Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI GURU DAN ORANG TUA DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI TK PKK KALI PASIR WAY BUNGUR LAMPUNG TIMUR sunarsih; Noormawanti Noormawanti; Nina Tisnawati
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11784

Abstract

Abstrak Pendidikan inklusif menekankan pentingnya penghargaan terhadap keberagaman sekaligus membangun karakter toleran sejak dini. Dalam pelaksanaannya menghadapi kendala, seperti keterbatasan pelatihan guru, sarana prasarana, serta pemahaman orang tua. Kondisi ini juga ditemukan di TK PKK Kali Pasir Way Bungur, sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengkaji strategi guru dan orang tua dalam mengatasi hambatan serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan serta strategi yang digunakan oleh guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomonologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami bagaimana pengalaman guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan oleh guru seperti melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, menyusun RPPH yang fleksibel, serta menggunakan metode dan media yang bervariasi. Strategi orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif mencakup tiga hal utama, yaitu mendampingi anak belajar di rumah melalui pengulangan materi dan penggunaan media visual, memberikan dukungan emosional serta motivasi agar anak lebih percaya diri, dan menjalin kolaborasi dengan guru melalui komunikasi rutin. Selain itu, strategi orang tua peserta didik reguler berupa penanaman sikap menghargai perbedaan juga membantu menciptakan lingkungan yang ramah inklusi. Dengan demikian, strategi yang dilakukan orang tua, baik dari anak berkebutuhan khusus maupun reguler, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan inklusif.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PKK TUNAS HARAPAN KAMPUNG SUKAJADI BUMI RATU NUBAN LAMPUNG TENGAH Dasti Afriyani; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11785

Abstract

Pendidikan seks anak usia dini adalah proses pemberian pemahaman sesuai tahap perkembangan mengenai tubuh, perbedaan jenis kelamin, batasan privasi, serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak menuntut adanya langkah pencegahan sejak dini melalui pendidikan seks. Pengenalan sejak usia dini penting agar anak mampu mengenali tubuh, memahami perbedaan jenis kelamin, menjaga privasi, serta melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam penerapan pendidikan seks pada anak usia 5–6 tahun di TK PKK Tunas Harapan Kampung Sukajadi, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pendidik utama melalui pembiasaan berpakaian sopan, pengenalan batasan tubuh, pembimbingan aktivitas pribadi, serta komunikasi terbuka. Guru berperan sebagai pendidik formal sekaligus fasilitator, motivator, dan evaluator dengan penerapan toilet training, penggunaan toilet terpisah, simbol visual, serta penjelasan sederhana. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman orang tua, keterbatasan waktu guru, dan anggapan tabu di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua dan guru agar anak mampu memahami batasan tubuh serta melindungi diri dari tindakan tidak pantas
MENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PRASIAGA DI TK PKK MELATI SIDOLUHUR LAMPUNG TENGAH Indri Yuliana; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11787

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan kepribadian anak, termasuk penanaman nilai cinta tanah air. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan anak usia dini masih lebih menitikberatkan pada aspek akademik, seperti membaca, menulis, dan berhitung, sehingga penanaman nilai karakter belum terlaksana secara optimal. Padahal, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan fondasi dalam membentuk anak yang berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan. Salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai cinta tanah air adalah kegiatan prasiaga yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan prasiaga sebagai sarana penanaman nilai cinta tanah air pada anak usia dini di TK PKK Melati Sidoluhur Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina prasiaga, dan pakar prasiaga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan prasiaga dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu melalui aktivitas sederhana, seperti baris-berbaris, menyanyikan lagu nasional, gerakan hormat, doa bersama, dan permainan kelompok. Meskipun belum didukung perencanaan tertulis formal seperti RPPM atau RPPH khusus, kegiatan prasiaga tetap berjalan secara konsisten sebagai bentuk pembiasaan karakter. Nilai cinta tanah air ditanamkan melalui pengenalan simbol negara serta pembentukan sikap sosial, seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan prasiaga ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka PAUD, khususnya tema Aku Cinta Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN KOLASE KULIT BAWANG PUTIH DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4–5 TAHUN Risa Nurmala Sari; Noormawanti Noormawanti; Annisa Nur Firdausyi
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11788

Abstract

Abstrak Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berpengaruh terhadap kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran kolase berbahan kulit bawang putih dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun serta menganalisis perkembangannya berdasarkan indikator motorik halus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 anak usia 4–5 tahun di TK ABA Toto Projo Way Bungur Lampung Timur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kolase kulit bawang putih mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara bertahap, khususnya pada aspek menggunting, menempel, koordinasi mata dan tangan, serta kerapian hasil karya. Media ini memiliki kelebihan berupa bahan yang mudah diperoleh, murah, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, media kolase kulit bawang putih dapat dijadikan alternatif media pembelajaran inovatif dalam konteks PAUD nasional.
Permainan Tradisional Bakiak dan Hula Hoop Sebagai Saran Mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak-Anak TPQ Aisyiyah Blok M Kalirejo Lampung Tengah Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti; Ismatull Izza Al Iftitah; Nina Tisnawati; Retno Fajarwati; Ahmad Noor Islahudin; Nova Susanti
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4422

Abstract

Dunia anak-anak sangat erat kaitannya dengan bermain.Anak-anak bermain sampai lupa waktu untuk memenuhi kesenangan dan kegemarannya terhadap sebuah permainan tanpa melihat hasil akhir dari permainan tersebut. .Bermain memberikan keleluasaan berekspresi kepada anak-anak, sehingga menghadirkan kegiatan untuk bersenang-senang dan menambah teman baru. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget dengan memperkenalkan kembali permainan tradisional, yaitu bakiak dan hula hoop, sebagai media pembelajaran aktif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2025 pukul 15.00 WIB dan melibatkan 26 anak dari jenjang TK hingga SD kelas 6. Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak sangat antusias mengikuti permainan dan menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap aktivitas fisik kelompok. Permainan tradisional ini juga berhasil memperkuat interaksi sosial antar anak, serta meningkatkan keterampilan motorik kasar dan kemampuan pemecahan masalah. Dengan demikian, pendekatan berbasis permainan tradisional terbukti efektif sebagai alternatif untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget sekaligus mendukung perkembangan yang lebih seimbang.
Sosialisasi Peran Jumantik dalam Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan di Posyandu Mardi Sentosa Sumbersari Metro Selatan Noormawanti Noormawanti; Iswati Iswati; Muhammad Nur; Annisa Nur Firdausyi; Ismatul Izza Al Iftitah; Reni Wijayanti; Eka Susiani; Endang Rostatik
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i3.10135

Abstract

Environmental health is one of the important factors in improving public health status, one of which is through the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) caused by the Aedes aegypti mosquito. This Community Service (PKM) activity aims to increase public knowledge and awareness of the role of Mosquito Larvae Monitoring Officers (Jumantik) in preventing DHF in the environment of Posyandu Mardi Sentosa, Sumbersari, South Metro. The activity was carried out through a participatory approach including an initial survey, planning, socialization, mentoring, and evaluation, involving Posyandu cadres, mothers with toddlers, and surrounding residents. The material delivered covered the role of Jumantik, the 3M Plus movement, and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The results showed an improvement in participants' understanding of the importance of regular larvae inspection and the implementation of the 3M Plus movement, shown through participants' active involvement in discussions and their ability to re-explain the material presented. The outputs of this activity include a report, documentation, a publication article, and a Jumantik educational leaflet. This activity is expected to be an initial step towards a sustainable culture of clean and healthy living in the Posyandu Mardi Sentosa environment.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI MISKONSEPSI AGAMA DIKALANGAN SISWA SMP NEGERI 4 METRO yuleha wulandari; prabowo; noormawanti
PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. NO. 2 (2026): JANUARI - JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/profetik.v6iNO. 2.12315

Abstract

Religious misconceptions experienced by students at SMP Negeri 4 Metro lead to misunderstandings of religious teachings and impact their attitudes and behavior. The purpose of this study was to identify the causes of religious misconceptions, determine teachers' strategies for addressing them, and explore supporting and inhibiting factors in addressing religious misconceptions among students. This study used a qualitative approach with historical studies methods to analyze past events and understand their impact on the current situation. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that religious misconceptions among students at SMP Negeri 4 Metro are caused by misunderstandings in religious teachings. To address this problem, strengthening basic religious understanding and building positive interpersonal relationships is necessary. Strategies implemented by teachers include accustoming students to complying with religious norms, instilling tolerance, and practicing religious moderation. These steps aim to protect students from negative influences and deviant teachings. Supporting factors include fostering tolerance and school support, as well as inhibiting factors, namely, the time it takes to change habits. Despite these obstacles, the school strives to address the problem through regular evaluations.
Perspektif Ibnu Khaldun tentang Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Noormawanti Noormawanti
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2021): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v7i2.2142

Abstract

In the explanation of the history of Islamic education in Indonesia in terms of Ibn Kholdun's philosophy of history, it can be concluded that the history of the philosophy of history has a strong relationship with Islamic education, because Ibn Kholdum's philosophy was incorporated in the study of expedition theory in the past, which had the same vision of seeking validation. Although specifically Ibn Khaldun is more concerned with the issue of science than the Brothers of Shafa, but in other contexts in general terms that Ibn Khaldun has thoughts that are not much different from the Ikhwan Safa. the thought of Ibn Khaldun who said that the effort to get a true knowledge is to take a natural process that has been possessed by every human being through the capture of the five senses.