Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Guru TK di TK Al Istiqomah dan TK Imam Bukhori Lombok Barat Yunitasari; Mohamad Mustari; Mansur Hakim; Asrin; Muhammad Makki
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan produktivitas kerja guru Taman Kanak-Kanak (TK) di TK Al-Istiqomah dan TK Imam Bukhori Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru TK Al-Istiqomah dan TK Imam Bukhori Lombok Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpina demokratis kepala sekolah di kedua TK diimplementasikan melalui keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, menjadi teladan dalam kedisiplinan dantanggung jawab, mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif dan kolaboratif, dan melakukan pembinaan melalui supervisi sekolah. Adapun faktor pendukung dari implementasi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan produktivitas kerja guru seperti tersedianya sarana prasarana yang memadai, adanya komunikasi antara kepala sekolah dan guru, dan pemberian motivasi maupun pelatihan. Namun demikian, penelitian ini menemukan sejumlah faktor panghambat seperti insentif gaji guru yang rendah, beban kerja yang berlebihan, dan kualifikasi pendidikan guru hanya lulusan SMA. Implementasi kepemimpinan demokratis kepala sekolah berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas kerja guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, kedisiplinan dan tanggung jawab, semangat kerja, maupun kreativitas dan inovasi guru dalam pembelajaran.
Pengaruh Kompetensi Pengetahuan, Kepribadian dan Keterampilan Lulusan SMK Program Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) terhadap Kepuasan Pengguna Lulusan di Kabupaten Lombok Barat Muhammad Fachry; Muhammad Makki; Asrin; Fahruddin; Abdul Kadir Jaelani
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengetahuan, kepribadian dan keterampilan terhadap kepuasan pengguna lulusan SMK Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Data diperoleh melalui kuesioner dengan skema rating scale dan dilengkapi oleh wawancara semistruktur. Kemudian, data yang diperoleh diolah dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Populasi yang akan diteliti adalah 15 DU/DI dan instansi yang tersebar di Kota Mataram dan Lombok Barat dengan responden sejumlah 200 Orang dan sampel sejumlah 127 Orang atau 63,5% dari total populasi dengan taraf kesalahan 5%. Sampel dalam penelitian ini beragam antara lain Owner, Manajer Cabang, Karyawan Senior, Rekan Kerja yang selevel dan Guru Produktif (dari 3 SMK Asal) yang mengikuti perkembangan pasca sekolah siswa.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pengetahuan lebih berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna lulusan daripada kompetensi kepribadian dan keterampilan. Hal ini dikarenakan kompetensi kepribadian dan keterampilan tergolong dalam threshold competencies sementara kompetensi pengetahuan tergolong kedalam differential competencies yang artinya kompetensi pengetahuan menjadi aspek pembeda dalam penilaian kompetensi di industry pangan. Oleh karena itu sekolah harus meningkatkan kualitas KBM dan mengembangkan sistem evaluasi mutu lulusan SMK berbasis 3 Kompetensi tersebut.
Manajemen Pembinaan Karakter Santri Berbasis Nilai Relegius di Pondok Pesantren Babussalam Lombok Utara Senan; Muhammad Makki; Lalu Sumardi
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan keadaan karakter santri Pondok Pesantren Babussalam Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, (2) menganalisis manajemen pembinaan karakter religius santri, (3) mengidentifikasi faktor penghambat pembinaan karakter religius. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter santri secara umum telah mencerminkan nilai religius, namun masih ditemukan perilaku kurang disiplin dalam ibadah, kejujuran, dan adab. Manajemen pembinaan karakter religius dilaksanakan melalui empat fungsi: perencanaan program, pengorganisasian tugas kepengurusan, pelaksanaan melalui pembiasaan ibadah dan penegakan disiplin, serta pengawasan berjenjang. Faktor penghambat meliputi kurangnya kerja sama dengan keluarga, pengaruh pergaulan, perbedaan latar belakang santri, dan tantangan lingkungan digital. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen pembinaan karakter religius di Pondok Pesantren Babussalam telah berjalan cukup efektif, namun tetap memerlukan penguatan kolaborasi dan strategi pembinaan yang lebih komprehensif.
Reaktualisasi Pendidikan Karakter melalui Pengembangan Buku Cerita Bergambar “Kerja Sama di Sekolah” bagi Siswa Sekolah Dasar Prayogi Dwina Angga; Muhammad Makki; Nurwahidah; I Putu Herry Widhi Andika; Deddy Whinata Kardiyanto; Ariesanti Juwita Sari; Endiyah Sukesiningsih
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku cerita bergambar berjudul “Kerja Sama di Sekolah” sebagai media literasi karakter untuk menumbuhkan nilai kerja sama dan toleransi bagi siswa sekolah dasar. Selain itu, buku cerita bergambar dikembangkan sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan krisis karakter anak dan memperkokoh budaya keberagaman di lingkungan sekolah. Pendekan penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi lima tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) perancangan (desain produk), (3) pengembangan produk awal, (4) uji validasi ahli, dan (5) uji coba lapangan. Subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan siswa kelas IV SD Negeri 24 Mataram. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan angket respon siswa. Validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 82,61% dan 84,28% untuk persentase hasil validasi ahli materi yang termasuk kategori “sangat valid,” sedangkan hasil uji coba lapangan pada siswa diperoleh persentase sebesar 89,31% yang berarti produk ini “sangat praktis” untuk digunakan. Dengan demikian, hasil buku cerita bergambar “Kerja Sama di Sekolah” menjadi jawaban atas tantangan dan kebutuhan nyata terhadap media pembelajaran yang kontekstual di lingkungan sekolah multikultural yang masih belum memiliki sarana literasi karakter.
Implementasi Program Sekolah Ramah Anak di SMPN 6 Mataram Suharliyanto Suharliyanto; Muhammad Makki; Mansur Hakim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4821

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA) di SMPN 6 Mataram melalui empat pertanyaan: gambaran program, implementasi, hambatan, dan upaya mengatasinya. Pendekatan kualitatif dengan analisis tematik diterapkan terhadap data angket terbuka dari 67 responden (36 guru, 22 siswa, 6 orang tua/wali, 3 tenaga kependidikan). Analisis menghasilkan 15 tema dari 966 unit respons. Temuan menunjukkan program SRA telah memiliki landasan kelembagaan terstruktur mencakup TPPK, layanan BK, dan budaya 5S. Implementasi mencapai sentimen positif pada enam dimensi utama, dengan kesejahteraan siswa (74,6%) dan budaya 5S (100%) sebagai capaian tertinggi. Hambatan bersifat multidimensi: fisik, kultural, kapasitas SDM, dan ekosistem kemitraan. Sekolah merespons melalui optimalisasi fasilitas, pembudayaan nilai, pelatihan, dan komunikasi multi-saluran dengan orang tua.
Sosialisasi identifikasi masalah pendidikan dengan pendekatan PDIA di Wilayah Kepulauan Kabupaten Lombok Utara Heri Hadi Saputra; Sudirman Sudirman; AA Sukarso; Abdul Kadir Jaelani; Muhammad Makki; Moh. Noor Supandri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.41193

Abstract

AbstrakWilayah kepulauan memiliki tantangan pendidikan yang kompleks akibat keterbatasan akses, sarana pendukung, serta rendahnya intensitas kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan. Kondisi tersebut juga dialami sekolah mitra di Desa Gili Indah, Kabupaten Lombok Utara, yang masih menghadapi keterbatasan dalam identifikasi masalah pendidikan berbasis data dan penyusunan solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan pendidikan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan solusi terhadap permasalahan pendidikan di wilayah kepulauan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA). Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan diseminasi, pelatihan, pendampingan, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai dasar identifikasi masalah. Kegiatan diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas 1 Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Pemenang, 4 Pengawas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, 4 kepala sekolah, dan 8 guru dari sekolah mitra. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tahapan identifikasi masalah berbasis PDIA sebesar 87%, tersusunnya empat dokumen RTL sekolah, serta terbentuknya komitmen kolaboratif antarpemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan PDIA efektif memperkuat kapasitas sekolah dalam penyelesaian masalah pendidikan berbasis data, sekaligus mendorong kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah kepulauan. Kata kunci: kolaborasi pendidikan; pengabdian masyarakat; problem-driven iterative adaptation; rapor pendidikan; wilayah kepulauan. Abstract Island regions face complex educational challenges due to limited accessibility, inadequate supporting infrastructure, and low levels of collaboration among educational stakeholders. These conditions are also experienced by partner schools in Gili Indah Village, North Lombok Regency, Indonesia, where schools continue to encounter difficulties in conducting data-driven problem identification and developing solutions that reflect the unique characteristics of island communities. In response to these challenges, this community service program aimed to enhance the knowledge and capacity of educational stakeholders in identifying, analyzing, and addressing educational problems in island areas. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach integrated with the Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA) framework. Activities were implemented through four stages: dissemination, training, mentoring, and the development of School Action Plans, using the Education Report Card (Rapor Pendidikan) as the primary source for problem identification. The program involved 17 participants, consisting of one Head of the Pemenang District Education Office, four school supervisors from the North Lombok Regency Education Office, four school principals, and eight teachers from partner schools. The implementation resulted in an 87% improvement in participants' understanding of PDIA-based educational problem identification, the completion of four school action plan documents, and the establishment of a collaborative commitment among educational stakeholders. These findings demonstrate that the PDIA approach effectively strengthens schools' capacity for data-driven educational problem solving while fostering sustainable collaboration to support continuous educational quality improvement in island regions. Keywords: collaborative education; community service; education report card; island regions; problem-driven iterative adaptation.