Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

NILAI MORAL DALAM NOVEL KISAH YANG PILU UNTUK KITA YANG RAGU KARYA BOY CANDRA Nurlinda; Sumiman Udu; La Ode Sahidin
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pesastra Edisi Mei 2024
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v1i2.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip moral yang terdapat dalam buku Boy Candra kisah yang pilu untuk kita yang ragu. Penelitian kepustakaan (library research) adalah metode yang digunakan. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah novel Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu Karya Boy Candra yang diterbitkan oleh penerbit Sigikata pada tahun 2021, terdiri dari 224 halaman. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah membaca intensif. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah novel Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu Karya Boy Candra yang diterbitkan oleh penerbit Sigikatapada tahun 2021, terdiri dari 224 halaman. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah membaca intensif. Teknik analisis data menggunakan pendekatan moral. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Novel setebal 224 halaman Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Candra yang akan dirilis oleh Penerbit Sigikata pada 2021 akan menjadi sumber data kajian tersebut. Membaca mendalam digunakan sebagai metode penelitian pengumpulan data. Metode analisis data memiliki sikap moral. (1) Nilai-nilai moral yang terkandung dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri adalah: (a) eksistensi diri, (b) percaya diri, (c) ketakutan, (d) kerinduan, (e) kesepian, (f) kemandirian tanggung jawab, (g) sopan santun, (h) kerja keras, (i) pengendalian diri, dan, (j) penyesalan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moral tersebut bersumber dari novel Boy Candra Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu (3) Nilai moral yang terkandung dalam hubungan manusia dengan alam berupa: (a) menjaga dan melestarikan alam, (b) memanfaatkan sumber daya alam, dan (c) berkabung G. (4) Nilai moral yang terkandung dalam hubungan antara manusia dan Tuhan adalah: (a) berserah diri dan menaati Tuhan, (b) mengakui kebesaran Tuhan, (c) berduka.
Representasi Perjuangan Pendidikan dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Dari Kemiskinan Menuju Mobilitas Sosial: The Representation of Educational Struggle as a Path to Social Mobility in the Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Wa Ode Fitriani; La Ode Sahidin; Andi Muh. Ruum Sya'baan
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pesastra August 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i3.169

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perjuangan pendidikan sebagai strategi mobilitas sosial dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan penelitian terdahulu yang masih membahas perjuangan tokoh, nilai moral, nilai sosial, dan pendidikan karakter secara deskriptif, sementara relasi antara kemiskinan, kerja, pendidikan, dan mobilitas sosial belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana perjuangan pendidikan tokoh Zenna dan Asrul merepresentasikan strategi mobilitas sosial keluarga miskin. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan penggalan naratif yang menunjukkan kemiskinan, kerja, pendidikan, tanggung jawab keluarga, dan mobilitas sosial. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan klasifikasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, interpretasi sosiologis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menjadi harapan perubahan status keluarga, tetapi aksesnya ditempuh melalui kerja keras, pengorbanan, dan beban ekonomi. Implikasinya, novel ini memuat kritik sosial terhadap ketimpangan akses pendidikan.