Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Meningkatkan Cakupan Imunisasi DPT-HB-HiB dan MR Lanjutan pada Anak Ni Wayan Darsani; Ni Made Dwi Purnamayanti; I Gusti Ayu Tirtawati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2997

Abstract

DPT-HB-HiB and MR immunizations are given in the basic immunization program. Re-immunization (advance immunization) is given to children aged 18 months. The purpose of advance immunization is to maintain the level of immunity and extend the child's protection period. Parental knowledge is assumed to be related to the completeness of advanced immunization in children. This study aims to determine the relationship between parental knowledge and completeness of advanced DPT-HB-HiB-MR immunization in children aged 2 years. This research is an analytic survey research with a cross sectional approach. The research was conducted in Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara in 2022. This study involved 92 parents and children aged >24-36 months. Data on parental knowledge was obtained by filling out a questionnaire. Completeness of follow-up immunizations for children is obtained from the child's immunization records. Statistical test using Chi-square. The results of this study showed that 44.6% of parents had good knowledge and 55.4% of parents had poor knowledge about advanced immunization in children. The results of this study also found 68.5% of children with complete advanced immunization status and 31.5% of incomplete advanced immunization status. There is a significant relationship between parental knowledge and the completeness of advanced immunization in children under 2 years of age at Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara (p value=0,041). Increasing parental knowledge about advanced immunization has an impact on increasing the coverage of advanced immunization in children under 2 years of age.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Cahyani, Ni Wayan Eka Widya; Tedjasulaksana, Regina; Tirtawati, Gusti Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54062

Abstract

Perkembangan anak merupakan suatu proses bertahap yang ditandai dengan peningkatan struktur dan fungsi tubuh secara lebih kompleks, meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbahasa, sosialisasi, serta kemandirian. Salah satu faktor penting yang memengaruhi proses tersebut adalah stimulasi yang diberikan oleh orang tua, yang kualitasnya sangat bergantung pada tingkat pengetahuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan orang tua mengenai stimulasi dengan perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Indraprasta Denpasar. Penelitian menggunakan pendekatan analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan pada 12 April 2025 melalui penyebaran kuesioner pengetahuan kepada orang tua dan observasi langsung terhadap perkembangan anak menggunakan formulir KPSP. Sampel penelitian terdiri dari 41 orang tua beserta anak prasekolah berusia 60–72 bulan, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga memenuhi standar penelitian. Analisis data awal dilakukan dengan uji Chi-Square, namun karena tidak memenuhi asumsi, digunakan uji Fisher Exact. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,035 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan orang tua tentang stimulasi dengan perkembangan anak prasekolah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan anak usia prasekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi melalui program penyuluhan, pelatihan interaktif, maupun parenting class agar orang tua mampu memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahap perkembangan anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal.
Overview of Side Effects of Hormonal and Non-Hormonal Contraceptive Use Among Acceptors at Independent Midwife Practice (IMP) Iis Hilda Zicria Maya Umul Hamidah; Ni Komang Yuni Rahyani; Gusti Ayu Tirtawati; Julieta da Costa
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v14i1.4936

Abstract

Contraception is an essential method for pregnancy regulation and family planning; however, its use may cause side effects that affect user comfort and adherence. This study aimed to describe the side effects of contraceptive use among family planning acceptors at Independent Midwife Practice (IMP) of Iis Hilda Zicria. A quantitative descriptive study with a cross-sectional design was conducted from April 15 to May 8, 2025, involving 40 respondents. The results showed that 62.5% of respondents used hormonal contraceptives, predominantly injectable methods (40%), followed by oral pills (12.5%) and implants (10%). Meanwhile, 37.5% used non-hormonal contraceptives, including condoms (27.5%) and intrauterine devices (10%). Among hormonal contraceptive users, the most frequently reported side effects were weight changes (84%) and menstrual disturbances (76%). In contrast, non-hormonal contraceptive users most commonly reported changes in libido (60%), while abnormal vaginal discharge was reported only among IUD users (26.67%). Overall, non-hormonal contraceptive users experienced fewer and milder side effects compared to those using hormonal contraceptives. Healthcare providers are expected to enhance education and counseling for prospective family planning acceptors regarding the various side effects that may occur as a result of using both hormonal and non-hormonal contraceptives.
Hubungan Kejadian Kekurangan Energi Kronis dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester I Ekawati, Ni Putu; Mahayati, Ni Made Dwi; Tirtawati, Gusti Ayu
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 16 No 1 Juni (2026): Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v16i1 Juni.607

Abstract

The prevalence of anemia in pregnancy globally reaches 38.8% or 32 million pregnant women. One cause of anemia in pregnant women is nutritional status which can be measured using the Upper Arm Circumference (LILA). This study aims to determine the relationship between chronic energy deficiency (CED) and the incidence of anemia in pregnant women in the first trimester in the Working Area of Puskesmas II Negara. Researchers used a quantitative analytical survey approach with a cross-sectional approach. Sampling involved 42 pregnant women. Researchers measured LiLa and Hb levels and recorded them in a data collection format. Data analysis was carried out using univariate and bivariate methods, with the Spearman rank test. The results showed that CED is associated with the incidence of anemia in pregnant women in the first trimester with a p-value of 0.02 (<0.05), r = 0.469 which indicates a positive direction in the same direction between variables, meaning that in this study when the LiLa size is smaller, the lower the Hb levels in pregnant women. A high r value (rho) of 0.469 indicates a moderate correlation between KEK and the incidence of anemia in pregnant women in the first trimester in the working area of the Negara II Public Health Center. Young women, women of childbearing age, or prospective pregnant women are expected to pay more attention to nutritional intake to prevent chronic energy deficiency, which can increase the risk of anemia during pregnancy.
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN IBU DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DPT-HB-HIB PADA BAYI Ni Wayan Sulistia Devi; Gusti Ayu Tirtawati; Listina Ade Widya Ningtyas
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2026): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v14i1.405

Abstract

Imunisasi dasar merupakan program nasional untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular pada bayi. Namun, pelaksanaannya kerap terhambat oleh kecemasan ibu, yang mempengaruhi kepatuhan terhadap jadwal imunisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib pada bayi di UPTD Puskesmas Manggis II Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 40 responden dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan observasi buku KIA. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Mayoritas ibu memiliki tingkat kecemasan ringan dan tetap patuh terhadap jadwal imunisasi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan ibu dan kepatuhan imunisasi (nilai p = 0,855 > 0,05). Simpulan yang diperoleh yaitu tingkat kecemasan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pemberian imunisasi DPT- HB-Hib. Disarankan perlu adanya edukasi dan promosi kesehatan mengenai pentingnya imunisasi DPT-HB-Hib melalui penyuluhan rutin. Kata kunci : bayi; imunisasi DPT-HB-Hib; kecemasan ibu; kepatuhan Basic immunization is a national program aimed at reducing morbidity and mortality caused by infectious diseases in infants. However, its implementation is often hindered by maternal anxiety, which affects adherence to the immunization schedule. This study aims to determine the relationship between maternal anxiety levels and adherence to the DPT-HB-Hib immunization schedule in infants at UPTD Puskesmas Manggis II in 2025. This is an analytical observational study with a cross-sectional approach. A total of 40 respondents were selected using total sampling technique. Data collection instruments included the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and observations of the MCH (Maternal and Child Health) book. Data analysis was performed using the Chi-square test. The majority of mothers had mild anxiety levels and remained compliant with the immunization schedule. There was no significant relationship between maternal anxiety levels and immunization adherence (p-value = 0.855 > 0.05). It is concluded that maternal anxiety levels do not have a significant relationship with adherence to the DPT-HB-Hib immunization schedule. Health education and promotion regarding the importance of DPT-HB-Hib immunization should be conducted regularly through counseling. Keywords : compliance; DPT-HB-Hib; immunization; infant; maternal anxiety
Implementation of endorphin massage for maternal care: A narrative literature review Ni Luh Putu Sri Ariani; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Gusti Ayu Tirtawati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 3 (2026): June Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i3.3442

Abstract

Background: Endorphin massage is one of the non-pharmacological interventions in maternal care used to help reduce mothers’ physical and psychological discomfort during pregnancy, labor, and postpartum. Purpose: To Implementation of endorphin massage for maternal care. Method: This study used a narrative literature review method with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) approach. Literature searching was conducted through Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases using the keywords “endorphin massage”, “maternal care”, “labor pain”, “postpartum”, and “non-pharmacological therapy”. The articles included quantitative studies published in Indonesian and English from 2020–2025. Based on the selection process, 10 articles met the inclusion criteria. Results: The review showed that endorphin massage was effective in reducing labor pain, decreasing anxiety, improving maternal comfort, supporting breast milk production, and facilitating the labor process. In addition, this therapy was considered safe, easy to apply, cost-effective, and had minimal side effects. Conclusion: Therefore, endorphin massage has the potential to become a complementary intervention in holistic and mother-centered midwifery care (woman-centered care).
Promosi Kesehatan dan Deteksi Dini Diabetes Melitus melalui Edukasi dan Pemeriksaan di Desa Bondalem, Tejakula, Buleleng Gusti Ayu Tirtawati; I Nyoman Gejir; Hertog Nursanyoto; Dewa Ayu Agustini Posmaningsih
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service program entitled “Health Promotion and Early Detection of Diabetes Mellitus through Education and Screening in Bondalem Village, Tejakula, Buleleng” was implemented in response to the increasing incidence of diabetes mellitus (DM) and the low public awareness of early detection. The activities included health education, blood glucose screening, and training for village health cadres. A total of 30 participants enthusiastically joined the program. Pre- and post-test results showed an increase in participants’ knowledge from 23% to 87%, and 10% of participants were found to have elevated blood glucose levels. Ten trained village health cadres were empowered to continue health promotion independently. This program proved effective in improving community knowledge, strengthening early detection efforts for DM, and fostering the sustainability of community-based health initiatives through collaboration between academics, health workers, and local government.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DALAM MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL Ni Luh Widiastiti; Gusti Ayu Tirtawati; Gusti Ayu Marhaeni; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Listia Ade Widya Ningtyas
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.157

Abstract

Kadar zat besi yang tinggi dapat ditemukan pada olahan daun kelor dengan manfaat yang baik sebagai pencegah anemia, namun tidak semua masyarakat mengetahui manfaat daun kelor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Mencegah Anemia pada Ibu Hamil. Metode penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat pada bulan Februari – April Tahun 2025 dengan jumlah populasi 56 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan 89,3% berumur antara 20 – 35 tahun, 50% berpendidikan menengah dan 51,2% merupakan primigravida. Responden memiliki pengetahuan baik sebesar 83,9%. Responden yang memiliki pengetahuan baik 87,2% berumur 20 – 35 tahun, 38,3% berpendidikan tinggi dan 51,1% merupakan primigravida. Bidan diharapkan terus memberikan informasi terkait pemanfaatan daun kelor untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sehingga dapat menurunkan angka anemia pada ibu hamil khususnya di provinsi Bali.   High iron levels can be found in processed moringa leaves with good benefits as a prevention of anemia, but not all people know the benefits of moringa leaves. The purpose of this study was to determine the Level of Knowledge of Pregnant Women about the Utilization of Moringa Leaves (Moringa Oleifera) in Preventing Anemia in Pregnant Women. Research method is a type of quantitative research with a descriptive research design and using a cross-sectional approach. The study was conducted at the UPTD Puskesmas II, West Denpasar District Health Office in February - April 2025 with a population of 56 pregnant women and the sampling technique used the total population that met the inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed that 89.3% were between 20 - 35 years old, 50% had secondary education and 51.2% were primigravida. Respondents had good knowledge of 83.9%. Respondents who had good knowledge were 87.2% aged 20 - 35 years, 38.3% had higher education and 51.1% were primigravida. Midwives are expected to continue to provide information regarding the use of Moringa leaves to prevent anemia in pregnant women, so that it can reduce the number of anemia in pregnant women, especially in the province of Bali
Hubungan Pengetahuan dengan Keikutsertaan Melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat Wanita Usia Subur di Puskesmas Selemadeg Barat Ayu Somandariani; Asep Arifin Senjaya; Gusti Ayu Tirtawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.22574

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is the most common cancer in Indonesia due to late detection of the disease. The last IVA socialization was conducted before the COVID-19 Pandemic. The number of WUS was 5,123 people, while only 248 people performed VIA examinations. This study was conducted in March - April 2025. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and participation in conducting acetic acid visual inspection in women of childbearing age. This research design is analytic observational using cross sectional research design. Data collection in this study by distributing questionnaires. The population was 5,123 women of childbearing age. Respondents were 38 women of childbearing age using the correlative analysis formula. Purposive sampling method. The research instrument used a questionnaire. Data analysis using univariate and bivariate. The results showed that most of the knowledge of women of childbearing age in conducting visual inspection of acetic acid was sufficient as many as 22 people (57.9%). Most of the knowledge of women of childbearing age following visual inspection of acetic acid as many as 20 people (52.6%). Chi-square test results obtained p value: 0.003 (0.05). The study concluded that there was a relationship between knowledge and participation in conducting visual inspection of acetic acid of women of childbearing age. Health services and health workers, especially midwives, should always strive to optimize IVA early detection services.  Keywords: Participation, Visual Acetic Acid, Women of Child-Bearing Age.  ABSTRAK Kanker serviks merupakan kanker terbanyak di Indonesia disebabkan terlambatnya deteksi dini penyakit. Sosialisasi mengenai IVA terakhir dilakukan sebelum Pandemi COVID-19. Jumlah WUS sebanyak 5.123 orang, sedangkan yang melakukan pemeriksaan IVA hanya 248 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - April 2025. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan melakukan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur. Desain penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan membagikan kuesioner. Populasi sebanyak 5.123 wanita usia subur. Responden sebanyak 38 wanita usia subur dengan menggunakan rumus analisis korelatif. Metode pengambilan sampel dengan Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan Wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat adalah cukup sebanyak 22 orang (57,9%). Sebagian besar pengetahuan Wanita usia subur mengikuti pemeriksaan inspeksi visual asam asetat sebanyak 20 orang (52,6%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p: 0,003 ( 0,05). Simpulan penelitian ada hubungan antara Pengetahuan Dengan Keikutsertaan Melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat Wanita Usia Subur. Layanan kesehatan dan tenaga kesehatan khususnya bidan agar senantiasa berupaya mengoptimalkan layanan deteksi dini IVA kepada Wanita usia subur melalaui upaya promosi dan preventif di masyarakat.  Kata Kunci: Keikutsertaan, Visual Asam Asetat, Wanita Usia Subur.
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening
Co-Authors Adam, Yulien Agnes Montolalu Agnes Montolalu Agnes Montolalu Agnes Montolalu, Agnes Amelia Donsu Amelia Donsu, Amelia Anis Novitasari Anita Lontaan Anita Lontaan Anita Lontaan Anita Lontaan Anita Lontaan Anselmus Kabuhung Asep Arifin Senjaya Atik Purwandari Atik Purwandari Ayu Somandariani Baehaqi Bella Cantika Putri Ariyanti Bungnga, Juwita Yimma Atma Cahyani, Ni Wayan Eka Widya Desak Ketut Ayu Ardani Dewa Ayu Agustini Posmaningsih Elfredo Ellen Erawati, Ni Luh Putu Sri Femmy K. Keintjem Femmy Keintjem Femmy Keintjem, Femmy Feny Kusumadewi Fonnie Kuhu Gejir, I Nyoman Gusman, Gusman Gusti Ayu Marhaeni Gusti Kompiang Sriasih Herlina Memah Herlina Memah Herlina Memah Hertog Nursanyoto Hertog Nursanyoto I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Nyoman Gejir I Nyoman Wirata I Wayan Candra Ida Ayu Sri Darmayanthi Irmasanti Irmasanti Fajrin Janake E. Tamarol Joice Silangen Julieta da Costa Karsi, Ni Made Keintjem, Femmy K. Ketut Resmiasih Kusmiati Kusmiati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Lestari, Rini Apriyanti Lindayani, I Komang Listia Ade Widya Ningtyas Listiana Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Lorrien G Runtu Made Dwi Mahayati Made Widhi Gunapria Darmapatni Made Widi Gunapria Darmapatni Mardiah, Aynun Mardiah Martha mastra, nyoman Maya Umul Hamidah Memah, Herlina Mika Sugarni Mudani, Ni Wayan Muhamad Nor Mudhofar Nasution, Siti Rahmadani Ngurah, I Gusti Ketut Gede Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Ketut Nuratni Ni Ketut Nuratni Ni Ketut Somoyani Ni Komang Erny Astiti Ni Komang Yuni Rahyani Ni Luh Ayu Radhaningsih Ni Luh Putu Sri Ariani Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Luh Widiastiti Ni Made Dwi Mahayati Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Nyoman Suindri Ni Putu Ekawati Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Darsani Ni Wayan Sulistia Devi Nur Hidayah Yusuf Nuratni, Ni Ketut Nurhamidah Nurhamidah Nurhamidah Nurhamidah Posmaningsih, Dewa Ayu Agustini Purnamayanti, Ni Made Dwi Rahmadani, Siti Regina Tedjasulaksana Retna Dwi Savitri Robin Dompas Robin Dompas, Robin Sandra Tombokan Santi Aprilian Lestaluhu Senjaya, Asep Arifin Senjaya Siti Rahmadani Sjeny Tuju Stevany Gaby Makarau Tamarol, Janake E. Tantri Tasya, Amalia Tedjasulaksana, Regina Tombokan, Sandra G.J. Utarini, Gusti Ayu Eka WAHYUNI Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Yulien Adam Yuniartis, Putri