Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tinjauan Hukum Terkait Peraturan Bupati Inhil Tentang Pemberian Izin Angkringan Di Kota Tembilahan Dari Perspektif Filsafat Hukum Islam Rahmah, Siti; Tia Juliana; Besse Dina Maria Oktavia; Nurayiyin; Muanif Ridwan
AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial,Politik, dah Hukum Vol 2 No 3 (2025): AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/albahts.v2i3.5033

Abstract

The food and beverage business is one type of business that is widely considered by the public, especially Gen Z. Because food and beverages are basic daily needs for every individual, it is not surprising that in the city of Tembilahan there are so many restaurants, cafes, angkringan and the like. The culinary business itself is easy to establish because it is simple and the capital required is very varied and does not require high technical skills to run it. The term angkringan comes from the Javanese language, angkring, which means a tool and place for selling food that is carried on the shoulder and has a curved shape. Besides curved, angkringan also has a pushcart shape, as we often see on the outskirts of the city. This angkringan is now widely found in other cities, including the city of Tembilahan. Angkringan stalls were first introduced by someone named Mbah Pairo. This study aims to examine the Indragiri Hilir (Inhil) Regent's Regulation that regulates the granting of operational permits for angkringan, especially in public locations such as Jalan Hang Tuah Tembilahan, on Jalan M. Boya Tembilhan from the perspective of Islamic legal philosophy (FHI). The regulation, which tends to lead to policies on organizing, protecting, and providing decent space for UMKM angkringan, will be analyzed using Islamic legal philosophy with the Maqāṣid al-Sharī'ah (Objectives of Islamic Law) approach and the Maṣlaḥah (Public Benefit) principle. This research method uses a normative juridical method by examining and evaluating legal norms (Regent's Regulation) using philosophical norms (Islamic Legal Philosophy). The results of the review show that the permit granting policy made by the regent is in line with the objectives of Islamic law in safeguarding property (ḥifẓ al-māl), maintaining order (Maṣlaḥah al-‘Āmmah), and supporting the economic growth of the people, as long as its implementation does not disrupt basic public functions and public order.
Sistematic Literature Review: Strategi Komunikasi Efektif Berbasis Al-Qur'an dalam upaya menjaga iklim kondusif pada Sekolah Dasar  Fauziah, R. Siti Pupu; Rahmah, Siti; Rahmah, Siti Nurul Zalzilah
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i4.1707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi efektif berbasis Al-Qur’an dalam membangun iklim kondusif di lingkungan Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA, sebanyak 15 artikel terpilih dari 100 literatur yang diperoleh melalui Google Scholar periode 2020–2025 dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai komunikasi Qur’ani, seperti qawlan sadīdan, qawlan balīghan, qawlan layyinan, dan prinsip syūrâ, diimplementasikan dalam berbagai bentuk seperti program tahfidz, dialog empatik, keteladanan kepemimpinan, serta kolaborasi antara guru dan orang tua. Strategi ini terbukti mendorong pembentukan karakter, mencegah bullying, serta meningkatkan kepercayaan dan partisipasi warga sekolah. Meskipun demikian, sebagian besar studi masih bersifat deskriptif dan belum menyentuh aspek evaluatif berbasis instrumen terstandar maupun eksplorasi pemanfaatan media digital dalam komunikasi Qur’ani. Temuan ini memberikan arah bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang lebih integratif dan kontekstual.
Penataan Ulang Perpustakaan: Menata Ilmu, Merapikan Akses di SMKS YPII Tanjungpura Hidayani, Syarifah; Nazlia, Merisa; Rahmah, Siti; Aprilliyandi, Wahyu
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar dan pengembangan literasi peserta didik. Namun, kondisi perpustakaan yang kurang tertata sering menjadi hambatan dalam pemanfaatannya secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan proyek penataan ulang perpustakaan serta menganalisis dampaknya terhadap akses informasi dan kenyamanan belajar siswa di SMKS YPII Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, dokumentasi, dan refleksi kegiatan selama pelaksanaan proyek mini. Proyek dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi observasi kondisi awal perpustakaan, pengelompokan dan penataan ulang koleksi buku, perbaikan tata letak ruang, serta penyediaan papan informasi sederhana untuk memudahkan pencarian koleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penataan ulang perpustakaan mampu menciptakan ruang belajar yang lebih rapi, bersih, dan nyaman, serta mempermudah akses siswa terhadap bahan bacaan. Selain itu, proyek ini juga mendorong meningkatnya partisipasi siswa dalam menjaga keteraturan perpustakaan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi. Dengan demikian, penataan ulang perpustakaan melalui kegiatan proyek mini dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi dan sumber belajar.
Settlement of Minor Criminal Offenses Under Aceh Qanun Number 9 of 2008 Concerning the Development of Customary Life and Traditions in Aceh Hidayat, Arief Pandu; Fazzan , Fazzan; Nur, Muhammad; Rahmah, Siti; Zul 'Aidy, Zul 'Aidy
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 8 (2025): November
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i8.780

Abstract

Aceh Qanun Number 9 of 2008 on the Development of Customary Life and Traditions serves as a legal foundation for Acehnese society in resolving minor criminal offenses through customary mechanisms at the gampong (village) level. This qanun explicitly regulates 18 categories of cases that may be settled through customary institutions, thereby reflecting the vitality of customary law as an instrument for resolving social conflicts in line with Islamic values, justice, and local wisdom. However, in practice, the implementation of this qanun still encounters various challenges that require further examination. This study employs a juridical-empirical approach with the research site located in Blang Bintang Subdistrict. Data were collected through interviews with gampong officials, customary leaders, and relevant authorities, complemented by a review of regulatory documents, including Circular Letters issued by the Governor of Aceh, the Aceh Customary Council (MAA), and the Aceh Regional Police Chief, which reinforce the implementation of Qanun Number 9 of 2008. The analysis was conducted qualitatively, integrating perspectives from positive law, customary law, and Islamic law. The findings reveal that the mechanism for resolving minor criminal offenses at the gampong level has been carried out in accordance with Qanun Number 9 of 2008, particularly through deliberation and restorative approaches. Nonetheless, several obstacles persist, including limited understanding among gampong officials, external intervention by formal law enforcement, as well as weak documentation and supporting facilities. These conditions create challenges in realizing the legitimacy of customary law within the national legal system. To overcome these obstacles, it is necessary to strengthen customary institutions through training, the formulation of technical guidelines, and enhanced coordination between gampong authorities, the Aceh Customary Council, and law enforcement agencies. Regulatory and institutional support will further consolidate the role of customary law as a mechanism for resolving minor offenses in Aceh. Overall, Aceh Qanun Number 9 of 2008 has proven effective in the settlement of minor offenses, although its implementation still faces challenges. Strengthening customary institutions constitutes a strategic effort to reinforce the role of customary law within the framework of the national legal system.
The Role of Aceh Truth and Reconciliation Commission in Addressing Past Human Rights Violations Juliandika, Adam; Saputra, Jummaidi; Rahmah, Siti; Nasution, Anhar; Fazzan
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v8i4.459

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of KKR Aceh as a localized mechanism of transitional justice, particularly in promoting truth-seeking, victim rehabilitation, and reconciliation. Employing a normative–empirical legal approach, the research analyzes both the regulatory foundations and the practical implementation of KKR Aceh’s mandate as outlined in Law No. 11 of 2006 on the Governance of Aceh and Qanun Aceh No. 17 of 2013. Data were obtained from statutory regulations, official reports, and scholarly literature. The normative analysis focuses on the institutional design, legal legitimacy, and alignment of KKR Aceh with Indonesia’s constitutional principles and international human rights standards. Meanwhile, the empirical analysis evaluates its achievements in documenting human rights abuses, organizing public hearings, and recommending reparations for victims. The findings indicate that KKR Aceh has made substantial progress in restoring victims’ dignity and encouraging societal healing. However, its capacity remains limited due to legal, financial, and institutional challenges, including dependency on special autonomy funds and lack of coordination with national agencies. The study concludes that reinforcing KKR Aceh’s legal framework, ensuring continuous funding, and integrating reconciliation education are vital for strengthening transitional justice and sustaining peace in Aceh.   [Tujuan penelitian ini adalah menilai efektivitas KKR Aceh sebagai mekanisme keadilan transisional di tingkat lokal, terutama dalam memajukan pengungkapan kebenaran, pemulihan korban, dan rekonsiliasi sosial. Dengan menggunakan pendekatan hukum normatif-empiris, penelitian ini menganalisis landasan hukum serta implementasi praktis mandat KKR Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun Aceh Nomor 17 Tahun 2013. Data penelitian diperoleh dari peraturan perundang-undangan, laporan resmi, dan literatur akademik. Analisis normatif menitikberatkan pada legitimasi hukum, desain kelembagaan, serta kesesuaian KKR Aceh dengan prinsip konstitusi dan standar hak asasi manusia internasional. Sementara itu, analisis empiris menilai pencapaian lembaga ini dalam mendokumentasikan pelanggaran HAM, menyelenggarakan sidang kesaksian publik, serta memberikan rekomendasi reparasi bagi korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KKR Aceh telah berkontribusi signifikan dalam memulihkan martabat korban dan memperkuat rekonsiliasi sosial. Namun, efektivitasnya masih terbatas akibat kendala hukum, keuangan, dan kelembagaan, termasuk ketergantungan pada dana otonomi khusus dan lemahnya koordinasi dengan lembaga nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dasar hukum, dukungan pendanaan berkelanjutan, dan pendidikan rekonsiliasi diperlukan untuk memperkuat keadilan transisional dan menjaga perdamaian di Aceh.]
Peningkatan Kepatuhan Kontrol Pasien Hipertensi dan Diabetes Melitus melalui Inovasi Kartu Kontrol Prolanis di Puskesmas Harapan Baru Rahman, Ferry Fadzlul; Rahmah, Siti; Bahar, Nadjwa Maharani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan dua kondisi kronis yang paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Baru. Namun, kepatuhan pasien lanjut usia dalam menjalani kontrol Prolanis masih rendah, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan keteraturan kunjungan. Kegiatan magang ini bertujuan mengembangkan kartu kontrol Prolanis sebagai alat bantu pengingat jadwal kunjungan, pencatatan hasil pemeriksaan, serta media komunikasi antara pasien dan petugas kesehatan. Metode kegiatan meliputi pembuatan kartu kontrol Prolanis, penyusunan leaflet edukasi Mobile JKN dan BPJS, serta sosialisasi langsung kepada peserta Prolanis. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 dan melibatkan 32 pasien lansia. Hasil menunjukkan bahwa kartu kontrol memudahkan pasien mengingat jadwal kontrol dan menyimpan riwayat pemeriksaan, sementara leaflet membantu meningkatkan pemahaman terkait kepesertaan BPJS dan manfaat aplikasi Mobile JKN. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan keteraturan kunjungan serta memperkuat sistem pemantauan pasien penyakit kronis. Dengan demikian, inovasi kartu kontrol Prolanis dan edukasi digital health ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan penyakit kronis di tingkat layanan primer
Penguatan Moderasi Beragama di Era Digital melalui Kegiatan KUKERTA di Kelurahan Teluk Nilau Jati, Imam Wahyu; Rahmah, Aulia; Selfiani, Aisya; Hikmaturrasyidah, Hikmaturrasyidah; Laila, Nur; Maulidya, Wulan; Mukarromah, Fadhilatul; Efendi, Apliana; Riski, Muhammad; Zulfa, Nur Indana; Amin, Haikal; Rahmah, Siti; Ulfa, Anisa Ridai; Fitriansyah, Abdillah; Mailinda, Mailinda; Zamroten, Alfu; Della, Sahida Arriyad; Evony, Evony
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8093

Abstract

Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan moderasi beragama di era digital melalui implementasi program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan community-based participatory action dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Program KUKERTA dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu olahraga, edukasi sosial, dan literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa turnamen catur dan badminton efektif sebagai media pembentukan karakter sosial yang menanamkan nilai sportivitas, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Kegiatan edukasi berupa sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba mampu meningkatkan kesadaran sosial masyarakat secara kontekstual dan rasional. Sementara itu, pelatihan literasi digital dan revitalisasi website kelurahan berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi serta mengelola konten digital yang edukatif dan beretika. Secara keseluruhan, program KUKERTA terbukti efektif dalam memperkuat moderasi beragama melalui pendekatan integratif dan partisipatif, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Prediksi Harga Emas Antam menggunakan Metode Regresi Linear: Indonesia Yulianti; Bihablila; Rahmah, Siti; Lissa, Hermei
Equiva Journal Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gold is one of the most popular and considered safe investment instruments due to its long-term value stability. However, gold prices still experience fluctuations influenced by various economic and geopolitical factors. Therefore, the ability to predict gold prices is crucial for investors, traders, and jewelry industry players. This study aims to predict the selling price of Antam gold using a simple linear regression method based on historical data of buying and selling prices during the period of March 31 to April 7, 2025. The analysis shows a positive linear relationship between buying and selling prices, with the regression equation Y = 8.660,47 + 0,97X . The model yields predictions that closely approximate actual values, with a Mean Absolute Deviation (MAD) of Rp 2,328.91 and an accuracy rate of 99.86%. These findings indicate that simple linear regression can be an effective and accurate tool for short-term gold price forecasting and can serve as a basis for investment decision-making.
Uji Efektivitas Anti Diabetes Ekstrak Etanol Daun Ulam Raja (Cosmos caudatus K.) Pada Tikus Jantan Putih (Galur wistar) Yang Diinduksi Streptozotocin Dan Nicotinamide Syafitri, Anggun; Rahmah, Siti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13054

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dan diidentifikasi oleh kadar glukosa darah yang tinggi atau dikenal sebagai hiperglikemia. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai kelainan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin akibat kerusakan sel beta pankreas, penurunan sensitivitas insulin, atau kombinasi keduanya. Namun, penggunaan obat sintetis secara terus-menerus juga berisiko menyebabkan berbagai efek samping lainnya, seperti gangguan saluran pencernaan dan hati, edema perifer, sakit kepala, batuk, hiperkalemia, gangguan rasa, apnea tidur, disfungsi ereksi, dan angioedema. Oleh karena itu, alternatif terapi yang lebih aman berdasarkan bahan alami sangat dibutuhkan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes adalah daun king ulam (Cosmos cauvdatus K.), yang mengandung senyawa flavonoid seperti quercetin dan kaemferol. Senyawa ini bersifat antioksidan, mampu melindungi sel beta pankreas, dan meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam otot melalui aktivasi jalur AMPK. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak etanol daun king ulam (Cosmos cauvdatus K) sebagai antidiabetes pada tikus yang diinduksi streptozotocin dan nikotinamida, membandingkan efektivitasnya dengan glibenklamida, dan menganalisis dosis ekstrak etanol daun king ulam yang paling efektif sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental pada 25 tikus jantan putih (galur Wistar) yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC) 0,5%, kontrol positif (Glibenklamida 0,45 mg/kgBB), EEVDUR dosis 100 mg/kgBB, EEVDUR 200 mg/kgBB, dan EEVDUR 400 mg/kgBB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa EEVDUR mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada tikus dan memiliki efektivitas yang setara dengan glibenklamida. Dosis EEVDUR 400 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal sebagai antidiabetes. Hasil ini mendukung potensi penggunaan daun king ulam sebagai terapi alternatif yang lebih aman dalam pengelolaan diabetes melitus
Perspektif Mahasiswa Biologi Unimed Terkait Thaharah dalam Islam dan Kaitannya dengan Kesehatan Nasution, Najwa Putri Lumongga; Ningsih, Liska Kustria; Azzahra, Nabila; Ramadhani, Sofia; Rahmah, Siti; Ritonga, Nailatul Fauzah; Khailafizah, Siti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman dan perspektif mahasiswa Biologi Universitas Negeri Medan (UNIMED) terhadap konsep thaharah dalam Islam serta relevansinya dengan kesehatan. Thaharah sebagai ajaran Islam tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berkaitan erat dengan prinsip kebersihan dan pencegahan penyakit dalam ilmu biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur yang dilaksanakan pada Februari 2026 di Gedung Jurusan Biologi UNIMED. Data diperoleh melalui wawancara sebagai data primer dan didukung oleh studi literatur sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Biologi UNIMED memahami thaharah sebagai konsep penyucian yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Praktik wudhu, mandi wajib, serta pengelolaan najis dipandang selaras dengan prinsip kebersihan ilmiah dan berkontribusi dalam pencegahan penyebaran kuman serta penyakit. Mahasiswa juga menilai bahwa thaharah membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari serta dapat diintegrasikan dengan ilmu biologi dan kesehatan. Penelitian ini menegaskan adanya keterkaitan yang harmonis antara nilai religius dalam Islam dan prinsip kesehatan ilmiah.
Co-Authors Abdul Ganing Agus Prihatmo Wisnuwijoyo Agustin, Tasya Aguswandi, Putra Aisyah, St. Al Faroek, Syatibie Amin, Haikal Aprilliyandi, Wahyu Aulia Rahmah Azzahra, Nabila Bahar, Nadjwa Maharani Barani Fachri Barmawi -, Barmawi Besse Dina Maria Oktavia Bihablila Bii, Maria Febriani Wea Citra Indriani Defanda Yustina Della, Sahida Arriyad dini rahmayani Efendi, Apliana Elly Rumengan Evony, Evony Fadzlul Rahman, Ferry Farid Setyobudi, Yustinus Fazarina Nurfatihah FAZZAN Fazzan , Fazzan Feni Puspitasari Ferry Diyanti Fitri Wahyuni Fitriansyah, Abdillah Gledys, Juliana Halitopo, Maria Ratu F. Harun, Askarmin Hendry . Hidayani, Syarifah Hidayat, Arief Pandu Hikmaturrasyidah, Hikmaturrasyidah Irawan, Aris Iyulen Pebry Zuanny Jati, Imam Wahyu Jemmy Rumengan Juliandika, Adam Jummaidi Saputra Karjuniwati, Karjuniwati Khailafizah, Siti Komang Ayu Cahya Ratna LATIFAH Linayati Lestari, Linayati Lissa, Hermei Magfirah Maghfirah, Hayatun Mailinda, Mailinda Manto, Onieqie Ayu Dhea Mappau, Zrimurti Mariatul Mahdaniah Masnaeni Ahmad Maulidya, Wulan Megawati, Cut Miftah Chairani Hairuddin Muanif Ridwan Muhammad Nur Muhammad Riski, Muhammad Mukarromah, Fadhilatul Nasution, Anhar Nasution, Najwa Putri Lumongga Nazlia, Merisa Ningsih, Liska Kustria Nur ayiyin NUR LAILA Nurayiyin Permatasari, Nurfebby Pidiea, Kanasa Putri Purnama, Maya Putri Dwi Novita Sari R. Siti Pupu Fauziah Rahmah, Siti Nurul Zalzilah Ramadhani, Sofia Raziah, Isyatur Ridhayani Adiningsih Ritonga, Nailatul Fauzah Rosmiaty Rosmiaty Sanusi Sanusi Saputra, Juliansyah Yugis SARKIAH SARKIAH Selfiani, Aisya Suhendra, Rivansyah Syafitri, Anggun Tia Juliana Ulfa, Anisa Ridai Yulianti Zamroten, Alfu Zul 'Aidy, Zul 'Aidy Zulfa, Nur Indana ‘Aidy, Zul