Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KAJIAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PEKANBARU Novia Sinata; Titik Maryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke iskemik merupakan kejadian tersumbatnya aliran darah ke otak atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke iskemik, penyumbatan terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke arah otak. Penyakit yang di akibatkan oleh stroke adalah penyebab kedua kematian dan penyebab utama kecacatan.Manajemen yang tepat dalam mengontrol penyakit stroke iskemik dengan memberikan terapi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien stroke iskemik rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru Tahun 2022. Metode penelitian observasional secara deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Data bersumber dari rekam medis yang diambil secara retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh rekam medis pasien stroke iskemik di rawat jalan priode Januari sampai bulan Desember 2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah kasus stroke iskemik yang diteliti sebagai sampel penelitian adalah 100 rekam medis pasien stroke iskemik pasien rawat jalan. Hasil penelitian dari analisis data yang dilakukan sebanyak 100 data rekam medis pasien stroke iskemik rawat jalan, sebesar 63 % (63 pasien) kasus stroke iskemik terjadi pada pasien dengan jenis kelamin laki-laki. Rentang usia penderita stroke iskemik terbanyak pada usia lansia akhir (56-65) dengan persentase sebesar 42% (42 pasien). Penggunaan obat stroke iskemik yang paling banyak digunakan berdasarkan zat aktif, golongan, generik dan dagang serta penggunaan tunggal dan kombinasi berturut turut  di Rumah Sakit Bhyangkara pekanbaru yaitu miniaspi yang mengandung asam asetilsalisilat (aspirin) sebanyak (8,65%) , golongan antiplatelet (21,90%), generik (64,55%) dan terapi kombinasi sebesar (92%).
Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Sistitis Tahun 2021 Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Novia Sinata; Indah Denni Pratiwi; Rahmayati Rusnedy
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.430

Abstract

Infeksi saluran kemih masih merupakan suatu kondisi medis yang krusial dan banyak ditemukan diberbagai unit pelayanan medis dasar sampai subspesialisasi. Studi ini tujuannya untuk mengetahui potensi kejadian interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik, unkown dan berdasarkan severity pada pasien infeksi saluran kemih sistitis rawat jalan dan inap selama periode tahun 2021.  Evaluasi interaksi obat dilakukan secara teoritik berdasarkan studi literatur dengan penapisan secara media online menggunakan situs Drugs.com dan Medscape.com serta penapisan secara manual menggunakan buku teks seperti Drug Information Handbook (DIH) dan Stockley’s Drug Interaction. Metode penelitian ini yaitu observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan analisis deskriptif. Total jumlah sampel sejumlah 90 rekam medis dengan teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah total sampling. Hasil studi mengunjukkan bahwasanya pasien infeksi saluran kemih sistitis yang berpotensi mengalami interaksi obat yaitu sejumlah 60 (66,67%) pasien dan sebanyak 30 (33,33%) pasien yang tak berpotensi mengalami interaksi obat. Dari 90 rekam medis pasien infeksi saluran kemih sistitis terdapat 925 kasus interaksi obat dimana obat digunakan bersamaan. Sebanyak 145 (15,68%) kasus kejadian yang berpotensi mengalami interaksi obat baik secara farmakodinamik, farmakokinetik maupun unknown dan terdapat 780 (84,32%) kasus kejadian yang tidak berpotensi mengalami interaksi obat. Kejadian interaksi secara farmakokinetik sejumlah (21,38%), farmakodinamik sejumlah (69,66%) dan unknown sebanyak (8,97%). Berdasarkan severity terdapat interaksi major sebanyak (17,93%), moderate sebanyak (62,76%) dan minor sebanyak (19,31%).
POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN: POTENTIAL OF ANTIPSYCHOTIC DRUG INTERACTIONS IN INPATIENTS SCHIZOPHRENIC PATIENTS AT TAMPAN PSYCHIATRIC HOSPITAL Novia Sinata; Syilfia Hasti; Firstio Anfasa Mashudi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.739

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu dari penyakit gangguan jiwa serius yang dapatmempengaruhi pikiran, perilaku dan perasaan dari penderitanya. Peresepan obat pada pasienskizofrenia biasanya tidak hanya satu jenis obat antipsikotik saja melainkan diberikanbersamaan dengan obat-obatan lain. Pemberian bermacam obat dalam waktu yangbersamaan dapat meningkatkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) salah satunyaadalah interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi interaksiobat pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau tahun 2021. Datadiperoleh dari rekam medik secara retrospektif dan dianalisis dengan metode observasionalsecara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 data rekam medikpasien skizofreia pada tahun 2021. Penelitian potensi interaksi obat pada pasien skizofreniaberdasarkan jenis interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik dan unknown sertaberdasarkan severity (tingkat keparahan) terdiri dari major, moderate dan minor. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ditemukan adanya potensi interaksi obat antipsikotik denganobat lain sebanyak 402 kasus. Interaksi terdiri dari jenis interaksi farmakokinetik sebesar3,73%, farmakodinamik sebesar 89,55% dan interaksi unknown sebesar 6,72%. Berdasarkanseverity (tingkat keparahan) terdapat pada tingkat keparahan major sebesar 30,35%,moderate sebesar 67,66%, minor sebesar 1,99%. Kombinasi obat yang banyak berpotensiinteraksi adalah haloperidol dengan triheksifenidil dengan severity (tingkat keparahan)moderate dan jenis interaksi antagonis farmakodinamik.Kata kunci : interaksi obat; skizofrenia; rekam medik
EVALUATION OF ANTIBIOTIC USE USING THE ATC/DD AND DU 90% METHODS IN OUTPATIENT PATIENTS IN PUSKESMAS RI TENAYAN RAYA Novia Sinata; Delvi Regika; Mira Febrina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1047

Abstract

Infectious diseases are one of the health problem that threaten developing countries, including Indonesia. Riau as one of the provinces with its coastal coverage is not spared from this problem. Inaccurate use of antibiotics is found in the wider community, which can be a cause of negative risks such as antibiotic resistance. Antibiotics are drugs that are used to treat diseases caused by microbes. The improper use of antibiotics can lead to a risk of resistance. Resistance can be avoided using antibiotics. This study aimed to classify antibiotic use using ATC codes and determine the quantity of antibiotic use in outpatients by calculating the DDD. This research method was observational, with a descriptive design and retrospective data collection using secondary data by searching medical records. The sample in this study consisted of outpatients at the Tenayan Raya Inpatient Health Center Outpatient Installation between January and December 2022 who received antibiotic therapy with an ATC code and DDD value in accordance with the provisions of the WHO Collaborating Center, using a total sampling technique.The results of the study showed that based on the ATC/DDD and DU 90% methods, there were 3 antibiotics with the highest quantity of use, namely amoxicillin at 165,92 DDD/1000 KPRJ with a percentage of 67,02%, ciprofloxacin at 41,07 DDD/1000 KPRJ with a percentage of 16,59 %, and cefixime as much as 14,69 DDD/1000 KPRJ with a percentage of 5,93%.  Keywords: antibiotics, ATC/DD, DU 90%, resistance
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PNEUMONIA Sinata, Novia; Pratiwi, Erniza; Rosidi, Fatmarzuqni Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.503

Abstract

Pneumonia merupakan suatu peradangan akut parenkim pada paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme meliputi bakteri, virus, jamur dan parasit. Penggunaan beberapa obat dalam terapi pneumonia dapat meningkatkan terjadinya Drug Related Problem salah satunya potensi terjadinya interaksi obat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi interaksi obat pneumonia di Puskesmas Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Data diperoleh dari rekam medik secara retrospektif dan dianalisis dengan metode observasional secara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 69 data rekam medik pasien pneumonia pada tahun 2020. Penelitian potensi interaksi obat pada pasien pneumonia berdasarkan jenis interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik, dan unknown serta berdasarkan severity (tingkat keparahan) terdiri dari major, moderat dan minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan adanya potensi interaksi obat pneumonia dengan obat lain sebanyak 118 kasus. Interaksi terdiri dari jenis interaksi farmakokinetik sebesar 11,86%, farmakodinamik sebesar 72,03% dan interaksi unknown sebesar 16,10%. Berdasarkan severity (tingkat keparahan) terdapat pada tingkat keparahan major sebesar 5,08%, moderat sebesar 44,92%, minor sebesar 50,00 %. Kombinasi obat yang banyak berpotensi interaksi adalah azitromisin dengan salbutamol sebesar 25,42% dengan severity (tingkat keparahan) moderat dan jenis interaksi sinergisme farmakodinamik.Kata kunci: Interaksi Obat; Pneumonia; Rekam Medik
PENTINGNYA NUTRISI DI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK DI DESA KUAPAN Anggraini, Deni; Sinata, Novia; Agistia, Nesa; Almurdani, M.; Indriana, Annisa Chika Ayu; Melanie, Claudy Friesta; Azli, Echa Saskia; Suwinda, Elia; Mulyani, Fitri; Wulandari, Lydia Tri; Audina, Mia; Nabela, Nabela; Azizah, Nur Rahmi; Suhada, Zikra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22531

Abstract

Masalah balita pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus di negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2013 terjadi peningkatan anak stunting dari 36,8% pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada tahun 2013. Selama 20 tahun terakhir, penanganan masalah stunting sangat lambat. Secara global, persentase anak-anak yang terhambat pertumbuhannya menurun hanya 0,6 persen per tahun sejak tahun 1990. WHO mengusulkan target global penurunan kejadian stunting pada anak dibawah usia lima tahun sebesar 40 % pada tahun 2025, namun diprediksikan hanya 15-36 negara yang memenuhi target tersebut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengetahuan masyarakat tentang stunting dan mengedukasi cara mencegah terjadinya stunting pada anak dimasa pertumbuhan. Untuk mencapai tujuam tersebut dilakukan beberapa kegiatan yaitu pelaksanaan pre-test, penyuluhan, dan post-test terkait stunting dan cara pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan terhadap 50 responden di Desa Kuapan Kab. Kampar. Berdasarkan hasil analisis Bivariat diketahui bahwa pemberian perlakuan berupa edukasi masyarakat (pre test) mengenai stunting menunjukkan adanya pengaruh signifikan dibandingkan (Post Test) dengan ada kuisioner dengan pertanyaan yang sama dengan skor (pre test) dari 50 orang yaitu 30 orang 60%, 17 orang 34% dan 3 orang 6% dan (post test) dari 50 orang 100%.
Isolation and Cytotoxic Activity Test of Alkaloids from Dichloromethane Fraction of Bark of Tampa Badak (Voacanga foetida (Blume) Rolfe) Against T47D Cell Line Adriani Susanty; Nurdina Putri; Ihsan Ikhtiarudin; Novia Sinata; Dira Dira; Fatma Sri Wahyuni; Dachriyanus Dachriyanus
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 7 No. 2 (2023): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v7i2.583

Abstract

Cancer is a problem in the health sector because this disease has an increasing incidence of morbidity and mortality. While the treatment still leaves some drug side effects, which cause discomfort for cancers sufferers. The arises because most cancer drugs work non-selectively. Because of some of the problems above, it is necessary to encourage the search for alternative drugs treatment of cancer. Voacanga foetida (Blume) Rolfe (Apocynaceae) is a species of plant from the genus Voacanga known as the tampa badak from West Sumatra. This plant is known to be source of indole alkaloids and also bis-indole alkaloids potential as cancer drugs. Therefore, in this study we are interested to explore the potency of this plant as natural product sources with potential cytotoxic activity. The study was started from the isolation process and continued by characterization of the isolated compounds and then testing their cytotoxic activity T47D breast cancer cell line. The isolation process of alkaloid compounds were performed by acid-base extraction, liquid-liquid fractionation, and followed by separation using column chromatography. Then,the potency of cytotoxic activity of the isolates were screened through Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method and evaluated by MTT assay. The structure of three isolated alkaloids (VFB-DB1.1; VFB-DB2.1; and VFB-DB2.2) were charachterized using spectroscopic analyses, including UV and FT-IR. One isolated compound (VFB-DB1.1) was also characterized using 1H NMR spectroscopy. Based on the similarity of 1H NMR spectra of isolated compound when compared with the literature, compound VFB-DB1.1 was identified as voacangine. Then, the BSLT and MTT assay result showed that VFB-DB1.1 exhibited LC50 value of 15.8 µg/mL againt Artemia salina L.and IC50 value of 8.9 µg/mL against T47D breast cancer cells, respectively.
Uji Aktivitas Antidiabetes Fraksi dari Ekstrak Etanol Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) Terhadap Mencit Diabetes Novia Sinata
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by blood sugar levels that exceed normal (hyperglycemia) as a result of the body is insulin deficiency relative or absolute. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) one of the plants that are traditionally used to treat diabetes mellitus. The antidiabetic activity of plant karamunting because this plant contains chemical compounds, one of which is flavonoid. The Antidiabetic research of fraction of the ethanol extract of the leaves Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk ) has been done on white male mice induced diabetes by alloxan dose of 200 mg / kg body weight intraperitoneally. The fraction of the extract ethanol was given ethyl acetate fraction, fraction of n-hexane and the fraction of water with each dose of 25 mg/ kg body weight given orally once daily for seven days. Parameters measured were blood glucose levels in mice. The results showed that the fraction of water orally showed a decrease in blood glucose levels are higher than diabetic mice by fractions of ethyl acetate and n-hexane fraction orally. The percentage of blood glucose lowering effect of the water fraction of 58.87%, 52.09% fraction of ethyl acetate and hexane fraction 24.30%.
Sosialisasi Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan dan Dampaknya bagi Kesehatan Masyarakat di Kota Pekan Baru Anggraini, Deni; Sinata, Novia; Agistia, Nesa; Almurdani, M.; Sandra, Alya Dwi; Al-Fadillah, Annsisya Shafira; Azhar, Gustika; Yadi, Hervi; Kurnia, Lisa; Nadia, Putri; Astaharie, Shinta Angelia; Adela, Syarifah Nur; Pratiwi, Wulan Iska; Zikrinnissa, Zikrinnissa
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i2.70

Abstract

Telah dilakukan sosialisasi bahaya konsumsi gula berlebihan dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat di Kota Pekan Baru. Kegiatan yang melibatkan peserta berjumlah 60 orang dilakukan di Stadion Utama Riau. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah demonstrasi dan diskusi serta pembagian leaflet kepada masyarakat. Pengukuran efektivitas kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan memberikan tes berbentuk kuisoner yang diberikan sebelum kegiatan sosialisasi sebagai tes awal (pretest) dan tes akhir setelah sosialisasi (post-test). Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang bahaya konsumsi gula berlebihan dan dampaknya bagi kesehatan setelah kegiatan dilaksanakan. Analisis sosiodemografi yang melihat kategori umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan penghasilan peserta menunjukkan bahwa kenaikan pengetahuan yang signifikan terjadi pada peserta yang berusia 17-25 tahun, peserta jenis kelamin perempuan, peserta yang berpendidikan tinggi, peserta yang bekerja, dan berpenghasilan tinggi. Pengetahun yang baik akan bahaya konsumsi gula berlebihan dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat akan dapat membantu mengurangi jumlah kasus penyakit degeneratif yang semakin banyak terjadi.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN TUMBUHAN AKAR KAIK-KAIK (Uncaria cordata (Lour.)Merr) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN Meiriza Djohari; Dwi Pratiwi; Novia Sinata; Noveri Rahmawati
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v9i2.679

Abstract

Hypertriglyceridemia is a condition when there is an increase in triglyceride levels in the blood. Hypertriglyceridemia can cause heart problems. One of the plants that can be used as medicine is the root plant kaik-kaik (Uncaria cordata (lour.) Merr). This study aims to determine the effect of giving ethanol extract of kaik-kaik (Uncaria cordata (lour.) Merr) leaves on serum triglyceride levels of male white rats (Rattus norvegicus). The parameters used were serum triglyceride levels of male white rats induced by high fat feed, namely quail egg yolk as much as 10 ml/kgBB. This study used 18 male white rats which were divided into 6 groups with 3 rats per group. The normal group was fed only with rats and Na CMC suspension, the negative group was given high-fat feed induction and Na CMC suspension. The positive group was given high-fat feed induction and 0.9 mg/kgBB of atorvastatin suspension. The treatment group was given high-fat feed and a suspension of ethanol extract of kaik-kaik root leaves at doses of 100, 200, and 400 mg/kgBB as much as 1% of body weight given orally. The method used was colorimetric enzymatic using a Mindray® photometer (BA-88A) at a wavelength of 510 nm. Triglyceride level data on days 0, 15, 22 and 29 were analyzed by one-way ANOVA test and repeated ANOVA. The results showed that the ethanol extract of kaik-kaik root (Uncaria cordata (Lour.) Merr) leaves at doses of 100, 200 and 400 mg/kgBB had an effect in reducing serum triglyceride levels of male white rats (Rattus norvegicus) indicated by differences. which was significant (p <0.05) with negative control and showed activity to decrease triglyceride levels which was not significantly different (p> 0.05) with atorvastatin.
Co-Authors Adela, Syarifah Nur Adriani Susanty Agistia, Nesa Agustini, Tiara Tri Al Farisa, Nayla Al-Fadillah, Annsisya Shafira Alfiana, Heni Amanda, Denisya Anggraini, Dhiva Anggraini, Haryeni Sastra Annisa Annisa Asnila Asnila Astaharie, Shinta Angelia Azhar, Gustika Azizah, Nur Rahmi Azli, Echa Saskia Dachriyanus Delvi Regika Deni Anggraini Devi Safitri Dira Dira Dwi Pratiwi Eliza Fitri Ezuela, Deska Z Fatma Sri Wahyuni Ferelina Santi Firstio Anfasa Mashudi Fitri Mulyani, Fitri Hafizah, Raihatul Hasanah, Sari Uswatun Hazizah, Hazizah Helmi Arifin Idzan, Nur Kamilah Ihsan Ikhtiarudin Imelda Rosalia Indah Denni Pratiwi Indah Wahyuni Indriana, Annisa Chika Ayu Intan Ayu Deswinda K, Della Yunita Sary. Khairani Putri, Khairani Kurnia, Lisa Laia, Cindy Oktaviana Leni Marlina Lestari, Maizurah Risa Lisa Renita M Almurdani Maisarah Maisarah Marisa Nurlita Meiriza Djohari, Meiriza Melanie, Claudy Friesta Melzi Octaviani Mia Audina, Mia Mira Febrina Mistawati, Aida Musdalifah Musdalifah Muthui’ah Muthui’ah Nabela, Nabela Nadia, Putri Ningsih, Rizsari Nisa Aulia Nofriyanti Noveri Rahmawati Nurdina Putri Nurul, Hidayah Pratiwi, Erniza Pratiwi, Wulan Iska Rahimi, Indari Rahma Dona Rahman, Rizki Abi Rahmi, Rizki Asrina Ramadhani, Elsha Fadhika Dwi Ranti, Juliati Rapi, Sari Mayang Repuja, Dira Ricardo, Nadira Atiqah Rizki, Famella Yustika Rosidi, Fatmarzuqni Putri Rusnedy, Rahmayati Safitri, Elsa Sandra, Alya Dwi Sari, Fatwa Aulia Satiya, Selin Faysa Shella Anggraini Siregar, Lisa Andriyani Siti Aisyah Rahmadani Suhada, Zikra Sumbarita, Silvia Suwinda, Elia Syilfia Hasti Titik Maryani Tri, Daniarti Wahidah, Lutfiana Nurul Wirda Hayati Wulandari, Lydia Tri Yadi, Hervi Zikrinnissa, Zikrinnissa