Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbedaan Antropometri Vertebra Thorax (T12) Antara Pria dan Wanita dengan Menggunakan Image CT Scan 3D : Pendekatan Teknik Geometric Morphometric Ghiffari Satrya Pratama; Afiana Rohmani; Arief Tajally
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 1 (2025): Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v2i1.1186

Abstract

The determination of human skeletons and fragments has significant value from both a legal and humanitarian perspective, which generally includes the evaluation of teeth, bones, fingerprints, and genetic material. However, fingerprinting and DNA methods are not without their limitations. Sex determination is an important first step in biological profiling, which plays a role in victim matching. Research on sex identification using T12 vertebrae with Geometric Morphometric (GM) techniques is still relatively rare. The GM technique deeply explores the dimensions and shape of objects. This study used an analytic observational design with a retrospective cross-sectional approach, involving 100 CT scan samples from Dr. Kariadi Hospital. Gender was used as the independent variable, while size (centroid size) and shape (principal component) were the dependent variables. The results of independent t-test and Mann-Whitney analysis showed a significant difference in T12 vertebra size between men and women (p = 0.000), but not in shape (p = 0.439). Based on the GM technique, it was revealed that the difference in T12 vertebrae between men and women was in size, not shape.
Edukasi Penggunaan Obat Herbal Untuk Penyakit Hiperkolesterolemia Pada Lanjut Usia Di Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang Rakhmawatie, Maya Dian; Rohmani, Afiana; Purnamasari, Rina; Diatri, Devita
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah salah satu penyakit yang banyak diderita lanjut usia (lansia). Selain penggunaanterapi farmakologi statin, hiperkolesterolemia dapat diterapi dengan obat herbal bahan alam dari tanamanseperti protein kedelai, bawang, dan jahe. Untuk mencapai efek terapi yang maksimal dari penggunaan obatherbal bahan alam, pemberian edukasi diperlukan terutama informasi mengenai jenis bahan alam yangdapat digunakan, dosis, serta informasi efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan. Kegiatanpengabdian masyarakat ini melakukan pemberian edukasi mengenai penggunaan obat herbal bahan alamsebagai terapi tambahan untuk hiperkolesterolemia. Sasaran edukasi adalah para lansia dan perawat lansiadi Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang. Edukasi dilaksanakan setelah para lansiamendapatkan hasil pemeriksaan kadar kolesterol. Para lansia yang mempunyai kadar kolesterol tinggi (>240 mg/dL) atau ambang batas tinggi (200 – 239 mg/dL) diberikan edukasi berupa konsultasi tatap mukamengenai diet makanan yang rendah kolesterol dan obat herbal bahan alam yang dapat digunakan untuktambahan terapi obat dari dokter. Pada saat kegiatan edukasi, para lansia diminta untuk menceritakan polamakan keseharian dan obat yang telah dikonsumsi. Hasil evaluasi kegiatan edukasi dilakukan secarakualitatif dengan memberikan pertanyaan ulangan untuk memastikan pemahaman para lansia mengenaipenggunaan obat herbal bahan alam. Edukasi juga dilakukan dengan menggunakan poster untuk paraperawat lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang. Poster edukasi dipasangdi ruang yang dapat dijangkau oleh para perawat lansia untuk meningkatkan informasi penggunaan obatherbal bahan alam antihiperkolesterolemia yang aman untuk lansia. Secara umum, para lansia yang masihdapat berkomunikasi dengan baik dapat memahami materi edukasi. Kata Kunci: bawang, jahe, kedelai, obat tradisional, poster edukasi kolesterol
Hubungan Kecukupan Kalori dan Protein dengan Status Malnutrisi pada Pasien Hemodialisis di Klinik Ginjal Lestari Semarang Khairunnisa, Khalifia; Widiasih, Esti; Rohmani, Afiana; Riani, Risky Ika
Buletin Farmatera Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i2.24544

Abstract

Abstract: Hemodialysis patients have several side effects from treatment, including possible malnutrition due to their decreased nutritional status.  Malnutrition in hemodialysis patients can occur due to increased protein catabolism, loss of nutrients during the dialysis process, and impaired food intake due to anorexia, nausea, and vomiting. The purpose of this study was to determine the relationship between calorie and protein adequacy and malnutrition status in hemodialysis patients at the Lestari Kidney Clinic Semarang. This study uses a quantitative design of observational analytics with a cross-sectional approach. The research sample of 47 hemodialysis patients at the Lestari Kidney Clinic Semarang in 2025 was selected using a purposive sampling method that met the inclusion and exclusion criteria. Calorie and protein adequacy measurements were carried out using the 3x24-hour food recall method, while malnutrition status was assessed using the Dialysis Malnutrition Score (DMS). Data analysis was carried out with the Spearman Rank test to see the relationship between calorie and protein adequacy and malnutrition status. The analysis showed a significant relationship between calorie adequacy and malnutrition status (p = 0.034, r = -0.310) and protein adequacy with malnutrition status (p = 0.020, r = -0.338). The association showed a negative correlation with weak correlation strength, meaning the higher the calorie and protein adequacy, the lower the patient's malnutrition score. There was a relationship between calorie and protein adequacy and malnutrition status in hemodialysis patients at the Lestari Kidney Clinic.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kedungmundu Semarang Tahun 2023 Widyaningsih, Alysa Sri; Irsam, Muhammad; Rohmani, Afiana
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.277

Abstract

Anemia diperkirakan menjadi penyebab lebih dari 115.000 kematian ibu dan 591.000 kematian janin secara global setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan data sekunder dari rekam medis di Puskesmas Kedungmundu selama periode Januari hingga Mei 2023. Sebanyak 45 ibu hamil trimester III dengan anemia dijadikan subjek melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa anemia sedang paling banyak ditemukan pada ibu hamil dengan usia berisiko (80,60%), usia kehamilan berisiko (93,50%), paritas berisiko (80,60%), serta kunjungan ANC yang kurang dari standar (83,90%). Sementara itu, anemia ringan lebih banyak terjadi pada ibu dengan paritas berisiko (71,40%) dan kunjungan ANC yang tidak sesuai standar (64,30%). Faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan anemia sedang mencakup usia, usia kehamilan, paritas, dan frekuensi kunjungan ANC. Faktor yang paling dominan memengaruhi anemia sedang adalah kunjungan ANC (p-value 0,007; Exp(B) = 29,340), sedangkan pada anemia ringan, faktor paritas merupakan yang paling berpengaruh (p-value 0,006; Exp(B) = 32,312). Kunjungan ANC merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia sedang. Paritas merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia ringan.
Analisis Perbedaan Antropometri Vertebra Thorax (T12) antar Kelompok Usia dengan Menggunakan Image CT Scan: Pendekatan Teknik Geometric Morphometric Lutfi Gilangnugraha; Afiana Rohmani; Arief Tajally
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v2i3.4243

Abstract

The role of forensic anthropology is to identify the unknown skeletal remains to assiss in criminal investigation. Age estimation is one of the essential aspects of individual identification. Geometric morphometric is a technique to quantify the morphological of an object using the Cartesian coordinates of anatomical landmarks. There were no studies doing on the T12 vertebra for identification purposes using geometric morphometric techniques. This is an analytic observational study with a retrospective cross sectional study design. Samples were taken from 100 CT scan images at Radiology departemetnt of Dr Kariadi hospital. The age groups as independent variable, while both centroid size which represent the size and Principal component (PCs) which represent the size as the dependent variable. The differences between age group were analyzed using one way ANOVA test. There was a significant difference between age groups in the size of the T12 vertebra with p value = 0.003 (p<0.05). There was no significant difference in size between age groups in size, with p value = 0,149 (p>0,05). Using the Geometric morphometric approach, the vertebra T12 showed significant difference in size.
Edukasi Pengetahuan Stunting Melalui Media Audiovisual Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Putri, Intan Rosa Hana; Prihandani, Oky Rahma; Tajally, Arief; Rohmani, Afiana
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.253

Abstract

Latar Belakang: Stunting atau tubuh pendek adalah kondisi yang menunjukan balita dengan panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Pada tahun 2022 Jawa Tengah menempati urutan ke-20 dari 34 provinsi di Indonesia dengan persentase balita stunting 20,8%. Puskesmas Kedungmundu merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang yang memiliki peran menurunkan angka stunting dan underweight di kota Semarang. Berdasarkan data yang di dapatkan di Puskesmas Kedungmundu diketahui terdapat 26 balita stunting dan balita underweight sebanyak 40 balita. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi audiovisual terhadap pengetahuan stunting pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kedungmundu. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan pemberian edukasi terkait stunting kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu pada Maret 2023. Kegiatan ini diberi intervensi yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan pemberian materi edukasi, dan dilakukan post-test pada akhir sesi. Target sasaran untuk kegiatan ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu terutama masyarakat Kelurahan Tandang. Evaluasi secara kuantitatif kegiatan dilakukan menggunakan lembar pre-test dan post-test. Analisis peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan menggunakan wilcoxon test. Hasil: Pada intervensi, didapatkan adanya peningkatan hasil rata-rata dari pre-test ke post-test dengan p-value 0.033 yang berarti terdapat adanya hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Terdapat adanya keterkaitan efektivitas media edukasi audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting di Puskesmas Kedungmundu.
Hubungan Antara Burnout Akademik Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Angkatan 2020 Putri, Tri Hanida Nisrina; Suprihhartini, Suprihhartini; Rohmani, Afiana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20101

Abstract

Mahasiswa kedokteran yang terpapar stressor psikososial dengan waktu berkepanjangan dan terus menerus dapat mengakibatkan burnout. Burnout yang tinggi berhubungan langsung dengan tingginya tingkat gejala kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan burnout akademik dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2020. Jumlah sampel sebanyak 65 responden dievaluasi burnout akademik dan tingkat kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen untuk menilai burnout akademik menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) sedangkan tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSAS). Responden yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dengan korelasi Rank Spearman. Penelitian ini memperoleh burnout akademik ringan berjumlah 23 responden (35,4%), burnout akademik sedang 42 responden (64,6%), dan tidak ada yang mengalami burnout akademik berat. Sedangkan cemas ringan berjumlah 2 responden (3,1%), cemas sedang 45 responden (69,2%), dan cemas berat 18 responden (22,7%). Untuk uji korelasi rank spearman didapatkan nilai p value adalah 0,002 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,375 yang berarti terdapat hubungan antara burnout akademik dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2020.siswa Kedokteran.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Respon Pengobatan TB Paru Lini Pertama Di RSUD Tugurejo Semarang Nadya Rachma Fachriah; Afiana Rohmani; Setyoko Setyoko
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): March : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i2.202

Abstract

One of the infectious diseases that still poses a threat to the world is tuberculosis (TB). When a person is diagnosed with tuberculosis, anti-tuberculosis drugs (ATD) should be administered as soon as possible as part of their treatment. Treatment for tuberculosis may be impacted by a number of factors, including age, gender, comorbidities, and nutritional status. The purpose of this study is to ascertain how age, gender, nutritional status, and comorbidities relate to the response of patients receiving first-line pulmonary tuberculosis treatment at Tugurejo Hospital Semarang using Anti Tuberculosis Drugs category one. This kind of cross-sectional, analytical observational research is being conducted. Response to first-line pulmonary tuberculosis treatment was the dependent variable, and independent variables included age, gender, nutritional status, and comorbidities. 50 patients in all were selected as samples from Tugurejo Regional Public Hospital's medical files. Statistical analysis used the chi-square test for bivariate and the logistic regression test for multivariate. The analysis's findings demonstrated a significant relationship (p-value 0.001) between nutritional status and treatment response, as well as a significant relationship (p value 0.005) between comorbidities and treatment response. However, there was no significant correlation found between the age and gender variables (p values of 0.617 and 0.425). The results of the logistic regression showed that comorbidities and nutritional status had significant results with the OR value of comorbidities (OR 13,622, 95% CI 2.207-84.075, p= 0.005) and nutritional status (OR 7.208, 95% CI 1.783-29.138, P=0.006). There is a noteworthy correlation between the response to first-line pulmonary tuberculosis treatment and nutritional status and comorbidities at Tugurejo Hospital Semarang. At Tugurejo Hospital Semarang, there is a noteworthy correlation between the response to first-line pulmonary tuberculosis treatment and nutritional status and comorbidities.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR: STUDI PADA PENDERITA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL Sholicha Dyananti, Abel Larasati; Yekti, Murwani; Rohmani, Afiana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i09.670

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Sebanyak 30-80% dari kasus LBP disebabkan karena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal. Penurunan kualitas tidur merupakan hal yang dapat ditemukan pada pasien LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri pada pasien HNP dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 25 pasien HNP lumbal. Subjek tersebut dinilai dengan Numeric Rating Scale (NRS) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang mengalami intensitas nyeri berat dan sedang, yaitu 44% dari seluruh responden; Responden pada penelitian didominasi oleh responden yang memiliki kualitas tidur buruk, yaitu 80% ; Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada pasien HNP lumbal (p 0,000 < 0,05). Terdapat hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada penderita Hernia Nukleus Pulposus Lumbal.