Novia Devi Savitri Nugroho, Nandra Eko Nyamiati, Retno Dwi Praditya Anggi Widhiananto Prasetya, Johan Danu Priza Tiara Titisari Putri Febri Pratiwi Putri Restu Dewati R. Agus Widodo Raden Ajeng Larasati Rifai, Annas Alfandi RR Dina Asrifah RR Dina Asrifah Rr. Dina Asrifah Rully Fachrurozi Rully Fachrurozi Saidi, Didi Sari, Esti Warahap Sugiarto, Bumi Lloyd Marsha Supriansyah Supriansyah Tissia Ayu Algary Titi tiara Anasstasia Titi Tiara Anastasia Titisari, Priza Tiara Tyka Ramadhamayanti Urbanilisa Fredlina Halawa Veronika Cendi Prameswari Putri Wisnu Aji Dwi Kristanto