Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Literatur Review: Peran konseling gizi dan senam ergonomik dalam menurunkan kadar asam urat pada penderita gout Nila Susanti; Yosi Sri Astuti; Harlyanti Muthma'innah Mashar
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v7i2.628

Abstract

Gout is a disorder caused by inflammation of the joints due to the deposition of uric acid crystals stored in the joints. The causative factors are age, excessive purine intake, obesity, alcoholic beverages, and lack of physical activity. Various efforts can be made to overcome this, including nutritional counseling and physical activity, such as gymnastics. The study aims to provide descriptive information regarding the effect of nutritional counseling on a low-purine diet and ergonomic gymnastics in reducing uric acid levels in patients with gout. Literature review research was conducted using the keywords "Counseling, Ergonomic Exercise, Uric acid, and Gout" on the Google Scholar search engine and other electronic databases, namely Proquest, BMC, and Cochrane review. Scientific articles are published in national and international journals that can be accessed openly, published between 2010-2020. From these results, 13 articles were selected for review. The literature review was conducted in an unsystematic narrative review. The results of the study state that providing counseling using various media can be one solution to help reduce pain and reduce one's uric acid levels, namely through counseling or nutrition counseling and ergonomic exercises. Counseling can provide insight or knowledge related to a low-purine diet, while ergonomic exercises provide the impact of physical fitness on the patient's health. The combination of providing nutritional counseling and ergonomic exercises can reduce uric acid levels in patients with gout.
Edukasi Potensi Kelakai Sebagai Obat Tradisional Antibakteri Harlyanti Muthma'innah Mashar; Sukmawati A. Damiti; Dali Dali; Ysrafil Ysrafil; Ismail Ismail; Ahmad Sukrianur
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.359 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.72

Abstract

Kalimantan merupakan pulau di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan keanekaragaman hayatinya. Pengetahuan mengenai pengobatan tradisional dengan menggunakan tumbuhan telah diwariskan dari generasi ke generasi pada etnis asli Kalimantan.  Salah satu tumbuhan khas Kalimantan yang berkhasiat sebagai obat tradisional adalah kelakai. Kelakai sangat lazim dikonsumsi oleh masyarakat dan sangat mudah ditemukan disekitar rumah. Kelakai telah dilaporkan efektif sebagai antibakteri. Perlu dilakukan edukasi mengenai potensi kelakai sebagai obat tradisional antibakteri. Berbagai program telah dilaksanakan sebagai upaya dalam pengendalian penggunaan antibiotik dengan tujuan mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Program ini salah satunya adalah melalui edukasi. Setelah kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan obat tradisional khas Kalimantan tengah, khususnya sebagai antibakteri, sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam rangka upaya pengendalian penggunaan antibiotik secara berlebihan yang dapat berakibat terjadinya resistensi obat. Sasaran pada kegiatan ini adalah pelajar di MAN Kota Palangka Raya. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan interaktif dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Di akhir materi, pelaksana kegiatan memberikan formulir evaluasi untuk menilai bentuk dan metode pelaksanaan kegiatan, serta masukan dan saran perbaikan untuk kegiatan selanjutnya. Evaluasi ini memuat 10 pernyataan dan setiap peserta berhak memberikan satu jawaban diantara pilihan “setuju”, “netral” atau “tidak setuju”. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Media yang dipersiapkan memadai dan dapat memfasilitasi seluruh peserta untuk dapat menerima materi dengan baik. Sebagian besar peserta dapat memahami materi dengan baik dan berkomitmen untuk lebih mencintai kekayaan alam yang ada di Kalimantan Tengah. Di akhir kegiatan, Guru Pembina menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang disampaikan dan berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan Kembali.
PENGARUH PENYULUHAN GIZI DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DI SMAN 1 PALANGKA RAYA Harlyanti Muthma'innah Mashar
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4342

Abstract

The age of 10-18 years is the age range of adolescents who are included in the period of being vulnerable to nutrition. Habits at this age are often skipping breakfast, not moving, and snacking a lot. This causes low consumption of vegetables and fruits. This study aims to analyze the effect of providing nutrition counseling using video media on the knowledge and attitudes of adolescents about vegetable and fruit consumption at SMAN 1 Palangka Raya. The design of this study was a quasi-experiment with one group pretest and posttest design with 38 subjects. The results were then analyzed using the Wilcoxon test and McNemar test. The results showed that the characteristics of the subjects were in the age group of 15-17 years with the highest number aged 16 years (68.4%). Most of the subjects were female (55.3%). The results of the statistical test obtained p = 0.000 (p <0.05) stating that there was a significant difference between knowledge before and after counseling. The results of statistical tests using McNemar's test for attitudes obtained a p-value of 0.000 (p <0.05) which indicated that there was a significant difference between attitudes before and after counseling. Based on these results, counseling with video media influences the knowledge and attitudes of adolescents regarding the consumption of vegetables and fruits at SMAN 1 Palangka Raya.
Uji Efektivitas Sediaan Gel Biji Muda Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Radhia Riski; Ismail Ismail; Harlyanti Muthma'innah Mashar; Nurfahmi Ruslan; Michrun Nisa; Maria Ulfa; Sitti Rahimah; Dwi Anggara Putri Usman
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.282

Abstract

Biji muda pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri terhadap bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan adanya kandungan terpenoid, karpain, dan flavonoid sehingga dapat diformulasi menjadi sediaan gel antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak biji muda pepaya sebagai antibakteri terhadap bakteri MRSA. Ekstrak biji muda pepaya diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dibuat dalam 3 seri konsentrasi yaitu 7,5%, 10% dan 15%, kemudian diujikan pada bakteri MRSA. Ekstrak dengan konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,1 mm kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi konsentrasi gelling agent, FI (Carbopol 0.5%), FII (Carbopol 1%) dan FIII (Carbopol 2%). Berdasarkan hasil penelitian formula II sebagai formula stabil diuji efektivitasnya sebagai sediaan gel terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dengan hasil diameter zona hambat sebesar 11,34 mm.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Siput Gonggong (Strombus Turturella) Terhadap Bakteri Pseudomonas Aeroginosa dan Staphylococcus Aureus Yunisa Friscia Yusri; Suhaera Suhaera; Suci Fitriani Sammulia; Harlyanti Muthma’innah Mashar; Doni Roga Septianus Siregar
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i3.2127

Abstract

The barking snail (Strombus turturella) is a type of sea slug that is found around the waters of Bintan Island, Riau Archipelago. Gonggong is a culinary object typical of Tanjung Pinang food, Gonggong also reflects the maritime area of ​​the Riau Archipelago Province which is geographically 95% of the sea area of ​​the gonggong snail containing secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids and saponins. This study aims to determine whether the activity of the barking snail ethanol extract has activity as an antibacterial for Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus. This study used 3 concentrations, namely 50%, 75%, and 100%, using a positive control of Amoxicillin and a negative control of DMSO. The results showed that the ethanol extract of the barking snail (Strombus Turturella) was able to inhibit the growth of Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus at each concentration with the highest effective inhibition at 100% concentration, namely for Pseudomonas aeruginosa 16.5 mm which belongs to the group of strong inhibition , while for Staphylococcus aureus 10.26 mm it is included in the effective inhibition and is classified as moderate.
Peningkatan Partisipasi Orangtua Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Bokori Kecamatan Soropia Dali Dali; Abdul Syukur Bau; Samsuddin Samsuddin; Harlyanti Muthma'innah Mashar
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.207

Abstract

Saat ini stunting masih menjadi masalah gizi utama yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia. Dukungan, peran serta dan partisipasi masyarakat, khususnya orang tua, sangat dibutuhkan setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk pencegahan dan penanggulangan stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat, khususnya orang tua anak, dalam pencegahan stunting di Desa Bokori, Kecamatan Soropia. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan warga masyarakat yang memiliki anak balita usia 0-5 tahun dan tinggal di Desa Bokori Kecamatan Soropia. Metode pelaksanaan adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan untuk pencapaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan sasaran. Evaluasi ketercapaian kegiatan dilaksanakan dengan memberikan posttest dan pretest kepada peserta terhadap materi yang disampaikan dengan indikator keberhasilannya yaitu lebih dari 75% peserta edukasi dapat memahami materi yang diberikan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi ditunjukkan dengan sebanyak 80% peserta memiliki pengetahuan yang baik, 20% memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang.
Pewarna Alami Berbahan Dasar Buah Naga Merah Untuk MPASI Pada Balita Di Wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah Harlyanti Muthma'innah Mashar; Dwirina Hervilia; Juni Ramadhani; Dali Dali; Ismail Ismail; Ahmad Sukrianur; Dwira Rahima
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.217

Abstract

MP-ASI merupakan makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi selama periode penyapihan yang diberikan bersamaan pemberian ASI. Sebuah rekomendasi menekankan, secara sosial budaya MP-ASI hendaknya dibuat dari bahan pangan lokal yang murah dan mudah diperoleh di daerah setempat. Salah satu buah yang berpotensi digunakan sebagai makanan alami adalah buah naga super red (Hylocereus costaricensis). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai dampak negatif pewarna sintetis pada jajanan komersil serta potensi buah naga merah sebagai pewarna alami dalam pembuatan MPASI sehat. Khalayak sasaran adalah ibu-ibu balita Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Metodenya pelaksanaan penyuluhan interaktif dengan para ibu yang memiliki anak usia balita, diskusi dan tanya jawab, kemudian demonstrasi pembuatan MP-ASI menggunakan bahan pewarna buah naga. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan posttest dan pretest untuk melihat peningkatan pemahaman mereka setelah dilakukan penyuluhan. Nilai yang didapatkan dari hasil posttest dan pretest kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji T berpasangan dan uji Gain. Berdasarkan hasil analisis test yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum penyuluhan dengan sesudah penyuluhan dibuktikan dengan peningkatan nilai posttest. Nilai rata-rata posttest adalah sebesar 16,1 dan nilai rata-rata pretest adalah sebesar 32,8. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, terdapat kategori nilai gain rendah sebanyak 6 orang (28,5%), sedang sebanyak 13 orang (62%) dan tinggi sebanyak 2 orang (9,5%). Dari hasil tersebut terdapat beberapa ibu balita memiliki nilai gain yang baik yaitu sebesar 34,2% memiliki kategori sedang yang berarti ibu-ibu tersebut menunjukkan nilai pemahaman yang meningkat setelah diberikan penyuluhan.
Pembinaan Karakter Siswa Terhadap Pengaruh Merokok Dengan Tehnik Playing School Bonding Di SMA 1 Soropia Abdul Syukur Bau; Nurjannah Nurjannah; Dali Dali; Harlyanti Muthma'innah Mashar
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.283

Abstract

School bonding dapat mencegah terjadinya perilaku beresiko pada anak sekolah. Perilaku berisiko yang dimaksud adalah perilaku anti sosial, perkelahian, konsumsi alkohol, termasuk merokok. School bonding erat pula kaitannya dengan penggunaan zat berbahaya. Setelah kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengaruh bagi Siswa terhadap perilaku merokok dan meningkatkan sikap positif siswa terhadap sekolah dengan tehnik playing school bonding di SMA 1 Toronipa. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SMA 1 Toronipa sebanyak 25 0rang. Modul bonding school yang dihasilkan dari kegiatan ini yang dapat digunakan di sekolah untuk melatih siswa dalam hal pembinaan karakter sehingga kelekatan siswa terhadap sekolah menjadi baik dan dapat mencegah kenakalan remaja, terutama yang hubunganya dengan prilaku merokok. Di akhir kegiatan, pihak sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang diberikan dan berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali.
Pemanfaatan Kelakai pada Ibu Hamil dan Ibu Balita Dalam Meningkatkan Kuantitas ASI dan Potensinya Dalam Mencegah Kanker Payudara Harlyanti Muthma'innah Mashar; Sukmawati Ahmad Damiti; Dali Dali; Alfeus Manuntung; Ismail Ismail; Suhaera Suhaera
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.320

Abstract

Stunting masih menjadi masalah nasional karena akan berdampak negatif pada kualitas SDM di masa yang akan datang. Faktor-faktor seperti pola konsumsi anak, paparan infeksi berulang, akses dan ketersediaan bahan makanan serta sanitasi dan Kesehatan lingkungan, termasuk praktik pemberian ASI eksklusif dapat berdampak pada terjadinya stunting. Kelakai sebagai salah satu pangan lokal khas Kalimantan Tengah dipercaya dapat memperbanyak dan memperlancar produksi ASI untuk ibu yang menyusui. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai tentang pemanfaatan kelakai dalam meningkatkan kuantitas ASI dan potensinya dalam mencegah kanker payudara. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan memberi edukasi untuk mencapai peningkatan pengetahuan sasaran dengan peserta sebanyak 16 orang. Evaluasi ketercapaian legiatan yaitu dengan mengukur pengetahuan ibu hamil dan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan indikator keberhasilannya yaitu lebih dari 75% peserta penyuluhan dapat memahami materi yang diberikan. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi sebagian besar kategori baik setelah diberi penyuluhan (81,25%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap pengetahuan dengan nilai p=0.008 (p<0,05).
Isolasi dan Uji Aktivitas Bakteri Asam Laktat dari Produk Fermentasi Kombucha Teh Dalam Menghambat Bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi Ismail Ismail; Fhahri Mubarak; Restu Islamia Rasyak; Rusli Rusli; Fitriana Fitriana; Harlyanti Muthma'innah Mashar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.386

Abstract

Bakteri asam laktat atau juga disebut mikroorganisme probiotik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan menghasilkan asam organik. Bakteri asam laktat yang terkandung pada kombucha teh diketahui mempunyai kemampuan dalam menghambat bakteri patogen seperti Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat yang dihasilkan dari fermentasi kombucha teh dalam menghambat akivitas bakteri Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi dengan metode in vitro. Prosedur penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu preparasi teh kombucha, isolasi dan seleksi bakteri asam laktat, identifikasi bakteri asam laktat dengan metode pewarnaan Gram, uji biokimia dengan metode uji katalase dan uji motilitas, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan kertas cakram. Dari hasil penelitian dengan karakteristik mikrosopik pewarnaan Gram menunjukkan hasil Gram positif,dan karekteristik makroskopik pada uji katalase negatif, uji motilitas negatif, dan daya hambat isolat 5 dan 6 memiliki kemampuan dalam menghambat bakteri uji. Diameter penghambatan yang didapatkan yaitu pada Staphylococcus aureus diameter penghambatan yaitu 7,1±0,52 mm dan 7,65±0,38 mm, pada Escherichia coli diameter penghambatan yaitu 7,86±0,08 mm dan 6,36±0,29 mm dan pada Salmonella thypi diameter penghambatan yaitu 6,43±0,06 mm dan 7,13±0,08 mm. Isolat yang didapatkan dari kombucha teh yaitu sebanyak 6 isolat, dan merupakan bakteri Gram positif, bentuk sel bulat, berwarna putih tulang, dengan tepi entire dan elevasi flat, yang diketahui memiliki potensi dalam menghambat bakteri Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi.