Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek (Cerpen) Siswa Kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga Jihan Fauzia Mokodompit; Non Norma Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek (cerpen) siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, yaitu menyusun perangkat pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan proyek; tahap pelaksanaan tindakan, yaitu menerapkan model Project Based Learning dalam proses pembelajaran; tahap observasi, yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung; serta tahap refleksi, yaitu mengevaluasi hasil pelaksanaan tindakan untuk menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian ini adalah 12 siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 70,41 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 41,66%. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase sebesar 60,29% dengan kategori cukup, sedangkan aktivitas guru memperoleh persentase sebesar 66,66% dengan kategori baik. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 87,5 sehingga mengalami peningkatan sebesar 17,09 poin atau 24,27%. Tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 41,66% menjadi 91,66% sehingga mengalami peningkatan sebesar 50%. Aktivitas siswa meningkat dari 60,29% menjadi 88,23% atau meningkat sebesar 27,94%, sedangkan aktivitas guru meningkat dari 66,66% menjadi 91,66% atau meningkat sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga.
Penerapan Metode Pembelajaran Steinberg untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas III SD GMIM Pinabetengan Hanoyth Listra Pasuang; Non Norma Monigir; Maxie A.J Liando
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Steinberg dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas III SD GMIM Pinabetengan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa, baik dari aspek kelancaran, ketepatan pelafalan kata, maupun keberanian (kepercayaan diri) saat membaca di depan kelas karena pola pengajaran sebelumnya yang cenderung konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas III, guru wali kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui tiga instrumen utama, yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Steinberg yang dilakukan melalui empat tahapan inti yaitu pengenalan kata bermakna dengan bantuan gambar konkrit, identifikasi kata mandiri tanpa gambar, pembacaan frasa atau kalimat sederhana, dan membaca wacana secara nyata mampu meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa. Setelah pelaksanaan tindakan, siswa menjadi jauh lebih aktif, antusias, dan menunjukkan peningkatan signifikan pada kelancaran serta ketepatan intonasi membaca. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Steinberg efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa sekolah dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas Iv SD GMIM Tondangow Afriani Tabo; Non Norma Monigir; Steven Mendey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.346

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendongkrak pencapaian akademik siswa kelas IV SD GMIM Tondangow dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan Model Problem Based Learning (PBL). Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada bagan Kemmis & McTaggart, yang prosesnya berjalan melalui empat tingkatan utama yaitu merancang tindakan, menjalankan aksi, mengamati jalannya proses, hingga mengevaluasi hasil yang didapat. Kegiatan riset ini melibatkan 12 siswa sebagai subjek utama dan dilaksanakan sepanjang dua tahapan siklus, di mana informasi dikumpulkan lewat pengamatan langsung terhadap aktivitas guru maupun siswa di kelas sekaligus melihat perolehan angka ujian mereka. Semua data yang masuk kemudian diperiksa secara berkala dengan cara menyejajarkan nilai siswa dari siklus pertama ke siklus berikutnya guna mengukur seberapa besar tingkat keberhasilan dari strategi mengajar yang baru ini. Temuan di lapangan membuktikan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini benar-benar efektif mengoptimalkan kompetensi akademik siswa pada materi pembeda kalimat transitif dan intransitif dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Buktinya, persentase kelulusan siswa pada siklus I baru menyentuh angka 41,66% yang berarti sudah ada kemajuan dari kondisi sebelum diteliti, tetapi angka itu ternyata belum sanggup melewati ambang batas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Berkaca dari kekurangan tersebut, peneliti segera membenahi sistem pengajaran pada siklus II sehingga tingkat kelulusan melonjak tajam hingga menyentuh 91,66% dan sukses melampaui target KKTP yang sudah ditentukan sebelumnya. Melalui hasil akhir ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan konkret bahwa model Problem Based Learning mampu menaikkan mutu hasil belajar Bahasa Indonesia bagi siswa kelas IV SD GMIM Tondangow. Bukan hanya sekadar memperbaiki perolehan nilai akademik saja, melainkan implementasi model PBL ini terbukti ampuh merangsang partisipasi nyata siswa di kelas, menajamkan cara berpikir kritis mereka, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi selama mereka mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri 1 Tataaran Mirecle S. Kalangi; Norma Monigir; Roos M.S Tuerah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, materi, serta instrumen observasi dan tes. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran IPAS. Selanjutnya, tahap observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung, sedangkan tahap refleksi digunakan untuk mengevaluasi kekurangan pada setiap siklus sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk menilai aktivitas guru dan siswa serta tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,58% dengan persentase ketuntasan sebesar 41,66%, sehingga belum memenuhi KKTP. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,70% dengan persentase ketuntasan melampaui 75%. Data observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 63,75% dan aktivitas guru 67,5%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 88,75% untuk aktivitas siswa dan 91,25% untuk aktivitas guru. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi di Kelas III SD Katolik St. Theresia Passo Seila Thita Welang; Non Norma Monigir; Magdalena J. Kaunang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, menentukan materi, menyiapkan proyek menulis puisi, serta menyusun instrumen penelitian. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada proyek penulisan puisi. Pada tahap observasi, peneliti mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran serta mengumpulkan data hasil belajar siswa. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan dan merencanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data untuk hasil tes menggunakan rumus ketuntasan belajar klasikal sedangkan pada hasil observasi siswa dan guru menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa pada ranah psikomotorik yang diukur melalui hasil proyek. Pada siklus I, keterampilan menulis puisi siswa mencapai 66,66%. Setelah dilakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi, pada siklus II keterampilan menulis puisi siswa meningkat menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo.
Penerapan Model Explicit Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Kelas V SD GMIM VI Tomohon Revalina Felya Merentek; Norma N. Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengimplementasikan alur siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Secara operasional, rangkaian tindakan ini diselenggarakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mengalir melalui empat fase berkesinambungan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan aksi, pengamatan, serta aktivitas refleksi. Meskipun total subjek dalam riset ini berjumlah 20 peserta didik, pada saat implementasi tindakan dilakukan di kelas, tercatat hanya 18 siswa yang hadir dan aktif mengikuti proses pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi dan penilaian keterampilan membaca puisi yang mencakup aspek lafal, intonasi, tempo, ekspresi, dan percaya diri. Proses analisis data dalam penelitian ini bertumpu pada kalkulasi rata-rata capaian belajar serta tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa, dengan merujuk pada standar KKTP yang berada di angka 75. Temuan pada tahap siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata capaian belajar siswa berada di angka 65. Sementara itu, tingkat ketuntasan klasikal yang diraih baru mencapai 55%, yang berarti hanya 10 dari total 18 peserta didik yang dinyatakan berhasil memenuhi standar kelulusan. Pasca-pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus II, nilai rerata capaian belajar siswa mengalami lonjakan hingga menyentuh angka 90. Sejalan dengan itu, persentase ketuntasan klasikal juga berhasil menembus 89%, di mana 16 dari total 18 peserta didik telah dinyatakan lulus kriteria. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Explicit Instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek (Cerpen) Siswa Kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga Jihan Fauzia Mokodompit; Non Norma Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek (cerpen) siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, yaitu menyusun perangkat pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan proyek; tahap pelaksanaan tindakan, yaitu menerapkan model Project Based Learning dalam proses pembelajaran; tahap observasi, yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung; serta tahap refleksi, yaitu mengevaluasi hasil pelaksanaan tindakan untuk menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian ini adalah 12 siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 70,41 dengan tingkat ketuntasan belajar sebesar 41,66%. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase sebesar 60,29% dengan kategori cukup, sedangkan aktivitas guru memperoleh persentase sebesar 66,66% dengan kategori baik. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 87,5 sehingga mengalami peningkatan sebesar 17,09 poin atau 24,27%. Tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 41,66% menjadi 91,66% sehingga mengalami peningkatan sebesar 50%. Aktivitas siswa meningkat dari 60,29% menjadi 88,23% atau meningkat sebesar 27,94%, sedangkan aktivitas guru meningkat dari 66,66% menjadi 91,66% atau meningkat sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga.
Penerapan Metode Pembelajaran Steinberg untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas III SD GMIM Pinabetengan Hanoyth Listra Pasuang; Non Norma Monigir; Maxie A.J Liando
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Steinberg dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas III SD GMIM Pinabetengan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa, baik dari aspek kelancaran, ketepatan pelafalan kata, maupun keberanian (kepercayaan diri) saat membaca di depan kelas karena pola pengajaran sebelumnya yang cenderung konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas III, guru wali kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui tiga instrumen utama, yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran Steinberg yang dilakukan melalui empat tahapan inti yaitu pengenalan kata bermakna dengan bantuan gambar konkrit, identifikasi kata mandiri tanpa gambar, pembacaan frasa atau kalimat sederhana, dan membaca wacana secara nyata mampu meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa. Setelah pelaksanaan tindakan, siswa menjadi jauh lebih aktif, antusias, dan menunjukkan peningkatan signifikan pada kelancaran serta ketepatan intonasi membaca. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Steinberg efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa sekolah dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas Iv SD GMIM Tondangow Afriani Tabo; Non Norma Monigir; Steven Mendey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.346

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendongkrak pencapaian akademik siswa kelas IV SD GMIM Tondangow dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan Model Problem Based Learning (PBL). Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada bagan Kemmis & McTaggart, yang prosesnya berjalan melalui empat tingkatan utama yaitu merancang tindakan, menjalankan aksi, mengamati jalannya proses, hingga mengevaluasi hasil yang didapat. Kegiatan riset ini melibatkan 12 siswa sebagai subjek utama dan dilaksanakan sepanjang dua tahapan siklus, di mana informasi dikumpulkan lewat pengamatan langsung terhadap aktivitas guru maupun siswa di kelas sekaligus melihat perolehan angka ujian mereka. Semua data yang masuk kemudian diperiksa secara berkala dengan cara menyejajarkan nilai siswa dari siklus pertama ke siklus berikutnya guna mengukur seberapa besar tingkat keberhasilan dari strategi mengajar yang baru ini. Temuan di lapangan membuktikan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini benar-benar efektif mengoptimalkan kompetensi akademik siswa pada materi pembeda kalimat transitif dan intransitif dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Buktinya, persentase kelulusan siswa pada siklus I baru menyentuh angka 41,66% yang berarti sudah ada kemajuan dari kondisi sebelum diteliti, tetapi angka itu ternyata belum sanggup melewati ambang batas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Berkaca dari kekurangan tersebut, peneliti segera membenahi sistem pengajaran pada siklus II sehingga tingkat kelulusan melonjak tajam hingga menyentuh 91,66% dan sukses melampaui target KKTP yang sudah ditentukan sebelumnya. Melalui hasil akhir ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan konkret bahwa model Problem Based Learning mampu menaikkan mutu hasil belajar Bahasa Indonesia bagi siswa kelas IV SD GMIM Tondangow. Bukan hanya sekadar memperbaiki perolehan nilai akademik saja, melainkan implementasi model PBL ini terbukti ampuh merangsang partisipasi nyata siswa di kelas, menajamkan cara berpikir kritis mereka, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi selama mereka mengikuti proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri 1 Tataaran Mirecle S. Kalangi; Norma Monigir; Roos M.S Tuerah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, materi, serta instrumen observasi dan tes. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran IPAS. Selanjutnya, tahap observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung, sedangkan tahap refleksi digunakan untuk mengevaluasi kekurangan pada setiap siklus sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk menilai aktivitas guru dan siswa serta tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,58% dengan persentase ketuntasan sebesar 41,66%, sehingga belum memenuhi KKTP. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,70% dengan persentase ketuntasan melampaui 75%. Data observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 63,75% dan aktivitas guru 67,5%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 88,75% untuk aktivitas siswa dan 91,25% untuk aktivitas guru. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran.