Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN DEGRADASI LINGKUNGAN PESISIR DAN LAUT KOTA MAKASSAR TERHADAP KEBIJAKAN PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR Suleman, Yuliani; Paotonan, Chairul; Rachman, Taufiqur
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12306

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota dari 30 kota pantai di Indonesia yang diperkirakan potensial terkena dampakkenaikan muka air laut. Kawasan pesisir Makassar mengalami degradasi daya dukung lingkungan yang cukupsignifikan yang diakibatkan oleh adanya pemanfaatan ruang yang kurang terkendali dari kegiatan pembangunan sertakondisi geomorfologi kawasan pesisir yang rawan terhadap resiko bencana. Kajian ini dilakukan untuk mengetahuifaktor penyebab perubahan/degradasi lingkungan yang terjadi di Kota Makassar dengan acuan data dan informasiyang berkaitan dengan pengimplementasian kebijakan pengelolaan kawasan pesisir. Metode penelitian yangdigunakan berupa memberikan gambaran tentang fenomena tertentu atau aspek kehidupan tertentu dari lokasi danmasyarakat yang ditinjau. Pengumpulan data meliputi data atau dokumen yang telah ada. Penyebab terjadinyadegradasi ekosistem yang paling signifikan adalah kurangnya kemampuan masyarakat untuk dapat menyelesaikanpersoalan lingkungan, kurangnya kapasitas masyarakat untuk memberikan masukan kepada pihak-pihak yangberkepentingan dan berkewajiban mengelola dan melindungi lingkungan, serta kegagalan kebijakan pemerintah untukmenginplementasikan peraturan perundang undangan tentang pengelolahan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecilyang tercantum dalam UU No 1 tahun 2014 yang merupakan hasil perubahan atas UU No 27 tahun 2007. Sebagianbesar dampak kerusakan dirasakan berpengaruh terhadap aktivitas manusia dan lingkungan, seperti rusaknya biotalaut, terancamnya pemukiman dan mata pencaharian nelayan, dan sebagainya. Pemerintah hendaknya dapatbekerjasama dengan masyarakat untuk menyelamatkan pemasalahan degradasi lingkungan pesisir dan laut kotamakassar.
TINJAUAN BATASAN SEMPADAN PANTAI TANJUNG BUNGA SEBAGAI IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 2014 Reskiyanti, Reskiyanti; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12307

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.500 pulau besar dan kecil dengan panjang garispantai kurang lebih 81.000 km. Daerah pantai merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap perubahan, baikperubahan akibat ulah manusia maupun perubahan alam. Desakan kebutuhan ekonomi menyebabkan wilayah pantaiyang seharusnya menjadi wilayah penyangga daratan menjadi tidak dapat mempertahankan fungsinya sehinggakerusakan lingkungan pesisir pun terjadi. Untuk mencegah terjadinya kerusakan pantai lebih jauh diperlukan adanyakawasan sempadan pantai. Kriteria kawasan lindung untuk sempadan pantai menurut Undang-Undang No. 1 Tahun2014 yaitu daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Penelitian ini memaparkan tinjauan inplementasi Undang-UndangNo. 1 Tahun 2014 perihal sempadan pantai yang berada di Pantai Tanjung Bunga Kota Makassar. Implementasiperaturan UU No. 1 tahun 2014 di kawasan tersebut masih sangat lemah. Sempadan pantai dapat melindungi danmenjaga kelestarian fungsi ekosistem dan segenap sumber daya di wilayah pesisir, kehidupan masyarakat di wilayahpesisir dari ancaman bencana alam, alokasi ruang untuk akses publik melewati pantai, dan alokasi ruang untuk saluranair dan limbah
ANALISIS PENGARUH DIMENSI RANGKAIAN PIPA HORISONTAL TERHADAP TRANSMISI DAN REFLEKSI GELOMBANG PADA PEMECAH GELOMBANG BERPORI Syamsuri, A. M.; Suriamiharja, Dadang A.; Arsyad Thaha, Muhammad; Rachman, Taufiqur
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12979

Abstract

Salah satu aspek penting dalam pengembangan di bidang maritim adalah pembangunan struktur pelindung pantaisekaligus penjaga kelestarian ekosistem laut. Oleh karena itu, munculah beberapa ide untuk masalah erosi dan abrasidi sepanjang garis pantai Indonesia. Salah satunya struktur peredam gelombang yang sekarang mengalamiperkembangan penelitian adalah pemecah gelombang berpori, pemecah gelombang berpori atau berlubang diharapkanselain meminimalisir refleksi gelombang juga mampu mereduksi gelombang transmisi. Struktur pemecah gelombangtersebut dengan maksud memberi dimensi bidang gesek pada permukaan dinding lubang pipa tersebut yaitumenganalisis parameter dimensi dinding gesek terhadap diameter lubang dan panjang lubang pada model, sehinggadiharapkan mampu lebih efektif dalam mereduksi gelombang yang datang. Jenis penelitian ini adalah penelitianeksperimen di laboratorium, penelitian ini menggunakan model pemecah gelombang dengan memvariasikan diameterdan panjang dinding pada lubang pipa disusun sedemikian rupa sehingga lubang gesek dinding pada model tegak lurusterhadap arah datangnya gelombang, tinggi air, diameter model dan panjang model pemecah gelombang diaturberdasarkan kebutuhan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diameter dan luas dinding gesek pipa mampumereduksi terhadap pengurangan tinggi gelombang dalam bentuk hubungan parameter tak berdimensi, sehinggadiharapkan mampu lebih efektif dalam perlindungan pengamanan pantai.
EFEK PROPERTI PENAMPANG KAPAL TANKER TERHADAP KEKUATAN Ayu Novia Lestari, Putri; Rachman, Taufiqur; Zubair Muis Alie, Muhammad
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12984

Abstract

lingkungan, salah satunya adalah beban gelombang laut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek propertipenampang kapal terhadap kekuatan-batas kapal double hull tanker T3. Dengan penelitian ini diharapkan dapatmengetahui hubungan pengaruh modulus penampang kapal terhadap kekuatan batas kapal antara analisis denganmetode liniear terhadap metode NLFEA (Non-linear Finite Element Analysis). Investigasi efek properti penampangkapal terhadap kekuatan batas kapal dilakukan dengan menggunakan metode liniear, dengan memperhitungkandimensi elemen dari tiap-tiap plate dan stiffener penyusun konstruksi kapal double hull tanker tersebut, yang hasilnyaakan di compare dengan hasil penelitian sebelumnya dengan metode NLFEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwakapal double hull tanker T3 memiliki modulus penampang kapal (w) sebesar 93,692 m3. efek properti penampangkapal terhadap kekuatan batas kapal (Mu) berbanding lurus dengan nilai tegangan kerja kapal (σ) dimana semakinbesar modulus penampang kapal (w) maka semakin kecil tegangan kerja (σ) yang terjadi pada kapal. Kekuatan bataskapal double hull tanker T3 kondisi hogging sebesar 5,750 x 1012 Nmm dan -6,089 x 1012 Nmm untuk kondisi sagging,dengan perbandingan nilai kekuatan batas kapal antara metode Linear dan metode NLFEA dari penelitian yang telahdilakukan sebelumnya menunjukkan hasil dari metode NLFEA lebih besar, dengan rasio perbandingan kekuatan batassebesar 32,31-58,63 %.
ANALISIS KEKUATAN VARIASI PELAT BERPENEGAR PADA DASAR KAPAL FPSO DENGAN KAPASITAS 370.000 BOPD Safitri, Safitri; Zubair Muis Alie, Muhammad; Rachman, Taufiqur
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12987

Abstract

Aspek terpenting dari struktur FPSO ialah konfigurasi material dan kekuatan struktur yang digunakan dalamdesainnya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kekuatan pelat berpenegar pada dasar kapal FPSO dengan kapasitas370.000 BOPD dengan tujuan menganalisa tegangan kerja dan deformasi yang terjadi pada pelat berpenegar kapalpada kondisi beban merata yang diterima oleh struktur pelat bottom. Pembebanan momen lentur batas vertikal yaknipada kondisi tekan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan caramemodelkan pelat dengan jarak gading 600 mm, kondisi syarat batas jepit keliling, dan sendi keliling lima stiffener.Hasil yang diperoleh menunjukkan grafik hubungan antara tegangan dan regangan sebagai akibat dari pengaruhkonfigurasi material dan pembebanan yang terjadi. Pemodelan dilakukan dengan jumlah stiffener yang diamati 5stiffener menggunakan software ANSYSTM. Hasil tegangan kerja tertinggi terjadi pada kondisi syarat batas sendikeliling sebesar 363,698 N/mm2 dan tegangan terendah terjadi pada kondisi syarat batas jepit keliling dengan tegangansebesar 320,925 N/mm2.
KAJIAN PERANGKAT KESELAMATAN PELAYARAN BAGI KAPALKAPAL YANG BERSANDAR DI PELABUHAN KAYU BANGKOA Handayani, Irma; Damayant, Riska; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12995

Abstract

Makassar adalah salah satu kota yang memiliki beberapa dermaga kecil atau dermaga bantu tempat berlabuhnyabeberapa kapal dari berbagai pulau-pulau sekitar. Salah satu dermaga di Kota Makassar yang mendukungperekonomian adalah Dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga yang telah difungsikan sejak tahun 1970an ini melayaniberbagai jenis kapal mulai dari kapal jenis fiber ukuran 8 meter hingga kapal kayu yang berkapasitas 10 hingga 20GT dengan trayek penyeberangan dari Kota Makassar menuju Pulau Barrang Lompo, Barrang Caddi, PulauKodinggareng Keke, dan pulau lain sekitarnya. Namun, dari sekian banyak kapal yang berlabuh ini tidak dilengkapidengan perangkat keselamatan pelayaran yang memadai. Kajian ini meninjau seberapa besar perhatian pihakpenyelenggara kapal dan pelabuhan terhadap perangkat kesalamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang bersandar diPelabuhan Kayu Bangkoa. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptif, yakni memberikan gambaran tentangfenomena tertentu atau aspek tertentu dari lokasi yang dikaji, tidak hanya terbatas pada pengumpulan data, tetapimeliputi analisis dan interpretasi tentang arti data tersebut. Dengan kajian ini diharapkan pihak pemerintah setempatdapat lebih menggiatkan aktifitas sosialisasi keselamatan pelayaran dan penerapannya di lapangan sehingga akanmeminimalisir korban dan resiko kecelakaan yang terjadi pada saat kapal berlayar bagi kapal-kapal yang bersandar diPelabuhan Kayu Bangkoa. Dengan adanya perhatian penuh atas mutu pelayanan pelayaran dan bongkar muat barangdan penumpang dapat meningkatkan minat pengguna jasa pelayaran yang pada akhirnya memberikan dampak positifterhadap peningkatan perekonomian.
KESELAMATAN BONGKAR MUAT PENUMPANG DI DERMAGA PENYEBERANGAN KAYU BANGKOA MAKASSAR Savhanta Tonapa, Royh; Restuardi Dundu, Denis; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12996

Abstract

Dermaga Penyeberangan Kayu Bangkoa merupakan salah satu dermaga di Kota Makassar yang menyediakan jasapenyeberangan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Kota Makassar Sulawesi Selatan. Dermagapenyeberangan ini terbuat dari konstruksi kayu, namun saat ini kondisinya sudah mengalami kerusakan di beberapabagian konstruksinya. Akibat kurangnya fasilitas yang menjamin keselamatan penumpang maka kondisi ini sangatmembahayakan bagi keselamatan penumpang dan pelaku ekonomi yang memanfaatkan fasiltas dermaga. Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada kegiatan bongkar muat penumpang dan barang di dermagaPenyeberangan Kayu Bangkoa. Manfaat kajian ini adalah sebagai sumbangan pemikiran di bidang keselamatan kerjadalam aktifitas bongkar muat kapal di Dermaga Kayu Bangkoa, dan sebagai bahan informasi serta masukan bagiinstansi terkait dalam meningkatkan keselamatan kerja bongkar muat penumpang dan barang di dermaga. Kajian inimenggunakan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik pemeriksaan fisik denganberkunjung dan mengamati aktifitas secara langsung proses bongkar muat barang ataupun menaik-turunkanpenumpang ke dan dari kapal di Dermaga Penyeberangan Kayu Bangkoa. Permasalahan keselamatan dan kesehatankerja (K3) serta keselamatan pelayaran di wilayah pelabuhan Dermaga Kayu Bangkoa belum mendapatkan perhatianyang memadai semua pihak. kesadaran masyarakat dan para pengguna jasa dermaga terhadap aspek keselamatan diridan lingkungannya masih sangat lemah, sehingga tidak memikirkan dampak/resiko yang mengakibatkan kerusakanpada konstruksi dermaga dan mengakibatkan kecelakaan.
TINJAUAN ASPEK KESELAMATAN PELAYARAN TERHADAP KONDISI TEKNIS PELABUHAN PENYEBERANGAN FERRY BIRA-PAMATATA Yudha Pratama, Andi; Ayyub Ansyari B, Muhammad; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12997

Abstract

daya angkut yang lebih besar dari pada kendaraan darat sehingga terhitung lebih efisien. Kondisi beberapa pelabuhanpenyeberangan ferry yang ada saat ini memiliki sarana di bawah standart terutama fasilitas gedung terminalpenumpang. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat visi misi pemerintah untuk memaksimalkan transportasilaut sebagai alternatif moda angkutan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sarana dan prasaranamoda transportasi laut dan meninjau kondisi teknis penggunaan fasilitas Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bira danPamatata. Berdasarkan kondisi teknis Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bira dan Pamatata ini dibutuhkan perangkatpelayanan dan fasilitas terminal penumpang angkutan laut yang sesuai dengan fungsinya dan dapat menunjangkeselamatan dan keamanan penumpang. Pemerintah harus melakukan perbaikan secara menyeluruh kondisi dermagadi Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bira dan Pamatata. Perawatan fasilitas umum dan penunjang demagapenyeberangan ferry perlu ditingkatkan, agar aktifitas pelabuhan berlangsung secara aman.
PENTINGNYA PENGETAHUAN TENTANG MUATAN DAN STABILITAS KAPAL BAGI AWAK KAPAL RAKYAT PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DEMI KESELAMATAN PELAYARAN Rizky, Zakinah; Zulfikar, Zulfikar; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v1i1.12998

Abstract

Tingginya kasus kecelakaan laut di Indonesia saat ini harus menjadi perhatian seluruh pihak, bukan hanya pemilikkapal tetapi juga pemerintah, instansi terkait dan masyarakat yang harus lebih aktif dalam memberikan informasi.Pelabuhan Paotere adalah pelabuhan rakyat yang terletak di bagian Utara Kota Makassar dalam pengelolaannyaberada di bawah pengawasan PT. Pelindo IV. Pelabuhan ini sebagai salah satu pintu gerbang pembangunan kotaMakassar. Kecelakaan yang terjadi di Pelabuhan Paotere baru-baru ini adalah tenggelamnya kapal nelayan KM Aristayang rencananya akan berlayar ke Pulau Barrang Lompo pada Rabu, 13 Juni 2018. Kapal tersebut tenggelam akibatcuaca buruk dan kelebihan muatan. Sistem pemuatan yang tidak mempertimbangkan aspek-aspek keselamatantersebut akan berdampak pada stabilitas kapal yang menyebabkan kapal oleng hingga terbalik. Sangat disayangkanbahwa banyak korban jiwa hanya karena kurangnya perhatian dan pemahaman awak kapal terhadap hal krusial sepertiini. Cara yang baik untuk menghindari korban akibat insiden stabilitas adalah memahami konsep stabilitias itu sendiriterutama bagi pelayaran rakyat. Secara statistik persentase jumlah korban yang terjadi pada pelayaran rakyat terusmeningkat terlebih lagi bahwa konstruksi dan system pemuatan yang diterapkan sering tidak mempertimbangkanaspek-aspek keselamatan antara lain karena stabilitas yang cenderung kurang mendukung. Oleh karena itu,diperlukannya sosialisasi mengenai regulasi muatan kapal hingga pengetahuan tentang stabilitas kapal yangdiharapkan mampu menambah wawasan dan keterampilan awak kapal tentang keselamatan kerja dan diharapkandapat memperkecil resiko kecelakaan dini maupun kecelakaan yang telah terjadi terutama pada Pelabuhan RakyatPaotere Makassar.
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERUBAHAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BIRINGKANAYA Umar, Hasdinar; Rachman, Taufiqur; Sari, Indah Puspita
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13197

Abstract

Permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimanana perubahan luas lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Biringkanaya pada waktu 20 tahun terakhir (2000-2018) dan bagaimanaperubahan penggunaan lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Biringkanaya pada tahun 2000 dan 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luas lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah Kecamatan Biringkanaya dan mengetahui perubahan penggunaan lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Biringkanaya pada tahun 2000 dan 2018. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan mengenai penataan penggunaan lahan, dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk membuat tata ruang perubahan lahan,dapat membantu pemerintah memecahkan permasalahan dalam proses informasi tentang luas lahan akibat perubahan garis pantai dan bermanfaat bagi peneliti itu sendiri. Metode penelitian ini dimulai dari tempat dan waktu penelitian, dimana waktu penelitian ini di laksanakan dengan estimasi waktu 3 bulan di wilayah pesisir Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya. Berdasarkan fungsi lahan data BPS menunjukkan konsentrasi penduduk di Kecamatan Biringkanaya yang terbesar dari 7 Kelurahan yaitu Kelurahan Untia dengan jumlah penduduk yakni 202.520 jiwa, luas wilayah kecamatan ini 48,22 km2 sehingga kepadatan penduduk berkisar 4.199 jiwa/km2. Adapun teknik pengumpulan data yaitu intepretasi citra, observasi lapangan untuk mengetahui fenomena visual yang ada meliputi perubahan garis pantai, pemanfaatan ruang wilayah pesisir, overlay, dokumentasi dan wawancara serta teknik analisis data, dan pengolahan data pendukung seperti data oseanografi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan garis pantai di kawasan pesisir pantai Kelurahan Untia selama 18 tahun yaitu 2000-2018 menggunakan citra satelit Google Earth secara signifikan yaitu abrasi terbesar 44.729,03 m2, sedangkan akresi terbesar 90.616,53m2. Dimana penggunaan lahan terluas dari tahun 2000-2018 di pesisir pantai Kelurahan Untia digunakan sebagai lahan sawah/tambak seluas 1.154,959,49 m2. Sedangkan penggunaan lahan paling rendah yaitu fasilitas umum seluas 23.264,90 m2.
Co-Authors ., Ardi ., Ashury A. Narayana Jufri, Muhammad Fauzan Achmad Yasir Baeda Adiputra, Ristiyanto Alie, Muh. Zubair Alkhaer, Ilham Andriadi, Andi M. Rezky Arafat, Andi Muhammad Alfian Arifki, Muhammad Alif Alim Arsyad Thaha, Muhammad Ashury - Ashury, Ashury Assidiq, Fuad Mahfud Awal, Muhammad Andika Samudera Ayu Novia Lestari, Putri Ayyub Ansyari B, Muhammad Chairul Paotonan Daeng Paroka Damayant, Riska dj, ashury Djamaluddin, Ashury Dundu, Denis Restuardi Eko Yusroni Fachry Abda El Rahman Fauzan, Dzaky Firman Husain Firman Husain Ganding Sitepu Habibi Palippui Haryo Dwito Armono Hasdinar Umar Idsan, Muhammad Akhsal Ikram, Andi Muhammad Indah Puspita Sari, Indah Puspita Irfaniyanti, Irfaniyanti Irma Handayani, Irma Jalil, Jalil Jumadi Jumadi Juswan - Juswan . Juswan Sade Juswan, Juswan Kasba, Putri Sriwahyuni Kriyo Sambodho Kurniawan, Abdi Makmur, Irfan Maming, Muhammad Idhil Masri, Andi Muhammad Maulid Mistipa Avin, Fabelyn Gandryal Muhajirin Muhajirin Muhammad Fadly Muhammad Zubair M Alie Muhammad Zubair Muis Alie Muhammad Zubair Muis Alie, Muhammad Zubair Muhiddin, Amir H. Mustika, Andi Mega Nasir, Andi Mega Mustika Nisa, Mu’minatung Nur, Fitrahwati Pairunan, Teguh Pata’dungan, Geby Phady, Adriani Prasetyo, Adil Farhan Purnama, Bulan Rachmi, Nur Rahim, Fitri Ramadani Rahmat, Nabila Ainun Nur Ramadhan Umar, Muhammad Fitrah Ramasari, Dian Reskiyanti, Reskiyanti Restuardi Dundu, Denis Rizky, Zakinah Sabaruddin Rahman Safitri Safitri Savhanta Tonapa, Royh Shirly Wunas Sitti Hijraini Nur Suci, Indah Melati Suleman, Siti Arifaini Suleman, Yuliani Suriamihardja, Dadang Suriamiharja, Dadang A. Suyono Suyono Syaifullah, Muh Syamsuri, A. M. Syamsuri, Andi Makbul Thaha, Arsyad Timang, Novrian Yosua Utama, Muhammad Furqan Lizak Widianingrum, Windi Yudha Pratama, Andi Zubair Muis Alie, Muhammad