Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN TEKNIK PENGEMASAN PRODUK YOGHURT DI PONPES RAUDHATUL MADINAH - JUNREJO - BATU Prayitno, Prayitno; Rachmawati, Diana; Mufid, Mufid; Ekasari, Silvia Rahmi; Astuti, Fina Andika Frida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i2.6615

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Madinah merupakan salah satu Ponpes di Kota Batu yang menerapkan pembelajaran berbasis wirausaha. Para santri Ponpes umumnya merupakan yatim piatu yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. Para santri selain mengikuti pendidikan umum di SMP/MTs, SMU/MA juga mendapatkan pembelajaran kewirausahaan di Ponpes. Beberapa kegiatan kewirausahaan, antara lain: usaha produksi yoghurt, usaha beternak domba, usaha bercocok tanam sayuran, dan usaha catering. Namun demikian, dalam kegiatan kewiraushaan tersebut masih banyak hal yang perlu ditingkat dan dikembangkan baik dalam aspek kualitas maupun kuantitas produksi. Tujuan pelatihan adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan pada para santi dan pengelolah Ponpes tentang teknik pengemasan produk yoghurt. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kuantitas pengemasan produk yoghurt. Materi pelatihan meliputi, antara lain: pemilihan jenis kemasan, teknik pengemasan, teknik penyimpanan dan penanganan kemasan. Sedangkan metode pelatihan adalah ceramah/diskusi, praktek pengemasan, dan pendampingan/konsultasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para peserta pelatihan (santri dan pengelolah Ponpes) mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilannya dalam mengemas produk yoghurt, yang ditandai dengan pemilihan dan cara penanganan kemasan serta cara mengemasi produk yoghurt yang baik dan benar pada saat praktek. Disamping itu terdapat peningjkatan semangat, antusias, dan keinginan tahuan serta harapan – harapan dari peserta.
PENERAPAN SUPLEMENTASI ASAM AMINO METIONIN DALAM PAKAN SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN PRODUKSI PEM BUDIDAYA LELE SANGKURIANG DESA TAMBAKSARI, KECAMATAN ROWOSARI, KABUPATEN KENDAL Rachmawati, Diana; Elfitasari, Tita; Yuniarti, Tristiana
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2249

Abstract

The success of fish farming is largely determined by the availability of quality feed that not only contains protein that meets the needs of the fish, but also contains a complete amino acid profile. The problem faced by catfish farmers Sangkuriang Sido Makmur Tambaksari Village, Rowosari District, Kendal District, which is a partner of the community service activity of the Community Superior Commodity Strengthening (PKUM) scheme is the still low efficiency of feed utilization so that feed costs are high, almost 60% of the total production costs. This is because soybeans as a source of vegetable protein in feed have limited methionine amino acid content. One effort to overcome partner problems is to apply methionine amino acid supplementation in feed to improve feed quality. The method of community service activities of the PKUM scheme consists of several stages, namely socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation, and sustainability. The purpose of this PKUM scheme community service activity is to assist partners in solving problems so that feed utilization efficiency increases, fish growth increases, feed costs decrease and partner income increases. From the results of the PKUM scheme community service activities, it shows that the increase in the efficient value of feed utilization is 75%, fish growth is 4.2%/day, feed costs decrease to 50% of the total production costs, Sangkurian catfish production increases to 2,050 kg/cultivation cycle and partner income increases to Rp.8,750.-00/cultivation cycle. The results of the PKUM scheme community service activities can be concluded that the application of methionine amino acid supplementation in feed can increase the efficiency of feed utilization, the growth of Sangkuriang catfish, reduce feed costs and increase the income of partner members
PENERAPAN TEKNOLOGI SUPLEMENTASI ENZIM FITASE DALAM PAKAN IKAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA LELE UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DESA TAMBAKSARI, KECAMATAN ROWOSARI, KABUPATEN KENDAL Rachmawati, Diana; Riyadi, Putut Har; Kurohman, Faik; Fauzi, Adnan
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2693

Abstract

Dalam budidaya ikan lele secara intensif, pakan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya ikan lele Sido Makmur dan Sido Rukun Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kecamatan Kendal yang merupakan mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat skema Iptek Desa Binaan Undip (IDBU) masyarakat adalah masih rendahnya efisiensi pemanfaatan pakan sehingga biaya pakan tinggi hampir 60% dari total biaya produksi. Hal ini dikarenakan adanya zat antinutrisi berupa asam fitat dalam bahan nabati penyusun pakan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan mitra adalah dengan penerapan teknologi suplementasi enzim fitase dalam pakan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan menurunkan biaya pakan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat skema Iptek Desa Binaan Undip (IDBU) terdiri dari beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat skema Iptek Desa Binaan Undip (IDBU) adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada pada mitra, meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan ikan lele yang berdampak pada penurunan biaya pakan dan meningkatnya pendapatan anggota mitra. Dari hasil kegiatan pengabdian skema IDBU menunjukkan peningkatan efisien pemanfaatan pakan dari 53% menjadi 78%, pertumbuhan ikan dari 2,4%/hari menjadi 3,6 %/hari, menurunkan rasio konversi pakan dari 1,5 menjadi 1, biaya pakan dari 60 % menjadi 50 % dari total biaya produksi, produksi lele meningkat dari 2.000 kg/siklus budidaya menjadi 2.150 kg/siklus budidaya dan pendapatan mitra meningkat dari Rp.8.000.000/siklus menjadi Rp.10.700.- 00/siklus budidaya.
Effect of dietary lysine on the growth performance of Pangasius hypophthalmus Rachmawati, Diana; Nurhayati, Dewi
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 11, No 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.2.23824

Abstract

The success of intensive striped catfish (Pangasius hypophthalmus) cultivation requires quality feed that contains not only protein according to fish needs but also a complete essential amino acid profile to support the fish growth. One solution to overcome this problem is done through the addition of lysine in the feed commercial. This study aimed to examine the effect of lysine addition on the efficiency of feed utilization, growth and body composition of striped catfish (P. hypophthalmus). The study consisted of 4 (four) treatments those were with dosages of 0% / kg of feed (A); 0.6% / kg of feed (B); 1.2% / kg of feed (C); and 2.4% / kg of feed (D) of lysine for every kg of feed. The experimental diet in this study was a commercial feed in the form of pellets which was added with the lysine. A fixed feeding rate of 5%/weight of biomass/day was applied at frequency 3 times a day. The experimental fish used were striped catfish fingerling has an average weight of 4.13 0.26 g/individuals. The results showed that the addition 1,2% / kg of lysine to the diet increased SGR, EFU, FCR, PER and protein content of the body composition of striped catfish.Barbarslot adalah salah satu situs resmi slot deposit 5000, 5rb dan depo 5k terbaru dengan beragam permainan terbaik tahun 2025.
Effect of dietary lysine on the growth performance of Pangasius hypophthalmus Rachmawati, Diana; Nurhayati, Dewi
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 11, No 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.2.23824

Abstract

The success of intensive striped catfish (Pangasius hypophthalmus) cultivation requires quality feed that contains not only protein according to fish needs but also a complete essential amino acid profile to support the fish growth. One solution to overcome this problem is done through the addition of lysine in the feed commercial. This study aimed to examine the effect of lysine addition on the efficiency of feed utilization, growth and body composition of striped catfish (P. hypophthalmus). The study consisted of 4 (four) treatments those were with dosages of 0% / kg of feed (A); 0.6% / kg of feed (B); 1.2% / kg of feed (C); and 2.4% / kg of feed (D) of lysine for every kg of feed. The experimental diet in this study was a commercial feed in the form of pellets which was added with the lysine. A fixed feeding rate of 5%/weight of biomass/day was applied at frequency 3 times a day. The experimental fish used were striped catfish fingerling has an average weight of 4.13 0.26 g/individuals. The results showed that the addition 1,2% / kg of lysine to the diet increased SGR, EFU, FCR, PER and protein content of the body composition of striped catfish.Barbarslot adalah salah satu situs resmi slot deposit 5000, 5rb dan depo 5k terbaru dengan beragam permainan terbaik tahun 2025.
The Effect of Astaxanthin Addition in Commercial Feed on Color BrightnessLevel and Growth of Koi Fish (Cyprinus carpio) Dikamulyawati, Melldhias Fatmasari; Subandiyono, Subandiyono; Rachmawati, Diana; Hastuti, Sri; wee, Kok leong
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.17281

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias yang banyak diminati karena keindahan bentuk badan dan warnanya yang beranekaragam, memiliki prospek usaha yang bagus, dan permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dengan produksi yang dihasilkan mencapai 36% pada tahun 2015-2019. Pola dan kecerahan warna kulit yang cemerlang dari koi merupakan alasan ikan hias ini diminati. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kecerahan warna pada koi yaitu dengan cara memberikan pakan yang mengandung sumber pigmen warna. Salah satu sumber pigmen warna yaitu astaxanthin Astaxanthin merupakan salah satu senyawa dari kelompok pigmen karotenoid yang dapat digunakan sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan warna ikan. Tidak hanya untuk meningkatkan kecerahan warna pada ikan, penambahan astaxanthin juga memberi pengaruh terhadap pertumbuhan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan astaxanthin dalam pakan komersil terhadap tingkat kecerahan wana dan pertumbuhan ikan koi,Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan masing-masing dengan penggunaan dosis Astaxanthin 0, 50, 100, 150, dan 200 mg/kg pakan. Pengukuran kecerahan warna menggunakan Toca Color Finder (TCF) yang kemudian diberi skor. Ikan uji yang digunakan adalah ikan koi jenis karasi yang memiliki warna dasar tubuhnya kuning orange dengan bobot rata-rata 10-14 gram/ekor. Ikan koi dipelihara dalam toples plastik berukuran 5 liter dengan padat penebaran 3 ekor/liter. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan metode pemberian pakan at satiation.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kecerahan warna, total konsumsi pakan (TKP), konversi rasio pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan relative (RGR)., namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap nilai kelulushidupan (SR) ikan koi. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan dosis terbaik penambahan astaxanthin yaitu pada dosis 200 mg/kg (Perlakuan 5) yang menghasilkan nilai rata-rata kecerahan sebesar 15,83±0,76cd, FCR sebesar 2,76±1,00a g, EPP sebesar 30,24±5,37cd%, PER sebesar 35,73±3,27b%, dan nilai RGR sebesar 0,68±0,19c% per hari.
Performan Kecernaan Protein, Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan, Dan Kelulushidupan Benih Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var. Sangkuriang) Melalui Penambahan Asam Amino Lisin Dalam Pakan Buatan Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto; Yuniarti, Tristiana
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 23 No. 1 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v23i1.3753

Abstract

Lisin merupakan asam amino pembatas dalam pakan dikarenakan sumber protein nabati  yang digunakan sebagai bahan  penyusun pakan defisiensi lisin.  Kekurangan asam amino menyebabkan penurunan efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan. Tujuan penelitian  ini adalah mengkaji penambahan lisin pada pakan buatan terhadap kecernaan protein, efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan, dan kelulushidupan benih lele Sangkuriang. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah lele Sangkuriang stadia pembesaran memiliki bobot rata-rata 6,48±0,22 g/ekor. Pakan uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa pakan buatan berbentuk pellet dengan kandungan protein 31% yang ditambahkan lisin yaitu perlakuan A (0 %/kg pakan), B (0,5 %/kg pakan), C (1,0/kg pakan) dan D (1,5 %/kg pakan). Parameter yang diamati meliputi kecernaan protein (ADCp), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio konversi pakan (FCR), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin pada pakan dapat meningkatkan ADCp, EPP, FCR, PER, dan RGR. Parameter kualitas air selama penelitian menurut literatur masih layak untuk budidaya lele Sangkuriang. Dosis lisin 1,0 %/kg pakan merupakan dosis terbaik penambahan lisin pada pakan menghasilkan nilai ADCp, EPP, FCR, PER, dan RGR tertinggi sebesar 70,18±0,28, 71,02±0,15, 1,32±0,10,  3,06±0,13 dan 2,87±016%/hari.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN KUALITAS LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM INDEKS SRI KEHATI PERIODE 2011 – 2015 Rachmawati, Diana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti atas dampak CSR terhadap kualitas laba. Pada penelitian ini kualitas laba diproksikan dengan kualitas akrual, persistensi laba, dan smoothness. Penelitian ini menggunakan volatilitas arus kas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 55 sampel, yang berasal dari 11 perusahaan yang memenuhi kriteria dalam judgement sampling dengan 5 tahun pengamatan yaitu dari tahun 2011-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR dapat meningkatkan kualitas akrual dan smoothness. Sebaliknya, CSR tidak berdampak terhadap persistensi laba. Kemungkinan hal ini disebabkan pengungkapan CSR masih bersifat sukarela, sehingga perusahaan tidak mengungkapkan kegiatan CSR sepenuhnya.Kata kunci: CSR, kualitas  laba, kualitas  akrual, persistensi  laba, smoothness, volatilitas arus kas, ukuran perusahaan.
EFFECT OF PHYTASE SUPPLEMENTATION IN PLANT-BASED FEED ON FEED UTILIZATION AND GROWTH OF Pangasius hypophthalmus DURING THE GROW-OUT STAGE Rini, Endah Setyo; Rachmawati, Diana; Sarjito, Sarjito
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 3 (2024): September (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.3.2024.243-257

Abstract

Phytic acid, found in many plant-based fish feed ingredients, is an anti-nutritional compound that binds with minerals, forming complexes that fish intestines cannot easily absorb. Adding phytase, an enzyme, to plant-based feeds has shown potential in enhancing nutrient absorption and has been effective for various aquaculture species. However, its impact on Pangasius hypophthalmus, a commonly farmed fish, remains underexplored. This study examines the effects of phytase on feed conversion ratio (FCR), feed utilization efficiency (EFU), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), and survival rate (SR) of P. hypophthalmus. Fish (average weight 11.55 g) were kept at a density of 40 fish m-³ in a fully randomized design with four treatments (0, 500, 1000, and 1500 FTU kg-1 feed) and three repetitions. Data on RGR, EFU, PER, FCR, SR, and water quality were analyzed. Results indicated that phytase significantly improved RGR, EFU, PER, and FCR (P<0.05), though SR remained unaffected. The optimal phytase dose, 738-810 FTU kg-1 feed, produced an EFU of 69.3% and an RGR of 4.77% per day during the grow-out stage. Water quality parameters remained stable and within optimal ranges across all treatments.Asam fitat, yang ditemukan dalam banyak bahan pakan ikan berbasis tanaman, adalah senyawa anti-nutrisi yang mengikat mineral, membentuk kompleks yang sulit diserap oleh usus ikan. Penambahan fitase, enzim, pada pakan berbasis tanaman menunjukkan potensi dalam meningkatkan penyerapan nutrisi dan telah efektif untuk berbagai komoditas budidaya. Namun, dampaknya pada Pangasius hypophthalmus, ikan yang umum dibudidayakan, masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini mengkaji efek fitase pada rasio konversi pakan (RKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (REP), laju pertumbuhan relatif (LPR), dan tingkat kelangsungan hidup (TKH) dari P. hypophthalmus. Ikan (berat rata-rata 11,55 g) dipelihara pada kepadatan 40 ikan m-³ dalam rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (0, 500, 1000, dan 1500 FTU kg-1 pakan) dan tiga ulangan. Data LPR, EPP, REP, RKH, TKH, dan kualitas air dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa fitase secara signifikan meningkatkan LPR, EPP, REP, dan RKP (P<0,05), meskipun berpengaruh signifikan terhadap TKH. Dosis fitase optimal, 738-810 FTU kg-1 pakan, menghasilkan EPP sebesar 69,3% dan LPR sebesar 4,77% per hari selama tahap pembesaran. Parameter kualitas air tetap stabil dan dalam rentang optimal di semua perlakuan. 
FRESHWATER FISH PRODUCT PROCESSING IN PULOTONDO VILLAGE, TULUNGAGUNG REGENCY, EAST JAVA Buwono, Haris Puspito; Ramadhana, Rucita; Ariani, Ariani; Chalim, Abdul; Rachmawati, Diana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2259

Abstract

Freshwater fish cultivation in Pulotondo Village, Ngunut District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential to increase income and improve the well-being of the community while fostering sustainable economic growth. Ponds managed collectively by the Village-Owned Enterprises (BUMDES) serve as a facility for freshwater fish cultivation, with an annual production of 220 tons. One of the obstacles to the development of this business is the enhancement of the value and shelf life of processed fish products. Therefore, the Community Service activity in Pulotondo Village focuses on training in the processing of freshwater fish products. Through this initiative, BUMDES and the community can enhance understanding and skills, enabling processed products to be stored longer and have a more competitive market value. To assess the training's impact, participants provided feedback through a questionnaire. The results indicate that the training activities were well-understood by the participants, showing an indication of increased entrepreneurial spirit through local potential.
Co-Authors - Sabrina Abdul Chalim, Abdul Abdul Wakhid, Da’i Muhammad Afidati, Lulu Agung Sudaryono Akhsanu Takwim, R.N. Alyosha Putra Pratama, Alyosha Putra Ananti Trisno Ambarwati Andi Kurniawan Anggi Restianti, Anggi Anis Idha Asyhariyati Ariani Ariani Astuti, Fina Andika Frida Ayu Istiana Fiat Bintang Sadinar Candra Aulia Widyasunu Cut Qanita Hidayah Depri Irawati Desrina Desrina Desy Sumardiyani Dewajani, Heny Dewi Khodijah, Dewi Dewi Nurhayati Dewi Nurhayati Dicky Harwanto Dikamulyawati, Melldhias Fatmasari Dwi Chrisnandari, Rosita Ekasari, Silvia Rahmi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahyo Dewi Faik Kurohman Fatchurochman, Vava Fauzi, Adnan Fransiska Fransiska Grace Marchelly Hutabarat Gradhika Chrisdiana, Gradhika Gusti Ladini Tanake Hadi Pranggono Haeruddin Haeruddin Haris Puspito Buwono Heryoso Heryoso Husna Dewi, Farihal Hutabarat, Yohannes Irfin, Zakijah Islamiyah, Dini Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samidjan Istiyanto Samijan Jati Winestri Johannes Hutabarat Justin Cullen Lailiyul Qomariyah Laksono Trisnantoro Ligar Novi Ayuniar, Ligar Novi Luthfi Adhi Virnanto, Luthfi Adhi Marjuki, Moch Mega Rahadiyani Mistiyah Mohammad Aditya Prawira Mohammad Kosim Mone, Otnial Anderias mufid mufid Muhamad Agus Mustofa, Arifin Nabilla, Cicik Berkah Noviantia, Fikrotun Tazkiyah Nugraha, Bayu Avrislistya Nur Taufiq Nurmaslakhah, Azis Panji Yusroni Anwar Pinandoyo Pinandoyo Pratama, Arsy Latif Prayitno Prayitno Puput Pujianti Putri Farah Kandida Putut Har Riyadi Reza Maulana Ricky Septian Rini, Endah Setyo Ristiawan Agung Nugroho Rizki Andika Putri Rochani Rochani Rosa Amalia Rucita Ramadhana Sagita, Fadil Samidjan, Istiyanto Sansistya Dita Novian Sarjito - Seda, Fransiskus Setiyani, Ana Rikha Seto Windarto Siswandoko, Ricky Dwi Siti Maryam Siti Zulaeha, Siti Sri Hastuti Sri Hastuti Sri Rulianah, Sri Subandiyono Subandiyono Suminto Suminto Suminto, - - Sutrisno Anggoro Suyono Suyono Thimotius Jasman, Thimotius Tita Elfitasari Titik Susilowati Totok Yudhiyanto Tri Ananda Tri Mulyadi Tristiana Yuniarti Tristiana Yuniarti Tristiana Yuniarti Vivi Endar Herawati Wahyu Nurhayati, Wahyu Wahyu Prasetyo Wibowo Wardhani, Ishana Sanjaya wee, Kok leong Wiguna, Ghani Bagas Windarto, Seto Wulandhari, Pramenthari Sisti Yulyanah, - - Yuwono Yuwono