Claim Missing Document
Check
Articles

KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL Atun Wigati; Ana Zumrotun Nisak; Dwi Astuti
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 8, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v8i2.2606

Abstract

Latar Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama dimulai dari sejak masa kehamilan. Faktor  prenatal  yang  berhubungan  dengan stunting  yaitu  anak  yang  lahir  dari  ibu  yang memiliki  riwayat  KEK  berisiko  tujuh  kali  lebih besar  mengalami  stunting. Tujuan : untuk  mengetahui korelasi antara riwayat kekurangan energi kronis pada saat hamil dengan kejadian stunting pada balita 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak. Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Subyek penelitian adalah anak usia 0-60 bulan sebanyak 50 balita. Teknik pengambilan sampel data dengan simple random sampling, dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-squar). Hasil : Terdapat korelasi yang bermakna antara riwayat kekurangan energy kronis dengan kejadian stunting pada ibu hamil dengan hasil uji p=0,002 α 0,05. Kesimpulan : Kekurangan energi kronis dapat mempengaruhi kejadian stunting, sehingga sangat penting bagi seorang ibu hamil memperhatikan pola makan yang seimbang agar status gizi ibu terpenuhi dan tidak mengalami kekurangan energy kronis yang berdampak pada pertumbuhan pada balita.
KECEMASAN WANITA PADA MASA MENOPAUSE BERDASARKAN TINGKAT EKONOMI Atun Wigati; Ummi Kulsum
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 2 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i2.372

Abstract

Seseorang yang memiliki tingkat ekonomi tinggi atau tingkat pendapatan yang baik akan merasa tidak cemas dibanding dengan seseorang yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah atau pendapatan kurang akan merasa cemas, tidak menutup kemungkinan jika tingkat ekonomi atau pendapatan pada ibu menopause menjadi salah satu faktor timbulnya kecemasan dalam menghadapi menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat ekonomi terhadap tingkat kecemasan wanita dalam menghadapi menopause di Desa Mindahan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause yang tinggal di desa Mindahan Kecamatan Batealit, yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2017. Tehnik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling, didapatkan sample sebanyak 37 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa hasil penelitian menggunakan uji Kendall’s tau, didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi tingkat ekonomi dengan kecemasan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Mindahan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Tahun 2017 (p0,05) dengan nilai korelasi r = 0,571 yang menunjukkan bahwa korelasi sedang. Diharapkan dapat dilakukan penelitian terkait kecemasan pada ibu menopause dengan determinan yang berbeda dan wanita pada usia menopause agar lebih menambah wawasan tentang menopause dan penanganannya sehingga dapat mengurangi kecemasan ibu dan tidak tergantung pada keadaan ekonomi. Kata kunci : Tingkat ekonomi, Tingkat kecemasan
PERAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Atun Wigati; Ana Zumrotun Nisak
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i1.258

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang tejadi pada leher rahim (serviks). Kanker ini dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Kanker serviks menempati urutan kedua dari seluruh kanker pada perempuan dengan insidensi 9,7% dan jumlah kematian 9,3% dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Tujuan penelitian untuk menganalisis peran dukungan keluarga dengan pengambilan keputusan wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain case control, sampel terdiri dari kelompok kasus dan kelompok kontrol masing-masing 43 responden pada setiap kelompok, yang diambil secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada semua wanita, baik yang sudah melakukan deteksi dan belum melakukan deteksi dini kanker serviks. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran dukungan keluarga dengan pengambilan keputusan melakukan deteksi dini kanker serviks. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa peran dukungan keluarga dapat mempengaruhi wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks, maka dari itu disarankan pada petugas kesehatan untuk memperluas sasaran promosi kesehatan, tidak hanya pada kelompok wanita saja tetapi pada keluarga dan khususnya suami. Sehingga kanker serviks dapat terdeteksi sedini mungkin. 
GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI BERDASARKAN TINGKAT STRES KERJA PADA BIDAN DI RUMAH SAKIT ISLAM NAHDLATUL ULAMA DEMAK I'im Fa'imah; Atun Wigati; Indah Risnawati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v9i1.2924

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi secara berkala pada wanita, dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Siklus menstruasi yang teratur menunjukkan kesehatan reproduksi yang baik, namun banyak wanita mengalami gangguan siklus menstruasi akibat faktor seperti stres dan kualitas tidur yang buruk. Pra penelitian dalam penelitian ini, ditemukan bahwa bidan sebagai tenaga kesehatan sering menghadapi tuntutan kerja tinggi seperti jam kerja panjang, tanggung jawab besar, upah yang tidak sesuai dan tekanan emosional membuat mereka rentan terhadap stres kerja yang berdampak pada kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dan gangguan siklus menstruasi pada bidan di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama Demak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik Sampling dalam penelitian ini dengan menggunakan sampling jenuh, sampel diperoleh sebanyak 30 bidan yang bekerja di RSI NU Demak, yang termasuk dalam non probability sampling, dan penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025. Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariate (uji spearman). Hasil penelitian menunjukkan dari 30 bidan di RSI NU Demak mayoritas usia 26–35 tahun yang memiliki siklus menstruasi normal (70%), namun sebagian mengalami gangguan seperti oligomenorea (26,7%) dan polimenorea (3,3%). Sebagian besar bidan mengalami stres kerja pada tingkat sedang dan berat (masing-masing 36,7%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat antara tingkat stres kerja dan gangguan siklus menstruasi dengan nilai korelasi sebesar 0,661 (p 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi stres kerja yang dialami, semakin besar risiko gangguan siklus menstruasi akibat ketidakseimbangan hormon reproduksi.
PENGARUH TEKNNIK MARMET TERHADAP PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM DI KUDUS Dwi Astuti; Dewi Hartinah; Atun Wigati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i1.1482

Abstract

AbstrakLatar Belakang : ASI merupakan nutrisi yang paling baik bagi bayi usia 6 bulan. Keterlambatan dalam pemberian ASI pada bayi salah satu faktor karena produksi ASI kurang. Salah satu cara untuk memperlancar produksi ASI dengan teknik marmet. Teknik marmet merupakan kombinasi antara memijat dan memerah payudara untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum di Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy experimen. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu post partum di Kudus. Sempel digunakan adalah random sampling dalam penelitian ini sebanyak 22 responden, 11 kelompok intervensi dan 11 kelompok kontrol. Hasil Penelitian : Uji statistik menggunakan Paired T-test dengan nilai p=0,004 (p0,05. Kesimpulan : Ada efektivitas teknik marmet terhadap produksi ASI ibu post partum di Kudus
KEIKUTSERTAAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) ana zumrotun nisak; atun wigati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.984

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan peningkatan kualitas penduduk, maka dilakukan upaya penanganan yaitu dengan program Keluarga Berencana (KB). MKJP mempunyai keuntungan karena mempunyai efektifitas atau daya perlindungan terhadap kehamilan yang tinggi. Alat kontrasepsi dengan MKJP adalah AKDR/ Intra Uterine Device (IUD), Alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK), MOW dan MOP. Faktor keputusan akseptor KB untuk menggunakan MKJP tidak terlepas dari faktor perilaku yang dimiliki oleh masing-masing individu. Tujuan dilakukannya peneletian ini adalah untuk menganalisis keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) dalam pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik (Case control study) dengan desain cross sectional. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu (pengguna metode kontrasepsi jangka Panjang) dan populasi kontrol (pengguna metode kontrasepsi non jangka Panjang) pada Wanita Usia Subur (WUS) yang berada di Kecamatan Kaliwungu Kudus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan besar sampel 44 responden kasus dan 44 responden kontrol. Teknik analisa statistik menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil dari penelitian didapatkan tiga variabel yang signifikan yaitu umur, paritas dan pengetahuan. Variabel umur dengan nilai p= 0,006, Variabel paritas p= 0,004 dan pengetahuan memiliki nilai p= 0,004 α=0,05. Variabel yang paling dominan dari penelitian ini yaitu  variabel paritas dan pengetahuan, karena variabel ini memiliki nilai p lebih kecil dibandingkan dengan variabel lainnya. Kesimpulannya adalah pengaruh umur didapatkan responden yang lebih muda mempunyai peluang lebih kecil menggunakan MJKP dibandingkan dengan responden yang tua. Kelompok kontrol sebagian besar memiliki anak banyak, sedangkan kelompok kasus sebagian besar memiliki anak sedikit. Pengetahuan kelompok kontrol sebagian besar berpengetahuan kurang dibandingkan tingkat pengetahuan kelompok kasus. Keyword : Wanita usia subur (WUS), Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP)
PERAN SERTA MASYARAKAT SEBAGAI KADER GIZI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK TERBEBAS DARI STUNTING Ana Zumrotun Nisak; Atun wigati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.959

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana seorang anak memiliki perawakan pendek yang dapat menetap hingga dewasa. Pevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%, dengan kata lain terdapat 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Dari anak dibawah 3 tahun di desa Puskesmas Kaliwungu terdapat 20% anak mengalami stunting slah satunya Desa Setrokalangan. Permasalahan di Desa Setrokalangan ini perlu adanya keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sehingga program ini dapat berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada Kader Gizi Anak, Pengetahuan tentang gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, cara menyajikan makanan batita yang baik, skrining perkembangan anak, pembuatan media promosi yang menarik tentang gizi anak supaya lebih mudah dipahami. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan memberi pengetahuan para ibu untuk pemberian makanan yang tepat sesuai dengan usia anaknya dan mengetahui tahapan normal proses tumbuh kembang seorang anak. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 10 Duta Gizi Anak yang mempunyai peningkatan pengetahuan tentang Gizi Anak, melakukan Skrining perkembangan batita setiap posyandu, membuat menu sehat untuk batita, membuat rapor untuk memantau perkembangan batita dan membuat sertifikat batita yang tidakmengalami stunting. Setelah dilakukan pendampingan duta gizi anak, dilakukan pula pendataan gizi anak, dimana didapatkan hasil angka stunting di Desa Setrokalangan mengalami penurunan. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan batita dan keluarga.
MENU GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KABUPATEN KUDUS Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Rizki Widyan Aisya; Atun Wigati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.2029

Abstract

Stunting is a nutritional problem that is a major problem in Indonesia. The Ministry of Health provides health programs in dealing with the problem of stunting. One of the efforts made to prevent stunting is through nutrition education. The purpose of community service activities (PKM) is to improve the subject's attitudes and behavior regarding toddler nutrition and types of food for stunting prevention. The method used is community empowerment by providing nutrition education and cooking demonstrations to subjects in the villages of Ngembal Rejo and Purwosari, Kudus Regency. Subjects in this PKM are posyandu cadres and mothers who have toddlers. The education given to the subject is about toddler nutrition and types of food for stunting prevention. The results of education show that there is an increase in subject knowledge after being given education. Subjects from cadres are expected to become agents of behavior change in preventing stunting for toddlers. Meanwhile, the subject of mothers who have toddlers is expected to be able to change behavior in providing food to their toddlers.
EDUKASI KONTRASEPSI YANG TEPAT UNTUK IBU MENYUSUI PADA MASA PANDEMI COVID 19 Ana Zumrotun Nisak; Atun Wigati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1505

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menghambat produksi ASI adalah penggunaan alat kontrasepsi. Pada ibu menyusui perlu diperhatikan penggunaan alat kontrasepsi agar tidak mengurangi produksi ASI. Ibu yang menyusui tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon ekstrogen, sebab hormon tersebut akan mengurangi jumlah produksi ASI bahkan bisa menghentikan produksi ASI. Di Desa Margorejo kecamatan Dawe Kabupaten Kudus terdapat 30% ibu yang tidak mau menyusui bayi dikarenakan pengaruh hormonal alat kontrasepsi, ASI tidak keluar dan ibu sudah mulai bekerja. Permasalahan di Desa Margorejo ini perlu adanya penyelesaian masalah, sehingga menurunkan angka kegagalan pemberian ASI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan kepada ibu-ibu PKK tentang tujuan menyusui dan kontrasepsi yang tepat untuk ibu menyusui. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini, terdapat 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang kontrasepsi yang tepat untuk ibu menyusui. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH MENJADI ECO-ENZYME OLEH KELOMPOK KKN DESA KARANGBENER Atun Wigati; Aly Akbar; Nadira Febi Setiana; Fernanda Arta Razia; Yuana Hesti; Faradita Faradita; M. Zielal; Mita Puspita; Indah Nur; Nadhia Shofya; Melani Devita; Aini Rizka; M. Fakhrun; Rohma Puji; Bunga Citra; Noor Faizah; Amelia Nurul; Dian Rahmandani; Dyah Novellia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2799

Abstract

Dengan produksi sampah 68,5 juta ton pada tahun 2021, di mana 17% terdiri dari sampah plastik, pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi masalah besar. Sampah organik, yang sebagian besar dibuat oleh rumah tangga, sering kali dianggap tidak berguna. Namun, mereka dapat diolah menjadi produk yang lebih berguna, seperti eco-enzyme, yang merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik dengan gula dan air yang memiliki banyak manfaat, seperti sebagai disinfektan, pupuk, dan cairan pembersih. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) memberikan pelatihan pembuatan eco-enzyme kepada Karang Taruna Desa Karangbener untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah organik. Pelatihan mencakup penjelasan tentang apa itu eco-enzyme, apa manfaatnya, bagaimana pembuatan dan pemanenannya. Hasil fermentasi selama tiga bulan menghasilkan cairan eco-enzyme yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, dan ampasnya digunakan sebagai pupuk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan. Peserta diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dengan tujuan mengurangi sampah organik dan menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi ekonomi dan lingkungan.