Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin (Studi Kasus Usaha Sambal Acan Raja Banjar) Riky Devi Saputra; Abdussamad Abdussamad; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.784

Abstract

Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar mempunyai potensi yang dapat dikembangkan karena memiliki keunggulan dan memiliki prospek yang baik. Namun industri Sambal Acan Raja Banjar masih industri berskala rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang masih sederhana dalam proses pengolahannya, kepemilikan modal yang terbatas, tenaga kerja yang masih sedikit dan pemasarannya belum terlalu luas. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menganalisis strategi pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan untuk memperoleh data lingkungan Internal adalah studi kasus sedangkan untuk memperoleh data lingkungan Eksternal menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian diperoleh kekuatan usaha industri adalah tersertifikasi halal MUI, sudah melakukan promosi melalui media massa, terbuat dari bahan alami dan memiliki rumah makan dalam pemasaran. Kelemahan industri adalah produk tidak tahan lama dibandingkan dengan produk pesaing, tempat pengolahan sambal kurang strategis, jumlah karyawan terbatas, terbatasnya modal usaha, dilakukan secara manual dan jaringan distribusi belum terlalu luas dibandingkan produk pesaing. Peluang industri adalah banyak bahan yang dapat dimanfaatkan  (buah perasa), harga sambal acan dapat bersaing dengan produk lain, masih terbukanya lahan atau lokasi untuk membuka outlet, dikenal diberbagai kalangan masyarakat, perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, banyak event event yang dapat di ikuti, banyak kios dan minimarket yang menjadi mitra. Sedangkan ancaman industri adalah produk mudah ditiru. Strategi pemasaran industri yang disarankan adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cara memperluas skala usaha dengan menambah varian rasa produk yang dijual, menambah cara promosi seperti menjadi sponsor dalam kegiatan di sosial media seperti youtube dan memperluas jaringan distribusi dalam penjualan produk sambal acan ke wilayah baru.Kata kunci: industri rumah tangga, pengolahan sambal, strategi pemasaran, matriks SWOT
Analisis Business Model Canvas (BMC) dan Kelayakan Usaha pada Warung Keprek’an Bu Yayu Di Kota Banjarbaru Nia Octaviani; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13599

Abstract

Warung Keprek’an Bu Yayu adalah sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada sektor kuliner di kota Banjarbaru dan telah didirikan sejak tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pada Warung Keprek’an Bu Yayu dengan menggunakan Business Model Canvas dan untuk menganalisis kelayakan usaha Warung Keprek’an Bu Yayu. Pada penelitian ini digunakan metode studi kasus yang melibatkan pengumpulan informasi secara mendetail. Metode yang digunakan adalah metode observasi aktif dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada blok segmentasi pelanggan yaitu sebagian besar konsumen Warung Keprek’an Bu Yayu berjenis kelamin perempuan dengan usia dewasa, memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa, jarak tempat tinggal < 1 km – 2 km dari lokasi usaha, memiliki gaya hidup yang menyukai makanan kekinian sehingga melakukan pembelian rata-rata 1-2 kali seminggu. Blok proporsi nilai yaitu rasa yang khas, ukuran ayam yang besar, sambal yang disajikan terpisah, memiliki perbedaan nama brand yaitu “keprek” dan memberikan pelayanan yang cepat serta ramah. Blok saluran yaitu secara offline dan online. Blok hubungan pelanggan yaitu pelayanan secara personal assistance, dan menyedikan kontak WhatsApp pemilik usaha. Blok arus pendapatan yaitu penerimaan dari menu utama, menu indomie, dan menu minuman serta keuntungan usaha. Blok sumberdaya utama yaitu tempat usaha, modal produksi, dan tenaga kerja. Blok aktivitas kunci yaitu memproduksi dan menjual makanan dan minuman. Blok kemitraan utama yaitu UD Mutia, UD Borneo, Grab, Gojek, Shopee, dan F-Jek. Blok struktur biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Dari sudut pandang keuangan, Warung Keprek’an Bu Yayu dianggap layak untuk dijalankan karena nilai RCR > 1.
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SUSU KAMBING DI DESA PEMATANG DANAU, KECAMATAN MATARAMAN, KABUPATEN BANJAR (Studi Kasus Usaha Merk Marasuka) Ryad Reynadie; Kamiliah Wilda; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2619

Abstract

Industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya. Penelitian dilaksanakan pada usaha pengolahan susu kambing di Desa Pematang Danau Kecamatan Mataraman yang dimulai dari bulan Desember 2018 sampai dengan April 2019. Hasil penelitian menunjukan produk susu olahan merk Marasuka yaitu susu bubuk, susu varian rasa dan yoghurt. Proses pengolahannya masih manual, menggunakan tenaga kerja manusia. Peralatan untuk pengolahan produk susu merk Marasuka masih sederhana. Biaya total usaha pengolahan susu kambing selama Bulan Februari 2019 untuk tiga jenis produk adalah sebesar Rp 2.499.899,78 dengan penerimaan total sebesar Rp 3.300.000,00, maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 800.100,22 serta nilai tambahnya sebesar Rp 36.374,20. Kata kunci: analisis pengolahan, susu kambing, nilai tambah.  
Analisis Usahatani Cabai Rawit di Desa Pamalongan Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Luwis Wulandari; Hairi Firmansyah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10343

Abstract

Hortikultura merupakan salah jenis tanaman yang prospeknya cukup baik untuk dikembangkan pada daerah yang bukan basis produksi tanaman pangan berupa padi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani. Salah satu tanaman hortikultura tersebut adalah cabai rawit. Pada Tahun 2021 Pamalongan memiliki produktivitas cabai rawit tertinggi di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan keuntungan dan kelayakan usahatani cabai rawit serta masalah yang dihadapi petani cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September 2021 sampai Januari 2023. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Desa Pamalogan ter- purposive atau terpilih dengan sengaja pada penelitian ini. Tiga puluh (30) orang dipilih secara random sampling menggunakan tabel bilangan sederhana dari total populasi tersebut. Dari penelitian ini perbandingan biaya tetap dan biaya variabel cukup besar yaitu 1:16. Sehingga alokasi seluruh biaya banyak berfokus pada biaya variabel. Penerimaan usahatani cabai rawit yang diperoleh oleh petani Rp 22.543.967/usahatani (Rp 30.058.622/ha) dengan biaya total yang dikeluarkan Rp 14.134.572/usahatani (18.795.980/ha), sehingga dapat disimpulkan keuntungan yang diperoleh masing-masing petani adalah sebesar Rp8.409.395/usahatani (Rp11.262.643/ha). Berdasarkan analisis kelayakan usahatani didapati bahwa Usahatani cabai rawit di Desa Pamalongan layak diusahakan dengan nilai RCR 1,59. Permasalahan usahatani cabai rawit di Desa Pamalongan ada tiga yaitu adanya larangan pembakaran lahan, saprodi mahal, organisme pengganggu tanaman yang susah diatasi dan musim yang tak menentu serta harga yang fluktuatif
ANALISIS PEMASARAN PISANG TALAS DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Norhasanah Norhasanah; Mariani Mariani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2637

Abstract

Kabupaten Balangan merupakan Kabupaten penghasil pisang terbesar pertama dibandingkan kabupaten lainnya yaitu sebesar 243.715 kuintal.  Produksi buah pisang di Kabupaten Balangan merupakan produksi buah paling besar dibandingkan buah lainnya. Jenis pisang yang banyak ditanam  antara lain adalah pisang talas.  Pisang talas adalah salah satu jenis pisang khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena sangat disenangi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer share, share harga, efisiensi pemasaran dan permasalahan yang dihadapi dalam peyaluran pisang talas dari produsen ke konsumen. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan  secara langsung dari responden menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan  dan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Halong  memiliki tiga saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, pedagang besar. Dimana lembaga-lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Dari penelitian ini biaya pemasaran tertinggi di antara III saluran adalah saluran IIIb yaitu sebesar Rp  6.222/kg, biaya terkecil terdapat di saluran I di Kecamatan Halong sebesar Rp  740/kg. Margin terbesar  pada saluran I  Rp  9.794/kg dan  margin terkecil ada  di saluran II Rp  1.040/kg.  Keuntungan terbesar ada pada saluran tingkat I sebesar Rp 9.053/kg,  keuntungan terkecil ada di  saluran IIIb Rp  4.555/kg. adapun  farmer share  yang diterima petani tertinggi terdapat di saluran I sebesar 100%, terkecil pada saluran IIIa sebesar 23%. Share yang didapatkan oleh lembaga pemasaran tertinggi ada pada  saluran IIIa, yaitu ditingkat pedagang pengecer di Pasar Kalua sebesar 61%, terkecil ada di saluran IIIa yaitu ditingkat pedagang pengumpul sebesar 7%. Saluran pemasaran pisang talas paling efisiensi ekonomis terdapat di saluran I daerah  pasar Halong karena nilai efisiensi ekonomisnya paling kecil dan efisiensi teknis terdapat pada saluran II, karena nilai efisiensi teknisnya lebih kecil.Kata kunci: pisang talas, saluran pemasaran, margin, farmer share, efisiensi
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN AL ZAHRA EXPRESS FOOD DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS) Redhani Pamungkas Dwi Suryo; Nuri Dewi Yanti; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.599

Abstract

Indikator yang terdiri dari tingkat kepentingan dan tingkat kinerja, untuk rata-rata skor tingkat kepentingan didapat skor 4,46 termasuk kategori Sangat Penting dan rata-rata skor tingkat kinerja didapat skor 2,60 termasuk kategori Cukup Puas. Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah makan Al Zahra Express Food di Kota Banjarbaru didapat nilai sebesar 78,18% dengan kriteria Puas, jadi konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil yang diperoleh, ada 5 atribut yang perlu ditingkatkan lagi terhadap pelayanan yang diberikan juga sebagai bahan evaluasi bagi pihak perusahaan, terdapat pada atribut pengangkatan peralatan kotor, atribut penyambutan dan penerimaan tamu, atribut penawaran makanan penutup, atribut pelayanan selalu memberikan pelayanan yang tulus kepada konsumen dari kelima atribut tersebut diharapkan pihak manajemen perlu ditingkatkan lagi dan terutama untuk atribut sarana Wi-Fi diharapkan kepada pihak manajemen dapat mengadakan untuk atribut tersebut karena konsumen mengharapkan lebih terhadap atribut sarana Wi-Fi dan bagi perusahaan lain yang berbisnis sama dibidang kuliner diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi agar sesuai dengan yang diharapkan konsumen sebelum melakukan transaksi pembelian. Kata kunci: Kepuasan Konsumen, Pelayanan, I.P.A
Analisis Business Model Canvas (Bmc) Pada Usahatani Hidroponik Asri Hydrofarm Rahmat Hidayat; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8268

Abstract

Usahatani hidroponik Asri Hydrofarm merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri tanaman pangan dengan hasil produksi sayuran hidroponik dan perlengkapannya yang berada di Banjarbaru dan usaha tersebut dirintis pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 9 blok Business Model Canvas (BMC) pada usaha hidroponik Asry Hdrofarm serta melakukan analisi kelayakan pada usaha Hidroponik Asri Hydrofarm menggunakan metode RCR. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan 9 blok Business Model Canvas yang usahatani Asri Hidrofarm yaitu blok segmentasi pelanggan usaha hidroponik Asri Hydrofarm yaitu ibu – ibu rumah tangga, penjual kebab dan burger dan penggiat hidroponik, blok proposisi nilai yaitu bonus setiap pembelian sayuran, kemasan sayuran standar supermarket, edukasi kepada pelangaan dan kenyamanan berbelanja, blok hubungan pelanggan yaitu pelayanan edukatif, call center, informasi terbaru dari sosial media, blok saluran yaitu Toko Asri Hydrofarm, toko sayur konvensional dan sosial media ig dan wa, blok arus pendapatan yaitu penjualan sayur hidroponik, penjualan perlengkapan hidroponik dan jasa pelatihan, blok sumberdaya kunci yaitu lahan, modal produksi, sumber daya manusia, internet dan listrik, blok aktivitas kunci yaitu penanaman sayur hidroponik, pengemasan, promosi dan pembelajaran/pelatihan, kemitraan utama yaitu CV. Metafarm, Pondok Tani Banjarbaru dan Komunitas Petani Hidroponik Kalimantan Selatan (KOPHI) dan blok struktur biaya) yaitu biaya tetap dan variabel. Serta secara finansial usaha hidroponik Asri Hydrofarm menguntungkan serta layak dijalankan dan dikembang karena RCR > 1
Studi Preferensi Konsumen terhadap Buah Impor Jeruk Mandarin (Citrus Reticulata) di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru Hanafi Hanafi; Luki Anjardiani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan karakteristik konsumen buah impor, bagaimana proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian buah impor jeruk mandarin. Menunjukkan bagaimana perilaku konsumen terhadap buah impor jeruk mandarin di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan Preferensi konsumen terhadap buah impor dibandingkan buah lokal di Kecamatan Banjarbaru Utara adalah cukup baik. Hasil dari sikap konsumen sebesar 17,927 dengan kategori tinggi. Dikaitkan dengan hasil analisis tingkat kepentingan/evaluasi dengan tingkat kepercayaan secara keseluruhan dinilai sama oleh konsumen. Terlihat dari yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Ukuran buah dan yang paling rendah adalah atribut harga. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa hasil analisis sikap konsumen terhadap buah impor jeruk mandarin masih tergolong tinggi walaupun dengan harga yang cukup relatif mahal di pasaran. Akan tetapi, warna yang cerah, ukuran yang besar, aroma buah yang harum dan kesegaran buah yang terjaga dengan baik membuat sikap konsumen dalam memutuskan proses pembelian buah impor jeruk mandarin tetap tergolong tinggi dibandingkan dengan buah lokal sejenisnya. Sehingga petani buah jeruk lokal seperti Buah Jeruk Siam harus memperbaiki kualitas buah jeruk tersebut, dikarenakan masyarakat/responden menyukai buah jeruk dengan ukuran yang besar, rasa buah jeruk yang manis, kesegaran buah dengan selalu menyediakan stok buah jeruk yang baru, warna buah jeruk yang cerah, aroma harum buah jeruk yang khas dan dengan harga yang kompetitif di pasaran.
Analisis Finansial Beras Merah (Oryza Nivara) di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Yulianti Yulianti; Rifiana Rifiana; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.693

Abstract

Secara geografis Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu daerah penghasil padi beras merah dengan hasil yang cukup bagus untuk dikembangkan. Lahan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara ini rata-rata lahan rawa lebak dan tadah hujan, sehingga untuk menanam padi beras merah hanya satu kali dalam setahun. Padi beras merah merupakan salah satu jenis padi yang mengandung gizi yang tinggi. Berdasarkan kandungan gizinya maka padi beras merah sangat baik untuk daerah rawan pangan khususnya masyarakat yang berstatus  kurang gizi. Kurang tertarik petani untuk menanam padi beras merah walaupun pada faktanya harga jual berassmerah lebihhtinggi dibandingkan beras putih dan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kandungan gizi padi beras merah untuk kesehatan sehingga prospek padi beras merah sangat baik untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan padi beras merah, mengetahui balas jasa terhadap usahatani padi beras merah dan mengetahui permasalahan yang dihadapai dalam usahatani padi beras merah. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden 11 orang petani dengan menggunakan metode sensus. Rata-rata luasan lahan yang digunakan petani padi beras merah adalah 0.46 Ha. Berdasarkan hasil penelitian usahatani padi beras merah meliputi persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen.Total biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 7.940.572,- per usahatani atau Rp 17.303.649,- per ha. Penerimaan total petani adalah sebesar Rp 14.784.000 ,-per usahatani atau Rp 32.139.130,- per ha. Pendapatan total petani padi beras merah adalah sebesar Rp 13.730.053,- per usahatani atau Rp 29.847.942,- per ha. Keuntungan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani atau Rp  14.835.481,- per ha, Balas jasa terhadap modal petani adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani. Balas jasa lahan adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani. Balas jasa terhadap tenaga kerja dalam keluarga petani padi beras merah adalah sebesar Rp 6.799.348,- per usahatani. Permasalahan petani padi beras merah kebanyakan adalah kendala dalam pengaturan air, sulitnya mendapatkan lahan baru untuk membudidayakan padi beras merah, sulitnya memasarkan hasil beras merah ke masyarakat dan balas jasa terhadap tenaga kerja dalam keluarga yang diterima petani padi beras merah lebih kecil dari UMR Kabupaten Hulu Sungai Utara.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, balas jasa 
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Siti Normilahayani; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9477

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga dapat diartikan kemampuan keluarga dalam mengakses pangan dengan baik untuk mencukupi kehidupan anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan pangan dan indikator aksesibilitas keterjangkauan rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilakukan sejak bulan Februari 2023 sampai dengan April 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan Simple Random Sampling, yaitu dengan 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan dilihat dari rata-rata proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total tergolong tahan pangan dengan persentase 55%. Indikator keterjangkauan pangan diukur dari kemudahan suatu rumah tangga dalam memperoleh pangan yang diukur dengan daya beli. Indikator aksesibilitas rumah tangga yang dilihat dari kemampuan daya beli petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung tergolong tinggi (>1) dengan rata-rata daya beli terhadap pangan sebesar 1,08 yang menunjukkan bahwa keadaan pangan rumah tangga dalam kategori tinggi namun untuk disimpan/ditabung masih rendah karena daya beli mendekati kategori sedang sehingga perlu waspada terhadap stok pangan dikemudian hari.
Co-Authors Abdullah Dja&#039;far Abdur Rohim Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Alfina Hidayah Amalia Safitri Anggi Setiawan Annisa Siska Roselianti Ariyani, Herda Ariyati Ariyati Azzahra Luthfiah Binti Mukaromah Borneo Ayu Apriyani Choirunnisa, Zuyyina Danu Prasetiyo Desy Issana Sari Djoko Santoso Djoko Santoso Dwi Fitri Winda Sari Dwi Oktaviani, Annisa Ervinna Febri Widyasari Ferrianta, Yudi Fitri Syahrida, Anisa Fitria, Aziza Gusti Dina Aryanti Imanah Habibah, Aina Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamadani Hamdani Hamdani Hanafi Hanafi Hendrik Fahrudin Husnil Yusra Indri Anggraini Kamiliah Wilda Khairul Amin Kiptiah Kiptiah Linda Putri Dewi Luki Anjardiani Lutfi Arianto, Ach Luwis Wulandari Mardiani, Vivi Mariani Mariani Masyhudah Rosni Maulidi Ripani Miftahul Jannah Mira Yulianti Muhamad Ridani Firdaus Muhammad Arif Abdillah Muhammad Fauzi Muhammad Guntur Akbar Muhammad Husaini Muhammad Sayyid Muhammad Syaifuddin Mustafizurrahman Mustafizurrahman Muzdalifah Muzdalifah Nadila Satifa Nopiyanti Naily Zulfia Naufal Rismana, Muhammad Nevia Amanda Bahri Nia Octaviani Nina Budiwati Nopri Adiansyah Nor Misbah Norhasanah Norhasanah Normasari Normasari Nur Hidayah Nur Pramudyas Primia Setyaningrum, Maulinda Nurmelati Septiana Puteri Fathimathuz Zhahra Radiatul Husna Raetsa Noviantie Rahmat Hidayat Ratna Ratna Redhani Pamungkas Dwi Suryo Rezky Fauji Riky Devi Saputra Rima Oktavian Marfuah Rita Puspitasari Rivaldo Rivaldo Romannus Kleden Ryad Reynadie Sadik Ikhsan Sarianah Sarianah Selvi Selvi Shafriani, Karimal Arum Siti Khadijah Siti Normilahayani Sri Noorliani Syafiq Nurfahuda Syahida Rakhmah Apasha Syahrina, Wanda Syahrul Fadhilah Syarifah Syarifah Umi Salawati Usamah Hanafie Wika Vidya Yanti, Nuri Dewi Yulianti Yulianti Yusuf Azis Yusuf Aziz Zahra, Fatimatul Zulfa Dhiya Ulhaq