Articles
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERSEDIAAN TEMPAT PENYIMPANAN DAN PENGELOLAAN VAKSIN IMUNISASI DASAR PADA ANAK
Dwi Astuti;
Atun Wigati;
Yayuk Mundriyastutik
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1588
Vaccines are biological elements that have certain characteristics and require handling of the vaccine chain since they are specially produced in the factory until they are used in health units. The purpose of this study was to determine the factors related to the availability of storage and management of basic vaccines in children at the Pukesmas Gondosari Kudus. This type of research uses descriptive research with a cross sectional approach with a total of 20 respondents. Sampling with total sampling technique. This study using the chi square test shows that there are factors related to the factors of health workers with the availability of places and management of basic vaccines at the Puskesmas Gondosari Kudus. The chi square test obtained a p value of 0.001 (ɑ 0.05) Ho was rejected. There are factors that relate to facilities and infrastructure with the availability of places and management of basic vaccines at the Puskesmas Gondosari Kudus. The chi square test obtained a p value of 0.006 (ɑ 0.05) Ho was rejected. Conclusion: There are factors related to the availability of storage and management of basic vaccines at Puskesmas Gondosari Kudus.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE (DAERAH KEMALUAN) DENGAN TINGKAT INFEKSI PADA AKSEPTOR KB IUD PASCA PEMASANGAN 6 BULAN – 5 TAHUN DI KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS
Rahmawati Rahmawati;
dewi hartinah;
Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan plastik yang halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang dipasang di dalam rahim. IUD mempunyai efektivitas tinggi. Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama, akan tetapi IUD juga dapat mengakibatkan infeksi jika personal hygiene di daerah kemaluan yang dilakukan pemakainya tidak baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene (daerah kemaluan) dengan tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan 6 bulan – 5 tahun di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun 2012.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sejumlah 47akseptor KB IUD di Jekulo Kudus. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Kendall tau.Hasil Penelitian : Responden yang memiliki personal hygiene kurang sebanyak 18 (38,3%) dan responden yang mengalami infeksi berat sebanyak 20 (42,6%). Hasil uji statistik kendall tau, diperoleh p value : 0,001 0,05) dengan nilai kendall tau 0,731. Kekuatan hubungannya adalah kuat.Kesimpulan : Ada hubungan antara personal hygiene (daerah kemaluan) dengan tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan 6 bulan – 5 tahun di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Kata kunci : Personal hygiene, infeksi, KB IUD
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM SECTIO CAESAREA
Dwi Astuti;
Nasriyah Nasriyah;
Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2180
Background: The number of post sectio cesarea patients at PKU Aisyiyah Jepara Hospital in June 2021 – April 2022 was 458 patients, data on infants who were breastfed colustrum in postpartum mothers with cesarean sectio were 102 babies. It can be said that the coverage of colustrum breastfeeding at PKU Aisyiyah Jepara Hospital tends to be less than babies who are not given colustrum breastfeeding. While mothers who did not give colustrum breast milk as much as 22.2%. Objective: Knowing the relationship between family support for colostrum administration to postpartum SC mothers at PKU Aisyiyah Jepara Hospital. Method: A type of correlational analytic research with a cross sectional time approach. Large sample of 41 respondents with total sampling technique. The instrument used questionnaire. Analysis of statistical test data of Spearman Rho. Research Results: The majority of respondents' family support was sufficient, namely as many as 27 people (65.9%) and mothers gave colostrum as many as 32 people (78%). Conclusion: There is a relationship between family support for colostrum administration to postpartum SC mothers at PKU Aisyiyah Jepara Hospital with p value 0.001 α 0.05 and r value = 0.487.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI MAHASISWA DALAM MENGATASI MASALAH LAKTASI PADA IBU POST PARTUM
Noor Azizah;
Ana Zumrotun Nisak;
Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1602
Ibu post partum setelah melahirkan focus utama adalah menyusui bayi. Permasalahan laktasi sebagai salah satu factor dari motivasi ibu untuk menyusui. Dukungan sosial untuk pemberian ASI eksklusif sangat diperlukan oleh ibu yaitu dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan penghargaan dan dukungan instrumental. Mahasiswa sebagai educator sangat penting dalam memberikan KIE pada ibu post partum yang mengalami masalah laktasiTujuan : mengetahui kemampuan komunikasi informasi dan edukasi mahasiswa dalam mengatasi masalah laktasi pada ibu post partumMetode : Metode observasional dengan case study. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi kebidanan berjumlah 20 orang. Tahapan pengkajian, pemeriksaan fisik, Analisa data, intervensi, implementasi dan evaluasi terhadap permasalahan laktasi pada ibu post partumHasil : permasalahan laktasi yang dihadapi oleh ibu post partum yaitu payudara bengkak, ASI belum keluar dan kelainan putting susu. Tindakan yang diberikan oleh mahasiswa yaitu KIE cara menyusui yang benar, cara perawatan payudara, perawatan putting susu yang dilakukan dengan demonstrasi dan melibatkan keluarga ibu post partum.Kesimpulan : Komunikasi Informasi dan Edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan menggunakan media dan demonstrasi langsung kepada ibu post partum tentang cara menyusui yang benar, cara perawatan payudara dan cara mengatasi kelainan putting pada ibu post partum efektif dapat mengatasi permsalahan laktasi pada ibu post partum.
KORELASI PENGETAHUAN DAN SIKAP YANG MEMPENGARUHI WANITA DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI IVA
Atun Wigati;
Ana Zumrotun Nisak;
Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v11i2.812
Di Kabupaten Kudus angka cakupan IVA masih rendah yaitu 2,2%. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perilaku wanita yang enggan untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan primer. Banyak wanita yang datang ke pelayanan kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, dikarenakan kesadaran untuk skrining masih rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap yang mempengaruhi pengambilan keputusan wanita dalam melakukan pemeriksaan IVA. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain case control, sampel terdiri dari 47 responden pada kelompok kasus dan 47 responden pada kelompok kontrol, yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada semua wanita di wilayah Kabupaten Kudus. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam pengambilan keputusan melakukan pemeriksaan IVA. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa faktor pengetahuan dan sikap dapat mempengaruhi wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks, kemudian mendekatkan pelayanan IVA di Posyandu dan memberikan informasi tentang IVA secara menyeluruh sehingga kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin Kata Kunci : pengetahuan, sikap, pengambilan keputusan
PENGARUH TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON-FARMAKOLOGI TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI
Dewi Hartinah;
Atun Wigati;
Leonny Vega Maharani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1676
Prevalensi terjadinya dismenore di indonesia yaitu 54,89%. Untuk mengatasi nyeri menstruasi dapat menggunakan terapi farmakologi dan terapi non-farmakologi. Dimana farmakologi dengan menggunakan obat analgesik golongan non steroid (NSAID) dan terapi non-farmakologi dapat menggunakan kompres hangat menstrual care patch. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan antara pengaruh terapi farmakologi dan terapi non- farmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan bentuk rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan sampel berjumlah 50 responden yang mengalami nyeri menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kudus yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing kelompok kemudian diukur nyeri men- struasi dengan skala NRS (Numeric Rating Scale), kemudian diberikan terapi berupa ter- api farmakolgi (asam mefenamat 500 mg) dan terapi non-farmakologi kompres hangat (menstrual care patch) setelah dilakukan terapi farmakologi selama 3 jam dan terapi non- farmakologi 1 jam sampel diukur lagi nyeri menstruasi dengan skala NRS (Numeric Rat- ing Scale). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik dengan wilcoxon test didapatkan nilai 0,000 pada skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi farmakologi. Hasil uji penelitian mendapatkan nilai p=0,000 (p0,05), maka Ha diterima Ho ditolak. Artinya ada perbedaan skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi farmakologi terhadap. Kesimpulan ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengaruh terapi farmakologi (asam mefenamat 500 mg) dan terapi non-farmakologi kompres hangat (menstrual care patch) terhadap penurunan nyeri menstruasi.
RENTANG WAKTU MELAKUKAN COITUS DENGAN KEJADIAN DISPAREUNIA
Atun Wigati;
Ana Zumrotun Nisak;
Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v12i1.918
Kebutuhan ibu nifas, juga sama halnya dengan ibu lainnya hanya lebih membutuhkan penanganan khusus. Salah satu kebutuhan ibu nifas adalah kebutuhan seksual. 20% perempuan yang baru pertama kali melahirkan membutuhkan waktu 6 bulan untuk merasa nyaman secara fisik saat bersenggama, dengan waktu rata-rata sekitar 3 bulan. Sekitar 61% terjadi rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual pasca melahirkan karena dilakukan sebelum 6 minggu pasca melahirkan, hanya 12-14% pasangan yang tidak mengalami masalah seksual setelah melahirkan (sexual problems postpartum) karena dilakukan setelah 6 minggu pasca melahirkan. Tujuan peneltian ini untuk menganalisa rentang waktu melakukan coitus dengan dispareunia pasca nifas. Jenis penelitian menggunakan deskriptif analitik, pendekatan waktu retrospective study. Tehnik pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Jumlah sample dalam penelitian ini adalah 36 responden yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Analisa data statistic menggunakan uji Chi-Square dengan instrument penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan nilai chi-square adalah 5,99. Hasil ini menunjukkan ada korelasi antara rentang waktu melakukan coitus dengan kejadian dyspareunia pada ibu pasca nifas di BPM Sri Purwanti Kabupaten Jepara. Kata Kunci : rentang waktu coitus, dispareunia
POLA PENDAMPINGAN BELAJAR DIRUMAH DENGAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Ana Zumrotun Nisak;
Atun Wigati;
Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1538
Latar Belakang : Adanya corona virus Disease 2019 (COVID-19) yang menyebar di Indonesia mengakibatkan kementrian pendidikan dan kebudayaan Indonesia memberlakukan kebijakan belajar dirumah dengan sistem pembelajaran jarak jauh melalui metode sekolah online (Daring). Dimana pendampingan belajar dirumah sangat diperlukan seperti fasilitas belajar, pemahaman permasalahan, dan mengatur waktu belajar. Orang tua sangat berperan dan dibutuhkan dalam pola pendampingan proses belajar anak sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pola pendampingan belajar dirumah dengan hasil belajar pada siswa kelas I dan II di SD Negeri Ngemplak Kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Metode : Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil sampel sebanyak 48 responden. Alat ukur kuesioner dengan menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil Penelitian : Ada hubungan pola pendampingan belajar dirumah dengan hasil belajar siswa kelas I dan II di SD Negeri Ngemplak Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dengan nilai p value 0,000 0,05.
PENGARUH STIMULASI AUDITORI DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN IMD PADA PROSES PERSALINAN NORMAL DI RSU KUMALA SIWI KUDUS
Indah Puspitasari;
Ika Tristanti;
Atun Wigati;
Amalia Yulianti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2016
ASI adalah bagian penting dari menjaga bayi sehat, dan memberikan ASI dapat mengurangi kematian bayi. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah salah satu cara untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI. oleh bayi baru lahir pada ibunya. Salah satu cara untuk mencapai keberhasilan IMD adalah dengan menstimulasi audiens. Kondisi bayi yang stabil dan nyaman adalah dua faktor bayi yang mempengaruhi keberhasilan IMD. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh stimulasi auditori dengan tingkat keberhasilan IMD pada ibu bersalin di RSU Kumala Siwi Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode eksperimen semu atau Quasi eksperiment merupakan pengembangan dari true experimental design. Penelitian ini menggunakan pendekatan posttest only with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang melahirkan dan bayi yang lahir di RSU Kumala Siwi Kudus sebanyak 65 ibu dan sampel sebanyak 60 ibu dengan perhitungan Roscoe. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil observasi pada bayi yang mampu melakukan IMD pada kelompok intervensi terdapat 24 (80 %) bayi sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 11 (36,6 %) bayi. Uji mann whitney didapatkan nilai p = 0,000 yang artinya 0,05 artinya terdapat perbedaan rata-rata kedua kelompok dan signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Ada pengaruh stimulasi auditori dengan tingkat keberhasilan IMD pada ibu bersalin di RSU Kumala Siwi Kudus.
RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING
Dwi Astuti;
Atun Wigati;
Ana Zumratun Nisak;
Noor Azizah;
Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2435
Background: The incidence of stunting in infants is currently quite high, the World Health Organization (WHO) estimates the prevalence of stunting worldwide at 22 percent or as many as 149.2 million in 2020. The prevalence of stunting in Indonesia is currently still at 24.4 percent or 5.33 million children under five. Objective: Analyze the relationship between maternal nutritional status during pregnancy to the incidence of stunting at the Pecangaan Health Center, Methods: correlation research with retrospective approach. Purposive sampling technique with 33 stunted mothers and toddlers 2-5 years old at the Pecangaan Health Center. Primary data collection was carried out by measuring the BB and TB of toddlers when checking with a checklist. Results: The incidence of stunting in toddlers is mostly short toddler conditions as much as 22 (66.7%). The nutritional status of mothers during pregnancy is mostly mild emaciation conditions as much as 18 (54.5%). The results of bivariate analysis of maternal nutritional status during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Health Center were obtained p (0.001). Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of mothers during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Jepara. Pregnant women pay more attention to their pregnancy with good nutritional intake and routine pregnancy control