Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Berbasis Perilaku Masyarakat di Kalipancur, Semarang Yanuarita Tursinawati; Afiana Rohmani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.707 KB)

Abstract

Central Java Public Health Authorities have recorded that Semarang has the highest Incidence Rate (IR) of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) since 2009 to 2011. Ngaliyan district, part of Semarang region have suffered from DHF endemic. This research is conducted in Kalipancur, part of Ngaliyan district that aims to determine the behavioral domain of implementation of DHF mosquito nest eradication (3MPlus) based on the knowledge, attitudes and actions following by characteristic of thecommunity.This analytic observational research with cross sectional study involved 107 respondents. Primary data was collected through interviews using questionnaire related to knowledge, attitudes, actions and implementation of 3M Plus. Data was analyzed with chi square test, Confident Interval 95%.Results shows that 60.7% of community have low level of knowledge and 74.8% of them taking less actions regarding the implementation of 3M Plus. Nevertheless, 72% of respondents had a good attitudes. Both of knowledge (p=0,08) and actions (p=0,104) did not have a significant impact to the implementation of 3 M Plus. On the contrary, respondents attitudes (p=0,002) were found to be significant factor related to the implementation of 3M Plus. Therefore, provision of health information is needed to improve knowledge and actions of mosquito nest eradication of DHF. Keywords: Mosquito Nest Eradication, Dengue Hemorrhagic Fever, knowledge ,attitude, actions
Studi Korelasi Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Perdarahan Post Partum pada Persalinan Spontan M. Sudiat -; Afiana Rohmani; Okie Ayu A.
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.821 KB)

Abstract

Latar Belakang :Jumlah kematian ibu di Indonesia masih banyak terjadi. Penyebab kematian ibu yang paling dominan adalah perdarahanpost partum. Perdarahan post partum juga memiliki beberapa faktor predisposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh darifaktor predisposisi yaitu usia, paritas, dan anemia terhadap terjadinya perdarahan post partum pada persalinan spontan di RSUD Tugurejotahun 2011.Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik chi square yangmeliputi analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat terhadap variabel usia, paritas, anemia, terhadap kejadian perdarahan postpartum pada persalinan spontan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 ibu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik randomsampling dengan mengambil data dari rekam medis.Hasil : Hasil analisis bivariat dari 40 ibu dengan persalinan spontan, variabel usia (p = 0,123) dan variabel paritas (p = 0,073) menunjukkanbahwa tidak terdapat pengaruh antara usia dan paritas dengan kejadian perdarahan post partum. Sedangkan variabel anemia (p = 0,009)menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara anemia dengan kejadian perdarahan post partum. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwavariabel anemia (OR = 6,172; p = 0,015; 95% CI = 1,414-26,940 merupakan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya perdarahan postpartum, dan ibu yang menderita anemia memiliki kemungkinan 6 kali lebih besar mengalami perdarahan post partum dibandingkan denganibu yang tidak menderita anemia.Simpulan : Ada pengaruh antara anemia dengan kejadian perdarahan post partum dan tidak ada pengaruh antara usia dan paritas dengankejadian perdarahan post partum. Kata kunci : Usia, Paritas, Anemia, Perdarahan post partum
Prevalensi Derajat Asfiksia Neonatorum pada Berat Badan Bayi Lahir Rendah Afiana Rohmani; Lilia Dewiyanti; Prima Maulana cahyo Nugroho
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.235 KB)

Abstract

Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Pada BBLR beresiko untuk mengalami kegagalan nafas yang akan menjadi asfiksia neonatorum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi derajat asfiksia neonatorum pada BBLR di RSUD Kabupaten Karanganyar periode 1 Agustus 2012 31 Agustus 2013.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Cara pengambilan sample dilakukan secara total sampling, dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan 125 BBLR.Hasil :Jumlah BBLR dengan derajat BBLR (berat bayi lahir 1500 2500) merupakan yang terbanyak dengan jumlah 107(85,6%). Jumlah Asfiksia Neonatorum tingkat keparahan sedang merupakan yang terbanyak dengan jumlah 104 (83,2%). BBLR dengan kejadian asfiksia neonatorum ringan sebanyak 7 dengan prosentase 5,6%, kejadian asfiksia neonatorum sedang sebanyak 97 dengan prosentase 77,6%, dan kejadian asfiksia berat sebanyak 3 dengan prosentase 2,4%. BBLSR dengan kejadian asfiksia nenonatorum ringan sebanyak 0 dengan prosentase 0,0%, kejadian asfiksia neonatorum sedang sebanyak 7 dengan prosentase 5,6%, dan kejadian asfiksia neonatorum berat sebanyak 1 dengan prosentase 0,8%. BBLASR dengan kejadian asfiksia neonatorum ringan sebanyak 0 dengan prosentase 0,0%, kejadian asfiksia neonatorum berat sebanyak 0 dengan prosentase 0,0%, sedangkan kejadian asfiksia neonatorum berat sebanyak 10 dengan prosentase 4,3%.Kesimpulan : Derajat BBLR dengan asfiksia neonatorum dengan tingkat keparahan sedang adalah yang tertinggi angka kejadiannya.Kata Kunci : BBLR, Asfiksia Neonatorum.
Senam Hamil Mempengaruhi Lama Persalinan Normal pada Primigravida M. Irsam; Afiana Rohmani; Atika Nur Amalina
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.344 KB)

Abstract

Latar Belakang: Waktu persalinan dipengaruhi oleh faktor passage atau jalan lahir, power atau kekuatan his, dan passanger meliputi janin dan plasenta. Senam hamil merupakan usaha untuk mempersiapkan kondisi fisik dan psikis ibu dalam menghadapi persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan rutinitas senam hamil dengan waktu persalinan pervaginam pada primigravida di Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik Chi Square / Fishers Exact Test. Cara pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dari 47 responden di Unit Rawat Inap Bagian Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang dan Rumah Sakit Panti Wilasa dr. Cipto Semarang.Hasil: Hasil analisis uji statistik Chi- Square dengan tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05) diperoleh p=0,003 (<0,005). Pada responden yang rutin mengikuti senam hamil sebagian besar termasuk dalam kategori persalinan normal (91,4%).Kesimpulan: Ada hubungan antara rutinitas senam hamil dengan waktu persalinan pervaginam pada primigravida di Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang.Kata kunci : Senam Hamil, Waktu Persalinan
PENGARUH FORMALIN PERORAL TERHADAP KADAR SGOT dan SGPT TIKUS WISTAR Ayu Rindwitia Indah Peanasari; Sri Latiyani Djamil; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan zat yang bersifat iritatif. Senyawa formalin masuk ke dalam tubuh akan didetoksifikasi dan dimetabolisme oleh hepar dan menghasilkan zat xenobiontin yang dapat merusak fungsi hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian formalin peroral terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus Wistar (Rattus norvegicus)Metode: Penelitian ek s p er i m en t al l a bor at or i k in i m en g g un a kan post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 18 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi Placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Analisis menggunakan uji Independent Sampel T Test.Hasil:. Hasil uji statistik kadar SGOT dan SGPT pada kelompok kontrol dan perlakuan diperoleh p=0,000. Berdasarkan uji tersebut terdapat signifikasi pengaruh pemberian kelompok formalin dibandingkan kelompok kontrol (placebo) terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus Wistar.Kesimpulan: Kadar SGOT dan SGPT hepar pada kelompok tikus Wistar yang diberi formalin peroral lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.Kata kunci: formalin peroral, kadar SGOT dan SGPT
Hubungan Pola Pemberian ASI dan Karakteristik Ibu dengan Tumbuh Kembang Bayi 0-6 Bulan di Desa Bajomulyo, Juwana Retno Ayu Megawati; Harsoyo Notoatmojo; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.76 KB)

Abstract

Pendahuluan: Masa tumbuh kembang bayi 0-6 bulan membutuhkan asupan gizi yang diperoleh melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI)eksklusif. Gangguan tumbuh kembang pada awal kehidupan bayi diantaranya disebabkan karena ibu tidak memberi ASI eksklusif kepadabayinya. Jumlah penderita gizi kurang di Desa Bajomulyo sebesar (24%) dengan jumlah 12 balita dari 50 balita. Hal ini tentunya erat kaitannya dengan rendahnya cakupan ASI eksklusif.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola pemberian ASI dan karakteristik ibu dengantumbuh kembang bayi0-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan sampel sebanyak 42 orang ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulandan masih menyusui. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner dan observasi. Analisis datamenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Pola pemberian ASI dan karakteristik ibu berhubungan dengan pertumbuhan bayi yaitu pemberian kolostrum (p=0,000), frekuensipemberian ASI (p=0,000), durasi pemberian ASI (p=0,000), waktu antara pemberian ASI (p=0,000), usia ibu (p=0,003), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ibu (p=0,000),jumlah anak ibu (p=0,001). Pola pemberian ASI dan karakteristik ibu juga berhubungan dengan perkembangan bayi yaitu pemberian kolostrum (p=0,002), frekuensi pemberian ASI (p=0,002), durasi pemberian ASI (p=0,000), waktu antara pemberian ASI (p=0,000), usia ibu (p=0,002), pendidikan ibu (p=0,000), pekerjaan ibu (p=0,002), jumlah anak ibu (p=0,001).Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pola pemberian ASI dan karakteristik ibu dengan tumbuh kembang bayi 0-6 bulan di DesaBajomulyo Kecamatan Juwana.Kata kunci : Pola pemberian ASI, karakteristik ibu, tumbuh kembang bayi
Pemakaian Jilbab Tidak Berhubungan Dengan Terjadinya Dermatitis Seboroik: Studi Crossectional Afiana Rohmani; Retno Indrastiti; Durotul Farida
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.939 KB)

Abstract

Latar Belakang:Pemakaian jilbab cenderung mengakibatkan suhu pada kulit kepala menjadi panas sehingga dapat terjadi kelembaban. Kelembaban merupakan faktor resiko terjadinya dermatitis seboroik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat dan lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Studi ini meliputi analisis univariat dan bivariat terhadap variabel riwayat pemakaian jilbab, lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 sampel mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS.Hasil: Hasil analisis bivariat dari 59 sampel dengan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan 5% (? = 0,05), variabel riwayat pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroikdidapatkan (p = 0,068). Variabel lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroikdidapatkan (p = 0,295).Simpulan: Tidak ada hubungan antara riwayat dan lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS.Kata kunci : jilbab, dermatitis seboroik.
Hubungan Antara Status Gizi dengan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang Cahya Daris Tri Wibowo; Harsoyo Notoatmojo; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.685 KB)

Abstract

Latar belakang : Anemia banyak terjadi terutama pada usia remaja baik kelompok pria maupun wanita. Indonesia sendiri prevalensi anemia yang didapatkan masih cukup tinggi, dimana data depkes tahun 2009 didapatkan angka kejadian anemia pada remaja putri mencapai presentasi 33,7 %. Sedangkan angka kejadian anemia di jawa tengah mencapai presentasi sebesar 30,4 % dan disemarang sendiri angka kejadian anemia pada remaja mencapai 26 %. berdasarkan survey awal yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 3 Semarang dari 55 siswi terdapat 5 siswi dengan status gizi baik tetapi mempunyai riwayat anemia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan anemia pada remaja putri SMP Muhammadiyah 3 Semarang Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 254 siswi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 siswi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non random sampling, yaitu purposive sampling. Kemudian dilakukan uji Chi-Square.Hasil : responden dengan status gizi baik sebanyak 31 siswi Kata kunci : status gizi, anemia
Karakteristik Demam Berdarah Dengue pada Anak di Rumah Sakit Roemani Semarang Wiwik Durrotun Nisa; Harsoyo Notoatmojo; Afiana Rohmani
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.658 KB)

Abstract

Pendahuluan : Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Semarang tahun 2010 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode tahun lalu. Jika pada 2009 jumlah penderita DBD sebanyak 3883 orang, pada 2010 ini naik menjadi 5556 kasus. Kota Semarang  menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Usia  yang paling sering terkena DBD adalah 5 – 15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit Roemani Semarang periode Januari – Juni 2011 Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien anak yang menderita DBD yang dirawat di bangsal anak Rumah Sakit Roemani Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 pasien anak yang menderita DBD yang dirawat di bangsal anak RS. Roemani Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil : kelompok umur tertinggi yang menderita DBD adalah 1–3 tahun sebanyak 24 pasien (27,9%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 41 pasien (47,7%) dan perempuan 45 pasien (52,3%), jumlah trombosit penderita saat masuk RS terbanyak pada kelompok 100.000-150.000/mm3 sebanyak 26 pasien (30,2%), kadar hematokrit terbanyak saat masuk RS pada kelompok 35,1-39,9 sebanyak 47 (54,7%), lama perawatan rata-rata 4,26 hari (4 hari), keadaan saat pulang tertinggi adalah pulang dengan keadaan sembuh sebanyak 83 pasien (96,5%). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan kelompok usia penderita DBD terbanyak 1 – 3 tahun,  laki-laki 41 anak dan perempuan 45 anak, jumlah trombosit terbanyak pada kelompok 100.000-150.000 sebanyak 26 pasien, kadar hematokrit terbanyak saat masuk RS pada kelompok 35,0-39,9 sebanyak 45 pasien, lama perawatan rata-rata 4,26 hari dan lama rawat inap paling singkat 1 hari sedangkan paling lama 9 hari, keadaan saat pulang tertinggi dengan keadaan sembuh 83 pasien, pulang permintaan sendiri 3 pasien, dan meninggal tidak ada.
Analisis Kadar Ph Darah pada Tikus Wistar (Rattus Norvegiccus) yang Diberi Formalin Peroral Afiana Rohmani; Sri Latiyani Djamil; Dienia Nop Ramliana
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.177 KB)

Abstract

Latar Belakang : Formalin sering disalahgunakan untuk pengawetan industri makanan rumahan, dan sering tidak terpantau oleh DEPKES dan BPOM. Formalin yang masuk ke dalam tubuh dimetabolisme menjadi asam format yang mengakibatkan asidosis sehinggan merubah kadar pH darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar pH darah pada tikus wistar yang diberi formalin 200mg/kgBB/hari secara oral selama 2 minggu.Metode : Penelitian ini merupakan True Experimental Laboratorium dengan desain post test control group. Jumlah sampel sebanyak 20 ekor tikus Wistar yang telah memenuhi kriteria Ekslusi dan inklusi. Tikus diadaptasi selama 7 hari, pada hari ke-8 tikus Wistar dibagi secara simple random sampling menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol diberi placebo peroral. Kelompok Perlakuan diberi formalin peroral 0.1mL/kgBB/hari, Setelah 2 minggu semua sampel penelitian dilakukan pemeriksaan kadar pH darah. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square.Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar pH darah antara tikus wistar kelompok yang diberi formalin dengan kelompok kontrol (p = 0,002 dan RR = 5,5 (95% CI : 1,570-19,266)).Kesimpulan : Terdapat kadar pH darah tikus wistar pada pemberian formalin peroral lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol placebo. (p=0,002) Kata kunci : Formalin peroral, pH darah