Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pendidikan Multikultural Sebagai Sarana Mereduksi Fanatisme Di Indonesia Afni Azizah, Nur; Prasetya Wibawa, Andi; Nur Azizah, Farah Nabila; Rahmah, Siti
Al Kautsar: Knowledge Advancements in Teaching Strategies and Research Vol. 1 No. 1 (2023): Al-Kautsar: Knowledge Advancements in Teacing Strategies and Research, January
Publisher : Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/al-kautsar.v1i1.15

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Negara Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman ras, suku, dan agama melalui metolerasi perbedaan tersebut. Dengan banyaknya perbedaan yang memunculkan landasan dasar negara yang berbunyi Bhinneka Tunggal Ika yang menuntut warga negara Indonesia untuk saling menghargai perbedaan yang ada sedini mungkin. Jika seluruh warga negara Indonesia menerapkan pendidikan multikultural ini, maka tidak dipungkiri terciptanya iklim kehidupan yang damai, tenteram dan sejahtera. Harapan yang ingin kami capai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bahwa pendidikan multikultural ini dapat menjadi sarana dalam mereduksi fanatisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui artikel-artikel yang relevan dengan penelitian ini. Di Indonesia sendiri masih banyak fanatisme terhadap keyakinan dan masalah yang ada. Dimana sikap fanatisme ini dapat menjadi masalah yang serius dalam kehidupan bermasyarakat khususnya di Indonesia. Yang mana banyak perbedaan mulai dari agama, ras, suku. Maka dalam menghadapi dan mencegah fanatisme perbedaan ini, hendaknya pendidik mengajarkan toleransi terhadap perbedaan. Sikap toleran ini ditanamkan sedini mungkin dari pembelajaran yang mengajarkan untuk tidak memilih teman untuk dapat menjalin persatuan dan kesatuan agar tidak ada perbedaan perasaan yang dapat menimbulkan penyimpangan nilai-nilai multikultural. Pendidikan multikultural dapat diartikan sebagai pendidikan untuk menggali keragaman budaya agar peserta didik mampu merespon perubahan wujud grafis dan masyarakat bahkan dunia.
PENGARUH PENERAPAN KONSEP 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENGURANGI VOLUME SAMPAH: STUDI PENGABDIAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TIBAN LAMA, KOTA BATAM Fazarina Nurfatihah; Lestari, Linayati; Farid Setyobudi, Yustinus; Harun, Askarmin; Rahmah, Siti
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v5i1.1270

Abstract

Permasalahan sampah di Kota Batam semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan industrialisasi. Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan timbulan sampah dapat memicu pencemaran, gangguan kesehatan, serta penurunan kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan partisipasi warga Kelurahan Tiban Lama dalam mengelola sampah organik berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa program 3R berpengaruh signifikan terhadap pengurangan volume sampah organik dengan koefisien regresi sebesar 0,532 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,1). Nilai Adjusted R² sebesar 0,288 menandakan bahwa 28,8% variasi penurunan sampah organik dipengaruhi program 3R, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor eksternal lain. Indikator tertinggi terdapat pada aspek pengurangan sampah organik (mean = 4,54), yang menegaskan efektivitas program sejak dari sumber. Hasil kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk memperkuat keberlanjutan program. Strategi yang dapat ditempuh meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan literasi lingkungan, dan pemberian insentif partisipasi warga, sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, partisipatif, dan berkelanjutan di Kota Batam.
Optimalisasi Literasi Berhitung Siswa SD Melalui Media Sedotan: Penelitian Pengabdian di SDN Palasari Nurjanah, Erni; Syahvierul, Rian; Ramdhan F, Muhammad Andiki; Ridnillah, Milda Audina; Rahmadani, Devita; Paramita, Intan; Wafi, Muhammad Fakhrul; Sadat, Habil; Serviansyah, Nely; Marwan, Marwan; Fadlatunnisa AL, Naelil Bahiyyah; Rahmah, Siti; Nadil, Lia
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 1 Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i1.5621

Abstract

Literasi numerasi merupakan keterampilan fundamental yang perlu dikuasai sejak usia dini. Namun, realitas menunjukkan bahwa kemampuan berhitung siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang abstrak dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang konkret dan menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa dengan memanfaatkan sedotan sebagai alat peraga konkret. Pendekatan partisipatif dan kolaboratif diterapkan, melibatkan siswa dan guru SDN Palasari. Metode yang digunakan meliputi tahapan observasi, perancangan program, pembelajaran di kelas, pendampingan guru, dan evaluasi dengan pendekatan mixed-method (pre-test/post-test dan observasi kualitatif). Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata siswa dari 55,4 (pre-test) menjadi 79,7 (post-test), dengan tingkat ketuntasan meningkat dari 36% menjadi 84%. Secara kualitatif, siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan berpartisipasi dengan baik dalam pembelajaran. Guru juga merespons positif dan terampil menggunakan media sedotan. Disimpulkan bahwa sedotan merupakan media yang efektif, ekonomis, dan praktis untuk memperkuat pemahaman konseptual dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam mempelajari operasi hitung dasar. Kegiatan ini berimplikasi bahwa penggunaan alat peraga sederhana dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di daerah yang memiliki fasilitas terbatas.
The Legal Protection For Children Of Sexual Violence Victims In Indragirii Hilir Regency Wahyuni, Fitri; Irawan, Aris; Rahmah, Siti
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2021): April 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i2.46

Abstract

Currently, the phenomenon of children sexual abuse is a crime that is very distressing to society. It shows that children sexual abuse is an iceberg phenomenon that must be prevented so that children are no longer victims of sexual harassment by the responsible party. This research used normative legal as research methods. The data sources in the form of secondary data including primary, secondary and tertiary legal materials. Meanwhile, the data analysis used is in the form of qualitative analysis and deductive conclusion. From the results of this research, it was concluded that the protection efforts had been made through the regulation of laws and penal efforts both in the Criminal Code and the children protecting laws by providing criminal sanctions for sexual offenders. However, these efforts were not sufficient and they must be carried out through non-penal efforts by providing sex education from an early age and teaching religious values. 
Pengalaman Homesickness Siswa SMP Boarding School Sebelum dan Sesudah Konseling: Studi Kualitatif Rahmah, Siti; Hasanah, Alfia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p989-997

Abstract

Pendidikan di sekolah berasrama (boarding school) semakin menjadi pilihan strategis bagi keluarga yang menginginkan pendidikan holistik, namun transisi dari rumah ke lingkungan asrama menimbulkan tantangan psikologis berupa homesick. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psikologis siswa SMP Global Islamic Boarding school dalam menghadapi homesick serta strategi coping yang mereka gunakan untuk beradaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus yang berfokus pada eksplorasi pengalaman subjektif siswa SMP yang mengalami homesickness sebelum dan sesudah konseling. Partisipan adalah siswa kelas VII yang mengalami homesick pada masa awal tinggal di asrama dan telah mengikuti sesi konseling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek N dan S mengalami homesick dengan intensitas tinggi sebelum konseling, namun keduanya mampu menemukan strategi koping yang lebih adaptif setelah menjalani konseling, sedangkan subjek NM justru merasakan peningkatan homesick meskipun sudah mencoba strategi distraksi. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling berperan penting dalam membantu siswa menemukan strategi coping, meskipun efektivitasnya bergantung pada kesesuaian metode dengan kondisi individual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan konseling yang lebih personal, fleksibel, serta memperhatikan dukungan sosial dan religiusitas agar siswa dapat beradaptasi secara optimal dengan kehidupan asrama. Abstract Boarding schools are increasingly chosen by families seeking holistic education, yet the transition from home to dormitory life often creates psychological challenges such as homesickness. his study aims to explore the psychological dynamics of junior high school students at Global Islamic Boarding School in experiencing homesickness and the coping strategies they use to adapt. This research employed a qualitative case study approach focusing on the subjective experiences of students who experienced homesickness before and after counseling. Participants were seventh-grade students selected purposively based on criteria of experiencing homesickness during the early period of living in the dormitory and having attended counseling sessions. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and supported by observation, then analyzed using thematic analysis. The results showed that subjects N and S experienced high-intensity homesickness before counseling but were able to develop more adaptive coping strategies after attending counseling, while subject NM reported an increase in homesickness intensity despite applying distraction strategies. These findings highlight that counseling plays an important role in helping students manage homesickness, although its effectiveness depends on the compatibility of strategies with individual conditions. The study concludes that counseling in boarding schools needs to be more personal, flexible, and attentive to social support and religiosity so that students can optimally adapt to dormitory life.
Perbandingan Tindak Pidana Pemerkosaan dan Komparasi Sanksi pada KUHP Lama dan KUHP Baru di Indonesia Rahmah, Siti; Tia Juliana; Besse Dina Maria Oktavia; Nur ayiyin; Feni Puspitasari
AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial,Politik, dah Hukum Vol 2 No 3 (2025): AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/albahts.v2i3.4912

Abstract

Criminal acts against morality such as molestation and rape are often equated by the general public who do not understand their classification, even though legally, they are two different types of crimes. The main differences are seen in the object of violence, the elements of the act, and the determination of punishment for the perpetrator. This study aims to analyze, compare, and identify differences in the regulation of rape in the old Criminal Code (KUHP), which is a legacy of the colonial era and is regulated in Articles 285 to 288, with the new Criminal Code enacted through Law Number 1 of 2023, specifically Article 475. This research method uses a normative juridical approach with a focus on positive law. The results show that the key differences in rape between the old and new Criminal Code lie in the elements of the act and coercion that are more detailed regulated in the new Criminal Code, as well as differences in the definition of rape and increased sanctions for perpetrators. The new Criminal Code shows an increase in harsher penalties through increases in minimum and maximum penalties, as well as the introduction of additional penalties. This article concludes that the old and new Criminal Codes have significant differences in their views on the criminal acts of rape and indecency, as well as in the increased sanctions for perpetrators.
Tinjauan Hukum Terkait Peraturan Bupati Inhil Tentang Pemberian Izin Angkringan Di Kota Tembilahan Dari Perspektif Filsafat Hukum Islam Rahmah, Siti; Tia Juliana; Besse Dina Maria Oktavia; Nurayiyin; Muanif Ridwan
AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial,Politik, dah Hukum Vol 2 No 3 (2025): AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/albahts.v2i3.5033

Abstract

The food and beverage business is one type of business that is widely considered by the public, especially Gen Z. Because food and beverages are basic daily needs for every individual, it is not surprising that in the city of Tembilahan there are so many restaurants, cafes, angkringan and the like. The culinary business itself is easy to establish because it is simple and the capital required is very varied and does not require high technical skills to run it. The term angkringan comes from the Javanese language, angkring, which means a tool and place for selling food that is carried on the shoulder and has a curved shape. Besides curved, angkringan also has a pushcart shape, as we often see on the outskirts of the city. This angkringan is now widely found in other cities, including the city of Tembilahan. Angkringan stalls were first introduced by someone named Mbah Pairo. This study aims to examine the Indragiri Hilir (Inhil) Regent's Regulation that regulates the granting of operational permits for angkringan, especially in public locations such as Jalan Hang Tuah Tembilahan, on Jalan M. Boya Tembilhan from the perspective of Islamic legal philosophy (FHI). The regulation, which tends to lead to policies on organizing, protecting, and providing decent space for UMKM angkringan, will be analyzed using Islamic legal philosophy with the Maqāṣid al-Sharī'ah (Objectives of Islamic Law) approach and the Maṣlaḥah (Public Benefit) principle. This research method uses a normative juridical method by examining and evaluating legal norms (Regent's Regulation) using philosophical norms (Islamic Legal Philosophy). The results of the review show that the permit granting policy made by the regent is in line with the objectives of Islamic law in safeguarding property (ḥifẓ al-māl), maintaining order (Maṣlaḥah al-‘Āmmah), and supporting the economic growth of the people, as long as its implementation does not disrupt basic public functions and public order.
Sistematic Literature Review: Strategi Komunikasi Efektif Berbasis Al-Qur'an dalam upaya menjaga iklim kondusif pada Sekolah Dasar  Fauziah, R. Siti Pupu; Rahmah, Siti; Rahmah, Siti Nurul Zalzilah
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi efektif berbasis Al-Qur’an dalam membangun iklim kondusif di lingkungan Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA, sebanyak 15 artikel terpilih dari 100 literatur yang diperoleh melalui Google Scholar periode 2020–2025 dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai komunikasi Qur’ani, seperti qawlan sadīdan, qawlan balīghan, qawlan layyinan, dan prinsip syūrâ, diimplementasikan dalam berbagai bentuk seperti program tahfidz, dialog empatik, keteladanan kepemimpinan, serta kolaborasi antara guru dan orang tua. Strategi ini terbukti mendorong pembentukan karakter, mencegah bullying, serta meningkatkan kepercayaan dan partisipasi warga sekolah. Meskipun demikian, sebagian besar studi masih bersifat deskriptif dan belum menyentuh aspek evaluatif berbasis instrumen terstandar maupun eksplorasi pemanfaatan media digital dalam komunikasi Qur’ani. Temuan ini memberikan arah bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang lebih integratif dan kontekstual.
Penataan Ulang Perpustakaan: Menata Ilmu, Merapikan Akses di SMKS YPII Tanjungpura Hidayani, Syarifah; Nazlia, Merisa; Rahmah, Siti; Aprilliyandi, Wahyu
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar dan pengembangan literasi peserta didik. Namun, kondisi perpustakaan yang kurang tertata sering menjadi hambatan dalam pemanfaatannya secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan proyek penataan ulang perpustakaan serta menganalisis dampaknya terhadap akses informasi dan kenyamanan belajar siswa di SMKS YPII Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, dokumentasi, dan refleksi kegiatan selama pelaksanaan proyek mini. Proyek dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi observasi kondisi awal perpustakaan, pengelompokan dan penataan ulang koleksi buku, perbaikan tata letak ruang, serta penyediaan papan informasi sederhana untuk memudahkan pencarian koleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penataan ulang perpustakaan mampu menciptakan ruang belajar yang lebih rapi, bersih, dan nyaman, serta mempermudah akses siswa terhadap bahan bacaan. Selain itu, proyek ini juga mendorong meningkatnya partisipasi siswa dalam menjaga keteraturan perpustakaan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi. Dengan demikian, penataan ulang perpustakaan melalui kegiatan proyek mini dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi dan sumber belajar.
Settlement of Minor Criminal Offenses Under Aceh Qanun Number 9 of 2008 Concerning the Development of Customary Life and Traditions in Aceh Hidayat, Arief Pandu; Fazzan , Fazzan; Nur, Muhammad; Rahmah, Siti; Zul 'Aidy, Zul 'Aidy
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 8 (2025): November
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i8.780

Abstract

Aceh Qanun Number 9 of 2008 on the Development of Customary Life and Traditions serves as a legal foundation for Acehnese society in resolving minor criminal offenses through customary mechanisms at the gampong (village) level. This qanun explicitly regulates 18 categories of cases that may be settled through customary institutions, thereby reflecting the vitality of customary law as an instrument for resolving social conflicts in line with Islamic values, justice, and local wisdom. However, in practice, the implementation of this qanun still encounters various challenges that require further examination. This study employs a juridical-empirical approach with the research site located in Blang Bintang Subdistrict. Data were collected through interviews with gampong officials, customary leaders, and relevant authorities, complemented by a review of regulatory documents, including Circular Letters issued by the Governor of Aceh, the Aceh Customary Council (MAA), and the Aceh Regional Police Chief, which reinforce the implementation of Qanun Number 9 of 2008. The analysis was conducted qualitatively, integrating perspectives from positive law, customary law, and Islamic law. The findings reveal that the mechanism for resolving minor criminal offenses at the gampong level has been carried out in accordance with Qanun Number 9 of 2008, particularly through deliberation and restorative approaches. Nonetheless, several obstacles persist, including limited understanding among gampong officials, external intervention by formal law enforcement, as well as weak documentation and supporting facilities. These conditions create challenges in realizing the legitimacy of customary law within the national legal system. To overcome these obstacles, it is necessary to strengthen customary institutions through training, the formulation of technical guidelines, and enhanced coordination between gampong authorities, the Aceh Customary Council, and law enforcement agencies. Regulatory and institutional support will further consolidate the role of customary law as a mechanism for resolving minor offenses in Aceh. Overall, Aceh Qanun Number 9 of 2008 has proven effective in the settlement of minor offenses, although its implementation still faces challenges. Strengthening customary institutions constitutes a strategic effort to reinforce the role of customary law within the framework of the national legal system.
Co-Authors Abdul Ganing Afni Azizah, Nur Agus Erwin Ashari Agus Prihatmo Wisnuwijoyo Agustin, Tasya Agustino, Hengki Aguswandi, Putra Aisyah, St. Aprilliyandi, Wahyu Baehaqi Besse Dina Maria Oktavia Bii, Maria Febriani Wea Citra Indriani Defanda Yustina dini rahmayani Djoko Eko Hadi Susilo Fadlatunnisa AL, Naelil Bahiyyah Fahruddin Arfianto Fajar Akbar Farid Setyobudi, Yustinus Fazarina Nurfatihah FAZZAN Fazzan , Fazzan Feni Puspitasari Fitri Wahyuni Gledys, Juliana Haidah, Nur Halitopo, Maria Ratu F. Hariyadi, Hariyadi Harun, Askarmin Hasanah, Alfia Hidayani, Syarifah Hidayat, Arief Pandu Hidayat, M. Iqbal Irawan, Aris Jemmy Rumengan Jeniusman Ahmad Hutagalung Juliandika, Adam Kamaliah Kamaliah, Kamaliah Komang Ayu Cahya Ratna LATIFAH Linayati Lestari, Linayati Magfirah Maghfirah, Hayatun Mahdiani, Mahdiani Maidi Saputra Mansur Tanjung Manto, Onieqie Ayu Dhea Mappau, Zrimurti Mariati Mariati Mariatul Mahdaniah Marlina, Sari Marwan Marwan Masnaeni Ahmad Megawati, Cut Miftah Chairani Hairuddin Muanif Ridwan Muhammad Nur Nadil, Lia Nasution, Anhar Nazlia, Merisa Nur ayiyin Nur Azizah, Farah Nabila Nurayiyin Nurjanah, Erni Nurul Hidayati Paramita, Intan Permatasari, Nurfebby Pidiea, Kanasa Putri Pienyani Rosawanti Prasetya Wibawa, Andi Purnama, Maya Putri Dwi Novita Sari R. Siti Pupu Fauziah Rahmadani, Devita Rahmah, Siti Nurul Zalzilah Ramdhan F, Muhammad Andiki Raziah, Isyatur Ridhayani Adiningsih Ridnillah, Milda Audina Rita Rahmaniati Rosmiaty Rosmiaty Rumengan, Angelina Eleonora S. Sugiharto Sadat, Habil Sanusi Sanusi Saputra, Juliansyah Yugis SARKIAH SARKIAH Serviansyah, Nely Suhendra, Rivansyah Syahvierul, Rian Tia Juliana Wafi, Muhammad Fakhrul Wulandari, Afifah Kiki Dwi Yandi, Jefri Zul 'Aidy, Zul 'Aidy ‘Aidy, Zul