Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Skrinning Fitokimia Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Dari Kabupaten Way Kanan Dengan Pelarut Etanol 70% Arini Nurul Hanifah; Waluyo Rudiyanto; Shinta Nareswari; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1026

Abstract

Pendahuluan: Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah salah satu jenis tanaman yang telah dipercaya memiliki manfaat dalam dunia kesehatan dengan berbagai kandungan senyawa kimia dalam ekstrak kental daunnya, meliputi flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan steroid dengan efek farmakologi sebagai analgetik, antiinflamasi, antidiabetes melitus, antihiperkolesterolemia, antimikroba, dan sitotoksik. Untuk mengidentifikasi kandungan senyawa-senyawa tersebut yang terekstraksi dalam pelarut etanol 70%, diperlukan skrinning fitokimia. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan ekstrak daun binahong yang diperoleh melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan kemudian dianalisis secara fitokimia menggunakan pereaksi spesifik untuk mengidentifikasi kelompok senyawa, antara lain alkaloid (pereaksi Mayer, Dragendorf, dan Bouchardat), flavonoid (uji Mg-HCl), tanin (FeCl?), saponin (uji busa), serta steroid dan terpenoid (uji Liebermann–Burchard). Hasil: Ekstrak daun binahong (A. cordifolia) dengan pelarut 70% etanol memiliki kandungan flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan steroid ditunjukkan dari hasil masing-masing uji positif. Pembahasan: Senyawa-senyawa yang terkandung tersebut membuktikan bahwa daun binahong memiliki potensi efek farmakologi dan penggunaan pelarut etanol 70% efektif mampu mengekstraksi senyawa aktif tersebut karena bersifat semi-polar. Simpulan: Skrinning fitokimia yang dilakukan dengan uji kualitatif membuktikan bahwa daun binahong dari kabupaten Way Kanan yang sudah diekstraksi dengan pelarut etanol 70% mengandung berbagai senyawa aktif yang mampu memberikan efek farmakologi bagi makhluk hidup.  
Pengaruh Salep Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera lam) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayat Secara Makroskopis pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yonandes, Fiola; Waluyo Rudiyanto; Arif Yudho Prabowo; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1079

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas salep ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih, didasarkan pada potensi senyawa bioaktif tanaman tersebut. Metode: Tiga puluh ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta perlakuan salep konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Parameter panjang dan durasi penutupan luka diamati secara makroskopis selama 14 hari. Hasil: Kelompok salep 2,5% menunjukkan penyembuhan tercepat dengan penutupan luka sempurna pada hari ke-14, melampaui efektivitas konsentrasi 5% dan kontrol positif. Sebaliknya, konsentrasi 10% justru memperlambat laju penyembuhan dibandingkan dosis yang lebih rendah. Pembahasan: Efektivitas pada konsentrasi rendah terjadi karena metabolit sekunder bekerja dalam batas fisiologis yang mendukung proliferasi. Sementara itu, konsentrasi tinggi menghambat regenerasi jaringan akibat potensi iritasi atau fenomena respons dosis terbalik (inverted dose-response). Simpulan: Salep ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 2,5% terbukti sebagai formulasi paling efektif mempercepat penyembuhan luka sayat secara makroskopis.   Kata Kunci: Daun kelor, luka sayat, makroskopis, Moringa oleifera, salep.