Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi di Kelas III SD Katolik St. Theresia Passo Seila Thita Welang; Non Norma Monigir; Magdalena J. Kaunang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, menentukan materi, menyiapkan proyek menulis puisi, serta menyusun instrumen penelitian. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada proyek penulisan puisi. Pada tahap observasi, peneliti mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran serta mengumpulkan data hasil belajar siswa. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan dan merencanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data untuk hasil tes menggunakan rumus ketuntasan belajar klasikal sedangkan pada hasil observasi siswa dan guru menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa pada ranah psikomotorik yang diukur melalui hasil proyek. Pada siklus I, keterampilan menulis puisi siswa mencapai 66,66%. Setelah dilakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi, pada siklus II keterampilan menulis puisi siswa meningkat menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas III SD Katolik St. Theresia Passo.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Lidya Hasibuan; Non Norma Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa di mana dari 23 peserta didik, hanya 5 orang sebesar 22% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 18 peserta didik sebesar 78% belum mencapai ketuntasan dari target klasikal 75%. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) modifikasi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri II Tomohon dengan jumlah 23 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara yang mencakup 7 aspek: lafal, kelancaran, jeda, kejelasan suara, intonasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil rata-rata keterampilan berbicara peserta didik pada siklus I sebesar 68,48 dengan ketuntasan klasikal 52,17% dari 12 siswa tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 91,09 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,30% dari 21 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V dalam proses belajar-mengajar.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Lidya Hasibuan; Non Norma Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa di mana dari 23 peserta didik, hanya 5 orang sebesar 22% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 18 peserta didik sebesar 78% belum mencapai ketuntasan dari target klasikal 75%. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) modifikasi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri II Tomohon dengan jumlah 23 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara yang mencakup 7 aspek: lafal, kelancaran, jeda, kejelasan suara, intonasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil rata-rata keterampilan berbicara peserta didik pada siklus I sebesar 68,48 dengan ketuntasan klasikal 52,17% dari 12 siswa tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 91,09 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,30% dari 21 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V dalam proses belajar-mengajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA CERITA PENDEK KELAS IV SD KATOLIK V ST. AGUSTINUS TOMOHON Sulvian Sulvian; Non Norma Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Katolik 5 St. Agustinus Tomohon Cooperative Integrated Reading And Composition. Metode penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan/Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Teknik Analisa data dijalankan dengan mempergunakan perhitungan persentase serta nilai rerata dari hasil belajar yang didapat siswa. Bertambahnya hasil belajar serta kompetensi dalam pelaksanaan pembelajaran dengan memperbandingkan capaian hasil belajar yang diperoleh. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I memperoleh 52% dimana hasil ini belum mencapai nilai standar KKTP 75 sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Terjadi peningkatan pada siklus II yaitu 80% sudah mencapai bahkan melebihi standar ketuntasan belajar yaitu 75. Jadi kesimpulannya penggunaan model Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition pada mata BAHASA INDONESIA dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa.
Implementasi Game Based Learning Kahoot Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kosa Kata Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas I SD Katolik 03 Fr Don Bosco Manado Non Norma Monigir; Gorius Geor; Juan Gabriel Mongkau
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.7101

Abstract

ANALISIS PEMANFAATAN CHATGPT SEBAGAI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SD N POPONTOLEN Mayske R. Liando Liando; Norma N. Monigir; Widdy H.F Rorimpandey; Ridwain S. Buniah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4617

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar menjadi penting dalam mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif di era digital. Namun, kajian empiris mengenai pemanfaatan ChatGPT sebagai Artificial Intelligence dalam pembelajaran literasi pada jenjang sekolah dasar, khususnya dalam praktik pembelajaran nyata, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT sebagai Artificial Intelligence dalam pembelajaran literasi di SD N Popontolen, meliputi bentuk pemanfaatan, manfaat, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 1 guru kelas V, 17 siswa kelas V, dan 1 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pedagogis dalam menyusun bahan bacaan, membuat pertanyaan pemahaman, dan membantu menjelaskan materi pembelajaran literasi. Pemanfaatan ChatGPT membantu meningkatkan efisiensi guru dalam menyediakan bahan ajar serta meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi tersedianya perangkat teknologi, akses internet, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan akses internet dan pemanfaatan yang masih terbatas pada guru. Dengan demikian, ChatGPT memiliki potensi sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran literasi di sekolah dasar.
Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila pada Siswa Kelas V SDN Inpres Pinabetengan Fatimah Dolok Saribu; Norma N. Monigir; Deysti Trifena Tarusu
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri Pinabetengan Inpres. Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter diwujudkan melalui pembiasaan keagamaan, pembelajaran tematik, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Dimensi gotong royong, kemandirian, dan kreativitas menjadi aspek yang paling menonjol. Kegiatan seperti doa bersama, ibadah, kebersihan lingkungan, dan proyek kolaboratif berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana serta perbedaan pemahaman orang tua. Secara keseluruhan, program ini efektif dan berdampak positif.
TEACHER MISCONCEPTIONS IN DEEP LEARNING ORIENTED INSTRUCTION AND THEIR REMEDIATION THROUGH INSTRUCTIONAL MODULES AND COLLABORATIVE MENTORING Ridwain Stepi Buniahe; Widdy H.F Rorimpandey; Norma Monigir
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7946

Abstract

This study is grounded in the persistent presence of pedagogical misconceptions among teachers in implementing deep learning–oriented instruction, which leads to inaccuracies in both instructional design and classroom practice. These misconceptions extend beyond technical issues and reflect deeper conceptual misunderstandings, particularly in relation to learning principles, learning experiences, instructional syntax, and the integration of digital technologies. This study aims to identify the forms of teachers’ pedagogical misconceptions and to examine how these can be addressed through instructional modules and collaborative mentoring. A qualitative approach was employed, with data collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers’ pedagogical misconceptions are structural in nature and manifest across multiple dimensions of instruction. Teachers tend to conflate learning principles with learning activities, interpret learning experiences merely as sequences of tasks, organize instructional syntax in a fragmented manner, and utilize digital technology in a predominantly instrumental way. The intervention, implemented through instructional modules and collaborative mentoring, demonstrates a gradual yet transformative improvement in teachers’ pedagogical understanding. This study concludes that addressing pedagogical misconceptions requires an integrated approach that combines conceptual reinforcement with reflective processes facilitated through collaborative mentoring.
Pentingnya Literasi Disiplin Ilmu dalam Pengembangan Kurikulum di SD Inpres Kakaskasen Dua Norma N. Monigir; Elisabeth Rosina Lantang
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya literasi disiplin ilmu dalam pengembangan kurikulum di SD Inpres Kakaskasen Dua. Literasi disiplin ilmu dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan cara berpikir, bernalar, membaca, dan menulis sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi disiplin ilmu telah mulai diintegrasikan dalam pengembangan kurikulum melalui penyusunan modul pembelajaran yang menekankan aktivitas membaca, diskusi, pengamatan, dan pemecahan masalah. Penerapan literasi disiplin ilmu mendorong keterlibatan aktif peserta didik serta memperkuat kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual. Namun, implementasinya belum berjalan secara optimal dan merata karena keterbatasan pemahaman guru, belum terumuskannya literasi disiplin ilmu secara eksplisit dalam dokumen kurikulum sekolah, serta sistem penilaian yang masih berfokus pada tes tertulis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui peningkatan kompetensi guru, pengembangan modul pembelajaran berbasis literasi disiplin ilmu, serta penyelarasan sistem penilaian agar pengembangan kurikulum dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.