Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dan diidentifikasi oleh kadar glukosa darah yang tinggi atau dikenal sebagai hiperglikemia. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai kelainan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin akibat kerusakan sel beta pankreas, penurunan sensitivitas insulin, atau kombinasi keduanya. Namun, penggunaan obat sintetis secara terus-menerus juga berisiko menyebabkan berbagai efek samping lainnya, seperti gangguan saluran pencernaan dan hati, edema perifer, sakit kepala, batuk, hiperkalemia, gangguan rasa, apnea tidur, disfungsi ereksi, dan angioedema. Oleh karena itu, alternatif terapi yang lebih aman berdasarkan bahan alami sangat dibutuhkan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes adalah daun king ulam (Cosmos cauvdatus K.), yang mengandung senyawa flavonoid seperti quercetin dan kaemferol. Senyawa ini bersifat antioksidan, mampu melindungi sel beta pankreas, dan meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam otot melalui aktivasi jalur AMPK. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak etanol daun king ulam (Cosmos cauvdatus K) sebagai antidiabetes pada tikus yang diinduksi streptozotocin dan nikotinamida, membandingkan efektivitasnya dengan glibenklamida, dan menganalisis dosis ekstrak etanol daun king ulam yang paling efektif sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental pada 25 tikus jantan putih (galur Wistar) yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC) 0,5%, kontrol positif (Glibenklamida 0,45 mg/kgBB), EEVDUR dosis 100 mg/kgBB, EEVDUR 200 mg/kgBB, dan EEVDUR 400 mg/kgBB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa EEVDUR mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada tikus dan memiliki efektivitas yang setara dengan glibenklamida. Dosis EEVDUR 400 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal sebagai antidiabetes. Hasil ini mendukung potensi penggunaan daun king ulam sebagai terapi alternatif yang lebih aman dalam pengelolaan diabetes melitus