Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR PANAS Spirulina platensis PADA PAKAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN TOTAL HEMOSIT UDANG VANAME SETELAH DIINFEKSI DENGAN Vibrio harveyi Ayu Puspitarani; Woro Hastuti Satyantini; Rahayu Kusdarwati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.088 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v5i3.11329

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan suatu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi penting. Produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) mengalami kendala akibat adanya wabah penyakit. Salah satunya adalah akibat serangan bakteri Vibrio harveyi. Bakteri ini menyebabkan mortalitastinggi. Penanggulanganya umumnya menggunakan antibiotik namun berdampak pada munculnya resistensi bakteri dan residu pada udang. Aplikasi penggunaan bahan alami sebagai imunostimulan seperti Spirulina platensis dalam bentuk ekstrak air panas diketahui memiliki efek stimulator sehingga dapat meningkatkan respon imun pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Respon imun ini diperlihatkan dengan meningkatnya jumlah total hemosit yang berpengaruh langsung dengan nilai kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian ekstrak air panas Spirulina platensis pada pakan terhadap total hemosit (Total Haemocyte Count) dan nilai kelangsungan hidup udang vaname setelah diuji tantang dengan bakteri Vibrio harveyi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (0 mg/kg, 200 mg/kg, 400 mg/kg, 600 mg/kg, dan 800 mg/kg) dan 4 kali ulangan. Udang vaname diberikan pakan dengan kandungan ekstrak air panas Spirulina platensis selama 14 hari kemudian pada hari ke-15 udang diuji tantang dengan cara diinjeksi dengan bakteri Vibrio harveyi dosis 106 CFU/ml pada bagian segmen abdominal. Pengamatan terhadap jumlah total hemosit (Total Haemocyte Count) yaitu pada hari ke-0, ke-14, ke-16 dan ke-26. Pengamatan terhadap nilai SR (Survival Rate) dilakukan selama sepuluh hari pasca udang diinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah total hemosit pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) akibat pemberian ekstrak air panas Spirulina platensis dibandingkan dengan perlakuan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air panas Spirulina platensis). Pemberian ekstrak air panas Spirulina platensis juga efektif meningkatkan nilai kelangsungan hidup (Survival rate) udang vaname pasca infeksi dengan bakteri Vibrio harveyi dengan perlakuan terbaik pada dosis sebesar 800 mg/kg pakan. 
EFEK PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP PERUBAHAN JUMLAH TOTAL HEMOSIT DAN DAYA TAHAN TERHADAP STRES SALINITAS PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Okky Hermawan; Woro Hastuti Satyantini; Prayogo Prayogo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 5 No. 3 (2016): JAFH Vol. 5 No. 3 September 2016
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.261 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v5i3.11330

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan suatu komoditas unggulan industri perikanan Indonesia. Pada budidaya udang vaname, muncul beberapa kendala, yaitu adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian imunostimulan untuk pencegahan penyakit melalui peningkatan sistem imun udang. Kitosan adalah salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai imunostimulan. Kitosan dapat meningkatkan sistem imun. Stres merupakan respon fisiologis yang terjadi saat hewan berusaha mempertahankan kondisi tubuhnya dari perubahan lingkungan. Faktor lingkungan seperti suhu, oksigen terlarut dan salinitas dapat menyebabkan terjadinya perubahan jumlah total hemosit. Jumlah total hemosit dapat digunakan untuk mengetahui status kesehatan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan kitosan pada pakan terhadap perubahan jumlah total hemosit dan daya tahan terhadap stres salinitas pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan serta empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan kitosan sebesar 0 mg/kg pakan (A1), 250 mg/kg pakan (A2), 500 mg/kg pakan (A3) dan 1000 mg/kg pakan (A4). Parameter yang diamati adalah jumlah total hemosit selama 14 hari pemeliharaan, 24 jam dan 48 jam setelah uji stres salinitas, kelangsungan hidup saat uji stres salinitas dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (Anova) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penambahan kitosan pada pakan selama 14 hari pemeliharaan dan selama 24 jam setelah uji stres salinitas memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap jumlah total hemosit udang vaname dengan jumlah total hemosit tertinggi diperoleh pada perlakuan A2 (250 mg kitosan/kg pakan). Empat puluh delapan jam setelah uji stres salinitas tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah total hemosit udang vaname dan kelangsungan hidup udang vaname. 
APLIKASI PROBIOTIK, IMUNOSTIMULAN, DAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei) DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH, KABUPATEN GRESIK Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si; Kismiyati Kismiyati; Rozi Rozi; Gunanti Mahasri; Woro Hastuti Satyantini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.679 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.15127

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting. Tingginya permintaan terhadap udang vannamei menyebabkan pentingnya kegiatan budidaya. Namun adanya berbagai permasalahan pada budidaya udang vannamei menyebabkan diperlukannya suatu teknologi untuk meningkatkan produksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penyediaan probiotik, aplikasi immunostimulan, dan pengukuran kualitas air di tambak yang ada di Desa Pangkah Wetan dan Pangkahkulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik sebagai upaya untuk peningkatan produksi hasil panen tambak udang vannamei. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan, peragaan, diskusi, dan demoplot di lapangan. Hasil kegiatan ini adalah anggota kelompok mitra berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan yang dilakukan. Materi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan melindungi udang dari penyakit, menjaga kualitas air, dan menekan kematian udang untuk peningkatan produksi. Hasil pengukuran kualitas air dilapangan menunjukkan bahwa kondisi suhu di tambak kelompok mitra yaitu 320C, kecerahan 50 cm, warna air kecoklatan, dan pH 7.
Preleminary Study: The Effects of Different Cryoprotectants on Damage and Hatching Rates of African Catfish (Clarias gariepinus) Akhmad Taufiq Mukti; Septuresty Hartri Eka; Woro Hastuti Satyantini; Ahmad Shofy Mubarak
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 3 (2020): JAFH Vol. 9 No. 3 September 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v9i3.16562

Abstract

This study was aimed to observe the effects of different cryoprotectants in embryo cryopreservation on damage and hatching rates of African catfish (Clarias gariepinus) embryo. The gastrula-staged embryos were treated 5% (v/v) solutions concentration of dimethyl sulfoxide (DMSO), propylene glycol (PG), honey, and combined cryoprotectants, respectively and preserved at temperatures of 4 and 0ºC for 30 min, 1 h, 2 h, 3 h, 4 h, 5 h, and 6 h, respectively. Thawing of embryos was conducted in freshwater at a temperature of 28ºC. Then, the embryos were incubated in the aquaria at 28ºC temperature. The result showed that the different cryoprotectants in gastrula-staged embryo cryopreservation affect damage and hatching rates of African catfish embryos at different length of preservation. The percentage of catfish embryo damage increases with different length of preservation and the storage temperature. A combination of DMSO-honey and PG-honey has the lowest damage percentage and the highest hatching rate of catfish embryo compared to other treatments (p<0.05).
Study of Pb Heavy Metal Pollution Level on Tannin Content of Seaweed (Kappaphycus alvarezii) in Bluto and Talango Sea Waters, Sumenep, East Java Catur Pujiono; Akhmad Taufiq Mukti; Woro Hastuti Satyantini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v10i1.17088

Abstract

Euchema cottoni or Kappaphycus alvarezii is one type of seaweeds that is widely cultivated in Indonesia. Water pollution caused by the accumulation of Pb heavy metals will affect the seaweed to grow and develop. This study is aimed to determine the tannin levels in K. alvarezii and the relationship of Pb heavy metal pollution level with tannin levels in K. alvarezii in different waters. This study used an observational experiment, and samples were taken from two different locations with 4 stations in each. From each sample in both locations, K. alvarezii was taken and was then measured for the tannin levels, water quality, and heavy metals (Pb) in water and in K. alvarezii. The results were analyzed at the Laboratory of PT. Sucofindo and the Laboratory of Testing Service Unit, Airlangga University Surabaya. The data were analyzed using a statistical test in the form of a t-test to determine the differences in samples in both waters, and a C-square test was used to determine the relationship between PB and tannin levels in K. alvarezii. The results showed that the level of Pb heavy metal pollution in the two waters did not show a significant difference due to water quality which was quite similar in both locations. Moreover, the tannin content in K. alvarezii in Bluto waters (0.053±0.004%) was higher than that in Talango waters (0.020±0.009%). Meanwhile, a t-test showed a significant difference in seaweed tannins in both waters. The relationship between Pb heavy metal pollution and tannins of seaweed in Bluto and Talango waters was that they did not affect each other, and tannin concentration was more influenced by chemical oxygen demand (COD), salinity of both waters, and the cultivation methods used.
The Addition of Caulerpa racemosa Extract in Feed on Clinical Sign and Intestinal Histopathological Profile of Whiteleg Shrimp after Infected by Vibrio parahaemolyticus Alvira Febrianti Pratiwi; Woro Hastuti Satyantini; Gunanti Mahasri; Akhmad Taufiq Mukti; Alim Isnansetyo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 2 (2022): JAFH Vol. 11 No. 2 June 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i2.29722

Abstract

The purpose of this study was to determine the administration of Caulerpa racemosa extract in clinical sign and intestinal histopathological profile of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) after infected by Vibrio parahaemolyticus. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with six treatments and three replications. Shrimp were divided into six groups, two control groups without the administration of C. racemosa extract, the other four groups with the administration of C. racemosa extract with successive doses; 30 mg/kg (P1), 60 mg/kg (P2), 120 mg/kg (P3) and 240 mg/kg (P4) through feed. On the 15th day of rearing, the control group was divided into two groups: negative control (K-) was injected with PBS and then positive control (K+) and four other treatments (P1, P2, P3 and P4) were infected with V. parahaemolyticus. The results showed that intestinal damage caused by V. parahaemolyticus infection were inflammation and necrosis. The administration of C. racemosa extract had a significant effect on the histopathological profile of the whiteleg shrimp intestine. The lowest percentage of damage was found in the P4 treatment, which was 19.6% with a indication of low damage. Clinical sigs appeared at 48 hours post-infection pale hepatopancreas, empty intestines, reddened uropods and gnats. From this study, it can be concluded that the administration of C. racemosa extract to the feed at a dose of 240 mg/kg is the best dose in reducing the level of damage to the intestinal organs of whiteleg shrimp infected with V. parahaemolyticus.
Profiling of Microbial Community in Rearing Water of White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Infected with White Feces Disease Syndrome Karina Rahardjo; Woro Hastuti Setyantini; Muhamad Amin
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 12 No. 2 (2023): JAFH Vol. 12 No. 2 June 2023
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v12i2.35023

Abstract

Shrimp farmers have reported mass mortality of white shrimp (Litopenaeus vannamei), reaching 2-3 kg/day in Gerongan Village, Kraton District, Pasuruan Regency in mid-2021. Preliminary analysis suggests that mass mortality was caused by bacterial diseases. Thus, to find out the main pathogen causing the mass mortality, the present study investigated microbial composition in rearing media of white shrimp (Litopenaeus vannamei) infected by the white feces disease (WFD) and healthy white shrimp using next-generation sequencing (NGS) technology. The research was conducted by collecting normal water samples and infected shrimp pond water samples. The results of the NGS assay showed that Vibrio vulnificus was found dominant in WFD-infected shrimp pond water, therefore was suspected to be the main cause of WFD.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Proteolitik yang Berasosiasi dengan Lamun Enhalus acoroides di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur [Isolation and Characterization Proteolytic Bacteria which is Associated with Sea Grass (Enhalus acoroides) in Bama Beach, Baluran National Park, Situbondo, East Java]. Rachmat Rizaldi; Woro Hastuti Setyantini; Sudarno Sudarno
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal ilmiah perikanan dan kelautan
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v10i1.8314

Abstract

AbstrakLamun adalah tumbuhan sejati yang hidup di perairan pantai yang kurang dimanfaatkan dalam bidang perikanan, selain sebagai bioindikator kualitas air laut. Beberapa mikroorganisme yang berasosiasi dengan lamun Enhalus acoroides antara lain benthos, kapang, bakteri dan plankton. Bakteri proteolitik merupakan bakteri yang mampu menghasilkan enzim protease. Enzim perotese merupakan enzim yang paling banyak digunakan dalam kehidupan. Bakteri merupakan sumber enzim yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan tanaman dan hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis isolat bakteri proteolitik yang berasosiasi dengan lamun Enhalus acoroides di Taman Nasional Baluran, Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan tabel dan gambar. Hasil yang peroleh menunjukkan bahwa terdapat 12 isolat bakteri yang berasosisasi dengan lamun Enhalus acoroides. Terdapat empat isolat yang tergolong sebagai bakteri proteolitik karena mampu mendagradasi kasein dalam media TSA + 2% NaCL yang ditambah 1 % susu skim, tampak dari pembentukan zona bening. Pengamatan morfologi koloni dan sel serta pengujian biokimia dari keempat isolat (EA-1, EA-2, EA-9 dan EA-10) terdapat kesamaan karakteristik dengan empat genus bakteri berturut-turut yaitu Staphylococcus sp., Plesiomonas shigeloides, Bacillus sp., Pseudomonas sp.AbstractSeagrass is a true living plants underutilized coastal waters in the field of fisheries, as well as bio-indicators of the quality of sea water. Some microorganisms associated with seagrass Enhalus acoroides among others benthos, fungi, bacteria and plankton. Proteolytic bacteria are bacteria that are capable of producing the enzyme protease. Protease enzyme is an enzyme that is most widely used in life. Bacteria are a source of enzymes that are most widely used compared to plants and animals. The purpose of this study was to determine the type of proteolytic bacterial isolates associated with seagrass Enhalus acoroides in Baluran National Park, Situbondo. This study used survey method with descriptive analysis with tables and figures. The results obtained that there are 12 bacterial isolates associated with seagrass Enhalus acoroides. There are four isolates were classified as proteolytic bacteria because it can degrade casein in TSA media + 2 % NaCL plus 1% skim milk which is evidenced by the formation of clear zones. Observations colony morphology and cells, as well as testing of Biochemistry of the four isolates (EA-1, EA-2, EA-9 and EA-10), were obtained, with similar characteristics to the four genera of bacteria in a row as follows Staphylococcus sp., Plesiomonas shigeloides, Bacillus sp., Pseudomonas sp. 
Penambahan Asam Amino Taurin pada Pakan Buatan terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Kerapu Cantik (Epinephelus fuscoguttatus í— Epinephelus microdon) [Addition of Amino Taurine Acid to Artificial Feed on Increased Growth and Survival Rate of Cantik grouper Seed (Epinephelus fuscoguttatus í— Epinephelus microdon)] Nizar Afiansyah Loekman; Woro Hastuti Satyantini; Akhmad Taufiq Mukti
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal ilmiah perikanan dan kelautan
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v10i2.10504

Abstract

AbstrakKerapu cantik merupakan kerapu hibrid hasil persilangan antara betina kerapu macan dan jantan kerapu batik. Salah satu permasalahan dalam pembenihan kerapu cantik secara umum, yaitu pertumbuhan stadia awal benih kerapu cantik yang lambat. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menambahkan taurin pada pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan kerapu cantik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan taurin pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan kerapu cantik. Penelitian ini menggunakan metode RAL dengan tiga perlakuan, yaitu pemberian pakan buatan dengan kadar taurin 0% (P1), 0,5% (P2) dan 1% (P3) yang diberikan pada benih ikan kerapu cantik dan masing-masing perlakuan diulang enam kali. Hasil pemeliharaan selama 45 hari menunjukkan bahwa penambahan taurin sebesar 1% pada pakan buatan memberikan pertumbuhan tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan berbeda nyata (p<0,05). Penambahan taurin 1% pada pakan buatan tidak memberikan hasil sintasan yang berbeda dengan kontrol (taurin 0%). AbstractCantik grouper is hybrid grouper, it is the results of a crossover between females tiger grouper and males batik grouper. One of the problems in breeding cantik grouper in common is the growth of early stadia juvenile cantik grouper is slow. This problem could be solved by added taurine in the feed to increase the growth of juvenile cantik grouper. The purpose of this research is to find the influence of the addition of taurine in the feed on the growth and survival rate of juvenile cantik grouper. This research used completely randomized design (CRD) method with three treatments, which is giving taurine to feed with 0 % (P1), 0.5 % (P2) and 1 % (P3) concentration given to the juvenile cantik groupers and the treatment has been repeated six times. The results of breeding for 45 days showed that the addition of 1 % taurine in feed give the highest growth than other treatment and differs markedly ( p<0.05 ). The addition of 1% taurine gives no different result with the control variable (0% taurine).
Pengaruh Pemberian Hormon Igf-I (Insulin-Like Growth Factor-I) Recombinant Mouse terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy) [ Effect of hormones Recombinant Mouse IGF-I (Insulin-Like Growthfactor-I) on The Growth of Osphronemus gouramy] Woro Hastuti Satyantini; Prayogo Prayogo; Dimas Eraparamarta Harkitiyanto
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 8 No. 1 (2016): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v8i1.11190

Abstract

Abstrak Konsumsi ikan gurame semakin meningkat setiap tahun mengakibatkan tingginya jumlah permintaan, belum dapat diimbangi produksi yang mencukupi. Laju pertumbuhan ikan gurame dikenal lambat, sehingga untuk mencapai ukuran konsumsi diperlukan waktu pemeliharaan relatif lama. Peningkatan kualitas produksi dengan meningkatkan kemampuan metabolisme sel terhadap asupan pakan ikan melalui penyuntikan hormon insulin-like growth factor-I(IGF-I) diharapkan dapat memacu pertumbuhan, dan produksi ikan dapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh pemberian hormon (IGF-I) recombinant mouse terhadap peningkatan pertumbuhan ikan gurame(Osphronemus gouramy). Penelitian adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan ikan gurame sebanyak 80 ekor yang terbagi dalam 4 perlakuanP0 : tanpa disuntik hormon IGF-I, P1 : disuntik hormon IGF-I dengan dosis 10 ng/ml, P2 : disuntik hormon dengan dosis 20 ng/ml dan P3 : disuntik hormon dengan dosis 40 ng/ml masing-masing 5 ulangan setiap ulangan 4 ekor ikan gurame. Perlakuan dengan injeksi hormon IGF-I recombinant mouse. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyuntikan hormon IGF-I recombinant mouse dengan dosis yang berbeda memberikan perbedaan yang nyata (p<0,05); pertumbuhan berat (P0: 0 ng/ml = 7,23 gram± 0,37 gram dan P3: 40 ng/ml = 26,35 gram± 1,89 gram) ;pertumbuhan panjang (P0 : 0 ng/ml = 5,76 cm ± 0,38 cm dan P3 : 40 ng/ml = 7,93 cm± 0,07 cm).). Kesimpulan penelitian bahwa IGF-I recombinant mouse berpengaruh meningkatkan pertumbuhan pada peningkatan berat dan panjang ikan gurame pada perlakuan penyuntikan 40 ng/ml.  Abstract Osphronemus gouramy consumption is increasing every year which causes in a high number of inquiries for this fish, cannot be offset sufficiently by the amount of production. The growth rate of O. gouramy are known relatively slow, so that to achieve the required consumption is relatively long. Quality improvement of productivity by improving the ability of cell metabolism to intake of fish feed through hormone injection recombinant mouse insulin-like growth factor-I (IGF-I) is expected to spur growth, so that fish production can be increased. The aim of this study is to determine the effect of the hormone IGF-I recombinant mouse to the increased growth of O.gouramy. The benefits of this research are expected to deliver the benefitsof science in the form of scientific information to the public in general and fish farmers especially about the effect of the hormone recombinant mouse IGF-I on the growth of O. gouramy.The research is methodis carried out experimentally by using completely randomized design (CRD),this study uses 80 O. gouramy were divided into 4 treatment P0: without hormone injectionsof IGF-I, P1: injected with the hormone IGF-I at a dose of 10 ng/ml, P2: injected with the hormone IGF-I at a dose of 20 ng/ml and P3: injected with the hormone ata dose of 40ng/ml each of 5 replicates each test 4 O. gouramy. The hormone IGF-I recombinant mouse is done by injection. The treatment with hormone injection of recombinant mouse IGF-I. Parameters measured were growth. The results showed that the treatment hormone injection of recombinant mouse IGF-I with different doses gave significant differences (p <0.05);weight growth (P0: 0 ng/ml = 7,23 gram ± 0,37 gram dan P3: 40 ng/ml = 26,35 gram ± 1,89 gram.); length growth (P0 : 0 ng/ml = 5,76 cm ± 0,38 cm dan P3 : 40 ng/ml = 7,93 cm ± 0,07 cm). The conclusion that recombinant mouse IGF-Iincreased the growth by increasing in weight and length of O. gouramy and improvement of the growth occurred in the treatment injection of the dose: 40ng/ml. 
Co-Authors A. Shofy Mubarak Abdul Manan Abdul Manan Adriana Monica Sahidu Agustono - Agustono . Agustono Agustono Agustono Agustono Akhmad Taufiq Mukti Aksono HP., Eduardus Bimo Al arif, Mohammad Anam Alim Isnansetyo Alvira Febrianti Pratiwi Anam, M Khairul Ananta Kurniawan Andry Wijayanto Anggun Nurani Citrowati Annas Salleh Ariyandra, Rheza Aslah Mohamad Asmaul Khusnah Aulia Ikhsan Syamsuri Ayu Puspitarani Boedi Setya Rahardja Brian Zuliyan Browijoyo Santanamurti Catur Pujiono Cicik Kurniawati, Cicik Daruti Dinda Nindarwi Daruti Dinda Nindarwi Dewi, Nina Nurmalia Dimas Eraparamarta Harkitiyanto dita aguistina barus Dita Wisudyawati Djamil, Hasim Dwitha Nirmala Elangga Sony Widiharsono Emy Koestanti Sabdoningrum Enang Harris Faisol Mas’ud Falatehan, Naufal Febri Setyawati Firdaus, Fitrul Azizi Fuquh Rahmat Shaleh Gazali Salim Gunanti Mahasri Heru Pramono Ika Purnamasari Isroni, Wahyu Juanda Juanda Karina Rahardjo Khozirah Shaari Kismiyati , Kuncorojakti, Suryo Kustiariyah Tarman Lailatul Lutfiyah, Lailatul Laksmi Sulmartiwi Lia Oktavia Ika Putri Lilis Cahaya Septiana Lina Wafia Asmi Luthfiana Aprilianita Sari M Wahyu Alfian Mardiana, Intan Fajriya Martianasari, Puji Dwi Md Yasin, Ina Salwany Meilina, Sinta Cahya Melani Indah Sari Manik Mohamad Azzam-Sayuti Mohammad Noor Amal Azmai Muchammad Yunus Muhamad Amin Muhammad Amin Muhammad Arief Muhammad Farhan Nazarudin Muhammad Izzudin Syaifullah Muhammed Jefri Myrna Budi N. Juni Triastuti Naila Budiatin Wahyu Mufidah Nizar Afiansyah Loekman Nova Erika Nur Bambang Priyo Utomo Okky Hermawan Panhar, Fio Surya Pratama Semendo Prayogo Prayogo Pursetyo, Kustiawan tri Putri Desi Wulan Sari Rachmat Rizaldi Rahayu Kusdarwati Rahmadan, Rizky Yanuar Rahmahani, Jola Rahmawati, Ghishella Ayu Ratri, Kartika Chayaning Rheza Ariyandra Rozi Rozi Rozi Rozi Rozi Saiful Bakhri Salman Aldo Alfaresi Saniya Lailatul Qodriyah Santanumurti, Muhammad Browijoyo Sapto Andriyono Saputra, M. Rafly Nur Wahyu Dwi Saragih, Friska Setiawani Sari, Luthfiana Aprilanita Septuresty Hartri Eka Sihombing, Agusmanto Sudarno, Sudarno Sukenda . Suwarno Suwarno Syafiq-Aizat Hamid Vega Chrisnawati Veryl Hasan Vivaldy Phaza Muharta Wiwiek Tyasningsih Yanti, Luh Krisna Weda Yudi Cahyoko