Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Atun Wigati; Fariza Yulia Kartika Sari; Tri Suwarto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1677

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin , stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Ngembal Kulon pada kader kesehatan, ibu balita dan batita dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting manfaat gizi seimbang, macam – macam gizi seimbang. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah para kader kesehatan, para ibu dan keluarga yang mempunyai balita dapat merubah perilaku dan pola pikir cara memberikan asupan makanan pada anak dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting sehingga pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
STRATEGI MEMINIMALISASI BULLWHIP EFFECT MENGGUNAKAN METODE CPFR DI MINIMARKET ABC Anna Nita Kusumawati; Atun Wigati; Muadzah Muadzah
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 4, No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v4i2.2071

Abstract

Minimarket ABC merupakan usaha yang bergerak dalam bisnis ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Minimarket ABC menerapkan metode pemasaran, yaitu mengadakan promo berupa diskon setiap bulan dengan produk yang beragam. Sehingga, Minimarket ABC perlu membeli produk lebih banyak dari biasanya untuk mendapat harga yang lebih murah dari distributor. Dampak dari promo yang diadakan menyebabkan terjadinya penumpukan barang di gudang apabila permintaan konsumen lebih sedikit dari pemesanan yang dilakukan dan apabila permintaan konsumen lebih banyak dari perkiraan, maka akan terjadi kekurangan barang. Fenomena tersebut dinamakan bullwhip effect. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah meminimalisasi bullwhip effect. Metode penelitian yang digunakan, yaitu peramalan permintaan konsumen dan pengendalian persediaan dengan menggunakan kerangka CPFR. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, nilai bullwhip effect pada kondisi awal adalah 1,936. Kemudian dilakukan peramalan permintaan konsumen dan didapatkan metode peramalan terbaik adalah model ARIMA (0,1,1) dengan nilai RMSE sebesar 11.885 dan nilai MAPE sebesar 37.784%. Kemudian dilakukan perhitungan pengendalian persediaan menggunakan safety stock dengan hasil 7 unit dan reorder point saat produk mencapai 8 unit. Sehingga didapatkan nilai bullwhip effect setelah penerapan CPFR sebesar 0,1. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode CPFR dapat mengurangi bullwhip effect pada level ritel. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah dapat mencoba model peramalan yang lebih baik, sehingga hasil peramalan akan lebih akurat.
EDUKASI GIZI SEIMBANG BERBASIS LKPD DIGITAL INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KONSEP ISI PIRINGKU DI SEKOLAH DASAR Atun Wigati; Purbowati Purbowati; Maya Eka Mutiara; Fatimah Nur Aulia; Sherina Bella Marshanda; Maysita Anggie Nurhaliza; Ria Febrianti; Eva Aulia Ramadhani; Sefulloh Fajar Nobriantoro; Wiro Patabi; Ayo Dhiya Ekanathan11 Dhiya Ekanathan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3239

Abstract

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui video edukasi dilanjut dengan diskusi, kemudian mengerjakan soal LKPD serta diakhiri dengan post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 40,56 pada pre-test menjadi 72,22 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan pemahaman sebesar 78%. Materi yang disampaikan meliputi konsep Isi Piringku sebagai panduan penerapan gizi seimbang. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga berpotensi mendorong mereka untuk berperan sebagai agen penyebar informasi gizi di lingkungan sekitarnya.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI TOPIKAL PADA TALI PUSAT DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT DI DESA MEGONTEN KEBON AGUNG KAB DEMAK Munadhoroh; Atun Wigati; Ummi Kulsum
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.387

Abstract

Background: Umbilical cord care involves the treatment and tying of the umbilical cord, which causes the final physical separation between mother and baby. The umbilical cord is then cared for in a sterile, clean, dry, and infection-free condition. The purpose of this study was to determine the effect of topical breast milk application on the time of umbilical cord separation. And to compare the duration of umbilical cord separation between babies given topical breast milk and sterile gauze. Using SOP sheets and observation sheets. Method: The research method used was a quasi-analytical experimental design. The population in this study consisted of all babies born between October and December 2025, totalling 62 babies. Research results: There is a significant relationship or difference between umbilical cord care with topical breast milk and umbilical cord care using sterile gauze. Suggestions: The results of this study can be used to provide knowledge about inexpensive and easy umbilical cord care methods that can support maternal and child health programmes at health centres.
Efektivitas Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur Bayi Failla shofa; Atun Wigati; Diah Andriani
Midwifery Care Journal Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v7i3.14545

Abstract

Quality of a baby's sleep is an important aspect for physical growth, cognitive development, and emotional balance. Sleep disorders in babies are still common, with a global prevalence of 20-40%. Non-pharmacological efforts such as lavender aromatherapy are known to have sedative effects through the active components of linalool and linalyl acetate that act on the central nervous system to improve relaxation and sleep quality. Objective of the research was to determine the effectiveness of lavender aromatherapy on the quality of infant sleep at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital. Methods of this study used a pre-experimental design with a pretest-posttest one group design approach. The population is all babies aged 3-12 months who are treated at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital as many as 42 babies, and all of them are sampled using total sampling techniques. The intervention was in the form of inhalation of lavender aromatherapy one drop in a diffuser containing 100 ml of water for 15–20 minutes before bedtime, carried out once a day for three days. Sleep quality measurement was conducted using the Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). The data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study was the effectiveness of lavender aromatherapy on the quality of infant sleep at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital is p value 0.000. Conclusion of the study was lavender aroma therapy can improve the quality of baby sleep.
RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING Dwi Astuti; Atun Wigati; Ana Zumratun Nisak; Noor Azizah; Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2435

Abstract

Background: The incidence of stunting in infants is currently quite high, the World Health Organization (WHO) estimates the prevalence of stunting worldwide at 22 percent or as many as 149.2 million in 2020. The prevalence of stunting in Indonesia is currently still at 24.4 percent or 5.33 million children under five. Objective: Analyze the relationship between maternal nutritional status during pregnancy to the incidence of stunting at the Pecangaan Health Center, Methods: correlation research with retrospective approach. Purposive sampling technique with 33 stunted mothers and toddlers 2-5 years old at the Pecangaan Health Center. Primary data collection was carried out by measuring the BB and TB of toddlers when checking with a checklist. Results: The incidence of stunting in toddlers is mostly short toddler conditions as much as 22 (66.7%). The nutritional status of mothers during pregnancy is mostly mild emaciation conditions as much as 18 (54.5%). The results of bivariate analysis of maternal nutritional status during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Health Center were obtained p (0.001). Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of mothers during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Jepara. Pregnant women pay more attention to their pregnancy with good nutritional intake and routine pregnancy control
PERILAKU PENCEGAHAN TERJADINYA KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI BERDASARKAN DUKUNGAN PERAN ORANG TUA DI SMP N 2 KALIWUNGU KUDUS Yunika Prasetya Wulandari; Atun Wigati; Indah Risnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3015

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada remaja putri dan sering diabaikan karena kurangnya pemahaman serta informasi dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan peran orang tua dengan perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja putri di SMP N 2 Kaliwungu Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri dari 63 siswi kelas 9 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang meliputi dukungan peran orang tua dan perilaku pencegahan keputihan, serta dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan orang tua dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri (r=0,830 ; p=0,000). Mayoritas responden memiliki dukungan orang tua yang baik, yang selaras dengan perilaku pencegahan keputihan yang juga baik. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan yang diberikan oleh orang tua, maka semakin baik pula perilaku remaja dalam menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya. Implikasinya, diperlukan peningkatan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam mencegah keputihan pada remaja putri sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
STUDI KORELASI KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN DAN SPOTTING DI DESA NGAMBAKREJO Yanti Yanti; Indah Risnawati; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3001

Abstract

Kontrasepsi Suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh akseptor. Kelebihan dari kontrasepsi Suntik diantaranya sangat efektif, tidak berpengaruh pada hubungan suami istri, tidak berpengaruh terhadap ASI dan tidak perlu menyimpan obat ditempat khusus. Semua jenis kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan dari kontrasepsi suntik adalah terganggunya pola haid diantaranya adalah amenorrhea, menoragia dan muncul bercak (spotting), kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian mengalami keterlambatan, dan peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Korelasi KB Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Dan Spotting " Di Desa Ngambakrejo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik korelasional dan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Adapun kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi ibu yang menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan, telah menjadi akseptor KB suntik selama minimal 6 bulan hingga 1 tahun, serta bersedia menjadi responden. Sementara itu, kriteria eksklusi ditetapkan untuk ibu yang memiliki gangguan metabolisme, seperti Diabetes Mellitus, Hipotiroidisme, Hipertiroidisme, Fenilketonuria (PKU), Galaktosemia, Gout (asam urat), serta penyakit jantung. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunkan intrumen ceklis berupa melihat rekam medis kb suntik pasien serta berat badan dan alat timbangan dan riwayat spotting pasien,  Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil penelitian statistik uji chi square diperoleh berat badan p value = 0.000 dan spotting p value = 0.000 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0,05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, hasil penelitian bahwa ada Korelasi antara KB Suntik 3 Bulan dengan berat badan dan spotting di Desa Ngambakrejo 
Pengaruh Pijat Medic Pediatric sebagai Terapi Konstipasi pada Bayi 6-12 Bulan di PMB Handayani Tahunan Siti Masudah; Indah Risnawati; Atun Wigati
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 5 No. 1 (2026): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Constipation in babies is a common condition that can be caused by various factors, including diet, lack of fluid intake, and the introduction of solid foods too early. Baby massage as touch therapy has many positive benefits that can support babies and their development and can be a complementary therapy for babies with constipation. Based on the results of a preliminary study conducted by researchers at the 2024 Annual PMB Handayani inJanuary–August 2024 it was found that 85 respondents experienced constipation. Researchers took 10 respondents, of the 10 respondents were given Medic Pediatric Massage therapy the 8 respondents have reduce constipation. Thus, researchers are interested in conducting research on the Effect of Pediatric Medic Massage as Constipation Therapy in Babies 6-12 Months at the Annual PMB Handayani. The aim of the research is to determine the effect of pediatric medical massage as constipation therapy in babies 6-12 months old at the annual PMB Handayani. Method: The research location was carried out at PMB Handayani Tahunan. The research was carried out using a purposive sampling method, obtaining a sample of 36 respondents according to the inclusion and exclusion criteria. Univariate data analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the SPSS Wilcoxon test. The research results showed that most of the respondents who experienced constipation were female (66.7%), the majority of respondents were 7 months old (30.6%), and the majority were still given soft porridge MPASI, namely 55.6% of babies. Before medical massage was carried out to treat constipation, 36 respondents (100%) all experienced prolonged defecation or more than two days. The results of the Wilcoxon test on the effect of medical massage as constipation therapy on babies aged 6-12 months obtained a p value of 0.0001, this value is less than 0.05, so it can be concluded that there is an effect of medical massage as constipation therapy on babies aged 6-12 months.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN DURASI MENYUSU PADA BAYI DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA Noor Anisa Syukriah; IKA TRISTANTI; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.629

Abstract

Durasi menyusu yang adekuat pada bayi usia 0–7 hari berperan penting dalam pemenuhan asupan kolostrum, stimulasi produksi air susu ibu (ASI), serta mendukung pertumbuhan dan adaptasi awal bayi. Salah satu stimulasi yang diduga dapat meningkatkan durasi menyusu dan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap durasi menyusu dan kualitas tidur bayi di Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan two group posttest only design. Pendekatan penelitian menggunakan cross sectional, di mana pengukuran variabel independen dan dependen dilakukan satu kali pada waktu yang sama. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan pijat bayi dan kelompok kontrol tanpa pijat bayi. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji homogenitas Levene. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur bayi dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Selain itu, pijat bayi juga berpengaruh signifikan terhadap durasi menyusu bayi dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur dan durasi menyusu bayi. Pijat bayi dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mendukung keberhasilan menyusui dan kesejahteraan bayi baru lahir.  
Co-Authors Aini Rizka Aly Akbar Amalia Yulianti Amelia Nurul Ana Zumratun Nisak Ana Zumrotun Nisak Ana Zumrotun Nisak Ana Zumrotun Nisak Ana Zumrotun Nisak, Ana Zumrotun Anna Nita Kusumawati Ayo Dhiya Ekanathan11 Dhiya Ekanathan Bunga Citra Cahyamulyaninrum, Erma Dwi Dewi Hartinah Diah Andriani Kusumastuti Diah Andriani Kusumastuti Dian Rahmandani Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dyah Novellia Elinda I'in Fauziah Erma Dwi Cahyamulyaninrum Eva Aulia Ramadhani Failla shofa Faradita Faradita Farida Rizkiyah Fariza Yulia Kartika Sari Fatimah Nur Aulia Fernanda Arta Razia Hasriyani Hasriyani Holyness Nurdin Singadimedja I&#039;im Fa&#039;imah Ika Tristanti ika tristanti Indah Nur Indah Puspitasari Indah Puspitasari indah puspitasari Indah Risnawati Indah Risnawati Irawati Indrianingrum Islami Islami Khamid Khanafi Kharisma Aprilita Rosyidah Leonny Vega Maharani M. Fakhrun M. Zielal Maya Eka Mutiara Maysita Anggie Nurhaliza Melani Devita Meliana Eka Luwitasari Menik Rusmiati Mita Puspita Muadzah Muadzah Muhammad Abdur Rozaq Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Munadhoroh Nadhia Shofya Nadira Febi Setiana Naeli Muna Nasriyah Nasriyah Noor Anisa Syukriah Noor Azizah Noor Azizah Noor Faizah Nor Asiyah Purbowati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ria Febrianti Rizki Widyan Aisya Rohma Puji Sefulloh Fajar Nobriantoro Septiani Septiani Sherina Bella Marshanda Siti Masudah Subiwati Subiwati Tri Suwarto Tristanti, Ika Ummi Kulsum Ummi Kulsum Ummi Kulsum Windriasih, Wulan Wiro Patabi Yanti Yanti Yayuk Mundriyastutik Yuana Hesti Yulisetyaningrum Yunika Prasetya Wulandari Zumrotun Nisak, Ana