Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : LOKABASA

Inventarisasi Nama-nama Raja dengan Penanda Khusus Varman Gelar Taufiq Kusumawardhana; Retty Isnendes; Ajid Thohir; Dadan Rusmana
LOKABASA Vol 13, No 1 (2022): April 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i1.49885

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelusuran pustaka atas nama raja-raja yang menggunakan penanda khusus varman yang dalam literasi Hindu atau bahasa Sanskrit sangat popular dan dianggap tua. Nama tersebut tersebar di dunia, termasuk di Nusantara. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan perspektif geografi, sejarah dan linguistik. Dengan korpus sejumlah nama varman akan dilacak keberadaannya mengenai: 1) arti dan makna kata varman, 2)  sebaran kata varman,3) prasasti-prasasti yang menuliskan nama varman.
Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Cirebon dalam Leksikon Arsitektur Hijau Keraton Kasepuhan Menyikapi Isu SDGs Yuningsih, Epi; Isnendes, Retty; Kurniawan, Eri
LOKABASA Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v14i1.53777

Abstract

Arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bangunan yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal karena dalam pemilihan dan penggunaan materialnya mencerminkan sifat berkelanjutan yang selaras dengan alam. Oleh karena itu, bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang mencerminkan konsep green architecture sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, ada kekhawatiran bahwa pengetahuan yang menjadi kearifan lokal dalam bangunan tersebut akan tergerus oleh pengaruh globalisasi dan modernisasi, hal tersebut tentunya akan sangat berdampak pada terkikisnya perbendaharaan leksikon dan pengetahuan masyarakat akan nilai-nilai kearifan lokal dalam bangunan keraton. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap nilai kearifan lokal dan konsep green architecture yang terekam dalam leksikon etnoarsitektur Keraton Kasepuhan dengan menggunakan pendekatan teoritis berupa studi etnolinguistik yang mengkaji bahasa dan budaya sebagai suatu kesatuan yang utuh. Data bahasa berupa leksikon bersumber dari kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis berdasarkan bentuk lingualnya. Selanjutnya, data tersebut dikaitkan dengan konsep arsitektur hijau yang menjadi tujuan dari pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah leksikon yang berkaitan dengan arsitektur untuk menyatakan jenis bangunan, bagian-bagian bangunan, alat dan bahan bangunan, proses pembuatan, perawatan bangunan, dan jenis ornamen. Leksikon tersebut mengandung nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Cirebon dan mencerminkan konsep green architecture karena telah memenuhi prinsip-prinsip arsitektur hijau berupa conserving energi, working with climate, respect for site, respect for use, limitting new resources, dan holistic. Penerapan prinsip tersebut menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, arsitektur Keraton Kasepuhan sudah mendukung arsitektur yang berkelanjutan sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan.